
"Kamu harus minum obat, atau radangmu akan semakin parah seperti dulu" ucap Luna sambil beranjak dari lantai.
Seketika Barack langsung merubah posisinya, kini dia duduk di atas sofa sementara tangannya bergerak menarik tangan Luna hingga tubuh Istrinya itu jatuh terduduk di pangkuannya.
Barack mendekap tubuh Luna dari arah belakang, kemudian memendam wajahnya di sela antara leher dan pundak Luna. Menghirup dalam dalam aroma tubuh Istrinya yang memberikan kenyamanan tersendiri di hatinya.
Nafas barack sangat terasa panas saat menyapu pundak Luna.
"Aku baik baik saja" nada bicara Barack terdengar sangat lemas.
"Baik baik saja gimana!! suhu tubuhmu sangat panas sekali!"ucap Luna dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.
Barack mengangkat kepalanya kemudian menyangga dagunya di pundak Luna.
"Tadi aku menemani klien makan siang di tempat kesukaannya. Mereka memesankan aku makanan yang berminyak aku merasa tidak enak kalau harus menolaknya" Barack berucap seakan sedang mengakui kesalahannya.
Luna memalingkan wajahnya ke arah Barack untuk mempermudah dirinya melihat kondisi wajah laki laki yang sedang tidak berdaya itu.
Dia merangkup ke dua pipi Suaminya.
"Sudah tahu radangmu itu akut, kalau kumat bisa tambah parah! kenapa masih saja makan makanan berminyak!!" ucap Luna dengan nada setengah jengkel.
"Kan ada kamu!" Barack berusaha mengecup bibir Luna namun Istrinya itu berhasil menarik wajahnya menjauh sebelum Barack mengecupnya.
Barack hanya tersenyum, matanya terlihat sayu karena suhu badannya yang tinggi memberi efek lelah yang teramat di tubuhnya.
"Kenapa kamu masih menolakku? bukannya kamu sudah tahu kalau ingatan buruk itu hanya mimpimu?" ucapnya dengan lembut.
Tatapan matanya menyapu wajah Luna dari arah dekat.
"Bukan karena itu" Luna melingkarkan ke dua lengannya di leher Barack.
Sementara barack semakin menguatkan lengannya yang melingkar di pinggang luna. Hingga memaksa tubuh Luna semakin mendekat ke arahnya.
Tangan Luna bergerak menyapu kening Barack yang terlihat basah karena keringat dingin. Setelahnya menangkupkan kembali ke dua tangannya di pipi dan menempelkan keningnya di kening Barack.
Luna memejamkan matanya.
"Aku akan menyerap suhu panas di tubuhmu" ucapnya dengan lembut.
Hidung mereka kini saling menempel.
Nafas mereka pun saling menyapu wajah satu sama lain.
Barack hanya tersenyum melihat wajah Istrinya yang tepat berada di depan matanya.
Tatapannya mulai nakal hingga dia berusaha mencuri ciuman dari bibir Luna saat mata Istrinya masih terpejam.
Luna menyadari hal itu. Matanya kembali terbuka dan menunjuk ke arah bibir barack dengan jari telunjuknya.
"Tidak ada ciuman dariku sebelum kamu minum obat" Luna berucap dengan nada menuntut.
Barack tersenyum kembali.
"Oke" Jawabnya pendek.
"Baiklah aku akan mengambilkan obat untukmu" Luna pun beranjak dari pangkuan barack.
__ADS_1
"Tunggu" Barack kembali menahan lengan Luna.
"Dua ya, penghilang nyeri dan penurun panasnya" ucapnya kemudian.
Luna hanya mengangguk pelan. Dia melangkah ke arah kamarnya dan mengambil dua botol obat di dalam laci, kemudian mengeluarkan masing masing satu pil dari dalam botol itu.
Setelahnya dia berjalan ke luar menuju ke arah dapur. Mengambil cangkir besar dan menuangkan air putih dari dalam teko keramik.
Luna bergerak ke arah sofa di mana kini Barack tengah terduduk dengan kepala menengadah bersandar di dinding sofa sambil memejamkan matanya.
"Barack" suara lembut yang keluar sari bibir Istrinya menggema memenuhi rongga telinga Barack.
Barack kembali membuka matanya sayup sayup dia melihat Luna tengah mengulurkan tangannya.
"Kamu baik baik saja?, apa perlu kita ke Dokter?" Luna merasa sangat khawatir melihat keadaan Suaminya.
"Tidak perlu, nanti juga sembuh" Tepisnya.
Barack menggelang untuk menolak meminum obat sendiri.
Luna menghela nafas panjang, dia pun duduk di samping Barack dan membantu memasukkan obat yang ada di telapak tangannya ke mulut Barack kemudian memberikan air minum itu kepadanya.
Barack menegug dengan cepat seakan tenggorokannya benar benar sangat kering hingga saat Luna memberinya air dia menghabiskannya tanpa sisa.
Luna meletakkan cangkirnya di atas meja.
"Kamu mau pindah ke kamar untuk istirahat?" ucapnya kemudian.
Barack hanya menggeleng pelan kemudian dia menyenderkan kepalanya di pundak luna, seolah mencari kenyamanan disana.
"Kamu tiduran saja di sini, aku akan membuatkan bubur untukmu" Luna berucap sambil menepuk pelan pipi Barack.
"Aku tidak lapar! kamu sudah berbohong padaku!" ucap Barack dengan nada menuntut akan janji Istrinya kepada Barack.
"Berbohong atas apa?" tanyanya dengan nada kebingungan. Seakan dia benar benar lupa dengan janjinya.
Barack menarik kepala dari sandaran pundak Istrinya.
"Kamu berjanji katanya akan memciumku kalau aku sudah minum obat" ucapnya seperti anak kecil yang sedang memohon kepada orang dewasa untuk memenuhi janjinya.
Luna melihat ke arah Barack dia hanya tersenyum saat mendengar Barack mengucapkan hal itu.
Kemudian dia mencium bibir barack hanya sekejap lalu menarik kembali wajahnya menjauhi wajah Barack.
Barack terlihat sangat kecewa.
"Apaan coba! itu bukan ciuman kali lun, , pelit banget" celetuknya.
"Sama saja, bibir ke bibir ini, aku akan membuatkan bubur untukmu, jangan seperti anak kecil yang susah di suruh makan saat sedang sakit" ucapnya sambil beranjak dari sofa.
Barack merasa gemas hingga meringkuk di sofa sambil menutupi wajahnya dengan bantal.
♡♡♡
Leo tengah berdiri di pintu kedatangan luar negeri. Dia sedang menunggu calon Istrinya yang datang dari paris sengaja pilang ke Indonesia untuk menengok keadaan Luna.
Senyum leo terlihat mengembang di wajahnya saat melihat Klara tengah berjalan ke arahnya dengan menarik sebuah koper.
__ADS_1
Klara langsung berlari dan memeluk tubuh Leo. Melampiaskan rasa rindunya setelah hampir satu minggu mereka tidak bertemu.
"Bagaimana keadaannya?" Ucap klara dengan penuh kehawatiran.
Setelah mendengar kalau Luna mengalami kecelakaan dan kehilangan sebagian ingatannya dia ingin sekali kembali ke indonesia namun pekerjaannya di sana tidak memungkinkan dirinya untuk menjenguk Luna saat itu juga.
Leo menghela nafas panjang.
"Bahkan setelah beberapa lama tidak bertemu yang kamu tanyakan langsung keadaan Luna?, , aku cemburu!" ucapnya dengan nada menghoda ke arah Klara.
Klara pun memukul dada Leo dengan keras.
"Apaan sih, aku serius ini, gimana keadaannya?"
"Iya iya aku juga bercanda, dia baik. Yaaaa, , hanya saja sepertinya kamu belum bisa menemuinya sekarang" raut wajah Leo terlihat meragu.
Kening klara berkerut matanya melihat ke arah Leo dengan tatapan penuh penasaran.
Pasalnya Leo tidak menceritakan kalau Luna masih membenci dirinya di dalam ingatannya yang sekarang.
"Kenapa bisa begitu? kenapa aku tidak boleh menemuinya?" ucapnya dengan nada menuntut.
"Nanti akan aku jelaskan kenapa, sekarang lebih baik kita pulang dulu. Kamu juga perlu istirahat" Leo mengambil alih koper Klara dan menggandeng calon Istrinya itu menuju ke arah mobil.
Senentara Klara masih memasang wajah penuh keheranan.
♡♡♡
Hampir setengah jam Barack menunggu Luna membuatkan bubur untuknya.
Membuatnya bosan, dia juga sudah tertidur sekitat 10 menit sebelumnya karena pengaruh obat dan tenggorakannya pun sudah lumayan tidak senyeri tadi.
Kini tangannya memegang stick game yang tersambung ke arah TV, dia bermain game berusaha mengatasi rasa bosannya.
Namun sekarang sudah hampir satu jam dia menunggu. Barack menaruh sembarangan stick gamenya ke arah meja dan meraih remot untuk berganti melihat TV.
Tidak lama kemudian dia mencium aroma harum yang khas akan rempah rempah yang menggugah nafsu makannya.
Luna duduk di samping barack dengan membawa semangkuk bubur itu di tangannya.
Dia meniup sesendok bubur sebelum menyuapi Barack dengan perlahan.
Raut wajah Barack sangat terlihat gembira, tatapan matanya tak pernah lepas dari wajah Luna.
"Terima kasih" ucapnya kepada Luna.
"Untuk?"
"Perhatianmu"
"Kenapa harus ada ucapan terima kasih??, , bukankah ini sudah menjadi kewajibanku?"
Barack tak bisa berkata apa apa setelah mendengar jawaban dari mulut Istrinya.
Dia hanya tersenyum dan kembali melahap bubur hingga habis tak tersisa.
**Jangan lupa baca juga novel author yang baru "My Soul"
__ADS_1
Sebelumnya author ucapkan banyak terima kasih kepada kalian😘😘😘**
😍😍😍 kalian luar biasa😍😍😍