Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
18 CEO: Love's Romance Di Luar Kendali


__ADS_3

Setelah selesai mengikuti seminar Aileen kembali mengikuti kelas. Dan ketika kelas selesai dia langsung keluar dari ruangan, Aileen berajalan menuju halaman.


Namun dari arah belakang David langsung menggandeng dan menarik tangannya, membawa perempaun itu menuju ke mobil.


"David??"


"Lepas!!" suara Aileen tersekat karena kalau dia berteriak pasti akan mengundang perhatian orang di sekitarnya.


"Sssshhh, , ikutlah denganku" bisiknya.


Namun orang orang yang di sekitar sana pun melihatnya. Mereka sangat terkejut hingga akhirnya berbisik membicarakan Aileen.


"Apa aku tidak salah lihat?" ucap salah seorang mahasiswi.


"Apa??, , " ucap mahasiswi lain, dia pun langsung mengarahkan pandangannya kearah Aileen dan David yang sedang bergandengan tangan.


"Waahh, , apa mereka berpacaran??, ," tambahnya.


"Aku sih tidak yakin, , tapi. Kenapa David menggandeng tangannya??" mahasiswa itu nampak memperlihatkan wajah musamnya karena merasa cemburu.


"Aaahhh, aku jadi cemburuuuu, , kenapa bukan aku yang di gandeng sama dia coba" ucap yang lainnya.


Sementara salah satu teman lainnya nampak sedang mengabadikan moment itu.


"Hei, kamu mendapatkannya??, , "


"Iya, , aku akan mengunggahnya ke grub. Biar ramai, secara diakan tidak pernah berkencan dengan seorang mahasiswi" mereka pun tertawa senang. Seolah mendapatkan berita penting hari itu.


♡♡♡


Aileen masih terdiam membisu di dalam mobil, dia sama sekali tak memalingkan wajahnya kearah David.


"Ai??" suara David terdengar sangat lembut, hingga membuat Aileen merinding seketika.


Tetapi dia masih tetap melihat kearah luar dari balik kaca.


"Kenapa kamu diam saja?, , marah karena aku membulimu tadi?" tambahnya.


"Bisa tidak, kamu tidak usah menggangguku??" Aileen merasa jengkel, dia merasa tidak bebas jika David sudah berada di sampingnya.


"Kenapa??, , bukannya kita sudah resmi berkencan??, , "


Jika waktu bisa di putar Aileen ingin menarik ucapannya kembali saat itu.


"Turunkan aku di sini. Aku ingin pulang sendiri" Aileen berucap dengan nada galak. Dia tidak ingin terlalu dalam berhubungan dengan David sesuai dengan apa yang Iris bilang waktu itu.


"Aku akan mengantarmu pulang"


Aileen hanya menatap sengit wajah David dari arah samping. Dia paham, berontak sekali pun, laki laki itu tidak akan mendengarkannya.


♡♡♡


"Kapan kamu pindah?" David menghentikan mobilnya di halaman depan rumah yang disewa oleh Aileen.


"Aku tidak perlu memberitahumu kan!, , apa yang aku lakukan tidak semuanya kamu harus tahu" Aileen bergerak membuka pintu mobil dan melangkah keluar.

__ADS_1


David menghela nafas panjang, dia melepas sabuk pengaman dan mengikuti Aileen dari arah belakang.


"Perempuan ini memang benar benar keras kepala!"


"Apa pun yang ingin kamu lakukan, harus memberi tahuku, , " laki laki itu terus berucap dengan lembut, dia selalu berusaha memperlakukan Aileen dengan sangat baik. Walau pun sebenarnya dia juga harus menahan emosinya.


Aileen menghentikan langkah kakinya selangkah setelah masuk kedalam rumah. Setelahnya dia memutar tubuh kearah belakang.


"Kenapa kamu mengikutiku??, , pergilah. Kamu harus kembali bekerja!"


Laki laki itu hanya diam, David malah masuk dan berjalan melewati Aileen kearah sofa lalu duduk di sana.


"Jadwalku kosong sampai besok pagi, maka dari itu aku sengaja menemuimu. Karena aku ingin menghabiskan waktuku berdua bersamamu"


Aileen menelan ludahnya dengan susah payah setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut David. Dan tiba tiba saja pipinya bersemu.


Dia langsung memalingkan wajah, menyembunyikan rasa malunya dari David yang sedang melihatnya dengan tatapan sensualnya kearahnya.


David nampak menyelidik ke setiap sudut ruangan itu.


"Kamu bisa tinggal di tempat sempit ini?" David berucap dengan nada meremehkan.


Ujung mata Aileen mengerucut kearah David, dia tahu apa maksud ucapannya itu.


"Aku sudah terbiasa hidup di tempat seperti ini, jika kamu merasa tidak nyaman silakan pergi dari sini. Pintu keluar terbuka lebar untukmu!!" Aileen berharap David akan jengkel dengan ucapannya, namun yang ada laki laki itu tak bergeming. Dia malah meraih remot dan menyalakan TV.


Perempuan itu mendengus kesal, dia memilih untuk menyibukkan diri dengan kegiatannya, mulai dari mencuci piring, membersihkan dapur, kemudian menyapu. Namun laki laki itu tak kunjung pergi dari tempat itu.


Sementara David terlihat masih asik menonton acara Tv. Laki laki itu kini sudah melepas jas dan dasinya, dia bahkan juga membuka beberapa kancing kemeja bagian atas.


Aileen merasa kelelahan hingga membuat cacing cacing di perutnya berbunyi.


"Aku sampai lupa, kalau belum makan siang tadi, , "


Aileen tak mau ambil pusing, dia lebih memilih memasak untuk mengisi perutnya.


Karena hari itu mendung dan sudah mulai hujan, Aileen memilih memasak sup ayam untuk menghangatkan tubuhnya.


Hidung David nampak mengendus endus bau harum yang berasal dari dapur. Pandangannya kini langsung tertuju kearah Aileen yang sedang sibuk memasak di sana.


Rumahnya memang tidak luas, hingga ruang TV dan dapur berada di satu tempat tanpa penyekat. Namun sangat nyaman.


David beranjak dari kursi, dia melangkah mendetaki Aileen yang sedang sibuk mengiris bawang merah untuk selanjutnya di goreng dan akan di gunakan sebagai toping sup nantinya, biar aromanya semakin harum.


David yang sudah berdiri di belakang Aileen pun langsung mengunci perempuan itu, tubuhnya mendorong tubuh Aileen hingga terpentok meja di depannya dengan kedua tangan yang berada di sisi kanan dan kiri tubuh Aileen agar perempuan itu tak bisa bergerak.


Aileen pun tersentak, dia terkejut hingga pisaunya langsung melukai ujung jarinya.


Dengan cepat Aileen melepas pisau dan mengambil tisu yang tak jauh dari jangkaunnya.


Namun David terlanjur meraih tangan Aileen, laki laki itu membungkuk untuk mempermudah dirinya membantu menghentikan darah.


David mendekatkan jari Aileen kearah bibirnya dan langsung mengu*** ujung jari Aileen dengan lembut.


Aileen menundukkan kepalanya, dia merasa tidak enak ketika David melakukan hal itu.

__ADS_1


"Itu terlalu jorok, aku bisa membersihkannya dengan air" dia bermaksud untuk menarik tangannya, namun David masih tetap menahan jari Aileen di dalam mulutnya.


Tak lama David menarik jari Aileen keluar dari mulutnya dengan gerakan sensual dan mengakhirinya dengan sebuah kecupan tepat di lukanya.


Hal itu benar benar membuat Aileen merasa malu, jantungnya juga kembali berdebar dengan sangat kencang.


"Aku sudah membersihkan lukamu" David menarik diri dan kini memposisikan tubuhnya berada di samping tubuh Aileen. Menggunakan pinggngnya untuk bersandar di meja.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain, eksprasi wajah David tak terbaca saat itu. Dia merasa ada sesuatu yang menarik dari Aileen, tetapi dia sendiri belum yakin apa yang membuat David sangat senang ketika melihat wajah perempuan itu.


Ada perasaan tenang bahkan nyaman ketika berada di samping Aileen, hal itulah sebenarnya yang selalu membuat David ingin berada dekat dengan Aileen.


Drreeeettt!!! Dreeeeetttt!!


Pandangan Aileen langsung teralihkan ketika mendengar getaran ponselnya yang ada di atas meja. Tangannya langsung bergerak meraih ponsel itu dan menjawab panggilan dari Mamahnya.


Aileen sengaja menjauh dari David, dia berjalan kearah pintu yang menghubungkan langsung ke halaman belakang kemudian berdiri di sana.


Sesekali Aileen tampak memalingkan wajahnya kearah David sambil tersenyum manis, dia seolah sengaja membuat David penasaran dengann siapa dirinya sedang berbincang sekarang.


David merasa penasaran, setengahnya dia merasa sedikit jengkel ketika Aileen tersenyum saat sedang menerima panggilan itu.


David memang tak mendengar dengan jelas perbincangan mereka. Akhirnya dia memutuskan untuk mendekati Aileen.


Ketika Aileen sedang fokus dengan ponselnya, David kini sudah berada di belakangnya, memakai salah satu tangan untuk meraih tembok yang akan menyangga tubuhnya ketika dia mendekatkan kepalanya di samping kepala Aileen untuk mempermudah dirinya mendengar perbincangan mereka. Bahkan laki laki itu bersusah payah sampai membungkuk untuk mensejajarkan kepalanya.


Betapa terkejutnya Aileen ketika dia memalingkan wajahnya, bahkan ujung bibirnya saat ini menempel di pipi David.


Laki laki itu tersenyum kemudian, setelah merasakan kehangatan nafas Aileen di pipinya. David memutuskan untuk memalingkan wajahnya kearah Aileen hingga bibir mereka bertemu dan saling bersentuhan.


Nafas Aileen memburu seketika, dia akhirnya menurunkan tangannya yang sedari tadi memegangi ponsel, dan jarinya bergerak memutuskan panggilan dari Mamahnya.


David sebenarnya hanya ingin menggoda perempuan itu, namun dia tak bisa mengontrol dirinya ketika mencium aroma wangi dari tubuh Aileen yang terbang terbawa angin hingga menyeruak masuk ke dalam hidungnya.


Bibir mereka masih saling menempel, hingga Aileen akhirnya menarik kepalanya kearah belakang untuk menjauh dari David.


Namun David langsung menahan tengkuk Aileen dan mencium bibir perempuan itu.


Ciuman itu berlangsung sangat lama, hingga membuat Aileen sempat kehabisan nafas dan ketika ada kesempatan untuk bernafas, dia langsung meraup oksigen sebanyak banyaknya untuk memenuhi paru paru.


Ini ciuman terpanas dan terlama yang pernah Aileen rasakan, dia sampai merasakan bibirnya mati rasa ketika David menyesapnya dengan kuat. Dia juga merasakan bibirnya seperti sudah membengkak saat itu.


Aileen sudah beberapa kali mendorong dada David agar laki laki itu mau melepaskan ciumannya. Namun David malah semakin mendorong kepala Aileen dengan kuat hingga gigi mereka bertakupan lalu manimbulkan bunyi.


Ini kesekian kalinya Aileen ingin mengakhiri pagutan bibir mereka. Namun David seolah tak ingin membiarkan Aileen menyudahinya.


Mata Aileen bahkan sampai terbelalak ketika David berhasil meraih indra parasa milik Aileen dan meyesapnya dengan kuat hingga terasa sakit.


David tak bisa mengontrol dirinya saat itu, dia benar benar terlihat buas, dia melum** habis bibir Aileen.


Aileen memutuskan menggunakan tangannya untuk memukul dada David berulang ulang, hingga akhirnya laki laki itu membuka kedua matanya dan melihat kearah mata Aileen yang terlihat berkaca kaca.


David langsung melepas pagutan bibirnya perlahan, namun dia sempat mengecup bibir Aileen seolah dia tidak rela menyudahi ciuman itu.


Laki laki itu nampak mengawasi ekspresi wajah Aileen yang terlihat langsung berubah seketika.

__ADS_1


David sedikit menjauhkan dirinya dari Aileen, dia juga merasa kebingungan. Seperti ada yang menggerakkan dirinya hingga tanpa sadar dia sangat menikmati kemanisan bibir Aileen saat itu.


__ADS_2