
"Pada saku di jas mereka ada lambang identitas L'eterna Volonta," kata Aljunaidi menunjuk dada kirinya sendiri.
"Kehendak Abadi?" Sanubari mengangkat sebelah alis.
Ini kali pertama ia mendengar tentang Sang Kehendak Abadi. Menurut keterangan Aljunaidi, mafia ini sedikit berbeda Dari mafia pada umumnya. Meskipun mereka menyelundupkan senjata dan miras ke berbagai negara, tetapi tugas utama mereka adalah menjaga keamanan Italia.
Semua kelompok kecil yang ada di Italia tunduk pada Sang Kehendak Abadi. Mereka yang membelot dan berbuat kerusuhan akan dilenyapkan. Sedikit pun Sang Kehendak Abadi tidak pernah mengusik kehidupan warga sipil yang tak berdosa. Pemerintahan Italia menjadi damai pun berkat campur tangan mereka.
Aljunaidi tahu cukup banyak tentang mereka karena istrinya adalah seorang Intel negara. Istrinya ditugaskan untuk menyelidiki pergerakan mafia di seluruh dunia. Sebab, kondisi Italia dua dekade silam tidak sedamai ini.
Pertumpahan darah terjadi dimana-mana. Pergolakan demi pergolakan membuat setiap insan tidak bisa tidur dengan tenang. Di jalanan lengang sekalipun, seseorang tidak bisa berjalan santai karena bisa menjadi Medan perang dadakan.
Kerusuhan ini tidak terjadi di Italia saja. Seluruh dunia mengalami peristiwa yang serupa. Hanya saja, Italia yang terdampak paling parah. Diketahui penyebabnya adalah perebutan kekuasaan antar mafia. Begitu kacaunya dunia seakan-akan perang dunia yang lebih besar hendak terjadi kembali.
Sampai akhirnya, muncullah Sang Kehendak Abadi. Pemimpin tertinggi Sang Kehendak Abadi mampu menekan gejolak di seluruh dunia, memberantas pejabat-pejabat dalam negeri yang membuat negara semakin terpuruk serta menyatukan enam bos besar mafia terkuat untuk beraliansi padanya.
Semua itu dilakukan selama tiga tahun. Italia sempat mengalami kekacauan kembali setelah menghilangnya bos besar Sang Kehendak Abadi. Namun, itu tidak berlangsung lama. Kurang dari satu tahun, bos besar yang dikabarkan menghilang, kembali untuk membabat pengkhianat yang merencanakan kudeta.
Pemerintah Italia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa terhAdap keberadaan mafia. Pemerintah membiarkan mereka memasuki birokrasi pemerintahan. Toh dengan adanya mereka, perekonomian negara berkembang sangat pesat.
Kendati demikian, tidak semua negara seberuntung Italia. Di luar sana, banyak rakyat kecil yang menjadi korban kesewenang-wenangan mafia. Peredaran barang-barang terlarang pun semakin sulit dibendung. Bukan berarti pemerintah diam saja.
Kubu pemerintahan pun terbagi menjadi dua. Yakni, mereka yang masih waras dan mereka yang tercemar. Mereka yang masih waras membentuk organisasi dunia, mencari solusi untuk membersihkan dunia dari mafia yang meresahkan. Tentu itu sangat sulit. Sebag, keberadaan mafia telah melebur dan mengakar dalam pemerintahan itu sendiri. Agen rahasia harus ekstra berhati-hati dalam menjalankan tugas.
__ADS_1
Istri Aljunaidi terbunuh dalam misi itu. Ternyata ada mata-mata mafia dalam satuan pemberantas mafia. Kabar angin mengatakan bahwa organisasi dunia itu dibubarkan. Setelah itu, Aljunaidi tidak pernah mendengar lagi tentang perkembangan dunia di balik layar. Sebab, sumber informasinya telah tiada.
"Aku turut berduka. Maaf, sudah mengingatkan Abi kepada istri Abi." Sanubari tertunduk, matanya sayu, merasa sangat bersalah telah menyinggung hal yang sensitif.
Penjelasan tentang mafia ini terlalu rumit untuk dicerna semua. Hanya dua poin yang bisa dipahami Sanubari. Yaitu, ada mafia yang baik, ada pula yang jahat. Sang Kehendak Abadi melindungi Italia, sedangkan mafia lain menyebabkan kematian istri Aljunaidi.
Namun, Sanubari merasa ada yang ganjil di sini. Jika Sang Kehendak Abadi itu memang baik, mengapa mereka mengejar remaja seperti dirinya. Aljunaidi pun merasakan keanehan yang sama.
"Tidak apa-apa. Yang terpenting sekarang adalah masalahmu. Apa kau yakin tidak pernah bersinggungan dengan mereka?" selidik Aljunaidi yang ditanggapi dengan gelengan oleh Sanubari.
"Mungkin kau pernah mencuri dari mereka? Berhutang dan tak sanggup membayar? Atau, membunuh kucing peliharaan mereka?" tukas Abrizar mencoba memancing ingatan Sanubari.
"Mana mungkin aku melakukan perbuatan kurang baik itu! Numpuk-numpuk dosa saja," sanggah Sanubari.
Sanubari nampak berpikir keras, mengingat segala peristiwa yang dialaminya selama kembali ke Italia. Penyerangan di Milan pun mendadak terbayang. Ia menceritakan semua itu kepada Aljunaidi dan Abrizar.
"Pegagon bukan Sang Kehendak Abadi. Justru kelompok kecil itu saat ini dalam pengawasan Sang Kehendak Abadi karena berani membuat keributan di Milan. Tunggu dulu!" Abrizar menjeda kalimatnya, berusaha mengaitkan semua keterangan Sanubari, "jadi, kau terlibat dalam keributan itu?"
"Aku tidak tahu keributan apa yang Kakak maksud, tapi mereka menyerang memang saat aku bekerja di Milan."
"Pembelaan, hm ...." Abrizar melipat tangan, berpikir apa hubungannya keributan itu dengan Sanubari yang dijadikan buronan.
"Kurasa itu bukan penyebab Sanu dikejar-kejar jika keterlibatannya dalam keributan itu hanya untuk membela diri," ucap Aljunaidi.
__ADS_1
"Kalau begitu, jangan-jangan Tante Sweeta adalah bos besar Sang Kehendak Abadi?" simpul Sanubari.
"Bukan, bos besar Sang Kehendak Abadi itu pria," jawab Aljunaidi.
"Mungkin dia istri bos besar," tebak Sanubari asal.
"Tentu bukan. Kau sendiri yang bilang bukan? Ayahmu yang membebaskanmu ketika wanita itu menculikmu. Itu artinya wanita itu bukan bagian dari Sang Kehendak Abadi. Mereka—bagian dari Sang Kehendak Abadi bukanlah figur yang bisa disinggung oleh sembarang orang," ungkap Aljunaidi.
Aljunaidi sudah banyak mendengar tentang Sang Kehendak Abadi dari istrinya. Bos besar bahkan membiarkan istri Aljunaidi mengorek informasi lebih dalam tentang organisasi mafia itu dan membiarkannya hidup meskipun ketahuan. Sepertinya Sang Kehendak Abadi tidak memusuhi pemerintahan. Mengingat istri Aljunaidi adalah perwakilan pemerintah yang bertugas untuk keamanan dunia, seharusnya mereka tidak melepaskan begitu saja setelah menangkapnya. Entah apa maksud terselubung dari Sang Kehendak Abadi.
Namun, istrinya pernah memberitahukan bahwa Sang Kehendak Abadi telah menyelidiki semua tokoh di Italia. Mereka tidak memiliki urusan dengan orang-orang yang berjuang demi kedamaian Italia. Mencuri informasi tentang organisasi bukanlah masalah besar. Lain halnya jika mencoba mengusik perdamaian yang ada, maka itu akan menjadi urusan Sang Kehendak Abadi.
Sampai saat ini, Sang Kehendak Abadi bersimbiosis mutualisme dengan pemerintahan. Keduanya saling mendukung. Pemerintah tidak pernah mempermasalahkan kegiatan ilegal Sang Kehendak Abadi. Toh kegiatan tersebut tidak merugikan negara. Italia bahkan menjadi negara termakmur sedunia.
Tidak ada pengangguran dan kemiskinan di Italia. Ada lembaga yang akan membantu mencarikan pekerjaan bagi mereka yang kesulitan. Prosesnya pun sangat cepat. Lembaga ini dinaungi pemerintah dan Sang Kehendak Abadi.
Sementara itu, Abrizar memikirkan kata-kata Aljunaidi. Awalnya, Abrizar sempat berpikir bahwa Sweeta adalah bagian dari Sang Kehendak Abadi. Maka dari itu, wajar jika para mafioso tadi mengejar Sanubari. Sebab, Sanubari telah menyakiti nona mereka.
Lekas-lekas Abrizar menggali informasi tentang Sweeta dan peristiwa akhir-akhir ini di otaknya. Sweeta adalah pengusaha wanita terbesar ke dua di Italia. Ia tergabung sebagai salah satu anggota Pegagon. Yang artinya, benar dugaan Aljunaidi bahwa wanita itu bukan bagian dari Sang Kehendak Abadi.
Yang tidak kalah penting adalah informasi bahwa bos besar Sang Kehendak Abadi mendatangi ketua Pegagon, meminta pembebasan putranya yang disekap Sweeta. Informasi yang Abrizar peroleh ini sangat mirip dengan kisah Sanubari.
"Jangan-jangan Sanu ini adalah ... ah, kurasa aku harus menyelidikinya lebih jauh. Terlalu dini untuk menyimpulkannya," batin Abrizar yang larut dalam pikirannya sendiri.
__ADS_1