Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
55 CEO: Love's Romance Wanita licik


__ADS_3

Laki laki itu terlihat duduk sambil melamun di ruang kerjanya, David tersenyum ketika mengingat kejadian dimana dirinya mencumbu Aileen tanpa mendapat penolakan lagi.


Flash back on.


David melepas pagutan bibir mereka yang sempat memanas. David masih bisa mengendalikan diri dengan baik saat itu.


"Aku menyukaimu" bisiknya, kemudian mengecup bibir Aileen lagi.


"Sekarang kamu adalah milikku" David mengecup bibir Aileen lagi.


"Jangan pernah berani melirik laki laki lain!" Lagi, David mengecup bibir Aileen.


Membuat perempuan itu tertawa geli kemudian.


"Kenapa tertawa??" David menarik tubuhnya sedikit menjauh dari Aileen Sengaja memberi jarak antara tubuhnya dengan tubuh Aileen yang berada di bawahnya.


Kaki David yang masih menginjak lantai itu mengapit kaki Aileen hingga perempuan itu tak bisa bergerak.


"Kamu lupa?, , kakiku sedang sakit"


"Oh!!, , maaf sayang. Aku sengaja" David terkekeh, kemudian merenggangkan kakinya dan mengecup bibir, kening Aileen secara bergantian.


"Dasar!!" Aileen menepuk pelan dada laki laki itu.


David membantu Aileen untuk bangkit dan duduk di bibir ranjang.


"Tolong panggilkan Iris untuk membantuku membenarkan gaunku" Aileen mendongak, dia berucap dengan manja kepada David.


Laki laki itu berdehem kemudian, dia mencoba mengembalikan konsentrasinya setelah sejenak sempat melayang entah kemana ketika Aileen menatapnya dan memohon serta memamerkan matanya yang bulat seperti anak kucing yang imut nan menggemaskan.


"Lepas saja" godanya kepada Aileen.


"David!!!" Aileen menggeram jengkel.


Laki laki itu terkekeh, dia membungkuk lagi dan mengecup bibir Aileen sebelum pergi melangkah keluar dari kamar. Bagi David tak puas ketika hanya mengecup bibi Aileen. Dia selalu ingin lebih dan lebih ketika sedang berdua dengan perempuan itu.


Flash back off.


Rona kebahagiaan masih menyelingkupi tubuh Davit. Senyum manis yang menghiasi bibirnya seolah tak bisa hilang.


Namun saat pintu ruang kerjanya di buka dari arah luar tanpa permisi, senyum David tiba tiba langsung menghilang.


Aura gelap seketika berganti memenuhi ruangan itu.


Ujung matanya melirik kearah Sekretarisnya yang masuk tanpa ijin, tetapi di saat mulutnya ingin berucap untuk menghardik laki laki itu, dia langsung membisu. Melihat raut wajah sekretarisnya yang pucat, David mengurungkan niatnya untuk memarahinya.


"Berapa tahun kamu ikut kerja denganku??, , baru kali ini kamu masuk ke ruanganku tanpa mengetuk pintu!!" ucapnya dengan nada rendah dan penuh penekanan. Membuat laki laki yang berdiri di seberang meja itu terdiam ketakutan. Tetapi dia tahu saat ini bukan waktunya untuk itu. Sekretaris David yang bernama Ius itu terlihat sedang sibuk mengusap layar Handheld Computernya. Tak lama kemudian dia meletakkan alat digital itu di meja dan mendorongnya kearah David.


"Apa ini!!" David menyatukan alisnya.


"Carol ada di halaman utama berita media" Ucap Ius.


David yang semula membenamkan tubuhnya di sandaran sofa kini terlihat sedang bergerak maju mendekati meja, kedua matanya menatap layar digital di depannya.


Laki laki itu terlihat serius ketika membaca tajuk utama di sana.


'Carol mendapat perlakuan buruk di pesta yang di adakan oleh Desainer ternama'


'Model ternama mendapat perlakuan kasar"

__ADS_1


'Carol keluar dari gedung sambil menangis, pipinya memerah seperti habis di tampar'


David menghela nafas panjang, menggertakkan giginya hingga rahangnya terlihat menguat.


Dia seolah sedang manahan amarah terhadap perempuan itu.


Tok tok tok!!!


Belum sempat David menyuruh masuk, seorang perempuan kembali menerobos kearah dalam.


Wajah perempuan itu terlihat pucat.


"PresDir, , nona Carol" perempuan itu terlihat ragu ketika ingin meneruskan ucapannya.


"Katakan!!"


"Dia sedang mengadakan jumpa pers dengan wartawan di bawah"


Wajah David semakin menegang. Gertakan giginya semakin menguat hingga syaraf halus terlihat di permukaan pelipisnya.


"Dia melakukan jumpa pers tanpa persetujuan dariku!!" gumamnya.


David menarik tubuhnya kearah belakang, kembali membenamkan punggungnya di sandaran kursi.


"Pergilah!!" ucapnya kepada perempuan itu.


Ius segera mengambil alat digital itu lagi, dia mencari sebuah situs yang menyiarkan secara langsung acara jumpa pers itu.


"PresDir" Ius kembali menghadapkan layar Handheld Computer itu kearah David.


Ujung mata David langsung mengerucut kearah layar itu.


'Carol, apa yang sebenarnya terjadi malam itu??" ucap seorang wartawan.


'Benarkah?, , lalu kenapa kamu menangis saat keluar dari gedung itu??, , apa Nyonya Luna menamparmu??'


'Tidak!!, , jangan salah paham. jangan membawa nama Tante Luna. Dia perempuan baik yang tak mungkin melakukan hal itu kepadaku!" Carol menunduk, wajahnya semakin terlihat muram.


'Lalu bisakah kamu memberi tahu kami siapa yang menamparmu??'


'Tidak ada yang menamparku malam itu, , mungkin blash on yang aku pakai terlalu tebal hingga terlihat sangat merah di pipiku'


'Semua orang sudah tahu Carol, kalau di pipimu ada bekas jari di sana malam itu, katakan lah kepada kami. Siapa yang melakukannya. Biar semua orang tahu'


Mata carol berkaca kaca, bahkan dia sempat mengusap air yang mencuat dari ujung matanya.


'Yaaah, , jangan menagis Carol, , kami pasti akan mendukungmu!, , ayo cepat katakan siapa nama orang yang menamparmu'


"Ini hanya sebuah kesalah pahaman, , mungkin perempuan itu tidak suka melihat aku berdekatan dengan David, jadi dia menamparku'


Suara wartawan mulai bergemuruh ketika mendengar statment yang keluar dari mulut Carol.


'*Lalu kenapa malam itu Tuan David tidak menemanimu pulang, aku melihat kamu hanya berjalan berdua dengan asisten pribadimu??


Carol terlihat menelan ludahnya dengan susah payah, dia terus mencoba untuk bersikap tenang.


"Aku sengaja melarangnya, aku ingin dia ada di dalam sana untuk menemani tante Luna*"


'Kamu tidak berencana untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib atas dugaan kekerasan?'

__ADS_1


'Tidak perlu, semua ini sudah diselesaikan dengan jalur damai. Aku yakin dia pasti akan minta maaf kepadaku'


'Katakan siapa namanya Carol. Kami akan membantu menyampaikan pesanmu. kami akan memaksa perempuan itu meminta maaf kepadamu'


'Terima kasih atas perhatiannya, tetapi aku rasa itu tidak perlu. Dia pasti sedang melihatku sekarang' Carol menatap kearah kamera. Kemudian dia kembali berucap.


'Jangan khawatir, sebelum kamu meminta maaf kepadaku, aku sudah terlebih dulu memaafkanmu'


'Wah Carol benar benar wanita yang baik'


'Iya, beruntung PresDir D Enterteintment bisa mendapatkan model sebaik dia'


David terlihat tak bisa menahan amarahnya kali itu.


"Bawa perempuan itu kemari untuk menghadapku cepat!!" David menggeram seketika.


Ius langsung melangkah keluar sesuai perintah David, dia pergi menemui Carol di lantai bawah.


♡♡♡


Carol melangkah masuk dengan raut wajah tanpa rasa berdosa. Dia seolah merasa sudah berada di atas angin.


"Apa yang ada di otakmu!!" David menatap Carol dengan tatalan tajam menusuk seperti ujung tombak yang siap menancap di dada musuhnya.


Perempuan itu berjalan berlenggak lenggok kearah David.


"Berhenti di tempatmu sekarang!!" David tahu Carol pasti akan bergelayut seperti cacing kepanasan di tubuhnya.


Carol pun memaku langkahnya. Perempuan itu terlihat menyeringai kearah David.


"Kalau kamu ingin membuangku kejalan, aku pikir ini bukan waktu yang tepat David. Masyarakat sekarang sedang mengincar orang yang sedang menamparku. Kamu pikir ketika kamu membuangku ke jalan orang orang tidak akan berfikir buruk tentang perusahaanmu??, kenyataan bahwa kamu memilih perempuan itu dan membuangku kejalan akan membuat citramu semakin buruk. Mereka tidak mempercayai playboy sepertimu. Aku sudah mengubah pikiran mereka. Jika saat ini kamu akan memecatku dan membuangku begitu saja, aku pastikan semua orang akan membencimu. Satu hal lagi mereka pasti akan mencari perempuan yang di maksud" ya! Carol memang sangat berpengaruh di masyarakat. Sejak awal kemunculannya di selalu menjaga Elektabilitasnya dengan sangat baik hingga masyarakat menjadikannya sebagai panutan.


"Aileen tidak bersalah!!" David tahu Carol sengaja membodohi publik dan mengalihkan bahwa Aileen yang telah menamparnya.


"Dia bersalah!!, , dia sudah merebutmu dariku!!"


David terkekeh.


"Merebutku darimu??" ucapnya kemudian.


"Aku bukan milikmu!, , katakan apa sebenarnya yang kamu inginkan??"


"Kamu akhirnya kembali menjadi Davidku sekarang. Selalu To The Point dan tidak bertele tele, , aku akan membiarkan masalah ini berlarut larut dan menghilang dengan sendirinya. Asal kamu mau mengumumkan ke publik perihal hubungan kedekatan kita!" Carol tahu, David tak bisa berkutik. Dia yakin David akan memenuhi keinginanya kali ini.


David terdiam, dia menahan rasa keterkejutannya dalam hati. Laki laki itu kemudian berucap dengan tenang.


"Apa kamu yakin tidak akan membuat masyarakat berfikir bahwa Aileen yang melakukannya??" Secara beberapa hari yang lalu David sempat terlihat dekat dengannya saat shooting iklan waktu itu.


"Aku jamin!!, , 100%. Nama Aileen akan bersih. Dia tidak akan mendapat kecaman dari masyarakat!"


"Beri aku waktu satu minggu untuk memikirkannya!" David harus berhati hati, dia sangat mengenal kepribadian perempuan ini, dia juga tahu bahwa Carol wanita yang licik.


"Itu terlalu lama David. Kamu pasti akan merencanakan sesuatu dalam waktu satu minggu itu!"


"Perempuan ini ternyata sangat pintar!!"


David harus memutar otaknya, untuk menghadapi Carol tanpa menyakiti Aileen.


"Tiga hari, atau aku akan menyebut namanya di depan awak media"

__ADS_1


David sempat ingin mengumpat dengan kasar kearah Carol tetapi dia merasa ini bukan saatnya yang tepat. Dalam waktu tiga hari David harus mencari jalan keluarnya.


"Ok!"


__ADS_2