Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
47 CEO: Love's Romance Separuh hidupnya


__ADS_3

David tak ingin mendengar lebih dari itu. Dadanya terasa sakit ketika mendengar laki laki lain mengatakan hal itu kepada Aileen.


David melangkah masuk ke dalam meletakkan cangkir kopi itu dengan penuh tekanan hingga menimbulkan bunyi keras ketika menyentuh permukaan meja.


Dia terlihat tak bisa tenang, setelah mendengar Kenzi menyatakan perasaannya kepada perempuan itu.


Sesaat duduk di bibir ranjang menggunakan kedua tangannya yang bertumpu di paha untuk menyangga kepala sementara jari jarinya meremas kuat rambutnya. Kemudian laki laki iti beranjak lagi dan kembali duduk di bibir ranjang, berulang ulang kali David melakukannya.


Laki laki itu melirik kearah pintu, sejenak dia terdiam sebelum akhirnya beranjak dan berjalan ke arah sana.


Perlahan David membukanya, melangkah keluar menjauh dari kamarnya, kemudian memaku tubuhnya ketika berdiri tepat di depan kamar Kenzi.


Matanya menatap celah pintu yang sedikit terbuka, pintu kamar Kenzi saat itu tak tertutup dengan rapat. Membuat David bisa dengan mudah membuka tanpa mengetuknya terlebih dulu.


David sempat mendengus kesal sebelum membuka pintunya perlahan. Baru selangkah masuk David tiba tiba memaku tubuhnya kembali. Matanya menatap lurus jauh kearah depan, tertuju ke pada dua orang yang sedang berdiri di balkon.


Dia melihat pemandangan yang sangat tidak mengenakkan dari balik pintu kaca yang tak tertutup gorden itu. Sehingga dengan leluasa David bisa melihat apa yang sedang mereka berdua lakukan. Dadanya bergemuruh ada rasa perih seperti di sayat sayat saat Kenzi tengah memeluk tubuh Aileen.


David menggertakkan giginya hingga rahangnya menguat sampai syaraf halus terlihat mencuat di pelipisnya.


David menunduk menghindari moment di mana saat itu tangan Aileen bergerak membalas pelukan Kenzi.


David mengepalkan tangannya dengan sangat kuat hingga terlihat memutih di setiap ruas jarinya. Ingin rasanya saat itu juga dia berlari kearah sana lalu menghadiahi Kenzi pukulan keras bertubi tubi tepat di wajahnya.


Namun David memilih untuk mengurungkan niatnya. Dia pernah membuat Aileen terluka dengan perangainya yang buruk saat rasa cemburunya waktu itu menguasai tubuhnya hingga David tak bida mengontrol emosinya .


Tetapi, David kali ini bisa menahan amarahnya dengan sangat baik. Dia menghela nafas panjang untuk melegakan dadanya yang sempat terasa penuh hingga sesak saat ingin bernafas.


David memilih pergi, dia melangkah keluar dari kamar kenzi kemudian. Berjalan menjauh sambil menikmati rasa sakit yang menderu dan menjalar keseluruh tubuhnya hingga tak ada ruang baginya untuk sejenak menenangkan pikirannya yang terguncang hebat.


♡♡♡


"Tuan??, , " salah seorang pelayan Bar di hotel itu terlihat sedang membangunkan David yang sudah tertidur di meja bartender.


"Tuan?" sekali lagi pelayan itu mengguncang tubuh David agar terbangun dari tidurnya.


Laki laki itu terlihat sangat mabuk berat, dia sampai tak mampu membuka matanya.


"Tuan??, , kita akan segera tutup. Kamu menginap di kamar nomer berapa? aku akan mengantarmu kembali ke kamar!!" ucap pelayan itu.


"Minggir kamu!!" David mendorong pelayan itu agar menjauh. Dengan tubuh sempoyongan David mencoba untuk tetap berjalan.


Pelayan sempat ingin menolong david ketika laki laki itu hampir jatuh tersungkur ke lantai.

__ADS_1


"Tuan apa kamu bisa berjalan dan kembali kekamarmu?"


"Aku bilang menyingkir!!, ,jangan menyentuh tubuhku!!" geramnya seketika. Membuat pelayan itu ketakutan hingga tak berani mendekati David lagi.


Dengan susah payah David yang sedang duduk sambil bersandar di pintu terlihat sedang berusaha untuk menangkan diri, mengumpulkan sisa sisa tenaga yang tersisa untuk dia gunakan kembali berdiri lagi.


Tubuhnya terhuyung saat berjalan menuju kearah lift, tetapi akhirnya dia bisa mencapai tempat itu tanpa terjatuh.


♡♡♡


David melangkah keluar dari lift dalam keadaan mabuk berat, dia masih memiliki daya ingat yang baik hingga dia bisa kembali ke lantai di mana kamarnya berada.


Langkahnya tertatih, sesekali dia terlihat berdiam diri sambil bersandar di tembok. laki laki itu memejamkan matanya, tangannya terlihat mengepal kuat ketika ingatan tentang Aileen saat membalas pelukan Kenzi kembali menghantui pikirannya.


Dengan cepat David membuka matanya, bola matanya terlihat sangat memerah. Dia berusaha berdiri tegap dan berjalan lagi menuju kearah kamar Kenzi.


David lepas kendali hingga menggedor gedor pintu kamar Kenzi dengan kuat. Membuat Kenzi yang sedang beristirahat di dalam terganggu, akhirnya Kenzi terbangun dan memutuskan untuk membukakan pintu.


Kenzi terkejut saat melihat David berdiri di depan pintu kamarnya. Laki laki itu terlihat sangat berantakan.


"David???, , apa yang sedang kamu lakukan tengah malam di sini?" hidung kenzi mengendus endus bau alkohol dari tubuh David yang terbang terbawa angin kearahnya.


"Kamu mabuk??"


"Bukan urusanmu!! menyingkir dari hadapanku!!" David menerobos masuk kearah dalam.


Dengan pandangan yang samar samar serta berbayang David menyelidik ke seluruh ranga kamar itu.


"Dimana perempuan itu!!" geramnya seketika.


Setelah menutup lintu, Kenzi kemudian berjalan mendekati David mencoba untuk menenangkan laki laki itu.


"Perempuan??, , apa maksudmu Aileen??"


David menoleh dengan cepat, tubuhnya kembali terhuyung hingga membentur tembok di sampingnya.


"Ya!!, , di mana dia??" sesekali laki laki itu cegukan akibat mabuknya.


"Dia tidak ada di sini??, , kenapa kamu mencarinya di kamarku?" mata Kenzi mengerucut kearah David saat laki laki itu terlihat sempoyongan jalan kearah balkon.


"Aileen keluar kamu!!" Ketika tak mendapati Aileen di sana David langsung membalikkan tubuhnya, dengan cepat matanya menajam kearah Kenzi.


"Di mana kamu sembunyikan Aileen!!" David berucap sambil melangkah mendekati Kenzi.

__ADS_1


Ketika berhasil berdiri di depan laki laki itu, tangan David bergerak mencengkeram kaos bagian leher yang dikenakan Kenzi.


"David kendalikan dirimu!" Laki laki itu berucap dengan tenang berharap David bisa mengendalikan dirinya kembali.


"Aku melihatmu memeluknya!!, , " Mata David setengah terbuka, kepalanya benar benar terasa berat hingga Dia terlihat sesekali bergidik untuk mengembalikan ketajaman dalam penglihatannya.


"David kamu"


"Jangan pernah berani menyentuhnya lagi!!" David memotong pembicaraan, dia berucap lirih namun penuh dengan ancaman.


"Singkirkan tangamu!!" Kenzi menepis tangan David yang sedari tadi mencengkeram kaosnya.


David roboh, kakinya sudah tak sanggup menopang berat badannya. Laki laki itu terduduk kemudian bersandar di tepian sofa. Matanya memerah entah dari mana air itu tiba tiba mencuat keluar dari ujung mata David. Dia seolah seperti akan kehilangan sebagian hidupnya. David menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya.


Kenzi menekuk lututnya menyamakan posisinya sejajar dengan David yang sedang tertunduk tak berdaya.


"Siapa kamu melarangku menyentuh Aileen??" suara berat yang keluar dari mulut Kenzi seketika membuat David mengangkat wajahnya, memandang kedua mata kenzi dengan tajam.


Kenzi terkejut, setelah melihat jauh lebih kearah dalam tatapan mata David yang dalam keadaan mabuk. Laki laki itu seolah tak main main dengan ucapannya.


"Dia milikku!!" David menengadah, kilauan bening yang semula berada di ujung matanya, kini mengalir perlahan melewati pelipisnya. David sengaja membiarkan kepalanya bersandar di sofa. Sejenak untuk mencari ketenangan di sana.


Kenzi sempat terkekeh, namun ketika melihat air mata David senyum di wajahnya perlahan menghilang. Diia duduk di lantai menggunakan kedua tangannya untuk menyangga tubuh dari arah belakang.


"Kamu menyukai Aileen?"


David kembali mengangkat kepalanya, namun gerakan kepalanya tak beraturan karena semakin terasa berat dan berat di setiap detiknya.


"Ya!!, , aku menyukainya!, , tapi gadis kecil itu sengaja tak mau mendengar ungkapan perasaanku!! dia telah mengabaikanku!, , kemudian dia lebih memilih berlari kearahmu bukan??, , kamu puas?, , he??, , kamu puas sudah mendapatkan perempuan itu kedalam dekapanmu??"


"Apa maksudmu David??" Kenzi mengerucutkan matanya kearah David yang kini sedang berusaha untuk beranjak berdiri.


"Aku tidak ingin bicara denganmu lagi!!" David berusaha keras untuk berdiri, tetapi sepertinya kekuatanya telah hilang. Laki laki itu terjatuh di atas sofa kemudian memejamkan mata di sana. David sepertinya sudah tak sanggup menahan semuanya.


Kenzi menghela nafas panjang, dia beranjak dari lantai kemudian menghampiri David. Memastikan bahwa laki laki itu memang benar benar sudah tertidur.


Susah payah Kenzi memapah tubuh David yang berat itu agar tidur di atas ranjang. malam itu Kenzi membiarkan David tidur di kamarnya.


Kenzi mendengus kesal, sejenak menatap wajah David yang sudah terlelap.


Laki laki itu kemudian membantu melepas sepatu yang masih membungkus kaki David satu persatu. Tangannya bergerak menarik selimut untuk menyelimuti tubuh David.


"Benar benar merepotkan!!" gumamnya. Kenzi meraih bantal dari sisi kepala David, dia berjalan kearah sofa. Malam itu Kenzi memilih untuk tidur di sana.

__ADS_1


__ADS_2