
"Mamah dengar masalah dengan Carol sudah selesai ya??" Luna berucap sambil melirik putranya yang sedang duduk dan sibuk memainkan ponselnya.
Mereka sedang menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga.
"Iya"
"Lalu, ,kenapa kamu tidak umumkan hubunganmmu dengan Aileen?"
Jari David yang sedang sibuk mengetik sejenak terpaku.
"Memangnya harus Mah?"
"Yaa, ,menurut Mamah sih, itu lebih bagus. Biar orang tidak berfikir kamu playboy seumur hidup. Terus belum ada gitu rencana mau menikah??" Luna melirik lagi kearah David yang sedang terdiam.
"Aku masih muda Mah!!"
"Yaaa, , siapa tahu kamu berjodoh sama Aileen. Kalau pun tidak Mamah juga punya loh kandidatnya. Anak dari teman Mamah!"
"Maaah!!" David berucap dengan jengkel.
Laki laki itu mendengus kesal.
"Aku kemari karena ingin berkumpul dengan kalian. Kenapa malah membahas pernikahan terus sih. Kemarin di kantor Ayah juga sama. Tidak ada apa topik pembicaraan lain??" David tidak ingin mendengar pembicaraan yang mengarah ke pernikahan. Laki laki itu memilih pergi melangkah keluar dan meninggalkan rumah itu.
Sementara Luna dan Iris saling melempar pandang sambil mengangkat bahu.
♡♡♡
Jacq menyodorkan segelas wine kepada David. Tetapi laki laki itu tak bergeming. David diam membisu dan memilih untuk merebahkan tubunnya di atas sofa.
Malam itu David sengaja pergi kerumah Jacq untuk menghilangkan suntuknya.
"Kamu terlihat sangat stres??, , kenapa? masalah si Carol?" Jacq mencercap sedikit winenya.
"Aku sudah tidak berhubungan dengan perempuan itu" David saat itu mengenakan hoody, dia menarik penutup kepala hingga menutupi sebagian wajahnya.
"Biarkan aku tidur di sini!!, , bangunkan aku besok pagi" tambahnya.
"Kamu mengganggu acaraku saja!" Jacq menegug habis wine kemudian meletakkan gelasnya di atas meja.
Dengan cepat David membuka kembali penutup kepalanya.
"Kamu masih berhubugan dengan perempuan itu?" ucapnya merujuk kepada Koyoko.
"Hmm, , sebentar lagi dia akan datang!"
"Kamu gila!, , bagaimana kalau tunanganmu tahu??" David merasa khawatir dengan sahabatnya itu.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku!!, , aku bisa menyelesaikan semua yang sudah aku mulai. Khawatirkan saja dirimu sendiri"
"Aku??, , kenapa memangnya denganku!!"
"Melihat dari raut wajahmu, kamu seperti memendam hasratmu berhari hari" laki laki itu tertawa. manikmati saat saat dimana dia bisa membuli David.
"Bagaimana rasanya ketika kamu harus memendam semua itu??, , kamu benar benar hebat. Bahkan aku saja tidak mampu melakukannya!"
"Sialan!!" David melempari Jacq dengan bantal hias kemudian.
Dreett Dreeett!!!
Jacq meraih ponselnya yang ada di atas meja. Laki laki itu tersenyum ketika mendapat panggilan dari Abell.
"Hallo?"
"Siapa?" ucap David sembari meraih gelas milik jacq, dia menegug pelan wine di dalamnya.
"Abell!" ucapnya kepada David
__ADS_1
"Di mana kalian?" suara Abell terdengar nyaring ketika Jacq menyalakan loudspeakernya.
"Di rumahku!!, ,"
"Oke, aku perjalanan kesana!"
Jacq kemudian memutus panggilannya.
"Kapan dia pulang?" David kembali merebahkan tubuhnya
"Tadi pagi!"
♡♡♡
Sssssiiiittttt!!!!!
Mobil Abell hampir saja menabrak seseorang katika dia sedang sibuk menghubungi sabatnya. Beruntung dia menginjak rem dengan tepat. Tetapi seorang perempuan yang hampir saja di tabraknya itu kini sedang terduduk di jalanan.
Abell melangkah keluar dari mobil, kemudian berjalan mendekati perempuan itu.
"Maaf, , aku tidak sengaja" Abell menekuk lututnya di depan perempuan itu.
"Apa kamu baik baik saja?"
Perempuan itu masih diam tertunduk seolah sedang mencoba menenangkan diri, dia sempat terkejut karena hampir tertabrak tadi.
"Aku tidak apa apa!" dia mendongak, menyinmpan rambut yang menutupi bagian wajah kearah belakang telinga. Perempuan itu adalah Aileen.
"Aku sepertinya pernah melihat perempuan ini, , tapi dimana ya??"
"Apa kamu ada yang terluka??" Abell terus memandangi wajah Aileen dengan lekat. Dia tidak sedang berusaha mengingatnya tetapi dia terpesona dengan keimutannya.
"Aku baik baik saja!" ucap Aileen, tetapi saat ingin berdiri, pergelangan kaki yang kemarin terkilir dan sempat sembuh, kini kambuh lagi. Mungkin saja karena saat dia terjatuh duduk tadi tak sengaja kakinya terkilir.
"Aduuh!!"
Abell meraih pundak Aileen dan menbantu perempuan itu berjalan ke trotoar.
"Tidak perlu, , nanti aku akan menyuruh temanku untuk menjemput" Aileen mengambil ponsel dari dalam tas, kemudian menghubungi Koyoko.
"Hallo??"
"Kenapa sayangku??" suara Koyoko terdengar seperti sedang tergesa gesa dari seberang sana.
"Kamu bisa menjemputku??"
"Aduh, , maaf Aileen aku sudah ada janji dengan Jacq, , maaf aku tidak bisa menjemputmu"
"Oh, , oke oke. Tidak apa apa!, , aku bisa pulang sediri" Aileen melirik laki laki di sebelahnya dia merasa malu karena sudah menolaknya dan memilih unuk pulang sendiri. Tetapi kenyataannya Koyoko malah tak bisa menjemputnya.
"Tenang saja, aku akan bertanggung jawab. Aku akan mengantarmu pulang"
Aileen menyelidik kearah Abell yang menatapnya dengan penuh harap.
"Tenang saja aku bukan orang jahat, kalau kamu merasa takut, aku bisa memberikanmu kartu identitasku?" Abell mengambil dompet dari saku celananya.
"Tidk perlu!!, , tapi, , terima kasih sebelumnya"
"Tidak perlu berterima kasih. Ini juga kesalahanku, , kerena tidak memperhatikan jalan" Abel memapah Aileen menuju mobilnya.
"Tempat tinggalmu di dekat sini?"
"Iya, lumayan sih"
"Tenang saja, aku akan mengantarmu sampai ke rumah"
♡♡♡
__ADS_1
David beranjak dari sofa, kemudian berjalan menju pintu.
"Kamu mau kemana??" Jacq berucap sambil menuang wine ke gelasnya.
"Menemui Aileen, , perasaanku tidak enak!"
"Perasaanmu tidak enak atau karena"
"Jangan berisik!!" sahut David, kemudian dia melangkah keluar meninggalkan Jacq di dalam sana sendirian
Sementara sahabatnya itu manikmati wine sambil tertawa lirih
♡♡♡
Abell menghentikan mobilnya di tepi jalan, dia memilih untuk turun dari mobil terlebih dulu. Setelahnya berjalan ke sisi lain untuk menolong Aileen.
"Sampai di sini saja" ucap Aileen setelah turun dari mobil.
"Kamu yakin tidak perlu bantuanku untuk masuk sampai ke dalam??" Abel berharap Perempuan itu mau menerima tawaran untuk membantunya.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri"
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" Abel berjalan ke sisi seberang.
"Oh ya, aku sampai lupa" dia mengeluarkan kartu nama dan memberikannya kepada Aileen.
"Hubungi aku, aku akan mengganti biaya pengobatannya nanti" Abell menundukkan kepalanya, kemudian dia melangkah masuk kedalam mobil.
Dari arah belakang mobil David terlihat, di dalam sana David melihat mobil sport yang baru saja pergi. Dia tak sempat melihat plat nomer sekaligus orang yang ada di dalam sana. Tetapi David sempat menyelidik kearah mobil itu. Mirip seperti milik sahabatanya tetapi dia merasa mobil soprt seperti itu banyak yang punya.
Kini David lebih fokus kepada Aileen, raut wajahnya terlihat muram ketika tahu mobil itu pasti telah mengantar Aileen.
Tin tiiinn!!!
Aileen yang sempat melangkah kemudian berhenti sejenak. Dia menoleh untuk memastikan siapa yang membunyikan klakson kearahnya.
"David??"
Laki laki itu menghentikan mobilnya, dia melangkah turun dan berjalan menghampiri Aileen.
"Siapa laki laki itu??, , pacarmu!!" ucap David, dia merasa jengkel karena ada laki laki lain yang mengantar Aileen pulang.
"David!!, , bukannya menanyakan kabarku, , kamu malah menanyakan siapa laki laki itu?"
David melirik kaki Aileen, perempuan itu terlihat pincang ketika berjalan.
Laki laki itu menghela nafas panjang untuk mentralkan perasannya.
David membungkuk meraih kaki Aileen kemudian menggendong perempuan itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.
♡♡♡
David meletakkan tubuh Aileen di atas sofa dengan lerlahan.
"Baru juga kemarin sembuh, , sekarang sudah kambuh lagi!!, , atau jangan jangan kamu sengaja pura pura jatuh biar laki laki kaya itu mengantarmu pulang!"
Aileen mendengus kesal, dia tidak ingin berdebat dengan David.
"Kalau kamu datang kemari hanya untuk mengajakku berdebat aku sedang tidak ingin meladanimu. Lebih baik kamu pergi!"
David terdiam, raut wajahnya terlihat sangat kesal. Laki laki itu kemudian berjalan menuju pintu dan melangkah keluar.
"Ya aampuunnn!!, , dia benar benar menuruti ucapanku!!" Aileen mengeluh kesal.
Brruummmmm!!!
Mulut Aileen menganga ketika mendengar suara mobil David bergerak menjauh.
__ADS_1
"Aku tidak percaya!! dia benar benar pergi meninggalkanku dalam keadaan seperti ini!! Aileen merasa sangat jengkel. Dia membuang tas miliknya hingga isinya berserakan di lantai.
"Daviiiiiiddd!!, , dasar laki laki menyebalkan!!" umpat Aileen.