Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
75 CEO: Love's Romance Menuju ke hatimu


__ADS_3

David melangkah kembali ke ruang keluarga. Pandangannya menyelidik kearah sekitar. Namun Dia tidak menemukan Aileen berada di sana.


Sementara di ruang itu dua keluarga sedang membicarakan rencana selanjutnya. Rencana pernikahan David akan dilakukan setelah Iris menikah rencananya.


"Mah!, , bisakah pernikahanku di percepat besok?" ucapan yang keluar dari mulut David seketika membuat ruangan yang tadinya ramai itu tiba tiba menjadi hening. Semua mata tertuju kepada David yang sedang berdiri dengan ekpresi raut wajah takterbaca.


Cici tersenyum kemudian beranjak dari sofa menghampiri David. Membawa laki laki itu untuk duduk di sofa bersamanya.


"Tenang David, bersabarlah. Aileen pasti akan menjadi milikmu. Tetapi tidak bisa besok langsung menikah. Banyak segala sesuatu yang harus di persiapkan sebelumnya. Tante dan juga Mamahmu sudah berencana untuk mengadakan pesta pernikahan kalian di Indonesia. Karena keluarga besar kami berada di sana, jadi Tante harap kamu mau bersabar ya?" Cici berucap dengan lembut sambil mengangkat kedua alisnya kearah David.


David memandang kearah Orang tuanya, mereka terlihat hanya diam karena Putranya seperti sudah tak sabar ingin segera menikah dengan Aileen.


"Ee, , maaf Tantet aku hanya terbawa suasana. Kapan pun aku siap menikah dengan Aileen" ucap David seketika.


Cici hanya mengusap punggung calon menantunya itu untuk memberi ketanangan.


Dua keluarga itu kembali membicarkan perihal rencana pernikahan. David tetunduk, tangannya bergerak memijat kecil keningnya.


"David!!, , bagaimana kamu bisa mengucapkan hal itu secara tiba tiba. Kamu membuat semua orang jadi khawatir"


David menghela nafas panjang, berusaha menetralkan perasaannya.


"Ka??, , pengen banget ya, buru buru nikah sama Aileen?" cibir Iris diiringi tawa lirih di sebelahnya.


"Jangan menggangguku!, , minggir sana!" David mendorong pelan kepala adiknya, di saat itu juga ujung matanya melihat bayanga Aileen berjalan kearah taman belakang.


David segera beranjak dari sofa, dia sempat mengawasi orang orang yang sibuk dengan urusannya masing masing sebelum akhirnya berjalan meninggalkan ruang keluarga.


David melangkah menuju kearah dimana dia tadi sempat melihat Aileen. Tubuhnya terpaku ketika melihat perempuan itu berdiri di balkon, menatap jauh kedepan sambil memegangi dadanya.


"Ya ampuun, , sudah lama sekali tidak bertemu. Kenapa laki laki itu masih bisa membuat dadaku berdebar tidak karuan seperti ini?" Aileen berusaha menghela nafas panjang.


Dari arah belakang sayup sayup David bisa mendengar suara Aileen, laki lali itu tersenyum kemudian perlahan mendekat.


"Siapa yang membuatmu berdebar?"


Sontak tubuh Aileen terperanjak kaget, dia memutar tubuhnya dengan cepat hingga hampir terjatuh kebelakang.


Beruntung David meraih lengannya, menarik tubuh Aileen kedalam dekapannya agar perempuan itu tidak terjatuh.


Wajah Aileen membentur dada David yang keras dan bidang itu.


Perempuan itu terpaku, perlahan menarik kepalanya menjauh, sementara kedua tangannya telah berada di dada itu.


"Kamu tidak apa apa?" suara David mbuyarkan lamunan Aileen.


Dia mendorong tubuh David dengan kedua tangannya agar menjauh.


"Jangan mendekat!, , tetap berada di tempatmu!"


"Ai?"


"Berhe, , " Aileen memaku bibirnya, dia menyelidik kearah sekitar untuk memastikan bahwa tak ada orang yang akan mendengar mereka. Kemudia Aileen merendahkan suaranya untuk kembali berucap.

__ADS_1


"Berhenti memanggilku dengan nama itu!"


"Kenapa?, , bahkan setelah lama sudah tidak bertemu kamu masih membenciku??" David menyipitkan matanya. Mengawasi ekspresi wajah Aileen saat itu.


"Selamanya!, ? akan terus membencimu" Aileen menajamkan matanya kearah David.


"Lalu kenapa kamu menerima"


"Perjodohan ini??"Sahut Aileen dengan cepat, memotong pembicaraan.


"Jangan berfikir aku menerima perjodohan ini kerena aku masih memendam perasaan kepadamu!!, , aku sama sekali sudah tidak memilikinya! aku melakukan ini karena kedua Orang tuaku! jika aku tahu itu adalah kamu!, , sejak awal aku sudah menolaknya!!"


"Kamu yakin??" David mengerucutkan matanya. Dia semakin mendekat, namun Aileen melangkah mundur untuk menjauh. Ekspresi wajahnya pun berubah murung.


"Kalau kamu masih membenciku karena tatuhan itu, , aku minta maaf. Tapi"


"Aku sudah memaafkanmu!, , apa Koyoko tidak mengatakannya kepadamu!, , bahkan dulu sebelum kamu meminta maaf. aku sudah memaafkanmu dan menganggap semua ini sebagai kesalahan" Aileen mbermaksud untuk pergi meninggalkan David. Tetapi laki laki itu menahan dengan menggenggam tangannya. Tubuh Aileen terpaku.


"Aku menyukaimu Ai, , dan itu bukan sebuah kesalahan. Aku benar benar sangat menyukaimu" David masih bertahan, menggenggam erat sambil memandang wjaha Aileen penuh harap.


Perempuan itu masih diam, menggerakkan tangannya agar David mau melepaskannya.


"Aku tidak suka mendengar kalimat itu keluar dari mulutmu!!" Aileen menepis kasar tangan David, kemudian pergi melangkah pergi meninggalkan David sendiri di sana.


David masih tetap terdiam, kemudian tertawa kecil menertawakan diri sendiri.


Tak lama, Lena datang menghampiri.


"Kalian baik baik saja?, , aku sudah yakin. Kalian pasti sudah saling mengenal sebelumnya" Lena telah mendengar pembicaraan antara David Dan Aileen sebelumnya.


Laki laki itu hanya tersenyum, menggerakkan tangannya meraih kepala Lena lalu mengacak pelan rambutnya.


Perempuan itu mengulurkan tangannya, kemudian berucap.


"Boleh aku pinjam ponselmu Kak"


Tanpa berucap David merogoh saku dalam jasnya. Meraih ponsel dan memberikannya kepada Lena.


Dia memperhatikan perempuan itu mengotak atik layarnya.


Lena terkekeh.


"Bahkan Kakak masih memakai tanggal ulang tahun Kak Aileen sebagai sandinya?" ucapanya merujuk kepada ponsel di tangannya.


"Ini" Lena mengembalikan ponsel milik David.


"Apa yang kamu lakukan dengan ponselku?" David menyelidik ke ponselnya.


"Aku sudah menyimpan nomor Kak Aileen yang baru. Semoga berguna untukmu Kak"


"Terima kasih" David kemudian tersenyum.


"Kak Aileen masih sangat mencintaimu, aku bisa melihat itu dalam mata Kak Aileen. Setiap detik setiap menit, setiap hari ketika dia mneyibukkan dirinya. Aku selalu melihat dirimu dalam pikirannya"

__ADS_1


Senyum David semakin melebar, dia mengacak acak rambut Lena lagi sesaat sebelum akhirnya melangkah pergi.


♡♡♡


Menjelang malam, Barack sekeluarga berpamitan untuk pulang.


Keluar Aryo mengantar keluarga Barack sampai kedepan pintu.


"Hati hati di jalan Lun" Cici berucap kepada sahabatnya yang sudah berada di mobil.


"Siap, hubungi aku jika nanti ada perubahan oke!" Luna mengangkat jempolnya kearah Cici.


Sementara di sisi lain, David masih berdiri di depan Aileen. Menatapnya dengan lekat,sengaja membuat perempuan itu salah tingkah.


"Gm, gm" Lena berdehem untuk mencairkan suasana.


Membuay David tersadar dari lamunannya.


"Bolehkah besok aku mengajakmu makan malam??" ucap David seketika membuat Aileen membulatkan matanya.


"Boleh boleh Kak!, , aku pastikan besok Kak Aileen akan berdandan lebih cantik dari malma ini, ya kan Mah?" Lena meraih lengan Cici untuk mencari bantuan. Agar setelah ini Aileen tak akan menindasnya. Karena sekarang perempuan itu sedang melirik tajam kearah Lena.


Lena hanya tersenyum lebar kearah Kakaknya.


"Iya besok Tante akan pastikan kalau Aileen akan ikut makan malam denganmu" bisik Cici kepada David.


Laki laki itu akhirnya tersenyum, lalu mengerjapkan satu matanya kearah Aileen sebelum melangkah masuk kedalam mobil.


Sementara Aileen memamerkan wajah sengitnya.


♡♡♡


Di dalam mobil suasana sempat hening, Barack dan Luna hanya saling lempar pandang. Mereka sempat khawatir jika Aileen menerima perjodohan karena terpaksa.


"David?, , apa kamu dan Aileen baik baik saja?" Luna terlihat ragu ketika ingin menanyakan hal itu.


"Aku berharap seperti itu" suaranya terdengar rendah, pandangannya tertuju kepada cincin yang ada di tangannya.


"Semuanya pasti akan baik baik saja sayang!" Barack meraih tangan Luna, berusaha membuat Istrinya untuk tetap tenang.


♡♡♡


Malam itu Aileen terlihat gugup, dia berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.


"Kenapa tingkah gugupmu melebihi ketika dulu saat kamu dekat dengannya??" Koyoko yang sedang sibuk mengganti popok untuk anaknya itu terlihat sedikit terganggu dengan Aileen.


"Aku tidak tahu!!, , aku sudah berusaha untuk tetap tenang. Tapi aku tidak bisa!" Aileen masih bergerak kesana kemari sambil sibuk meremas tangannya.


Dreeet Dreeett!!!


Ailen terpaku seketika, matanya melirik ke layar ponsel yang ada di atas meja. Tangannya bergerak meraih ponsel itu, keningnya berkerut ketika mendapat pesan singkat dari nomor asing. Aileen tampak ragu tetapi akhirnya dia membaca pesan itu.


"Aku menuju ke hatimu, siap siap dandan yang cantik, , aku akan menjemputmu. mmmuah, , "

__ADS_1


Aileen terkejut hingga mulutnya terbuka, dia melihat profil nomor itu untuk memastikan nomor siapa itu, Aileen mendapati foto dirinya dengan David di sana.


"David??, , dari mana dia mendapatkan nomorku,?"


__ADS_2