Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
23 CEO: Love's Romance Perasaan Aneh


__ADS_3

Aileen merasa terpontang panting ketika mengikuti langkah kaki David yang panjang. Karena merasa nafasnya tersengal sengal, Aileen pun menepis tangan David yang masih terus menggenggamnya.


"Kenapa?" David memalingkan wajahnya kearah belakang ketika Aileen melepaskan tangannya.


Perempuan itu terlihat sangat kelelahan.


"Apa kamu ingin membunuhku secara perlahan!!" Aileen menaikkan nada bicaranya kearah David.


Sementara laki laki itu berjalan mendekati Aileen dengan raut wajah tenang, tangannya bergerak mengusap keringat yang sedikit terlihat membasahi kening Aileen.


Namun perempuan itu sempat menghindar sebelum tangan David meraih keningnya.


"Maaf, mungkin karena kakiku terlalu panjang. Jadi langkah kakiku sangat lebar. Aku tidak mengira kalau kamu akan kewalahan" David meraih tengkuk Aileen dengan paksa, lalu mengusap keringat di keningnya.


Perlakuan David itu seketika membuat Aileen malu, pipinya pun bersemu.


"Itu permintaan maaf, , atau sedang memuji diri sendiri karena bangga memiliki kaki panjang??, , menyebalkan!!"


"Aku akan jalan duluan!!" Aileen pun memutuskan untuk jalan terlebih dulu, dia berjalan mendahului David dan membiarkan laki laki itu berada di belakangnya.


David yang melihat sikap Aileen pun tersenyum, baginya perempuan benar benar itu sangat menggemaskan.


♡♡♡


Setelah sampai di lokasi, staf meminta Aileen beserta model yang lainnya untuk istirahat terlebih dulu sebelum mengganti pakaian mereka untuk pengambilan foto.


"PresDir, silakan" seorang staf memberikan sebotol minuman kepada David.


Setelah menerima botol minuman itu, dia memilih untuk menghampiri Aileen yang berada di dalam stand booth.


David menekuk kedua lututnya di hadapan Aileen yang sedang duduk sambil sibuk membalas pesan singkat dari Koyoko.


Dia langsung mengalihkan pandangannya kearah laki laki itu.


"Apa yang sedang kamu lakukan??, , duduklah di kursi" Aileen membuang pandangannya kearah sekitar, dia merasa tidak enak dengan orang orang yang sedang melihat kearahnya. Kebetulan di dalam sana Aileen tak sendirian, dia bersama beberapa model lain beserta salah satu staf yang bertugas sebagai make up Artis.


David sangat pandai mengambil kesempatan, dia membuka tutup botol minumannya dan memberikan kepala Aileen.


"Minumlah" ucapnya sembari memberikan botol itu kepada Aileen.


Aileen berusaha keras menahan rasa malunya, dia memutuskan untuk menerima botol itu dari tangan David. Aileen menegug perlahan minuman itu dan setelahnya mengembalikan botolnya kepada David.


Kemudian laki laki itu tak langsung menutup botolnya, dia sengaja minum air itu yang tepat ada bekas bibir Aileen di sana.


Aileen sedikit terkejut.


"Itu" Dia menunjuk kearah botol yang sedang di tegug habis isinya oleh David.


David oun telah menghabiskan air dalam botol itu.


"Kenapa?" ucapnya kemudian.

__ADS_1


"Itu, , botol ada bekas bibirku" Aileen terlihat ragu sekaligus malu ketika dia mengetahui David meminum air di botol yang ada bekas bibirnya.


"Kenapa memangnya??" laki laki itu tersenyum manis.


"Bukankah kita sudah pernah melakukan yang lebih dari itu??, , bahkan kita sudah bertukar air Liur"


Aileen membulatkan penuh matanya, ketika mendengar David mengucapkan hal itu.


"Oohh ya ampun!!, , kenapa dia mangatakannnya dengan sangat gamblang!! itu sangat menjijikkan"


Aileen menyelidik kearah orang orang yang ada di sekitarnya.


"Mereka pasti mendengar ucapan david, iiiiiiihhh, , laki laki ini benar benar menyebalkan!! dia pasti sengaja melakukan hal itu!!"


Melihat raut wajah Aileen yang memerah karena malu David semakin senang menggodanya.


"Kalau hanya karena bekas bibirmu, , itu tidak masalah. Aku menyukainya" laki lai itu tersentum lagi. Bahkan Sangat lebar kali ini.


Aileen berucap sambil menggertakkan giginya, sengaja menahan agar suaranya tak tertengar jelas oleh orang orang yang ada di sekitarnya.


"Bisa diam tidak??, , kenapa kamu membahas masalah itu di sini?"


"Bukannya kamu yang memulainya" David mengangkat kedua alisnya kearah Aileen.


Perempuan itu Menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya.


"Maaf PresDir, Aileen harus mengganti pakaiannya" ucap seorang make up Artis kepada David.


David memalingkan wajahnya kearah orang itu.


"Aku akan menunggumu di luar" ucapnya sambil mengusap lembut pipi Aileen.


Dada Aileen benar benar ingin meladak rasanya, David telah berhasil membuat Aileen malu. Laki laki itu bahkan sengaja melakukannya di depan semua orang.


Pipi Aileen memerah padam, dia merasa gugub ketika semua orang melihat kearahnya.


♡♡♡


Setelah selesai make up dan mengganti bajunya, Aileen melangkah keluar dari stand booth.


David yang sedang duduk sambil melihat layar di sana terlihat mengalihkan pandangannya kearah Aileen.


Wajahnya terpaku ketika melihat Aileen memakai gaun berwarna putih yang membalut tubuh mungilnya dengan sangat indah dengan banyak layer yang menutupi bagian bawahnya. Dan jika terkena angin akan berterbangan seperti sayap di sana.


Serba mungil yang ada di tubuh Aileen, bibir hidung, bentuk wajah yang imut namun mampu menggetarkan hati David. Tak ada perempuan satu pun sebelumnya yang bisa menyentuh perasaan David walau pun hanya dengan menatapnya saja.


"PresDir??, , PresDir??" Pimpinan itu menepuk pundak atasannya yang terlihat sedang melamun.


Hingga membuat David akhirnya mengalihkan pandangan dari Aileen kearahnya.


"Ya??"David terlihat seperti orang bodoh, dia tidak bisa konsentrasi dengan keadaan sekitar.

__ADS_1


"Shooting sebentar lagi akan di mulai, mohon petunjuknya jika nanti ada angel atau apa pun yang kurang. Mohon untuk memberi tahu kami" ucapnya sambil menundukkan kepala dengan hormat.


David masih tertegun dengan Aileen, dia merasa sedikit tidak bisa konsentrasi.


"Ee, , iya. Kamu bisa memulainya"


Ketika semua sudah berada di sposisi masing masing, seorang foto grafer memulai pengambilan gambar di salah satu tempat sebelum mulai shooting.


David mengalihakn pandangannya kearah Aileen yang sedang berpose kearah kamera. Perempuan itu terlihat sangat lihai dalam menggerakkan tubuhnya seperti model papan atas yang sudah terbiasa dalam pembilan foto. Tak banyak arahan dari foto grafer kepada Aileen karena dia mampu melakukannya dengan sangat baik.


Ketika saatnya tiba shooting untuk pengambilan gambar di bawah air terjun. David semakin terlihat tertegun dengan aura yang menyelingkupi tubuh Aileen.


Perempuan itu terlihat sangat sempurna di bawah air terjun, dengan sedikit gerakan saja auranya mampu menghipnotis semua orang.


David tak lernah memalingkan wajahnya kearah lain, dia selalu menatap layar monitor di mana di sana wajah Aileen sangat terlihat jelas.


David semakin penasaran dengan perempuan itu. Kini dia beranjak dari kursi dan melangkah mendekat kearah air terjun.


Dia melihat Tubuh Aileen telah sedikit basar di bagian bawahnya, gaun putih yang tipis itu nempak terlihat jelas semakin melekat di tubuh Aileen ketika terkena cipratan air yang membentur bebatuan di sana.


Aileen mulai tidak konsentrasi ketika dia melihat David selalu menatap kearahnya, perempuan itu sedikit merasa canggung ketika melihat senyum manis David yang menghiasi bibirnya.


Di sisi lain terlihat Carol telah berhasil sampai ke tempat lokasi shooting. Setelah mendengar David pergi ke tempat itu, dia langsung pergi menghampirinya.


"Dimana dia?" gumamnya. Setelah melihat David sedang berdiri tak jauh dari air tejun, Carol langsung berlari kecil kearahnya. Perempuan itu langsung memeluk tubuh David dari arah belakang.


David terkejut dia menoleh kesamping untuk memastikan orang yang sedang memeluknya itu.


Carol menggerakkan kepalanya kearah samping agar David dengan mudah bisa melihat dirinya.


"Kejutan!!" perempuan itu tersenyum kearah David. Kini dia melepas pelukannya dan memposisikan dirinya sejajar dengan David untuk melihat proses shootingnya.


David pun langsung mengalihkan pandangannya kearah Aileen, ketika Carol memeluk tubuhnya dari arah samping.


"Aku sangat merindukanmu, berapa hari kamu tidak menemuiku coba??" ucapnya dengan manja.


David yang semula selalu tersenyum ketika melihat Aileen kini senyum itu mulai memudar, dia mulai terlihat gugub, David tidak mengira kalau Carol akan menyusulnya sampai ketempat itu.


Aileen pun melihat adegan itu. Raut wajahnya langsung terlihat menggelap. Dia terlihat sangat tidak menyukai pemandangan di depan matanya. Dadanya tiba tiba bergemuruh, ada rasa nyeri di dalam sana ketika melihat perempuan itu sedang memeluk tubuh David. Namun dengan cepat Aileen berusaha menguadai peresaannya. Dia memalingkan wajahnya kearah lain dan kembali fokus dengan proses shooting.


Sementara Carol masih terus menempel di tubuh David seperti Mollusca yang menempel lekat di bebatuan.


"Apa yang sedang kamu lakukan Carol??, , ini tempat umum" bisik David. Dengan caranya yang elegan dia berusaha melepas tangan Carol yang melingkar di tubuhnya.


"Perempuan itu, , bukankah dia yang menjadi juri waktu itu??" batin Aileen, walau pun saat ini dia sudah mengalihakn pandangnnya dari David, namun pikirannya masih tertuju kepada laki laki itu.


"Cut!!, , oke. Shooting akan kita lanjutkan lagi besok. Karena ini sudah sore, bersiap siaplah untuk mendirikan tenda!" ucap sutradara.


Aileen berjalan perlahan melewati bebatuan yang besar dan tajam untuk kembali ke daratan. Ada sedikit harapan di dalam hatinya kalau David akan menuntunnya keluar dari air. Walau pun harapan itu sangat kecil bahkan akhirnya saat ini telah menghilang ketika melihat perempuan lain sedang bersama laki laki itu.


David ingin menghampiri Aileen namun Carol berusaha menarik laki laki itu pergi bersamanya.

__ADS_1


Aileen terlihat berdiam diri. Dia hanya sedang mengamati perasaannya setelah melihat David pergi dengan perempuan itu .


Sementara di sisi lain ada seorang staf yang sedang membantu Aileen mengeringkan rambutnya yang basah.


__ADS_2