Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
27 CEO: love's Romance Khawatir


__ADS_3

David menghentikan langkahnya di depan pintu, dia terlihat seperti sedang mamantapkan diri sebelum masuk ke dalam kamar untuk menemui Aileen.


Dia bahkan menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya.


Setelahnya David meraih gagang pintu dan akhirnya masuk perlahan ke dalam kamar.


Pandangannya langsung teralihkan ke tubuh Aileen yang sedang berbaring sambil memunggunginya. Dia berjalan mendekat sambil meletakkan secangkir teh itu di atas nakas.


Kemudian David menyelidik kearah tubuh Aileen, dia tahu kalau perempuan itu tidak sedang tertidur.


"Ai" David berucap dengan lirih, bahkan suaranya hampir tak terdengar karena tertelan suara hujan di luar sana. Seharusnya Aileen masih bisa mendengar walau pun samar samar, tetapi dia tak menghiraukan David yang sedang memanggil namanya.


"Sebentar lagi orangku akan membawa baju ganti untukmu, dan bersiap siaplah setelah hujan reda kita akan melanjutkan perjalanan untuk turun ke bawah.


Aku akan membantumu nanti"


David masih terdiam ketika Aileen tak bergeming sama sekali. Tetapi di sisi lain Aileen terlihat sedang melamun, tangannya sedang bergerak mengusap air yang mengalir dari matanya.


♡♡♡


Setelah hujan reda ada beberapa petugas dan anak buah David terlihat mulai berjalan kearah bukit.


Mereka kesana untuk menjemput Aileen dan David, saat itu Aileen tak bisa langsung menekuk kakinya yang terluka, karena lukanya tepat berada di bagian lutut.


Ketika petugas menawarkan bantuan untuk menggendong Aileen, David melarangnya. Dia tidak ingin Aileen bersentuhan dengan laki laki lain. Jadi Davidlah yang menggendong Aileen sampai di tempat tujuan.


Sementara petugas yang lain nampak berjaga jaga di sekitarnya, mereka siap siaga jika tiba tiba David kelelahan ketika menggendong Aileen.


Tetapi Laki laki itu seperti tak memiliki rasa lelah dia bahkan tak membutuhkan istirahat untuk mencapai titik bawah.


♡♡♡


Saat itu supir yang selalu standby di sana langsung berlari ketika melihat David sedang menggendong Aileen.


Dia membantu Aileen untuk turun dari gendongan kemudian membantu perempuan itu untuk berdiri.


"Bawa dia masuk ke dalam mobil" perintah David kepada supirnya.


"E, , aku bisa pulang sendiri" Aileen mencoba menolak masuk ke dalam mobil.


"Masuk!!, aku akan mengantarmu pulang"


"Tapi"


"Jangan sampai aku memaksamu masuk ke dalam"


"Kenapa dia jadi marah marah??" batin Aileen.


"Silakan masuk Nona!" Supir itu pun sudah membukakan pintu untuk Aileen.


Dengan berat hati perempuan itu masuk ke dalam mobil dengan raut wajah yang di tekuk.


♡♡♡


Dalam perjalanan menuju pulang, suasana di dalam mobil terasa sangat hening. David yang duduk di sebelah Aileen pun hanya diam membisu.


Kadang sesekali David melirik kearah Ailen yang sedang menatap kearah luar dari balik kaca.


Kini pandangan David beralih kearah leher Aileen yang terdapat bekas merah di sana. Perlahan tangannya bergerak ingin menyentuh tanda itu.


Tetapi Aileen yang melihat pergerakan tangan David dari bayangan di kaca pun langsung memalingkan wajahnya kearah David.


"Mau apa kamu?" Aileen terlihat waspada terhadap david

__ADS_1


Seketika David langsung memaku tangannya di udara.


"Ee, , tidak ada! aku hanya ingin merapihkan rambutku " David menarik tangannya kembali, kini dia menggunakan tangannya untuk merapihkan rambut.


Dia meraih rambut yang menutupi sebagian matanya menggunakan jari jemarinya kemudian menarik tambutnya kearah belakang kepala.


"Kita langsung kembali ke rumah!" perintahnya kepada supir. Hingga membuat Aileen terkejut dan langsung melirik kearah David.


"Aku harus kembali ke"


"Temanmu belum pulangkan??, ," David memotong pembicaraan.


"Ikutlah pulang bersamaku. Aku yang akan membantumu mengganti perbannya sampai lukamu sembuh" tambahnya.


"Ta"


David telah menghentikan Aileen untuk berucap menggunakan jarinya.


"Jangan membantah!" ucap David kemudian, hingga Aileen mameku bibirnya.


♡♡♡


Mobil David berhenti tepat di depan rumahnya. Di sana Kepala pelayan dan beberapa anak buahnya tengah berdiri menyambut kedatangan Tuannya.


Semuanya menunduk ketika David keluar dari mobil, laki laki itu terlihat mengitari mobil untuk menghampiri Aileen.


David membungkuk dan memasukkan setengah badannya ke dalam mobil untuk meraih tubuh Aileen.


"Aku bisa jalan sendiri!" Aileen berusaha menolak ketika David ingin menggendongnya. Namun laki laki itu seolah tak perduli dengan keinginan Aileen. David tetap menggendong perempuan itu masuk ke dalam rumah.


Kepala pelayan nampak terkejut ketika melihat luka di kaki Aileen.


"Ya ampuun!!, , apa yang terjadi dengan Nona cantik?" gumamnya.


"Ya, maaf Tuan" Kepala pelayan itu terlihat berlari menghampiri David dan membantunya membukakan pintu kamar.


"Segera siapkan makan malam untuk Nona!" David meletakkan tubuh Aileen keatas ranjang dengan pelan dan sangat hati hati.


"Baik Tuan"


"Jangan lupa, siapkan makanan yang sehat agar lukanya cepat mengering"


"Baik Tuan"


David bergerak membuka almari dan mengeluarkan kaos dari dalam sana.


Sementara itu Setelah melihat Kepala pelayan keluar dari kamar, Aileen langsung mengalihkan pandangannya kearah David.


"Dia lebih tua darimu!" ucapanya merujuk kepada Kepala pelayan.


"Tidak bisakah kamu ucapkan kata tolong sebelum menyuruhnya??"


David yang sudah melepas kaosnya pun kini berjalan mendekati Aileen.


"Apa kamu sedang mengajariku?" David mengulas senyum manis di bibirnya.


Perempuan itu tertunduk karena menghindari pemandangan yang ada di depan matanya. Ya David sedang bertelanjang dada.


Seketika David memaku tubuhnya saat melihat tanda merah di leher Aileen. Darahnya tiba tiba kembali berdesir, hingga akhirnya David memutuskan untuk menjauhi Aileen.


Laki laki itu berdehem menetralkan perasaannya.


"Kamu istirahatlah sambil menunggu makan malam. Aku harus menyelesaikan kerjaanku terlebih dulu" David berucap sambil memakai kaosnya. Setelah itu dia melangkah keluar kearah pintu.

__ADS_1


"Oh ya, , aku ada di ruang kerjaku jika kamu membutuhkanku" David melangkah keluar sambil menutup pintu kamar.


Aileen menghela nafas panjang setelahnya dia merebahkan tubuh di atas ranjang itu.


Beberpaa kali dia merubah posisi tidurnya dari miring ke samping hingga telantang.


Tetapi Aileen tak bisa memejamkan matanya karena aroma kamar itu bahkan ranjang yang sedang di tidurinya penuh dengan aroma tubuh David.


"Ya ampuuunn!!, , apa tida ada kamar lain di rumah ini!!" Aileen terlihat frustasi ketika harus mencium aroma tubuh David yang memenuhi ruangan itu.


♡♡♡


Ting tong!!!


Seorang pelayan terlihat berjalan menuju kearah pintu setelah mendengar bunyi bel.


Dia membuka pintu dan melihat Iris berdiri di sana.


"Nona?" ucapnya untuk menyapa Iris.


"Kakakku ada di rumah kan?" Iris berjalan masuk kearah dalam.


"Iya Nona, Tuan ada di ruang kerjanya. Apa perlu saya panggilkan Tuan muda?"


"Tidak perlu aku akan menemuinya sendiri" Iris berjalan melewati kamar David, dia kini melangkah menuju ruang kerja Kakaknya.


Tok tok tok!!!


Iris meraih gagang pintu dan membukanya perlahan.


"Ka?" pandangan matanya langsung tertuju kearah david yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Mau apa kamu kemari?" David berucap dengan nada rendah, pandangan matanya pun tak pernah teralihkan dari layar digital itu.


"Beginikah caramu menyambut adikmu??, , dasar!" raut wajah Iris terlihat muram, dia berjalan mendekati David.


David pun langsung tersenyum lebar sambil membuang pandangannya kearah Iris.


"Sayangkuuu, , apa yang membuatmu datang kemari??" setelah itu senyum David langsung menghilang.


"Bagitukah seharusnya aku menyambutmu!!"


"Ya memang seharusnya seperti itu. Aku datang kemari karena Mamah mengkhawatirkanmu!!"


"Khawatir kenapa?" David kembali menatap layar leptopnya.


"Beberapa hari kamu tidak terlihat pulang ke rumah. Dan lagi, kemarin Mamah menghubungimu, tapi katanya ponsel Kakak tidak bisa dihubungi?" Iris berjalan menuju ke salah satu rak buku milik David.


"Ponselku mati, dan dua hari ini aku pergi ke lokasi shooting"


"Malam ini mamah menyuruhmu pulang"


"Jangan malam ini, aku tidak bisa sayaang" David mengalihakn pandangannya kearah Iris yang sedang sibuk memilih buku di rak sana.


"Kenapa?, , Mamah pasti akan marah marah. Kak David selalu begitu, janjimu setelah kamu hidup sendiri, kamu akan tetap menjenguk mamah setiap dua hari sekali. Tapi kenyataannya apa coba?? bahkan dalam datu minggu kamu kadang tidak menjenguk Mamah! tukang bohong" Iris terlihat jengkel saat itu.


"Bes"


Tok tok tok!!


Suara ketukan pintu tiba tiba membuat ucapan David terputus.


Pintu pun terbuka dari arah luar.

__ADS_1


__ADS_2