
David terlihat murung ketika beberapa kali dia tak bisa menghubungi Aileen. Berulang kali dia mencoba menghubunginya tetapi nomor Aileen tak bisa di hubungi.
"Apa yang sedang dia lakukan?"
"PresDir?" Ius berjalan mendekati David.
"Maaf kita hatus segera masuk"
David mengangguk, dia kemudian menyimpan ponselnya ke dalam saku jas.
♡♡♡
"Kemana Aileen pergi?? beberapa hari ini aku tidak melihatnya!" gumam Iris, dia terlihat tak bersemangat. Perempuan itu duduk di bangku kantin sambil menghabiskan sisa waktu sebelum kembali mengikuti jam selanjutnya.
"Iiiiihhhh, , ini anak kemana sih!!, , nomornya juga tidak aktif!" Iris memutuskan untuk bolos jam berikutnya. Dia memilih pergi untuk menemui Aileen.
♡♡♡
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Koyoko terlihat sinis ketika Iris berada di depan pintu rumah.
Iris menerobos masuk ke dalam, dia menyelidik ke setiap sisi ruangan.
"Di mana Aileen??" ucapnya kemudian setelah tak mendapatkan Aileen ada di sana.
"Dia tidak ada!" Koyoko berucap dengan nada dingin, dia terlihat menyeret koper kearah pintu.
"Apa kamu masih lama di sini??, , aku akan segera pergi"
Iris menatap koper milik Koyoko.
"Kamu akan pergi kemana?"
"Bukan urusanmu!"
"Apa yang terjadi denganmu??, , kenapa seolah aku telah berbuat kesalahan??, , lupakan. Aku kesini karena mencari Aileen. Kemana dia? beberapa hari aku juga tidak melihatnya di kampus?"
"Aku tidak tahu" Koyoko masih bersikap dingin hingga akhirnya menyulut kemarahan Iris.
"Aku tidak percaya dengan mu!, , kenapa sikapmu aneh sekali??" perempuan itu menarik lengan Koyoko dengan kuat hingga tak sengaja membuat pinggang Koyoko membentur meja yang ada di belakangnya.
"Aduh!" Koyoko memegangi perutnya.
"Maaf, ,aku"
Seketika Koyoko menajamkan tatapan matanya ke Iris, menepis tangannya kemudian.
"Kamu ingin tahu di mana Aileen berada?, , dia sudah pergi! meninggalkan negara ini!" Koyoko meraih kopernya dan menarik keluar dari rumah. Diikuti oleh Iris dari arah belakang.
"Dia tidak memberi tahuku kalau dia akan pergi?, , "
Setelah mengunci pintu, Koyoko berjalan menuju mobil sebuah taxi yang sebelumnya sudah menunggunya dari tadi.
"Dia tidak akan kembali ke negari ini!!" Koyoko telah memberikan koper miliknya kepada supir taxi, untuk di masukkan ke dalam bagasi.
"Kenapa??, , kenapa dia tidak akan kembali??" Iris semakin mendekati Koyoko, berharap sebelum perempuan itu pergi, akan memberikan penjelasannya.
Koyoko menoleh ke belakang dengan cepat. Matanya menyipit kemudian.
"Kenapa kamu tidak menanyakan hal itu kepada Kakakmu!!, , "
"Kak David??"
"Ya!!, tanyakan kepadanya apa yang telah dia perbuat dengan Aileen, hingga perempuan itu pergi!" Tanpa menunggu jawaban dari Iris Koyoko langsung masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Sementara Iris terlihat hanya diam seolah sedang mencerna ucapan Koyoko.
♡♡♡
Hari terakhir sebelum kembali ke Paris, David masih terlihat menghadiri acara resmi yang di adakan di negara itu. Tetapi raut wajahnya nampak tak senang. Dia selalu terlihat tak bersemangat semenjak nomor Aileen tak bisa di hubungi.
Di sela sela acara itu, David mencoba untuk kembali menghubungi Aileen. Tetapi tetap saja nomornya tidak mau terhubung.
Dia menggerakkan tangannya untuk membuat Ius mendekat kearahnya.
"Iya PresDir?"
"Apa jadwal seanjutnya untu hari ini dan besok?" David terlihat masih sibuk dengan ponselnya.
"Setelah acara ini selesai, PresDir akan kembali ke hotel, besok pagi harus sampai di Bandara pukul 10"
"Atur ulang untuk jadwal besok, kita akan kembali malam ini juga!"
"Baik PresDir"
Dan saat itu juga David mendapat panggilan dari Iris.
"Kamu tahu di mana Aileen?" sahutnya dengan cepat, dia merasa tidak sabar ingin segera mendengar kabar tentang Aileen.
"Aku juga ingin menanyakan hal itu!!" Suara Iris terdengar seperti menahan amarahnya dari seberang sana.
"Apa maksudmu?" Kening David berkerut. Dia berusaha mencerna ucapan Iris dengan baik.
"Apa yang Kakak lakukan kepada Aileen!!, , sampai perempuan itu pergi meninggalkan Paris!!"
"Apa!!, , Aileen pergi meninggalkan Paris??"
Suara kekehan Iris terdengar jelas seolah dia merasa bahwa Kakaknya sedang berpura pura tidak tahu permasalahan yang sebenarnya.
"Aku tidak mempermainkannya Iris!!, , "
"Lalu kenapa Koyoko bilang bahwa Ailen pergi karena kecewa dengan perbuatanmu!!" Iris menaikkan nada bicaranya, dia mencoba mencurahkan rasa kekecewaan itu kepada Kakaknya.
"Aku tidak!" David memaku bibirnya seketika. Dia teringat bahwa terakhir kali berbicara dengan Aileen adalah ketika dirinya menyuruh perempuan itu untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Apa dia menemukan berkas itu??"
David menghela nafas panjang untuk melegakan dadanya yang tiba tiba terasa sangat sesak. Tangannya melemah, semula dengan kuat memegang ponselnya kearah telinga, kini laki laki itu terlihat tertunduk. Dia bahkan belum sempat mematikan panggilan dari Iris.
♡♡♡
Setelah sampai di Bandara David langsung mengendarai mobilnya untuk menemui Aileen.
Di sana dia meliahat Kouoko sedang berbincang dengan seorang perempuan. Yang tak lain ternyata itu adalah pemilik rumah yang selama ini di tinggalai oleh Aileen dan Koyoko. Dia sedang menyerahkan kembali kunci segaligus untuk berpamitan.
David melompat dari mobil, dia berlari kearah Koyoko. Perempuan itu terlihat tak suka ketika melihat David di sana.
David berusaha menetralkan nafasnya yang terengah sebelum berucap kepada Koyoko.
"Dimana dia?" ucapnya seketika.
"Aku tidak tahu, dia bilang dia hanya ingin menenangkan diri!" Koyoko mengambil barang yang sebelumnya sudah dititipkan Aileen kepadanya.
Koyoko menyerahkan dua benda itu kepada David.
"Apa ini?" David menyelidik kearah kertas dan kotak kecil yang ada di tangan Koyoko.
"Ambillah, , kamu akan tahu!"
__ADS_1
Dengan penuh keraguan David meraih dua buah benda itu dari tangan Koyoko.
Raut wajahnya terpaku seketika saat membuka kertas itu. Dugannya selama ini benar. Bahwa Aileen telah menemukan berkas itu.
"Kemana dia pergi?"
"Aku tidak tahu!, , dia bilang hanya ingin menenangkan diri!" Koyoko mulai melangkah pergi.
"Dia pasti mengatakannya kepadamu kemana dia pergi, bukankah kamu sahabatnya?"
Koyoko menoleh. Dengan cepat dia menjawab.
"Bukankah kamu kekasihnya!!, , kenapa kamu malah bertanya kepadaku kemana dia pergi!!" Sejenak Koyoko menghela nafas. Sebelum melanjutkan ucapannya.
"Pergi menjauh dari Aileen, hal itulah yang terbaik untuk kalian!" Koyoko setelahnya pergi meninggalkan David yang masih berdiri terpaku dengan tatapan kosong.
♡♡♡
Semenjak kepergian Aileen, David selalu menghabiskan waktunya di kantor. Dia menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan untuk mengalihkan pikirannya dari Aileen. Hampir setiap detik dia selalu melirik kearah ponselnya. Berusaha untuk menghubungi Aileen walau pun tahu nomornya telah di blokir. David sudah tak memiliki gairahnya untuk melanjutkan hidup. Bagaimana pun juga dia mengakui kesalahan yang telah dia perbuat sejak awal.
"PresDir?, , anda tidak pulang?" Ius selalu mengingatkan David untuk kembali ke rumah, hampir dua hari dia berada di ruang kerjanya. Penampilannya pun terlihat seperti orang yang tak terurus.
"Aku masih harus menyelesaikan ini, kamu pulanglah!"
Ius menundukkan kepalanya, kemudian menutup pintu. Dia meraih ponsel untuk menghubungi keluarga Atasannya.
♡♡♡
"Apa kamu bilang??, , sudah dua hari David tidak pulang ke rumah??" Luna terkejut ketika mendapat kabar dari Ius, dia menjadi sangat khawatir saat itu.
"Kenapa sayang?"Barack yang duduk di sampingnya pun menoleh.
"Baiaklah" Luna menutup panggilannya.
"Apa yang sedang terjadi dengan Putra kita??, ,Ius bilang setelah pulang dari Luar Negeri David terlihat selalu murung. Dua hari ini dia juga selalu menghabiskan waktunya di kantor. Apa ada yang salah dengan anak kita?"
Luna melirik kearah ponselnya lagi ketika mendapat panggilan dari nomor kantor.
"Hallo??"
"Nyonya!, , PresDir pingsan" suara satpam di seberang sana terdengar sangat keras.
♡♡♡
"Saya tadi menemukan PresDir sudah tergeletak di lantai lobi, badannya sangat panas. Maka dari itu saya langsung membawanya kemari" ucap satpam itu.
"Terima kasih, maaf sudah merepotkanmu" setelah berbincang dengan satpam, Barack melangkah masuk ke dalam ruangan unuk menemui Putranya.
Laki laki itu masih tertidur karena dokter sudah menyuntikkan obat penenang. Dilihat dari kondisi tubuhnya yang memburuk dia selama beberapa hari tak bisa tidur dengan nyenyak berharap dengan obat penenang David bisa terlelap. Tubuhnya dehidrasi parah, terlebih lagi Gastristisnya kambuh bahkan sekarang semakin tambah parah karena David tak pernah mendapat asupan makanan sedikit pun, dia tak memiliki nafsu untuk mengisi perutnya.
Luna mengusap air matanya.
"Apa yang terjadi dengan David??, , dia sebelumnya tak pernah terlihat menyedihkan seperti ini??, , dia selalu ceria bahkan senyum tak pernah hilang dari wajahnya. Sayang bagaimana ini??" Air matanya semakin deras. Membuat Barack memeluk tubuh perempuan itu dengan erat, berusaha memberi ketenangan kepada Istrinya.
"Ini semua karena kesalahan Kak David sendiri!" suara Iris yang baru saja masuk, seketika membuat kedua Orang tuanya mengalihkan pandangan kearahnya.
Iris mulai menceritakan semua tentang hubungan Kakaknya dan Aileen, penyebab kenapa David bisa sampai seperti saat ini.
♡♡♡
Yang nggak suka konflik bisa di skip ya..
tapi jangan lupa jempolnya di tinggalkan. Naaaahhh iniii, , Udah tahu di suruh ninggalin jempol. Tapi masih ada yang tak bergeming😂😂
__ADS_1
Soal vote Author tak memikirkannya. Mau vote atau nggak author nggak maksa suka suka kalian. Yang penting terus setia membaca dan jempolnya😘😘😘