Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
39 CEO: Love's Romance Menahannya


__ADS_3

Ketika pagi menjelang Aileen membuka matanya perlahan. Dia melihat bayangan wajah David tepat berada di depan matanya.


Karena merasa tidak yakin Aileen mengerjapkan matanya sebelum kembali memastikan wajah laki laki itu.


Dan betapa terkejutnya dia ketika David memang berada di dalam kamar itu.


"Astaga!!" Aileen terhentak, menyeret tubuhnya menjauh dari David.


"Apa yang sedang dia lakukan di sini??"


Sementara laki laki itu masih tertidur dengan kepala di atas ranjang dan sebagian tubuhnya terduduk di lantai.


Perlahan tangan Aileen bergerak meraih kening David. Partama yang dia khawatirkan adalah kondisi tubuh laki laki itu.


"Syukurlah kalau sudah tidak demam!" gumamnya.


Kening David berkerut ketika merasakan ada sentuhan di keningnya. Kemudian dia perlahan membuka matanya.


"David, apa semalam kamu tidur sambil berjalan?. Kenapa kamu bisa ada di sini?" Aileen nampak waspada kepada David.


Laki laki itu terlihat sangat polos ketika bangun tidur, rambut acak acakkan dan piyama yang berantakan menggambarkan bahwa ada sisi kekanak kanakkan pada diri David.


"Kamu sudah bangun?" David tersenyum kearah Aileen. Dia merasa sangat senang ketika membuka mata, pertama orang yang dia lihat adalah Aileen.


"Kamu harus kembali ke kamarmu, aku akan bersiap siap untuk berangkat kuliah" Aileen beranjak dari ranjang, kemudian melangkah menuju kamar mandi.


"Lalu siapa yang akan mengurusku jika kamu berangkat kuliah?" David memamerkan wajah memelasnya kearah Aileen.


"Kamu bisa kan ijin sehari ini?" tambahnya.


"Hiiiihhhh, , orang ini benar benar!!"


"Aku tidak yakin apakah aku bisa ijin atau tidak, aku akan coba ijin nanti. Sekarang kembalilah ke kamarmu!" perintah Aileen dengan nada galak, dia lalu masuk kekamar mandi dengan raut wajah kesal.


♡♡♡


Setelah selesai membersihakn diri, David terlihat duduk di meja makan. Sementara Aileen sedang sibuk menyiapkan sarapan untuknya.


"Karena Tuan Muda tidak bisa minum kopi, sekarang minum susu dulu ya" Kepala pelayan meletakkan segelas susu di depan David.


"Terima kasih Bi" ucapan yang keluar dari mulut David seketika membuat Kepala pelayan menganga. Dia tidak percaya kalau Tuan Mudanya itu bisa bersikap sopan.


"Permisi?" suara sekretaris yang baru saja datang itu seketika menarik perhatian David dan Aileen hingga akhirnya mereka berdua mengalihkan pandangan kearahnya.


"PresDir saya sudah membawakan pesanan Anda" Sekretaris itu membungkuk memberi salam kepada David. Kemudian dia meletakkan kotak ponsel yang masih bersegel itu di atas meja.


"Terima kasih, , kembalilah ke kantor"


"Baik, saya mohon undur diri" Sekretaris itu berjalan keluar dari dapur.


David langsung meraih kotak itu dan membuka segelnya. Dia kemudian memasang kartu milik Aileen kedalamnya.


Setelah selesai David tersenyum dan meletakkan ponsel itu di sampingnya.


"Ai??" serunya dengan lembut.


"Ya??" Aileen menoleh kearah David.


"Kemarilah" perintah David.


Aileen yang sedang sibuk memasak, melangkah mendekati David.


"Maaf karena sudah merusak ponselmu. Ini" David memberikan ponsle baru itu untuk Aileen dan meletakkannya di atas telapak tangan perempuan itu.


"Aku harap kamu mau menerima pemberianku ini. Aku sudah memasang kartumu di dalamnya" David meraih gelas dan menegug perlahan susunya.


Aileen hanya terdiam, dia bukannya tidak suka dengan pemberian David. Tetapi baginya terasa sangat aneh ketika menerima pemberian barang mahal dari seorang laki laki.


Dia lalu meletakkan ponsel itu di atas meja dan kembali menyelesaikan membuat sarapan.


"Apa dia tidak menyukainya??, , kenapa raut wajahnya terlihat datar sekali. bahkan dia tidak mengucapkan kata terima kasih!"


David kemudian menegug habis sisa susu dalam gelasnya.


"Pagi!!" Iris yang baru datang langsung membuat suasana di dapur menjadi ramai.


"Nona iris?" sapa pelayan lain.


"Tolong masukkan semuanya di kulakas Bi!" ucap Iris sambil memberikan kantong plastik berisi buah dan beberapa makanan.


"Kamu sudah baikkan ka?, , Oh ya aku lupa. Mamah bilang semalam ada perawat cantik yang merawatmu. Jadi pasti hari ini sudah mendingan kan" Iris mengangkat satu alisnya kearah David. Dia sedang mencoba menggoda laki laki itu.


Sementara David hanya melirik kearah Iris dengan tatapan sengit.

__ADS_1


Aileen meletakkan sarapan yang sudah di persiapkan olehnya di atas meja.


"Makanlah" ucapnya kepada David.


Iris yang melihatnya pun berdehem.


"Aku merasa seperti nyamuk yang sedang mengganggu sepasang Suami Istri yang baru saja menikah" dia pun melirik kearah Aileen.


Sementara Aileen hanya membulatkan metanya kearah Iris sambil menahan senyumnya.


"Kamu mau ikut sarapan?" ucapnya kemudian.


"Boleh!, , "


"Aku akan menyiapkannya untukmu" Aileen kembali sibuk menyiapkan sarapan untuk iris.


Dan saat itu Iris kembali memusatkan perhatian kepada kakaknya.


"Ka"Iris mengunakan sikunya untuk menyenggol lengan David.


"Hmm?" David masih sibuk dengan sarapannya.


"Kamu sudah bilang tentang perasaanmu kepada Aileen?" seketika ucapan Iris membuat David langsung memalingkan pandangan kearahnya.


"Perasaan apa!!" gumam David sambil menggertakkan giginya agar Aileen yang sedang berdiri memunggunginya tak mendengar ucapannya.


"Hallaaaah!!, , kelihatan sekali kalau kamu menyukainya. Kenapa kamu masih diam saja??"


"Kenapa aku harus memiliki kaka yang bodoh ini!!"


"Dengar ya ka" Iris menarik kursi, mendekatkan diri kepada David agar lebih nayaman untuk berbisisk di sana.


"Aku dengar dari Aileen kalau kak Kenzi itu datang ke paris. Aku tidak menyangka setelah aku memberitahunya bahwa Aileen terluka dia langsung jauh jauh datang kemari. Akau sangat yakin Kak kenzi itu pasti sangat menyukai Aileen. Makanya dia merasa khawatir dan langsung datang kemari"


"Kamu yang memberi tahu laki laki itu??" kening David berkerut kasar, hingga terlihat sampai memenuhi sekitar area matanya.


Iris lupa, dia seharusnya tak mengatakan hal itu.


"******!!"


"Aku hanya"


"Kamu sengaja melakukannya kan!!, ,adik macam apa kamu!!" David menatap Iris dengan tajam.


"Kamu mengatai Kakakmu gila??" David mengangkat tangannya, dia sudah bersiap siap ingin menjitak kepala Iris.


Tetapi saat itu juga Aileen membalikkan tubuhhnya.


"Ada apa dengan kalian?" Aileen menatap aneh kearah dua orang di depannya itu.


"E, , mm tidak apa apa. Aku hanya sedang berdiskusi masalah pekerjaan, , ya kan Kak??"


"Mm" gumam David, dia msih jengkel dengan Iris yang seolah tak merasa bersalah karena sudah membuat laki laki itu datang kemari.


Dreettt!! Dreeett!!!


Aileen meraih ponselnya yang ada di atas meja. Setelah menyelidik kearah layar untuk memastikan siapa yang menghubunginya. Ujung mata Aileen melirik kearah David. Dan tatapan mata mereka bertemu di sana.


"Siapa??, , laki laki itu?" David sudah jengkel sebelum mendapat jawaban dari Aileen, dia tahu hanya dengan melihat dari ekspresi wajahnya saja sudah katahuan siapa yang menghubungi Aileen.


Dengan ragu Aileen mengangkat panggilan dari Kenzi.


"Hallo??, ,iya Ka?"


"Gmmmmm!!!" David berdehem dengan sangat keras, sengaja agar Kenzi yang berada di seberang sana mendengarnya.


"Suara siapa itu?" Kenzi yang ada di seberang sana ternyata benar benar mendengar suara dehemman David.


"Eeh, , itu, lupakan. Maaf Kak aku belum bisa menemuimu. Mungkin nanti siang atau nanti malam aku akan menemanimu jalan jalan" Bisik Aileen, sengaja agar David tak mendengarnya.


Itu tidak mungkin, jarak mereka berdua sangat dekat. David pun bisa mendengarnya dengan sangat jelas.


"Baiklah, aku akan menunggumu" Kenzi kemudian menutup panggilannya.


"Kamu akan pergi menemani Kak Kenzi jalan jalan?" Iris berucap dengan sangat keras, dengan senyum lebar yang mewarnai bibirnya. Namun matanya melirik kearah David yang terlihat sangat kesal.


"Dia datang jauh jauh dari Tokyo. Kasihan kalau aku tidak menemaninya jalan jalan mengelilingi kota Paris" sesekali Aileen melirik kearah David untuk memastikan ekspresi wajah laki laki itu.


David hanya terdiam. Terlihat jelas bahwa dia menahan amarahnya. Dia berusaha untuk mengendalikan diri agar kejadian semalam tak terulang lagi. Dan David sepertinya kini mulai sudah bisa melakukannya dengan baik.


"Jika kamu pergi, lalu siapa yang mengurusku?, ,bukannya kamu sudah berjanji akan membayar jasaku selama aku merawatmu ketika kakimu terluka!" David tak merengek seperti anak kecil lagi. Mungkin karena menyangkut laki laki itu David kembali memperlihatkan aura dinginnya di ruangan itu.


"Kak David benar benar bodoh!!, , mau menarik perhatian Aileen kenapa harus mengungkit ungkit hal itu. Dasaaarrrr!!, , "

__ADS_1


Iris pun langsung menggerakkan tangannya yang ada di bawah meja untuk memukul perut David.


Bugghh!!


David langsung menganga, bahkan suaranya pun tak mau keluar ketika Iris memukulnya tepat di bagian yang masih terasa nyeri.


David membungkuk menikmati rasa sakit itu.


"Kak David??, , kamu baik baik saja?" Iris berpura pura khawatir setelah apa yang dia perbuat sendiri terhadap Kakaknya.


"Perutku!" David mengangkat kepalanya dan menatap tajam Iris.


"Kenapa kamu memu" dan saat itu juga Iris menginjak kaki David dengan kuat. Bayangkan saja Iris yang memakai sepatu booth menginjak jari jemari kaki David yang lentik itu.


"Aaauuu!!!" teriaknya ketika merasakan sakit yang teramat di bagian kakinya.


"Bocah ini!!, , sialan!!, , apa yang sedang dia lakukan!!"


"Kamu!!" David berupaya untuk membalas Iris, namun adiknya itu langsung membungkuk dan berbisik di telinganya.


"Jangan marah aku sedang membantumu!!, ,percayakan semua kepadaku. Ok"


"Kamu baik baik saja?" Aileen beranjak dari kursi dan tunduk di samping David untuk memastikan keadaan laki laki yang sedang meringis menahan sakit itu.


"Perutku!!, , sak, sakit sekali" suaranya tersekat kerena menahan rasa sakit.


"Kita kembali kekamar ya!" Aileen merasa khawatir, dia pun memapah David masuk kedalam kamarnya.


Sambil melangkah keluar David melirik kearah Iris dengan sengit.


"Kamu tidak hanya membantuku membuat Aileen bertahan di sampingku!!, , tetapi kamu juga sengaja ingin sekalian membunuhku kan!!"


David terlihat sangat kesakitan.


Iris hanya tersenyum manis sambil mengacungkan jempolnya, tak lupa dia juga memainkan kedua alisnya naik turun kearah David.


"Sini Bik, biar aku saja yang membawanya ke kamar Kak David" Iris meraih nampan berisi susu dan segelas air putih untuk David.


♡♡♡


"Keadaan Kak David masih buruk untuk di tinggal sendirian, kamu tega mau meninggalkannya dan pergi jalan jalan dengan Kak Kenzimu??" Iris sengaja berucap untuk membuat Aileen semakin merasa bersalah.


Aileen hanya tertunduk, dia pasti akan merasa bersalah kepada Kenzi yang sedang menunggunya.


Aileen berancana untuk menghubungi Kenzi, dia akan membatalakan janji untuk menemaninya jalan jalan.


Tetapi seketika ujung matanya melirik kearah Iris yang sedang duduk di samping Kakaknya sambil berseteru entah apa yang mereka ributkan.


"Kamu hari ini ada kelas??" ucapnya kemudian.


"Kenapa memangnya?, ,jika kamu membutuhkanku aku bisa kok ijin tidak masuk" Iris memalingkan wajahnya kearah Aileen.


"Kalau begitu tolong aku temani Kak Kanzi untuk jalan jalan ya"


"Haa??, , kenapa jadi aku??"


"Kalau kamu tidak mau menemaninya ya sudah aku yang akan pergi menemani Kak Kenzi jalan jalan. Kamu di sini jaga Kakakmu saja"


"Jangan jangan!!, , " Iris beranjak dari ranjang dan berjalan mengahampiri Aileen yang sempat berdiri dan melangkah menuju pintu.


David juga sempat membulatkan matanya ketika mendengar Aileen mengatakan hal itu. Namun dia menghela nafas panjang setelah Iris menahannya untuk tetap tinggal.


"Iya iya, , aku akan menggantikanmu. Aku akan menemani Kak Kenzi jalan jalan. Tapi, , apa dia tidak marah??" Iris menekuk wajahnya.


"Dia bukan tipe laki laki yang gampang marah karena alasan tidak jelas" ujung mata Aileen tertuju kearah David.


"Kenapa melihatku seperti itu??, , memangnya aku suka marah marah karena alasan tidak jelas apa!!" David yang duduk sambil bersandar di sandaran ranjang pun bersedekap dengan jengkel.


"Kalian tidak usah bertengkar!!, , aku akan pergi menemui Kak Kenzi. Oke!!, , sekarang katakan di mana dia?"


"Baru saja aku mengirim alamat Hotel dan fotonya, , buka saja!"


Iris mengusap kayar ponselnya, kemudian menyelidik kearah foto yang sudah terkirim di ponselnya.


"Kenzi??, , ini bukannya orang yang semalam aku temui di Hotel X??, , tunggu, , alamat yang di berikan oleh Aileen juga sama dengan hotel di mana aku bertemu dengannya. Jadi mereka Kenzi yang sama??"


Mata Iris bergerak menatap kearah Aileen yang sedang berdiri di depannya.


"Kenapa??, , "


"E, , tidak apa apa, aku akan segera pergi menemuinya, , tenang saja akau akan mengajaknya berkeliling kota Paris!" senyum Iris terlihat sangat lebar hingga memenuhi wajahnya.


"Daaah, , aku pergi dulu" Dia pun berjalan keluar dari kamar.

__ADS_1


"Kenapa tiba tiba dia terlihat sangat bahagia??" gumam Aileen.


__ADS_2