Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#138 Langkah awal


__ADS_3

Barack turun dari mobil dan melangkah masuk ke kantornya. Dia terus berjalan ke arah ruang rapat yang tertutup oleh kaca hingga tembus pandang dari luar.


Satya melihat bahwa rekan kerjanya itu sedang berjalan ke arahnya, dia bangkit dari kursi dan membukakan pintu untuk Barack.


Laki laki itu memeluk Barack untuk menyambut kedatangannya.


"Aku senang bisa melihatmu lagi" Satya masih memeluk erat tubuh Barack.


"Maaf sudah mentelantarkan kalian terlalu lama" Barack berjalan menuju kursi dan duduk di sana.


Sementara dari arah lain, Helena datang dengan membawa beberapa map di tangannya.


"Ini semua file yang kamu butuhkan!" Helena menaruh semua map itu di atas meja.


Satya mengarahkan laptop ke arah Barack yang sebelumnya menghadap ke arahnya.


"Buka file tentang Grub Dirga!" ucap Barack kemudian, seketika membuat Helena memalingkan pandangannya ke arah laki laki itu.


Helena tahu Grub Dirga adalah perusahaan milik Adrian.


"Kami ingin memulainya dari sana?" perempuan itu berucap seolah dia tahu apa yang sedanh di pikirkan oleh Barack.


"Buka saja, dan cari perusahaan mana yang sedang mereka incar!" Barack nerucap dengan santai, namun dia seolah memberi perintah yang tak terbantahkan.


Helena memeriksa file tentang perusahaan milik Adrian, dia menemukan beberapa anak perusahaan lain yanh sedang diincar oleh Grub Dirga.


"Ada beberapa nama anak perusahaan di sini, namun entah kenapa ada satu anak perusahaan yang sangay menarik perhatianku" Helena melirik ke arah Barack.


Laki laki itu sedang menyandarkan punggungnya di dinding kursi, Seaolah dia sedang memutar otaknya.


"Grub Samnun!. Perusahaan ini sedang down namun masuk dalam daftar incaran Grub Dirga" tambah Helena.


"Buka grafik pencapaian Grub Samnun selama beberapa tahun terakhir" Barack berucap sembari menarik tubuhnya maju mendekati meja.


Tangan Satya mulai bergerak menekan tombol setiap huruf di laptop dengan lincah. Dan dalam beberapa detik muncul grafik pencapaian perusahaan Samnun di layar itu.


Barack seperti sudah bisa membaca pikiran Adrian. Kalau Grub Dirga akan memilih Samnun sebagai terget mereka berdasarkan grafik itu. Memang saat ini Perusahaan Samnun sedang down, namun dalam beberapa bulan mereka bisa naik lagi sahamnya.


"Kita akan beli Samnun!" ucapan Barack seketika membuat Helena dan Satya hanya diam dan saling lempar pandang.


Setelahnya Helena memalingkan wajah ke arah Barack.


"Kamu yakin??" ucapnya memastikan.


"Mm" Barack mengangguk. Laki laki itu kini menatap ke arah Helena tanpa keraguan.


"Jika kamu ingin memdapatkan ikan besar, kamu harus mau membeli umpan dengan harga tinggi!" Barack tahu dengan pasti kalau Samnun akan melonjak drastik kedepannya. Maka dari itu dia berani membeli Samnun dengan harga tinggi di saat kondisi Samnun yang sedang tidak stabil.


Dan itu salah satu jalan baginya untuk bisa menemui Luna.


♡♡♡


David berlari masuk ke dalam rumah, ekspresi wajahnya nampak snagat gembira. Setelah meletakkan tas, dia berlari ke arah Luna yang berada di taman belakang, perempuan itu sedang mencurahkan inspirasinya di selembar kertas putih.


Anak kecil itu langsung memeluk Luna dari arah belakang


"Mamah!" ucapnya dengan nada gembira.


Luna menghentikan kegiatannya ketika sedang menggambar.


Pikirannya kini tertuju pada Putranya yang baru saja pulang sekolah.


"Sayang??, , kamu kenapa?. Kamu terlihat sangat gembira sekali?" Luna menyimpan kembali pensilnya.


"Apa kamu dapat reward dari wali kelasmu?" perempuan itu memcoba menebak.


"Mm" David menggelengkan kepala. Kini dia menarik tangannya kembali dan beralih duduk di sebelah Mamahnya.


"Bukan!"

__ADS_1


"Lalu?, , ayo katakan kepada Mamah, kenapa kamu sangat senang sekali?" Luna terlihat sangat penasaran ketika melihat David begitu bahagia saat itu.


"Ra, ha, sia!!"


"Idih!!" Luna menggelitikki pinggang Putranya.


"Anak kecil main rasia rahasiaan segala uaaa!" Kini perempuan itu telah berhasil membuat David tertidur di kursi panjang, dengan ke dua tangannya yang berada di pinggang David dan berhasil menggelitikki anak itu lagi.


David menggeliat mencoba menahan rasa geli yang menjalar di badannya.


"Ampun mah, ampun!" teriaknya.


♡♡♡


Luna berjalan ke arah ruang kerja Adrian, dia membawa beberapa lembar kertas yang sudah bercoretkan desain gaun miliknya.


Tok tok tok!!!


Luna membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam.


Adrian menyambut perempuan itu dengan senyuman manis.


"Kamu sudah menyelesaikannya?"


Luna meletakkan lembaran kertas itu di atas meja di depan Adrian.


"Aku sudah menyelesaikan rancangan gaunku, karena sebentar lagi musin semi. Aku rasa ini semua bisa menembus pasar internasional"


Adrian meraih kertas yang ada di depannya. Kini pandangan matanya menyelidik ke arah rancangan gaun milik Luna.


"Aku menyukainya" ujung mata Adrian bergerak melihat ke arah Luna. Kemudian tersenyum kepada perempuan itu.


Luna nampak tersipu ketika Adrian masih bertahan menatapnya.


Dia berdehem untuk menetralkan suasana saat itu.


"Aku ada kabar baik untuk kita!" Adrian mengalihkan pandangannya ke arah layar digital yang ada di atas meja.


"Samnun sudah mendapat kucuran dana dari perusahaan lain dan beralih tangan. Aku yakin sejak awal kalau Samnun bisa menarik pebisnis lain. Mungkin mereka sedang tidak stabil, karena kurang kucuran dana. Dan kini pemilik saham tertinggi adalah pemilik baru dari Samnun. Tapi siapa dia, , Samnun masih merahasiakannya"


Dahi Luna berkerut, dia seolah sedang mencerna ucapan adrian.


"Kenapa mereka harus menyembunyikan identitas pemilik Samnun yang baru?"


"Aku dengar mereka akan mengumumkannya nanti, ketika kita mengadakan pertemuan dengan mereka. Sekaligus membahas program progam yang akan kita presentasikan kepada mereka besok. Semoga kita bisa menyakinkan mereka"


"Kapan jadwal kita bertemu dengan mereka?" Luna kembali melangkah menjauh dari Adrian ketika laki laki itu terus melihat ke arahnya.


"Lusa, , , kita akan ke Samnun"


Luna hanya mengangguk, setelahnya perempuan itu meminta ijin untuk kembali ke ruang kerjanya.


"Baiklah, aku akan"


"Tunggu Luna!" Adrian memotong pembicaraan. Laki laki itu kini beranjak dari kursi dan berjalan ke arah Luna.


"Mm, nanti malam. Sebelum pulang kerja aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Bisakah kamu ikut denganku?" ucapnya penuh harap.


Luna terdiam, dia hanya memperlihatkan ekspresi wajah yang tak terbaca.


♡♡♡


Luna memenuhi keinginan Adrian, laki laki itu membawanya kesebuah restoran.


Adrian sengaja memilih restoran yang bernuansa romantis. Dia menarik kursi dan mempersilakan Luna duduk di sana.


"Terima kasih" ucap Luna setelah berhasil duduk di kursi.


Adrian meminta pelayan untuk datang dengan membawa semua hidangan yang sudah di pesannya jauh hari.

__ADS_1


Luna nampak terpesona dengan semua hidangan yang ada di atas meja, hampir semua adalah makanan kesukaannya.


"Aku sengaja menyiapkan semua ini untukmu!" Adrian menatap mata Luna yang duduk di seberang meja.


Perempuan itu merasa malu, dia nampak tidak nyaman dengan semua yang Adrian lakukan untuknya.


"Mm, sebenarnya kamu tidak perlu melakukan ini untukku!" ucapnya dengan ragu.


"Kenapa??, , aku menikmati semua yang aku lakukan untukmu!" Adrian terus berusaha membuat Luna merasa nyaman di dekatnya.


"Aku akan selalu berusaha keras untuk membuatmu nyaman berada di dekatku. Aku berharap, , kamu bisa melupakan masa kelammu"


Luna nampak melamun ketika mendengar kalimat terkhir yang di ucapkan oleh Adrian.


"Makanlah, nanti keburu dingin" ucapnya, seketika membuat Luna tersadar dari lamunannya.


Mereka berdua pun menikmati semua hidangan yang sudah tersaji di sana.


Sesekali nampak Luna tersenyum ketika Adrian berucap padanya, entah apa yang sedang mereka bicarakan saat itu.


Hingga tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 11 malam.


"Ini sudah larut, sepertinya aku harus pulang karena David pasti sudah menungguku" Luna berusaha mencari cara agar segera bisa keluar dari restoran itu.


"Sebentar!" Adrian meraih tangan Luna dan menggenggamnya.


Sementara Luna memaku tubuhnya ketika Adrian seakan mulai bersikap serius malam itu.


Luna semakin bingung dia mulai salah tingkah, matanya menari ke sana ke mari seolah sedang berfikir untuk mencari cara lain agar bisa bebas dari kondisi itu.


"Aku ingin"


Dreeet dreettt****!!!


Ponsel Luna berdering, hingga membuat Adrian menghentikan ucapannya.


"Maaf!" Luna menarik tangannya yang sempat di genggam oleh Adrian.


Dia segera mengambil ponsel dari dalam tasnya.


"Hallo??, , he!! mmm. Baik aku akan segera pulang" ekspresi wajah Luna seketika langsung berubah setelah mendapat penggilan dari Lilis.


"Kenapa?" Adrian merasa khawatir dengan perempuan itu.


"Maaf, aku tidak bisa berlama lama di sini, Lilis bilang David demam. Aku harus segera pulang"


"Aku akan mengantarmu!" Adrian akhirnya mengantar pulang Luna malam itu.


Ketika Luna masuk ke dalam mobil, di saat itu pula dari sisi lain Barack, Helena dan Satya melangkah keluar dari mobil menuju pintu masuk restoran.


Barack menghentikan langkah di depan pintu dan memalingkan wajahnya ke arah mobil yang baru saja melaju meninggalkan tempat itu.


"Barack!!" Helena meraih pundak Barack ketika laki laki itu masih berdiam diri sambil menatap ke arah mobil yang sudah mulai menjauh.


"Kamu kenapa?" Helena mengarahkan pandangan matanya ke arah mobil yang sedang menarik perhatian Barack.


Barack merasakan sada sesuatu yang menarik perhatiannya, seakan dia bisa merasakan keberadaan Luna di sana.


"Mmm, , tidak ada. Ayo" Barack akhirnya melangkah masuk ke dalam restoran.


♡♡♡


Luna, Adrian dan beberapa staf lainnya terlihat datang ke perusahaan Samnun untuk mengadakan pertemuan.


Mereka nampak berjalan masuk ke ruang rapat.


Mereka duduk berjejer di kursi mereka. Sementara staf perempuan dari pihak Samnun membagikan map ke pada mereka.


Untuk menunggu Ceo baru dari Samnun, Luna dan Adrian membaca isi map yang sudah ada di tangan mereka masing masing

__ADS_1


"Kita pasti bisa mendapatkan kontrak kerja dengan mereka" ucap Adrian, laki laki itu memberi semangat kepada Luna.


Sementara Luna hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.


__ADS_2