
"Mmm" Laki laki itu mengangguk pelan.
"Kamu tidak turun untuk berdansa?" Helena berusaha mengajak salah satu rekan bisnisnya itu untuk berbincang.
"Aku tidak tertarik, karena aku juga tidak bisa berdansa dengan baik tentunya" laki laki itu terkekeh sendiri dengan uncapannya.
Helena tersenyum, ujung matanya mengawasi tatapan mata Adrian yang sedari tadi melihat ke arah perempuan yang sedang berdansa dengan Leo.
"Kamu tertarik dengannya?" pertanyaan Helena seketika mengalihkan pandangan Adrian ke arahnya.
"Maksudmu?" tanya laki laki itu.
Helena sedikit menggerakkan kepalanya untuk menunjuk ke arah Luna dengan dagunya.
"Aku perhatikan kamu dari tadi selalu melihat ke arah wanita itu"
Adrian menggeleng pelan, sambil meletakkan gelas di atas meja setelah berhasil menghabiskan minumannya dalam sekali tegug.
"Kenapa? apa tebakanku benar? sehingga membuat dirimu terlihat frustasi seperti sekarang ini?" Helena terawa geli melihat ekspresi Adrian.
"Kenapa kamu tidak coba mendekatinya?" tambahnya.
Laki laki itu menghela nafas panjang.
"Dia Istrinya Barack"
Helena menyemburkan air yang belum sempat di tegugnya saat mendengar ucapan Adrian.
"Kamu baik baik saja?, , kenapa bisa sampai tersedak seperti ini?" Adrian mengambil sapu tangan dari saku dan memberikannya ke pada Helena.
"Terima kasih" ucap perempuan itu sambil membersihkan sisa sisa air di sekitar mulutnya.
"Dia sudah berkeluarga. Mana mungkin aku mendekati perempuan yang sudah bersuami?"
"Perempuan yang sedang berdansa dengan Leo itu Istrinya Barack?" dia berucap dengan penuh rasa penasaran.
"Mm" Adrian hanya mengangguk, kemudian ujung matanya kembali melihat ke arah Luna yang sangat terlihat menawan malam itu.
"Hanya melihat senyumnya, aku sudah sangat senang" tambahnya.
"Apa maksud ucapanmu?, , secara tidak langsung kamu mengakui ketertarikanmu kepada Istri rival bisnismu itu?"
"Aku tidak tertarik, hanya sekedar mengagumi kecantikannya saja" Adrian tersenyum lagi ke arah Helena dengan ekspresi wajah yang tak terbaca.
♡♡♡
"Aku hanya pergi dua malam di kota itu dan akan menginap di hotel X saat berada di sana" Luna sedang meminta ijin kepada suaminya untuk pergi menemani atasannya dalam perjalnan bisnisnya.
"Kamu tidak marahkan?, aku akan ikut pertemuan para desainer ternama di sana"
__ADS_1
Barack berjalan dari arah dapur menuju ruang TV kemudian duduk di atas sofa. Dia membungkuk sementara ke dua tangannya menarik pinggang Luna yang sedang duduk di atas karpet sambil menikmati permen lolipopnya.
Menempatkan tubuh Luna untuk duduk di bawah sofa dan mengapit tubuh perempuan itu dengan ke dua kakinya.
"Kamu serius mau pergi ke luar kota dan menginap dua malam di sana?" ucapnya sambil memijat kecil kepala Istrinya.
"Kesempatan tidak datang dua kali Barack, ini kesempatanku bertemu dengan desainer ternama dari seluruh penjuru dunia. Mereka berkumpul menjadi satu untuk bertukar pikiran. Jadi bolehkan aku ikut ke sana?" Luna mendongak dan menyandarkan kepalanya di atas sofa di sela sela paha Suaminya, sementara matanya menatap lurus ke arah wajah Barack.
Laki laki itu menunduk, menatap wajah Istrinya dari arah berlawanan.
"Apa pun asal kamu bahagia" Barack pun mengecup kening Istrinya.
"Itu permennya di taruh dulu napa?"
Luna hanya tersenyum saat Barack meminta dirinya menaruh permen yang terus di sesapnya itu.
"Kamu mau?" Luna mengulurkan lolipop itu ke arah mulut Barack.
Dengan cepat Barack melahap permen rasa melon itu dan menggigit habis dan hanya menyisakan batang permen untuk Luna.
"Kok di habisin?" Luna mengangkat kepalanya yang sempat bersandar di sofa lalu memutar tubuhnya menghadap ke arah Barack.
Barack terkekeh geli saat melihat ekspresi Luna seperti anak kecil.
"Mau di ambil lagi?, , nih" Barack menjulurkan lidahnya dan menempatkan sebagian permen berwarna hijau itu di sana.
Luna beranjak dari atas karpet dan langsung melumat lidah Barack untuk mengambil permennya kembali.
Luna menarik tubuh dan melepas ciumannya. Namun Barack berganti meraih tengkuk Luna, membalas ciuman Istrinya itu.
Salah satu tangan Barack meraih kaki Luna untuk naik ke atas sofa dan satunya lagi mengangkat pantat Luna lalu memposisikan tubuh perempuan itu duduk di pangkuannya hingga menempel dan terlihat posisi mereka begitu intim.
Beberapa detik dia melumat bibir Luna dan menikmati rasa manisnya melon di bibir perempuan itu yang berasal dari permen lolipop.
Kemudian Barack melepaskan ciumannya.
"Kenapa kamu selalu berhasil menggodaku?: Barack mendengus dengan kesal.
"Aku tidak sedang menggodamu, aku hanya merebut kembali sisa permenku" ucapnya membela diri.
"Oh ya, , kalau bagimu itu bukan sedang menggodaku, lalu sikap seperti apa yang cocok di sebut dengan menggoda" Barack bersedekap, seakan menantang Istrinya itu dan sengaja ingin membuat Luna melakukan hal yang sedikit terlihat nakal di matanya.
"Kamu ingin melihatku saat aku sedang menggodamu?" ucapnya seraya memamerkan tatapan matanya yang nakal ke arah Barack.
Sementara barack masih bersedekap dan menarik punggungnya untuk menyender di dinding sofa, dia sengaja menunggu Luna memperontonkan dirinya saat sedang menggoda seorang laki laki.
Ke dua tangan Luna meraih kemejanya sendiri, membuka perlahan satu persatu kancingnya.
Hingga berhasil membuka dua kancing bajunya, namun saat itu seketika Luna menghentikan aksinya.
__ADS_1
Entah apa yang sedang di pikirkan namun dia seolah ingat pernah melakukan hal itu di depan Barack.
"Kenapa berhenti?" Barack terlihat sedikit kecewa saat melihat Istrinya tengah berhenti untuk membuka semua kancing bajunya.
Luna menggeleng pelan.
"Apa aku pernah melakukan ini? maksudku membuka bajuku sendiri di depan matamu dan berusaha menggodamu?" Barack tersenyum mendengar ucapan Luna.
"Iya, bahkan kamu telah berhasil membuka seluruh kain yang membalut tubuhmu" Barack berusaha berbohong sambil menahan senyumnya.
"Bohong!, , Kapan aku melakukan hal itu coba" Luna berusaha menepisnya.
"Benarkah aku pernah melakukan hal itu?, , kalau memang benar, ya ampuunnn memalukan!"
"Dulu, setelah hampir satu bulan aku tidak menemui mu. Kamu sengaja menggodaku saat kita bertemu" Barack masih menahan senyumnya.
"Ha!! serius?? masak sih" Luna berucap menepisnya lagi karena dia tidak percaya dengan semua yang di ucapkan oleh Suaminya.
"Iya. Kamu tahu saat itu apa yang kamu lakukan untuk menggodaku?, , lihat apa yang aku lakukan maka kamu akan berkaca ke pada sikapmu yang dulu saat menggodaku" Barack meraih kerah baju luna, memulainya dari sana dengan membuka kembali kancing baju Luna yang tadi sempat di tutupnya kembali.
Laki laki itu kini sudah berhasil membuka seluruh kancing baju Luna. Barack menatap mata Istrinya dangan tatapan penuh arti sebelum menyilakkan kemeja Luna.
Matanya teralihkan ke dada Luna saat melihat belahan di sana. Kain berwarna hitam itu melekat dengan erat hingga menampakkan dada Luna seperti sedang bersusah payah hanya untuk sekedar naik turun mangatur nafasnya.
Kemeja Luna belum sepenuhnya membuka hanya memperlihatkan di bagian tengahnya saja yang terlihat.
Wajah Luna memerah padam karena malu. Sudah beberapa kali sebenarnya mereka melakukan hal itu namun, perempuan itu masih merasa seperti saat akan melakukan malam pertamanya.
Ke dua tangan Barack menelusup di dalam kemeja Luna dan bergerak naik meraih pengait yang ada di punggung belakang Isyrinya.
Setelah berhasil melepaskan dalaman berwarna hitam itu kini tangannya meraih pundak Luna dan mendorong sedikit kemejanya hingga jatuh terjun bebas menuruni lengan Istrinya.
Luna semakin malu saat melihat dalamannya sudah terlepas dan memperlihatkan bagian dadanya yang mulus itu.
"Tunggu!!" Luna berucap saat tangan kanan Barack berusaha menyentuh dadanya.
Barack memaku tangannya di sana untuk menunggu Luna meneruskan ucapannya.
"Aku tidak mungkin membuka bajuku sendiri seperti ini di depanmu. Kamu pasti berbohong!" Luna menutup bagian dadanya dengan tangannya seperti memeluk tubuhnya sendiri.
Barack tertawa geli.
"Serius, dulu kamu pernah menggodaku seperti ini"
"Bohong!!" Sahut Luna.
"Serius!, dan kamu tahu seperti apa aku menganggapi rayuanmu?" Barack tentu saja berbohong, sudah jelas saat itu dia menghentikan Luna saat akan membuka kancing bajunya dulu.
"Gimana?" ucap Luna mrnanggapi perkataan Suaminya.
__ADS_1
Barack langsung menyambar bibir Luna dan melumatnya habis habisan. Dia berdiri dari sofa dan menggendong tubuh Istrinya, sementara kaki Luna melingkar dengan erat di pinggang Barack.
Laki laki itu kini membawa Luna masuk ke dalam kamar dengan bibir yang terus saling berpagutan.