Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#23 TERLAMBAT


__ADS_3

 


Paginya luna bangun dengan kedua mata yang sangat sembab. Dia melirik ke arah cici yang masih tidur di sebelahnya.


 


"Ci, bangun, kamu tidak kuliah?" kata luna mencoba membangunkan cici.


Pelan pelan cici membuka matanya dan mendapati wajah luna tepat di depannya.


"Astaga!! ya ampuuuunn luna,, wajahmu kenapa bisa jadi seperti ini" kata cici terperanjat kaget melihat wajah luna sembab semua, efek karena semalam menangis.


"Kenapa jelek ya, kan memang sudah dari sononya" kata luna sambil kembali menutup tubuhnya dengan selimut.


"Kamu seperti bukan luna yang aku kenal deh!" kata cici.


"Maksutnya??" tanya luna sambil mengernyutkan dahi.


"Iya, , luna yang biasa aku kenal dia itu penuh dengan semangat untuk mendapatkan sesuatu, masalah sebesar apapun tidak akan membuat dia jadi putus asa, kamu harus ingat gimana dulu kamu sebegitu semangatnya mendapatkan perhatian aryo walau pun kamu sudah tau kalau dia tidak menyukaimu, sedangkan sekarang apa coba? baru denger dia bilang kalau kamu bukan apa apa baginya kamu sudah menyerah , , semangat donk" kata cici menyemangati luna sambil mengikat rambutnya.


"Enak banget kamu kalau ngomong, aku yang menjalaninya juga setengah mati tahu, memang luarnya saja yang kelihatan tegar, padahal mah, dalemnya juga memble" kata luna sambil membuka selimut yang menutupi wajahnya.


"Hahahahhaha, , itu lebih bagus, dari pada kamu seperti ini, kaya tidak ada gunanya tahu nggak! kamu harus bisa menakhlukkan barack!" cici menyemangati luna


"Apaan! naklukkin aryo aja aku tidak bisa, apa lagi ini, yang super duper susahnya minta ampun" kata luna.


"Kata siapa? tau tidak kemarin aryo bilang kalau dia menyukaimu tahu" kata cici sambil mengambil handuk dan menaruhnya di pundak.


"Serius kamu?? masak sih? ah tidak percaya aku" kata luna kegirangan


"Idih., baru juga semalam kamu nangis nangis, sekarang sudah seneng lagi mendengar aryo udah jatuh cinta sama kamu, lagian kapan aku pernah bohong coba?" kata cici.


"Yaaaa gimana tidak girang buuk, berapa tahun coba aku menaklukkan dia, tapi kenapa aku biasa aja ya, denger dia menyukaiku?" kata luna.


"Karena hatimu sekarang sudah berlabuh ke tempat lain" kata cici.


Wajah luna mulai kembali tidak bersemangat.


"Ayolah luunn, perlihatkan jiwa pejuangmu, kamu harus semangat, bahkan jika nanti ceweknya yang dulu udah ninggalin dia demi karirnya kembali lagi ke sini, kamu harus tetap perjuangkan cintamu, karena apa, sudah tertulis di surat takdir kalau kamu itu adalah calon istri barack" cici penuh semangat.


"Ah lebai lu ci,, udah sana mandi, aku tidak mau berangkat pokoknya" luna sambil menutup kembali tubuhnya dengan selimut.


"Terserah kamu lah" cici langsung masuk ke kamar mandi.


 


Sesampainya di kampus cici berjalan menuju kelasnya karena sebentar lagi kelas akan di mulai.


 


"Ci, luna tidak berangkat?" kata aryo yang tiba tiba datang.


"Tidak" jawab cici pendek.


"Kenapa?, terus sekarang dia di rumah?" tanya aryo.


"Memang kenapa?" tanya cici.


"Ya pengen ketemu terus ngobrol sama dia" kata aryo.


"Heh,, kan dia sudah tidak mau ketemu sama kamu lagi".


"*T*unggu kalau aku kasih tahu luna dimana, siapa tau dia bisa menghibur luna, tapi kalau sebaliknya gimana?, alah coba saja dulu" kata cici dalam hati.


"Yo, kamu janji tidak bakal bikin dia sakit hati kan" kata cici.


"Tidak, aku janji, nyatanya sekarang aku sudah nggak pernah jalan sama temen temen cewekku itu, apa itu kurang bukti?" ata aryoencoba meyakinkan cici.


"Oke, aku kasih tau dimana luna" kata cici.


 


Saat itu di tempat lain, di perusahaan pak wibowo di ruang kerja barack. Dia tengah sibuk mengecek laporan di laptopnya.


 


Tapi sesaat pikirannya terganggu dengan perkataan luna semalam.


flash back


"Karena aku menyukai mu! tadinya aku tidak yakin sama perasaanku ini, tapi mendengar kamu berbicara dengannya di telepon dan mendengar kalau aku bukan siapa siapa bagimu aku benar benar sakit hati, karena itu, aku yakin kalau aku memang menyukai mu! dan, trimakasih karena sudah mau memanggil namaku"


flash back off


Barack menyenderkan tubuhnya ke dinding kursi sambil menghela nafas panjang.


"*Ha*nya dengan beberapa patah kata saja dia sudah membuat perasaanku berantakan seperti ini???" kata barack dalam hati.


Dia segera mengambil kunci mobil dan bergegas pergi dari keluar dari kantornya.


 


Di rumah tante cici, aryo sudah berdiri di depan pintu untuk menunggu luna keluar.


 


Tidak lama luna pun keluar dari rumah tantenya cici.


"Dari mana kamu tahu aku disini, heh, pasti cici yang cerita ya? mau ngapain?" kata luna sambil membuka pintu.


flash back on


"Dia di rumah tanteku, tapi dia lagi sedih, takutnya ntar kalau kamu kesana dan dia melihat muka kamu yang ada nanti malah menambah emosinya" kata cici.


"Sedih?? karena cowok sialan itu?" kata aryo.

__ADS_1


"Barack, nama calon suami luna" cici menjelaskan.


"Tidak usah di jelasin kali, aku janji tidak bakal buat dia marah"kata aryo.


"Ngeliat muka kamu aja dia udah males tuh, ya sudah, coba saja kamu kesana, siapa tau bisa membuat hatinya sedikit membaik" kata cici.


flash back off


"Kamu habis nangis?" kata aryo.


"Aku nanya kamu! kenapa malah nanya balik!" jawab luna dengan nada ketus.


"Mmm, jalan yuk" kata aryo mencoba membujuk luna.


"Kamu tahu kan, kalau aku masih sebel sama kamu" kata luna.


"Gimana caranya agar aku bisa dapat maaf darimu, atau gini deh, kita nonton, makan? lakuin apa aja kesukaan mu, aku akan menemanimu" kata aryo terus membujuk luna.


"Aku bilang aku tidak" luna tidak sengaja melihat mobil barack yang baru saja datang dan berhenti di kejauhan.


Dia pun mengubah pikirannya.


"Boleh, ayo kita jalan".


"Ss, serius???" tanya aryo sedikit tidak percaya.


"Serius, ayo" luna langsung memegang tangan aryo.


Dari kejauhan barack melihat semua itu. Dia hanya diam dan menggenggam erat setir dengan kedua tangannya.


 


Luna memakai helm dan langsung membonceng aryo, motor aryo pun melaju dengan cepat melewati mobil barack.


 


Barack mencoba mengikuti kemana mereka pergi.


"Kamu pengen pergi kemana?" kata aryo dengan nada tinggi di tengah tengah perjalanan.


"Terserah kamu deh" luna.


Aryo pun mengajak luna ke pantai. aryo memarkirkan motornya dan mengajak luna jalan jalan.


Barack yang terus mengikuti luna memarkirkan mobilnya agak jaur dari motor aryo. Dan dia pun mengikuti kemana luna pergi dari kejauhan.


Saat berjalan menuju pantai aryo mencoba menggandeng tangan luna, namun luna mencoba menghindar dengan sesekali memegang leher belakangnya.


"mm, kenapa mengajakku ke sini?" tanya luna mencairkan suasana.


"Ikut aku, aku akan membuat hati kamu jadi plong" kata aryo lalu menarik tangan luna.


Mereka pun berlari ke jalan layang lingkar di tengah pantai.


"Hahahahah, , tidak mungkinlah, coba teriak sekencang kencangnya , , nanti hati kamu pasti akan terasa lega" kata aryo.


"Halah, kaya di pelem aja, malu maluin tahu, banyak orang juga" kata luna.


"Kok gitu, ,ayo donk coba, serius aku tidak bohong, aku ajarin ya" kata aryo.


"Ih tidak usah yo, malu tau" kata luna.


"A" aryo belum sempet berteriak luna langsung mencoba menutupi mulut aryo dengan tangannya.


"Mmmm mmmm mmm" aryo mencoba berteriak dalam keadaan mulut tertutup.


"Ih diem ih, ahahahahah" luna pun tertawa.


Aryo pun menatap ke arah luna sambil memegangi tangan luna yang menutupi mulutnya.


"Mmm, maaf" kata luna sambil menarik kembali tangannya.


"Akhirnya kamu tertawa juga" kata aryo terus memandangi luna.


"Ikut aku" kata aryo menarik tangan luna dan menggandengnya.


"Kemana" tanya luna.


Aryo terus mengajak luna berjalan, hingga akhirnya dia berhenti di sebuah stand es krim.


"Kamu suka es krim kan? ayo duduk aku pesankan es kesukaan mu" kata aryo. Dia pun memesankan es buat luna.


Sedangkan luna mencoba melirik ke arah barack yang sedari tadi terus mengikutinya.


"Es krimnya dataaang, ini es krim vanila" kata aryo sambil memberikan semangkuk es krim buat luna.


"Dari mana kamu tau aku suka vanila, jadi selama ini kamu bilang kalau kamu sebel sama aku, tapi kamu terus merhatiin aku kaan?" tanya luna kepedean.


"Hahahah," aryo malah tertawa geli memdemgat katankata luna.


"Ko ketawa?" kata luna sambil menikmati es nya.


"Mmmm, kalau boleh tahu, kenapa sebenarnya kamu sama barack, kamu menangis sampe mata kamu sembab begitu"


"Tidak apa apa" luna.


"Serius nih?" aryo.


"Ada yang tidak harus aku ceritain ke kamu kan, lagi pula kita juga baru dekat" luna.


"Ok ok, kalau begitu, mau tidak kamu dan aku, kita mulai dari awal" aryo.


"Ha???, , , , sudah terlambat, lagi pula perasaanku buat kamu sudah sirna" kata luna.


"Aku bisa ngembaliin perasaan kamu seperti dulu lagi ke aku" aryo mencoba memegang tangan luna.

__ADS_1


"Tidak bisa yo" kata luna mencoba melepas tangan aryo.


"Kenapa?, , kamu menyukai dia?" tanya aryo.


"Hm" luna hanya menganggukan kepala dengan.


"Ayolah lun, kamu kan tahu dia cuma manfaatin kamu agar dia bisa kembali ke sisi pacarnya dulu" aryo meyakinkan luna.


"Dia tidak manfaatin aku kok, kita kan saling bantu" luna.


"Kalau pacarnya balik lagi gimana?" aryo.


"Dia bukan pacarnya lagi, dia yang meninggalkan barack demi karirnya, bahkan sampai sekarang hubungan mereka aja belum ada kejelasan" aryo.


Dari kejauahan barack terus memandangi tingkah luna, walaupun sebenarnya dia tidak tau apa yang sedang mereka berdua bicarakan.


Namun terlihat sekali di wajahnya kalau dia tidak menyukai luna selalu dekat dengannya.


"Terus mau kamu gimana?" tanya aryo.


"Aku akan terus berusaha, karena tidak ada yang tidak mungkin, seperti kamu sekarang ini, ada di depanku dan nemenin aku makan es krim" kata luna sambil tersenuyum.


"Oke, tapi aku juga akan terus berusaha sampai kamu bisa kembali menyukaiku seperti dulu, seperti kata kamu, tidak ada yang tidak mungkin" kata aryo sambil terus memandangi luna.


Luna pun tersenyum sambil melahap es krimnya. Aryo pun tertawa melihat bibir luna belepotan manikmat es krim.


"Ketawa mulu sih dari tadi?" kata luna.


Aryo mengambil tisu di sampingnya dan membersihkan sisa es krim di bibir luna itu.


Barack melihat dari kejauhan ketika aryo membersihkan bibir luna, dia mulai mengernyutkan dahinya ketika aryo terus memandang ke arah mata luna.


"Sebenarnya aku ngapain yah ngikutin mereka kesini? haddeeeh, tidak!!! aku harus bawa luna pulang" kata barack dalam hati.


Lalu dia berjalan menghampiri luna dan aryo yang masih saling memandang.


"Sudah makan es krimnya?,sekarang kamu ikut aku pulang" kata barack melirik ke luna.


"Kamu kok bisa ada disni?" tanya aryo penasaran.


"Kamu dengar tidak? ikut aku pulang" kata barack terus memaksa luna dan tidak menghiraukan kata kata aryo.


"Dia pergi dengan ku, yang pasti juga pulangnya harus bersamaku, punya hak apa kamu melarang dia?" kata aryo sambil menatap tajam mata barack.


"Aku calon suaminya, lebih baik kamu tidak usah ikut campur" kata barack dengan nada datar.


"Calon suami? heh, sebentar lagi kamu juga bakal balik sama mantan pacarmu, ngapain masih ngurusin luna" kata aryo.


Barack hanya menatap tajam ke arah mata luna setelah mendengar kata kata aryo.


"Kamu bukannya masih punya hutang sama aku" kata barack ke pada luna.


Luna mencoba menghela nafas dengan pelan.


"Iya, aku ikut pulang sama kamu" kata luna.


"Tidak lun, tunggu!!, hutang apa? berapa hutangnya? bakal aku bayar" kata aryo.


"Aku tidak butuh uang mu" kata barack menahan emosinya.


"Dia sudah bantu aku membuat gaun untuk acara event bulan depan yo, dia juga nyediain tempat buat aku bikin gaun itu, di apartementnya jadi aku bantu bantu dia beresin apartemennya sebagai rasa terima kasihku karena sudah membantuku" kata luna sambil beranjak dari tempat duduknya.


Raut wajah berubah menjadi dingin.


"Heh, gila kamu ya, kenapa kamu tidak menyuruh orang lain buat bersihin??? sekarang mendingan kamu pindah ke rumahku, bawa gaun mu, kamu boleh pakai rumahku sesukamu, tidaak perlu pakai beres beres rumah segala" kata aryo.


"Tidak bisa!!!" saut barack.


"Sudahlah yo, tidak usah nambah masalah" kata luna dia pun berjalan menuju parkiran.


Dan diikuti oleh barack.


Saat di mobil, dalam perjalanan pulang.


"Ngapain kamu ngikutin aku?" kata luna.


"Siapa bilang, aku tadi hanya kebetulan lewat sini dan melihatmu sama playboy itu" kata barack mengelak.


"Aku lihat kali kamu ngikutin aku dari rumah tantenya cici, suka bohong juga ternyata" kata luna.


Barack pun hanya diam mendengar kata kata luna.


"Soal semalam" kata barack


"Tidsak usah di bahas!" saut luna.


"Tadi kamu bilang sama playboy itu katanya kamu bikin gaun buat event bulan depan? event apa?" barack penasaran.


"Mmm, sebenarnya aku ikut lomba event perancang gaun malam" kata luna, raut wajahnya masih sama dan belum berubah masih terus terlihat jutek.


Tiba tiba barack menginjak rem, dan mobilnya pun berhenti secara tiba tiba.


"Ko berhenti mendadak si? kenapa?" tanya luna kebingungan.


Barack menelan ludahnya dengan pelan.


"Klara collection???" tanya barack memastikan.


"Iya kok tahu??? kamu kenal sama ownernya? katanya dia juga tinggal di paris, kamu pernah ketemu sama dia? gimana dia? pasti kelihatan cantik banget ketimbang di majalah" luna terus mencerca barack dengan barbagai pertanyaan.


Wajah luna kembali sumringah saat mendengar kata klara coolectiun keluar dari mulut barack.


Namun barack hanya diam saja saat luna menghujaninya dengn berbagai pertanyaan.


***

__ADS_1


__ADS_2