Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#97 Terus berusaha


__ADS_3

Tentu saja karena luna memakai singlet yang longgar dengan potongan dada yang lebar sehingga memperlihatkan bagain tubuh atasnya apa lagi ketika di padu padankan dengan cardigan yang terlihat kebesaran di tubuhnya menggantung di ke dua pundak dan membungkus seluruh lengannya sampai tak terlihat.


Dengan cepat tangan luna meraih menarik cardigan di pundak untuk menutupi bagian dadanya.


Barack tersenyum melihat tingkah luna dengan ke dua pipinya yang kini merona.


"Bahkan untuk sekedar melihatnya, apa aku tidak boleh?" ucapnya dengan nada menuntut ke pada luna.


Luna menunduk karena malu sambil mencengkeram erat cardigannya.


Barack menarik satu tangannya untuk meraih tangan luna yang mencengkeram erat cardigan yang menutupi dadanya.


Perlahan barack menuntun tangan luna untuk melepas dan menjauh dari dadanya


Luna merasa gugub setelah barack berhasil menyingkirkan tangannya, seketika cardigannya kembali membuka dan memperlihatkan belahan dada luna yang indah.


Terlihat dadanya naik turun dengan cepat karena berusaha mengontrol nafasnya yang memburu.


Barack menelan ludah dengan susah payah, nafasnya juga memburu menyapu wajah luna dengan kasar.


Barack mencium lembut kening luna setelahnya menempelkan hidungnya mengurutkan dari kening ke mata kemudian ke hidungnya dengan nafasnya yang semakin memburu, darahnya berdesir terasa memanas dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh, rasa ngilu dan berdenyut di bawah perutnya semakin tak tertahankan namun dia masih berusaha mengntrol keinginannya itu.


Hati dan pikiran luna bertolak belakang, luna tak bisa melawan keinginan barack namun otaknya selalu meracau pikirannya untuk terus mendorong tubuh barack menjauh darinya.


Nafasnya semakin memburu dan terdengar kasar saat barack menghujani wajahnya dengan kecupan lembut.


Ke dua tangannya meraih dada barack, ingin rasanya luna mendorong laki laki yang kini menguasai tubuhnya itu, namun tak ada kekuatan di ke dua tangannya seolah menghilang begitu saja saat barack berhasil menyentuhnya.


Satu tangan barack meraih tengkuk luna satu tangannya lagi membelai lembut kepalanya, matanya bersinar akan gejolak jiwanya yang tengah menggebu gebu.


Barack menatap lekat ke arah wajah istrinya yang kini tengah menunduk karena malu.


Barack memaksa luna melihat ke arahnya dengan meraih dagu luna dan mendongakan kepalanya.


Senyumnya mengembang ketika melihat luna menahan malu atas perlakuannya.


Barack memiringkan kepalanya untuk memudahkan dirinya mencium bibir luna, namun luna masih menolaknya dengan memalingkan wajahnya ke arah samping.


Barack memaku kepalanya dia tersenyum dan mengecup pipi luna dengan lembut.


Barack menarik kembali ke dua tangannya dan mundur satu langkah untuk menjauh dari luna, luna merasa kaget hingga memalingkan wajahnya dengan cepat untuk kembalu menatap ke arah wajah barack. Wajah luna seperti terlihat sedikit kecewa dia tidak menyangka kalau barack akan melepaskannya begitu saja.


"Tunggu!! kenapa aku kecewa,?? apa aku berharap lebih??, , ini tidak mungkin terjadi!!"


Barack mengawasi ekspresi raut wajah luna yang sepertinya kecewa karena dia tak melanjutkan keinginannya.


Barack menyeringai.

__ADS_1


"Apa kamu kecewa?" ucapannya membuat luna tersadar.


"E, , tidak!!! ini sudah malam, aku harus istirahat" luna merasakan gugub yang teramat hingga membuatnya salah tingkah seperi orang bodoh di depan barack.


Barack terkekeh melihat sikap luna, dengan sigap dia memeluk tubuh luna dari arah belakang ketika dia akan melangkah ke arah ranjang.


Mata luna membulat, dadanya kembali berdebar kencang ketika barack membungkuk merangkup tubuh luna dengan tubuhnya serta membenamkan kepalanya di pundak luna.


Barack mengangkat kepala dan menopang dagunya di pundak luna hingga wajah mereka kini bersejajar.


"Kalau tidak salah aku melihat sedikit kekecewaan di wajahmu" barack berhenti berucap saat sedang menggoda luna untuk melihat reaksinya dan benar luna langsung memalingkan wajahnya ke arah barack yang tepat berada di sampingnya hingga tanpa sengaja luna mencium pipi barack karena saking dekatnya.


Luna menarik kepalanya menjauh dari wajah barack.


Namun barack memalingkan wajahnya ke arah luna dan mengecup bibir luna dengan cepat hingga membuat pipinya kembali merona.


Luna membuang pandangannya ke arah lain menghindar dari tatapan mata barack yang begitu dekat di sampingnya.


Luna berusaha melepaskan diri dari barack namun barack malah semakin mengencangkan pelukannya.


"Bolehkan aku melakukan lebih dari ini?" ucapnya dengan nada menuntut ke pada luna.


Luna memaku wajahnya, dia tidak bergeming bahkan ekspresi wajahnya tak terbaca oleh barack yang ada di sampingnya karena luna terus berusaha menghindar dari pandangan mata barack.


Barack meniup pelan leher luna, hingga membuatnya bergidik.


"Aku harus istirahat" ucap luna mengingatkan barack kembali.


Barack pun menarik kembali ke dua tangannya yang memeluk tubuh luna namun tak melepaskannya begitu saja, dia beralih menggenggam erat tangan luna ketika dia hendak berjalan menuju ranjangnya kembali


"Aku belum memberimu ciuman selamat malam" ucapnya membuat luna harus kembali melihat ke arahnya.


Tatapannya kali ini terlihat tajam ke arah barack.


"Aku janji, tidak akan melakukan lebih" ucapnya meyakinkan luna.


Luna menghela nafas panjang, dia terdiam seolah sedang mempersilakan dan menunggu barack menentaskan keinginanya.


Barack tersenyum meraih pipi luna dan mendaratkan sebuah ciuman lembut di keningnya.


"Selamat malam" bisiknya membuat luna bergidik merinding.


Dengan cepat luna langsung meloncat ke atas ranjang, dia tidur membelakangi barack.


luna berusaha menyembunyikan senyum tipisnya di balik selimut yang menutupi tubuhnya.


Barack tersenyum, melangkah ke arah pintu, mematikan lampu sebelum keluar dari kamar.

__ADS_1


Dia menghentikan langkahnya di tengah tengah pintu, membuang pandangannya ke arah luna yang tengah meringkuk di atas ranjang.


Seolah belum puas memandang istrinya yang kini sedang berjuang mendapatkan kembali ingatannya, walaupun tak sepenuhnya ingatannya hilang.


Namun itu sangat cukup membuat barack terpukul hatinya. Kenapa harus ingatan yang menyenangkan di antara mereka berdua yang tak di ingingatnya.


Bahkan, kini membuat istrinya sendiri menjauh darinya.


Barack menutup pintu kamar dengan pelan, dia beranjak ke arah dapur membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral.


Membuka tutup botolnya dan menegugnya dengan pelan hingga habis.


Dia menghela nafas panjang, tatapan matanya menatap ke arah jauh dengan kosong.


"Pelan pelan, , , walau pun dia tidak mengingat semua kembali ingatannya. Setidaknya dia tidak menolakku"


Barack membuang botol yang sudah kosong dengan kasar, seolah sedang melampiaskan kekesalannya pada botol itu.


Dia berjalan ke arah ruang tv, merebahkan tubuhnya di atas sofa menggungakan ke dua tangannya sebagai bantalan sandarannya.


Matanya menatap ke arah langit langit sebelum memejamkan matanya.


♡♡♡


Luna terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara gemericik air dari arah dalam kamar mandi.


Keningnya berkerut mengubah posisi tidurnya menjadi duduk di atas ranjang.


Suara gemirik air menghilang, luna nampak salah tingkah ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka.


Dia langsung segera menarik selimut dan kembali merebahkan tubuhnya bahkan menutupi seluruh bagian wajahnya dengan selimut.


Barack menyadari hal itu saat dia keluar dari kamar mandi, dia tersenyum sengaja hanya memakai celana panjang berwarna hitam pekat tanpa memakai kaos hingga memeperlihatkan bentuk tubuhnya yang atletis itu.


Dia berjalan mendekat ke arah luna, duduk di bibir ranjang menggunakan ke dua tangannya di samping kana dan kiri luna untuk menopang tubuhnya.


Di balik selimut dada luna di buat sport jantung di pagi hari oleh barack.


Perlahan dia membuka selimut yang menutupi wajahnya.


Dan matanya terbelalak ketika melihat wajah barack tepat berada di atasnya.


Barack menarik selimut itu dengan paksa, aroma sabun yang keluar dari tubuh barack memaksa menyeruak ke dalam hidung luna.


Air mengalir dari rambut barack menetes ke arah dada luna yang ada di bawahnya.


Mata luna menjelajah ke tubuh barack yang sedang berusaha menghipnotisnya.

__ADS_1


Tanpa sadar luna meraih lekukan lengan barack yang berotot.


__ADS_2