Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
76 CEO: Love's Romance Tak sesuai rencana


__ADS_3

Tok tok tok !!


"Sayang??, , David sudah menunggumu di bawah" Cici sedikit menaikkan nada bicaranya, agar Aileen yang ada di dalam kamar mendengar suaranya.


Di seberang pintu, Aileen masih terlihat kebingungan.


"Koyoko!!, , bantu aku dong!, , bilang sama Mamahku kalau aku demam ya!" Aileen menangkupkan tangannya di depan Koyoko.


"Apa kamu sudah gila!!, , kalau sampai Mamahmu tahu aku berbohong bisa diusir dari sini aku!! lagi pula ada ada saja. Mamah masuk ke kamar terus lihat kondisi kamu baik baik saja, ketahuan banget kan boongnya!! dasar! dengarkan aku Aileen. Kamu pergi sama dia, , selesai makan langsung pulang. Bukannya itu mudah??" Koyoko berucap dengan santai tetapi bagi Aileen yang menjalaninya itu terasa sangat berat.


"David itu mengerikan!!, , kalu dia tiba tiba menculikku! aku tidak bisa melawannya! dia kadang juga sering suka asal, , cium!" suara Aileen merendah diakhir kalimat. Dia juga sempat mengingat kejadian di mana David dulu pernah bersikap kasar.


"Tidak mungkin David akan melakukan hal itu. Percayalah kepadaku!" Koyoko berucap dengan penuh percaya diri, kedua alisnya pun terangkat.


♡♡♡


Tak lama David melihat Aileen berjalan menuruni anak tangga, dia menutupi mulutnya sambil terkekeh karena melihat penampilan Aileen.


Perempuan itu mengenakan kaos dan celana santai. David tahu kalau Aileen melakukannya dengan sengaja.


"Kakak iiiihh, , kok gini penampilannya!!, , Maaah anakmu niih!" Teriak Lena setelah melihat penampilan Kakaknya.


"Iya, , Mamah sedang sibuk sayang. Kamu bantu Kakakmu ya" teriak Cici dari arah dapur.


Aileen berjalan melewati Lena dengan menjulurkan lidahnya. Seolah aduan kepada Mamahnya tak membuahkan hasil.


"Wwwweekkk!!"


"Kak, , ganti bajumu!! kasian Kak David yang sudah memakai jas rapih. Masak iya makan malam di restoran kamu pakai kaos sih??" Lena berusaha mengejar Aileen yang berjalan kearah sofa.


Tetapi Aileen telah berlari mendekati David, berlindung di belakang tubuh laki laki yang kini beranjak dari sofa dan berdiri di sana.


"Kak ayo, ganti bajumu!" Lena berusaha menarik tangan Aileen, dia bermaksud membawanya kembali ke dalam kamar, memaksa perempuan itu untuk mengganti bajunya.


Tetapi Aileen berusaha menghindar sambil terus mencari perlindungan dari tubuh David.


"Aku tidak mau!!, aku lebih merasa nyaman dengan pakaian seperti ini!" Aileen meraih jas yang di kenakan oleh David, memcengkeramnya di bagian belakang.


David berusaha membantu Aileen dengan menggerakkan tubuhnya mengikuti gerakan Lena. Tanganya pun diarahkan kebelakang untuk melindungi Aileen.


"Biarkan dia Lena" ucapnya memihak Kepada Aileen.


"Tidak bisa!! dia harus menganti bajunya. aku sudah berjanji kepadamu Kak kalau Kak Aileen akan lebih cantik dari semalam. Kak ayolah kak!" Lena tertawa ketika hampir mendapatkan Aileen.


"Kena kamu!" Lena hampir meraih tubuh Kakaknya.


Aileen bergerak mundur agar Lena tak bisa menangkapnya, dan saat itu David meraih tangan Aileen. Memutar tubuhnya kebelakang menghadap kearah perempuan itu. David menarik Aileen ke dalam dekapannya.


Tubuhnya dan tubuh Aileen bergerak beriringan ketika Lena yang berada di belakang David berusaha keras ingin menangkap Aileen.


"Lepaskan dia Kak!" teriak Lena dalam tawanya.


"Jangan David!, , jangan biarkan Lena mendapatkanku!!, , aku tidak mau memakai gaun itu!" Aileen yang berlindung dalam dekapan David, memendam wajahnya ke tubuh lali laki itu.


Tanpa di sadari mereka bertiga tertawa menikmati permainan kucing kucingan seperti anak kecil.


Ketika Luna hampir mendapatkan Aileen. Devid mengangkat tubuh Aileen. Membuat perempuan itu menyangga tubuhnya dengan tangan yang bertumpu di pundak David agar tidak terjatuh.

__ADS_1


Aileen dan David masih sempat tertawa ketika Lena berputar ke sisi lain untuk meraih tubuh Aileen.


David mendongak kearah wajah Aileen yang jauh lebih tinggi di atasnya, dia merasa sangat senang bisa melihat tawa Aileen yang sangat dirindukannya.


Seketika Aileen juga mengalihkan pandangannya kearah David saat melihat Lena berhenti mengejar.


Mereka saling menatap, tersadar dengan posisinya yang saat ini berada dalam gendongan David membuat dada Aileen berdetak tak beraturan, senyum di wajah Aileen perlahan menghilang.


"E, , tu, ,turunkan aku!" ucap Aileen dengan terbata.


Saat itu juga Lena telah berhenti mengejar, dia membiarkan Aileen dan David menikmati waktu untuk berdua.


Matanya terlihat sendu ketika menatap Aileen, David sengaja menurunkan tubuh perempuan itu dengan sangat perlahan. Dia ingin menikmati setiap detik Ketika tubuh Aileen bergerak menurun. Saat wajah mereka berpapasan, David sempat menahan tubuh Aileen agar sejenak tetap seperti itu. Mereka sangat dekat, membuat Aileen memalingkan wajahnya ketika nafas laki laki itu terasa hangat ketika menyapu wajahnya.


"David!" ucapnyanya dengan lirih, Aileen meminta David untuk melepaskan dirinya.


Ketika kaki Aileen menyentuh lantai, David tak langsung melepaskan perempuan itu.


Sejenak Dia menatap wajah Aileen, sengaja membuat perempuan itu salah tingkah.


Aileen berusaha mendorong tubub David agar menjauh darinya.


David kemudian dengan senang hati melepaskan tubuh Aileen,


"Aileen?" Suara Cici membuat Aileen mundur menjaga jarak dari David. Perempuan itu menyelidik kearah Putrinya.


"Kenapa kamu pakai pakaian seperti ini??"


"Aku sudah memaksa untuk mengganti bajunya. Tetapi Kak Aileen tidak mau" ucap Lena yang sudah duduk manis di sofa. Sejak tadi dia hanya duduk di sana sambil menikmati pemandangan di depan matanya.


"Aku nyaman seperti ini kok Mah" perasaannya tak enak, dia takut Mamahnya akan menyuruh dirinya memakai gaun. Maka dari itu dia menggandeng tangan David lalu mengajaknya buru buru keluar dari rumah.


Sementara Cici hanya menggelengkan kepala karena merasa heran.


Aileen memaku tubuhnya. Dia berusaha menghela nafas menetralkan perasaan.


"Kenapa kamu diam saja!!" Aileen kebingungan ketika David hanya berdiam diri dan tak membuka kunci alarm mobilnya.


"Kamu masih menggenggam tanganku!" David berucap sambil melirik kearah tangannya.


Dengan cepat pandangan Aileen menurun kearah sana. Dia langsung menepis tangan David kemudian tertunduk menyembunyikan wajahnya karena malu.


"Iiihhh memalukan!!!"


Aileen menepuk pelan keningnya sendiri.


David tersengum manis sambil melangkah ke sisi lain untuk masuk ke dalam mobik.


♡♡♡


Sepanjang perjalanan, di dalam mobil terasa sangat sepi. Tak sepatah kata pun keluar dari bibir mereka. David juga lebih memilih diam karena tak ingin memancing kemarahan Aileen ketika nanti dia salah dalam berucap.


Mobil yang dikendarai oleh David berhenti di kedai pinggir jalan, mebuat Aileen sedikit kebingungan.


"Kenapa berhenti di sini?" Aileen berucap dengan nada datar, bahkan lebih terkesan dingin saat itu.


"Aku ingin mengajakmu makan di sini" David mematikan mesin mobilnya.

__ADS_1


"Dengan pakaian seperti ini?" Aileen menunjuk kearah jas yang di kenakan oleh David.


Laki laki itu menghela nafas kemudian dia melepaskan jas, menarik dasi kemudian melepaskannya, dia juga melepas kancing di kedua ujung lengan kemejanya lalu melipat ke atas sampai kesiku. Tak lupa David membuka dua kancing kemeja yang menutupi dadanya.


"Sudah cocok kan aku makan di kedai pinggir jalan dengan dandanan seperti ini?" Terakhir David mengacak acak rambutnya yang rapih agar menutupi sebagian matanya.


Dan saat itu langsung membuat wajah Aileen merona. Dia dulu sangat menyukai gaya rambut David yang seperti sengaja di buat berantakan hingga menutup penuh keningnya.


Aileen berdehem menetralkan perasaannya.


David keluar dari mobil, berjalan ke sisi lain kemudian membantu Aileen membuka pintunya. Dia juga sengaja membungkuk memasukkan setengah badannya ke dalam mobil untuk membantu Aileen melepas sabuk pengaman.


Dada Aileen berdebar ketika menyadari bahwa dirinya sangat berdekatan dengan David. Aileen menoleh kearah lain, menghindari kedekatan diantara mereka.


David sadar ketika Aileen melakukan hal itu, dia menarik tubuhnya agar segera menjauh dari Aileen. Ketika perempuan itu bergerak keluar, tangan David meraih kepala Aileen. Melindungi perempuan itu agar tidak terbentur dinding mobil. Dan itu membuat Aileen merasa nyaman. Merasa terlindungi.


♡♡♡


David memilih berbagai makanan ringan, dia tidak terlalu tahu dengan apa apa yang dijual di sana. Sebenarnya David ingin membawa Aileen ke sebuah restoran yang sebelumnya sudah dipesan. Tetapi Melihat Aileen sepertinya tak nyaman dengan tempat seperti itu David pun memilih untuk mengajak Aileen makan di tempat yang membuat perempuan itu merasa nyaman.


Aileen melihat guratan kebingungan di wajah David. Dia sepertinya mengerti bahwa David tidak tahu makanan apa yang harus dia pilih.


Akhirnya Aileen memutuskan untuk memilih makanan yang cocok untuk David.


Tak menunggu lama, pesanan pun datang. Dengan lahap Aileen langsung segera menyantap makanan itu.


David dibuat terpaku dengan Aileen yang dengan cepat ingin segera menghabiskan makannanya.


"Kamu bisa makan pelan pelan kan?" ucapnya dengan nada menuntut, meminta Aileen agar menghabiskan makananya secara perlahan.


"Aku ingin segera menghabiskan makanannya, dengan begitu aku bisa segera cepat pulang ke rumah" Aileen berucap dengan penuh makanan di mulutnya. Raut wajahnya pun terlihat tak menyenangkan.


David menghela nafas, dia tahu Aileen tidak ingin berlama lama duduk menghabiskan waktu bersama dengan dirinya.


Akhirnya David kehilangan nafsu makannya. Dia memilih untuk tak menyentuh sedikit pun maknan itu.


Melihat David tak memakan sedikit pun makanannya, Aileen memutuskan untuk mengambil makanan itu dan menghabiskannya dengan rakus.


"Pelan pelan Ai, , perutmu nanti sakit" David tidak marah, ketika Aileen menyambar makanannya, dia bahkan mendekatkan minuman milik Aileen agar perempuan itu mudah menggapainya.


Sesekali Aileen melirik untuk mengamati ekspresi wajah David, dia berharap laki laki itu akan illfeel ketika melihat dirinya rakus. Bukannya berhasil membuat David illfeel dengan dirinya, kini yang ada malah perut Aileen sakit karena kekenyangan.


"Adduuhhh, , kenapa juga aku ikuti saran dari Koyoko. Kalau seperti ini kan namanya menyiksa diri sendiri"


David melirik kaerah Aileen yang sedang sibuk mencari sesuatu di atas meja.


"Cari apa kamu?" David berucap dengan lembut.


"Tisu!" sementara Aileen berucap dengan ketus. Dia selalu berusaha untuk membuat David tak nyaman berada disisinya. Tetapi Laki laki itu sepertinya malah sangat menikmati kedekatannya dengan Aileen.


David mencoba membantu Aileen mencari tisu di sana, tetapi dia juga tak menemukannya. David melirik kearah Aileen yang sedang mencoba membersihkan bibirnya dengan tangan.


"Jangan Ai, , tanganmu kotor" ucap David sambil menahan tangan Aileen.


David kemudian menggerakkan tangannya meraih dagu Aileen. Memaksa perempuan itu menghadap kearahnya.


Pandangannya menyelidik ke bibir Aileen yang terdapat sisa makanan di sana.

__ADS_1


Aileen terpaku, tiba tiba dadanya berdebar ketika David menatap bibirnya.


__ADS_2