Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
29 CEO: Love's Romance Galau


__ADS_3

David sempat menatap wajah Aileen dengan tatapan sinis sebelum akhirnya dia mengalihkan pandangannya kearah lain.


Laki laki itu menghela nafas panjang kemudian duduk di bibir ranjang.


Tangannya beregerak meraih mangkuk lalu satu tangannya lagi telah memegang sendok.


"Mmm, , Aku bisa makan makan sendiri" Aileen mengulurkan tangannya untuk meraih mangkuk dari tangan David, namun laki laki itu hanya diam dan tak mengijinkan Aileen untuk makan sendiri.


David melirik kearah Aileen, hingga akhirnya perempuan itu merasa tidak enak hati dan menarik kembali tangannya, lalu membiarakan David menyuapinya.


Aileen membuka mulutnya ketika David mengarahkan sendok dengan penuh bubur di sana.


Raut wajah Aileen langsung berubah senang, tenggorokannya juga menghangat karena bubur itu sangat terasa kaya akan rempah rempah, tidak seperti bubur pada umumnya.


Dengan senang hati Aileen pun menghabiskan semangkuk bubur itu.


David melirik kearah bibir Aileen, kemudian menggerakkan jarinya untuk mengusap sisa bubur yang ada di sana.


Namun Aileen menarik kepalanya menjauh sebelum jari David menyentuh bibirnya.


"Aku hanya ingin membersihkan bibirmu" dia kembali menggerakkan tangannya, kemudian mengusap bibir Aileen dengan lembut.


Laki laki itu terlihat sedikit berbeda, ekspresi wajahnya saat ini terlihat datar. Senyum yang biasanya menghiasi bibirnya kini juga tak nampak di wajah David.


Aileen pun memandang David dengan tatapan menyelidik.


Laki laki itu masih duduk di sana, namun dia terlihat hanya diam tanpa berucap sepatah kata pun.


"Kamu baik baik saja?" Aileen merasa sedikit khawatir ketika David terlihat murung. Laki laki itu seperti sedang memikirkan sesuatu.


David mengalihkan pandangannya kearah Aileen. Menatap perempuan itu dengan lekat kemudian berucap.


"Siapa Kenzi??"


Aileen terpaku ketika David tiba tiba menanyakan hal itu. Tetapi dengan senang hati Aileen langsung menceritakan siapa laki laki yang bernama Kenzi, bahkan Aileen tak memberi jeda di ucapannya. Dia seolah sangat senang sekali ketika sedang membicarakan laki laki itu.


Kening David semkain berkerut ketika melihat raut wajah Aileen yang terlihat sangat gembira ketika sedang menceritakan tentang laki laki yang bernama Kenzi.


"Cukup!!" David memotong pembicaraan, hingga membuat mulut Aileen terpaku seketika.


"Aku hanya bertanya siapa laki laki itu!! dan aku tidak tertarik dengan hubungan diantara kalian. Jadi kamu tidak perlu menceritakan di bagian itu!" David meletakkan kembali mangkuknya ke atas nakas, sengaja dengan sedikit tekanan agar menimbulkan bunyi keras ketika mangkuk itu menyentuh nakas.


Aileen merasa sedikit terkejut ketika mendengar bunyi itu.


"Ada apa dengan laki laki ini!!, , bisa kan meletakkan mangkuknya pelan pelan"


Perempuan itu kemudian mengambil ponselnya yang ada di samping bantal. Jarinya bergerak mengusap layar untuk membuka kuncinya


Sementara David mulai melirik kearah Aileen yang sedang sibuk dengan ponselnya. Tanpa berfikir panjang dia langsung menyambar ponsel dari tangan Aileen.


"Ini sudah malam!, , tidurlah" ucapnya sambil menyimpan ponsel milik Aileen ke dalam saku celananya.


"Apa apaan dia!!"


"Kembalikan ponselku!" Aileen mengulurkan tangannya ketika David beranjak menjauh dari ranjang.


"Kamu harus banyak istirahat!!, , aku akan mengembalikan ponselmu besok pagi!" tanpa mendengar bantahan dari Aileen David langsung berjalan kearah pintu, kemudian melangkah keluar sambil menutup pintunya.


"Hhhiiihhh!!!, , ada apa dengannya!!, , tinggal di asrama juga tidak seketat ini!!" Aileen ingin menendang nendang seperti anak kecil menggunakan kakinya, namun ketika mengingat kakinya sedang terluka dia pun mengurungkan niatnya. Perempuan itu memilih mengambil bantal dan melemparkannya kearah pintu sebagai luapan rasa kekesalannya.


"Iiiiihhh!!!"


♡♡♡

__ADS_1


Di dalam ruang kerja David nampak duduk menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Namun ujung matanya tertuju kepada ponsel milik Aileen yang ada di atas meja.


Ekspresi wajahnya terlihat sangat datar. Tak lama setelah itu dia menarik tubuhnya maju mendekati meja. Kini ponsel itu sudah ada di tangan David.


Dia terlihat ragu antara ingin membuka ponsel itu atau tidak.


"Kenapa juga aku penasaran dengan bocah itu!!"


David meletakkan kembali ponselnya, dia bangkit dari kursi dan berjalan mendekati jendela sambil mengusap wajahnya yang gusar.


Kembali laki laki itu mengalihkan pandagannya kearah ponsel itu. Dia sempat menghela nafas panjang sebelum memutuskan untuk kembali mendekati meja dan mengambil ponsel itu.


Kini David berjalan kearah sofa yang ada di ruang kerjanya sambil mengotak atik ponsel milik Aileen.


Jarinya terpaku ketika melihat pilihan galeri di layarnya.


Dia merasa ragu antara ingin membukanya atau tidak.


Tetapi akhirnya David pun menyentuh pilihan geleri itu dengan ibu jarinya. Dia melihat foto foto Aileen yang terlihat sangat imut dan menggemaskan.


Senyum manis pun mulai mengembang di pipi David.


Namun senyum itu seketika memudar perlahan ketika David melihat Aileen sedang berfoto dengan seorang laki laki. Iya dia mengakui laki laki itu terlihat sangat tampan. Hingga akhirnya membuat David tak sanggub untuk melihatnya lebih jauh lagi. David pun melempar ponsel milik Aileen kearah sofa dengan jengkel.


"Itukah laki laki yang bernama Kenzi??" gumamnya sambil melirik kearah ponsel milik Aileen.


David merasa tidak suka melihat foto perempuan itu bersama laki laki lain. Tapi dia sendiri tidak tahu alasannya kenapa, karena sebelumnya dia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Atau mungkin dia sebenarnya tahu tetapi takut untuk mengakui kebenarannya.


Dreet Dreet!!!


David kembali mengarahkan pandangannya kearah ponsel yang kini sedang menyala.


Dia bergerak meraih ponsel milik Aileen kemudian menyelidik kearah layarnya.


Keningnya kembali berkerut ketika melihat notifikasi pesan singkat di sana.


"****Sudah tidurkah??, ,"


"Bagaimana shootingnya kemarin?, ,"


"Aku menghubungimu beberapa kali. Tetapi sepertinya di pegunungan tidak ada signal ya"


"Kamu sudah tertidur??, , kenapa hanya membaca pesanku**?"


David masih terus membaca pesan yang di kirm oleh Kenzi. Pandangannya mulai terlihat sinis, entah kenapa dadanya mulai terasa sangat panas ketika membaca pedan terakhir yang di kirim oleh Kenzi.


"Atau mungkin kamu sudah sangat mengantuk? , , baiklah aku akan berhenti mengirim pesan. Tidurlah yang nyenyak. Aku akan mengirim malaikatku untuk menemanimu tidur😙"


Pesan terakhir itu benar benar membuat detak jantung David semakin tidak beraturan. Terlebih lagi ketika melihat emoticon di bagian akhir kalimat.


"Heh!!, , apa kalian berpacaran??, , kenapa laki laki ini mengirim emoticon menjijikkan seperti ini!!" David berdecak jengkel kemudian tersenyum sinis.


♡♡♡


Setelah membersihkan diri Aileen duduk di sofa dengan di bantu oleh pelayan. Aileen nampak menyelidik kearah pintu ketika melihat kepala palayan masuk dengan membawa nampan di tangannya.


Kemudian Aileen kembali mengalihkan pandangannya kearah pelayan yang ada di sisinya.


"E, , itu, , David"


"Tuan muda sedang keluar menemui Nyonya. Beliau bilang nanti siang akan kembali untuk membantu Nona mengganti pebannya" Ucap pelayan itu memotong pembicaraan.


"Oh"

__ADS_1


"Apa yang sedang dipikirkan oleh laki laki itu. Bahkan dia belum mengembalikan ponselku!!"


♡♡♡


Barack, Luna, David dan Iris terlihat duduk bersama di ruang makan.


Luna sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya, sementara Barack masih sibuk dengan ponsel di tangannya.


"Di meja makan tidak boleh main ponsel!" Luna berucap dengan nada menghardik kepada laki laki itu, yang kemudian di susul senyum manis di bibir Barack.


"Iya sayang, cium dulu dong" Barack menengadah agar mempermudah Istrinya yang ada di belakangnya itu mengecup bibirnya. Bahkan tak merasa canggung ketika melakukannya di depan kedua anak mereka.


"Yang jomblo ngiri Maahh" Iris pun tersenyum melihat kemesraaan orang tuanya. Namun seketika senyumnya menghilang ketika melihat David hanya terdiam sambil melamun. Dia bahkan tak menyentuh sarapannya sedikit pun.


"Ka!!" Iris menggunakan sikunya untuk menyenggol lengan David.


Tetapi laki laki itu tak bergeming, David masih diam sambil menekuk wajahnya. Sementara tangannya ?nggenggam erat ponsel milik Aileen.


"Ini orang kenapa sih?" gumam Iris kemudian.


"Ka!!, , kamu baik baik saja kan??, , sakit ya? Demam?. Kenapa melamun?" Iris menghujaninya dengan berbagai pertanyaan.


David memalingkan wajahnya kearah Iris dengan malas.


"Tutup mulut!, , lihat tuh! penuh dengan makannan masih saja terus berbicara"


David mengalihakan pandangannya kearah pelayan yang baru saja lewat.


"Bi!, , buatkan" David seketika memaku bibirnya. Dia seperti sedang berfikir sesuatu sebelum melanjutkan ucapannya.


"E, , tolong buatkan aku kopi" terusnya.


Seketika Iris dan Luna langsung saling melempar pandang setelah mendengar David mengucapkan kata tolong sebelum meminta bantuan kepada pelayan. Pasalnya David memang tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya.


Dan saat itu juga Iris mengangkat kedua pundaknya kearah Mamahnya, seolah dia juga merasa bingung kenapa David bisa berubah.


Dreet Dreet!!!


David meraih ponsel dari dalam saku jas, kemudian dia beranjak menjauh dari Iris ketika mendapat panggilan dari rekan kerjanya.


"Hari ini Kak David terlihat aneh" ucap Iris.


"Kenap dengan Kakakmu?" ujung mata Barack tertuju kearah Putrinya


"Pagi pagi dia sudah melamun, , raut wajahnya juga terlihat tidak bersemangat hari ini"


"Mungkin hanya perasaanmu saja sayang" Luna berucap sembari meletakkan roti yang sudah di lapisi selai di atas piring.


"Mamah juga mendengarnya kan, Kak David bilang tolong kepada pelayan tadi. Aku yakin, Kakak pasti kesambet"


"Huss, , habiskan sarapanmu. Keburu siang nanti" Ucap Luna sambil mengusap rambut putrinya.


Kini pandangan Iris terlihat sedang menyelidik kearah ponsel yang ada di atas meja. Kemudian tangannya bergerak meraih ponsel itu.


"Bukankah ini milik Aileen??" gumamnya.


"Jangan jangan Kak David yang membawanya,??"


Pikiran nakal pun mulai menggerayangi otaknya.


Iris mulai membuka ponsel milik Aileen. Dia sempat membaca pesan singkat yang sebelumnya telah di baca oleh David.


"Jadi pesan inikah yang membuat Kak David galau berkepanjangan pagi ini??"

__ADS_1


Setelah itu dia mencari kontak nama Kenzi di sana.


"Kita lihat apa yang akan terjadi dengan Kak David jika dia bertemu laki laki yang bernama Kenzi itu" Iris pun tertawa jahat dalam hatinya.


__ADS_2