Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#98 Tak terkendali


__ADS_3

Tangan luna menyusuri setiap lekukan otot di lengan barack, terlihat uap mengepul halus saat sinar mata hari yang mencuat melalui sela kaca yang tak tertutup gorden menyentuh sebagian tubuh belakang barack.


Sentuhan tangan luna bergerak naik menyentuh kulitnya yang masih lembab, sisa sisa air setelah mandi belum sepenuhnya mengering, sebagian masih melekat di tubuh barack.


Darah barack berdesir dadanya bergejolak ada rasa tak percaya luna menyentuh mengusap tubuhnya dengan lembut. Meraba naik ke arah pipinya, barack memalingkan sedikit kepalanya mengarahkan bibirnya untuk mengecup lembut telapak tangan luna. Sementara pandangan matanya menggoda yang terus bertahan mengawasi wajah luna.


Mata luna memaku ketika sadar tangannya telah menyentuh pipi barack.


Dengan cepat dia menarik tangannya.


Namun barack tak kalah cepat menahan kembali tangan luna.


Luna membiarkan barack menuntun tangannya ke arah dada suaminya yang bidang itu.


"Tidak ingat? kamu pernah menyentuhku di sini?" bisiknya dengan sensual.


Pipi luna merona, ada perasaan aneh di dadanya yang tak bisa di jelaskan dengan kata kata.


Luna menggeleng pelan. Tatapan matanya bergerak mengikuti arah tangannya yang sedang di tuntun oleh barack.


Menuruni dada dengan perlahan hingga melewati pusar dan barack menghentikan gerakan tangannya di sela antara ke dua pahanya.


Barack menyeringai penuh kepuasan ketika melihat wajah luna begitu sangat terkejut saat sadar tangannya berhenti di tempat yang sebelumnya tak pernah terfikirkan olehnya.


Ke dua matanya membulat penuh, gerakkan dadanya semakin cepat saat luna berusaha mengatur nafasnya.


Dengan cepat luna menarik tangannya dan menutupi ekspresi wajahnya yang tersipu malu.


Suhu tubuh luna tiba tiba memanas seketika membuatnya gerah dan tak nyaman.


Barack terkekeh pelan. Dia memaksa membuka tangan luna yang menutupi wajahnya, memautkan jari jemari mereka dengan erat memakunya lembut di samping kanan dan kiri kepalanya.


Luna masih tidak mau membuka matanya.


"Lihat aku" perintahnya dengan lembut.


"Tidak mau" sahut luna dengan nada rendah. Dia memalingkan wajahnya.


Barack menempelkan hidungnya di pipi luna. Nafasnya menyapu wajah luna dengan hangat membuat gerakan sensual dengan hidungnya bergerak memutar sebelum pindah ke leher istrinya yang putih bersih itu.


Memaksa luna menggeliat ketika merasakan geli yang tak tertahan. Barack mendengar samar suara kekehan luna saat dia melayangkan ciumannya ke arah lehernya dengan sensual.


Namun saat barack sedikit menggelitikkinya dengan indra perasanya seketika mata luna langsung membulat.


Nafasnya terengah engah sesekali luna nampak menggigit kecil bibir bawahnya menikmati sensasi kegelian yang tak bertepi di lehernya saat lidah barack bergerak dengan bebas di sana.


Menyesap kulit putih istrinya dengan kasar hingga meninggalkan bekas sana berwarna merah padam.

__ADS_1


Sepertinya luna tampak menikmati permainan barack di lehernya itu, kini perlahan barack mengecup lembut mengitari area lehernya memaksa luna menikmati setiap sentuhan bibirnya.


Kecupannya bergerak lagi menjauh dari leher luna, kini bibir barack menulusuri dadanya bola mata barack bergerak ke atas mulai mengawasi wajah luna yang sedang melihat ke arahnya seolah dia ingin tahu apa selanjutnya yang akan di lakukan oleh suaminya itu.


Seketika dia menghentikan kecupannya barack menarik sedikit kepalanya, kini matanya kembali menyapu dada luna yang masih rapih dan utuh terbungkus singlet.


Hembusan nafasnya membelai lembut di kulit dada luna hingga membuatnya bergidik merinding.


Barack memaku wajahnya dan kembali mengalihkan pandangannya mengawasi wajah luna.


"Boleh aku menciumnya?" bisiknya dengan lembut membuat jiwa luna semakin begejolak, dadanya bergemuruh darahnya seketika memanas.


Kening luna berkerut, nampak sedikit keraguan menyelingkupi wajahnya.


Namun berbeda dengan barack senyum manis mulai menghiasi bibirnya, saat melihat luna terkejut setelah mendengar permintaannya.


"Aku tidak akan memaksamu, kalau kamu tidak menginginkan itu" ucapnya menenangkan.


Luna terdiam mendengar ucapan barack. Matanya masih mengawasi ekspresi wajah barack yang berubah sedikit kecewa, namun dia yakin barack pasti mau mengerti.


"Mungkin aku memang begitu naif, tetapi bagaimana pun juga ini adalah kewajibanku sebagai seorang istri untuk melayaninya, namun kembali lagi , aku belum yakin dengan semua ini"


Luna menghela nafas panjang


Barack bergerak mendekati wajah luna, menyelidik ke arahnya.


Luna menggeleng pelan.


"Kamu boleh melakukannya tapi tidak ditempat itu" ucapnya merujuk pada dadanya dengan penuh teka teki.


Kening barack berkerut dia berfikir keras menelaah ucapan luna. Beberapa saat dia memikirkannya seketika wajahnya kembali terlihat bersinar saat mengerti maksut dari ucapan luna yang baru saja di dengarnya.


"Apa artinya aku boleh menciummu di tempat lain?" ucapnya tanpa keraguan.


Luna tidak menjawab, dia memalingkan wajahnya karena malu.


Dengan sigap barack melepas tangan luna dan merangkup ke dua pipi luna dengan tangannya.


"Berati, , boleh aku mencumbumu?" ucapnya penuh semangat.


Luna tak menjawab, dia terlihat menahan senyumnya.


Barack mengerti arti dari raut wajah istrinya itu.


Seperti pemintaannya barack mencium melumat dengan lembut bibir luna, kali ini tanpa ada penolakan.


Tangan luna bergerak menurun ke samping pinggannya mencengkeram dengan erat sprei yang di raihnya.

__ADS_1


Barack membuka matanya mengawasi wajah luna yang kini tepat berada di depannya dengan mata yang sudah menutup terlihat sekali kalau dia sedang menikmati lumatan bibir suaminya itu.


Barack kembali menutup matanya, menuntun bibir luna membuka setelahnya dengan lembut indra perasanya menari nari di dalamnya menyentuh langit langit hingga rongga menuju tenggokannya.


Barack melakukannya dengan lembut hingga luna nampak nyaman dan sangat menikmatinya, tak ada gerakan kasar atau memaksa hingga membuat luna terkejut. Barack memancing indra perasa luna untuk mengikuti keinginan barack.


Setelah dia mendapatkannya barack menyesap lembut, namun kali ini dia tak bisa mengontrol naluri lelakinya, dia tidak membiarkan luna menarik lidahnya kembali.


Terus menikmati dan menyesapnya berulang ulang kali.


Mata luna mulai terbuka kembali, dia seperti merasa terganggu dan sedikit kesakitan di bagian lidahnya ketika nafsu barack semakin menggebu gebu.


Barack mendengus kasar, dia mendorong kepalanya untuk lebih memperdalam ciumannya.


Salah satu tangannya mulai bergerak nakal sesuai keinginannya, menuruni leher luna merangkup dadanya dengan tangannya yang besar dan kuat, barack membuat gerakan sedikit kasar hingga luna membulatkan matanya.


Di tambah lagi luna mulai kehabisan nafas karena barack tak memberinya kesempatan untuknya bernafas, yang ada barack malah semakin melumat habis bibir luna.


Luna mendorong kuat tubuh barack, namun tenaganya tak sekuat laki laki yang kini tengah di kuasai oleh hawa nafsunya.


Barack seolah lupa dengan kondisi istrinya itu, dia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk melakukan keinginannya agar hasratnya terpenuhi.


Luna kembali meronta ketika tangan barack semakin liar turun ke pinggang dan menelusup di bawar singletnya lalu meraba naik ke arah dada luna.


Sebelum berhasil melepas penutup dadanya luna telah mendorong kepala barack agar melepas ciumannya.


Nafas luna terengah engah dengan kasar, begitu juga dengan barack.


Luna mendorong tubuh barack hingga tangannya yang masih berada di dadanya kini telah lepas dan keluar dengan sendirinya beriringan dengan dorongan tangan luna ke tubuhnya hingga membuatnya menjauh dari tubuh luna.


Luna menarik dirinya ke arah belakang menjauh dari barack dengan kedua tangannya memeluk dirinya sendiri. Seolah memberi jarak antara dirinya dengan barack.


Dia menunduk ketakutan baru saja rasanya seperti sedang di per**** oleh suaminya sendiri.


"Dia suamiku, itu hal yang lumrah bukan??, tapi kenapa aku tetap belum bisa melakukan itu dengannya"


Batin luna menjerit, dia tidak tahu apa yang harus di lakukan. Sekarang yang ada di pikirannya adalah barack pasti akan sangat kecewa dengannya.


"Dia pasti marah, tak apa, itu lebih baik, , sambil mengingat kembali ingatanku akan lebih baik seperti ini"


Bukan itu yang di inginkan oleh luna, barack pasti akan marah habis habisan karena telah menghentikan nafsunya yang sedang menggebu, bukankah itu akan terasa sakit dan menyiksa ketika kita berada di puncak kenikmatan, namun tiba tiba harus di hentikan secara paksa.


Barack berusaha menguasai perasaan egoisnya yang melahap habis seluruh tubuh dan jiwanya.


Dia menghela nafas panjang.


Tangannya bergerak meraih pundak luna, hingga tubuh luna berlonjak kaget dan sedikit terkejut ketika barack menyentuhnya.

__ADS_1


Dada barack terasa sakit, dia merasa seperti seorang penjahat kela*** yang sedang memaksa kehendaknya ke pada seorang perempuan hingga membuatnya ketakutan setengah mati.


__ADS_2