Santri Famiglia

Santri Famiglia
Mencari Eiji


__ADS_3

"Anki memang cantik. Andai aku tidak kalah taruhan dari Kyou waktu itu, mungkin aku sekarang sudah mengejarnya," komentar Kouhei tiba-tiba.


Celotehannya itu membuahkan tinjuan kepala dari Kyouhei. Tak pelak, Kouhei yang tidak siap pun terjungkal. Dia mengumpat dan menggerutu.


"Hai, kau tidak perlu memukulku, bukan? Jangan cemburu pada saudaramu ini! Saudaramu ini sudah punya pilihan lain, kau tahu!"


Namun, Kyouhei tidak mengacuhkannya. Dengan tenang, dia berkata, "Mungkin sebaiknya kita menemui Eiji dan membicarakan ini. Kurasa dia ada di tempat kerjanya sekarang."


Mendengar itu, Kouhei secara instan bangkit. Dia menerkam Kyouhei hingga lelaki itu terjatuh. Kouhei menindihnya, tangan di leher siap mencekik.


"Kau ... apa yang baru saja kau katakan, hah? Apa kau benar-benar ingin menyerahkan Anki pada juragan budak itu? Padahal, aku sudah sengaja mengalah darimu selama ini," geram Kouhei memelototi Kyouhei.


Yang dipelototi hanya memasang ekspresi datar seolah tidak peduli, membuat Kouhei mengeraskan air muka. Dia menuntut penjelasan atas sikap Kyouhei.


Shima sedang pusing memikirkan masalah ini, tetapi kedua putranya malah berselisih. Yang membuatnya bertambah pusing adalah cerocosan Kouhei. Anak itu benar-benar berisik.


Pada akhirnya, Shima pun membentak keduanya tanpa menghadap ke arah mereka, "Kalian berdua, berhenti! Jangan bertengkar hanya karena satu perempuan!"


Kouhei mengeraskan rahang. Dia meninju tatami kosong tepat di sebelah kepala Kyouhei. Hanya itu yang bisa dilakukannya untuk sedikit melepaskan emosi.

__ADS_1


Selanjutnya, Kouhei menyingkir dari badan Kyouhei. Saudara kembar Kyouhei itu bangun. Dia merapikan bajunya.


"Kyou benar. Kita tidak akan kehilangan keduanya bila Eiji mau menyerahkan adiknya dengan suka rela," lanjut Shima dengan intonasi melunak. Lelaki itu lantas bangkit dari duduknya.


Kyouhei membuka mulutnya, tetapi Kouhei lebih dahulu bersuara, "Otou san, aku tidak setuju kalau kita harus menyerahkan Anki pada juragan budak itu. Pasti ada cara lain untuk menyiasati ini."


Kouhei ikut berdiri, membuntuti sang ayah. Kyouhei tidak membantah pendapat Kouhei. Dia turut mengekor dalam diam.


"Jaga mulut lancangmu itu, Kou! Aku tidak ingin kau terkena masalah lagi gara-gara kelancanganmu itu," tutur Shima sambil terus berjalan.


Kouhei berdecih, "Memang apa salahnya dengan kata-kataku?"


"Anki, rupanya kau masih ada di sini," seru Kouhei yang mendadak mendahului Shima untuk menghampiri Anki yang duduk di sofa.


Sai yang melihat kedatangan Kouhei pun langsung berdiri dan membungkuk hormat. Dia melakukannya lagi saat melihat Shima dan Kyouhei. Sedangkan Sanubari dan Abrizar tetap duduk diam. Sementara Anki sibuk menanggapi Kouhei setelah ikut memberi hormat sebentar.


Shima memperhatikan interaksi Kouhei dan Anki. Keduanya terlihat akrab. Kyouhei ikut memperhatikan Anki.


Dalam hati, Kyouhei berkata, "Mungkin akan lebih baik bila dia tidak ke sini hari ini."

__ADS_1


Sementara itu, Shima mengalihkan pandangan ke setiap kepala yang ada di ruangan. Sayangnya, kepala yang dicari tidak tampak. Hanya ada satu wajah baru yang tidak dikenal.


Tanpa menghiraukan orang asing itu, Shima bertanya, "Sai, di mana Eiji?"


"Sempai masih di ruang elektro," jawab Sai ramah.


"Suruh dia menemui ku besok jam tujuh pagi ke rumah jika dia sudah kembali."


"Mengerti."


"Kyou, Kou, ayo pergi!" ajak Shima begitu urusannya selesai. Shima memang datang untuk mengajak bicara Eiji. Namun, dia tidak berencana menunggu.


"Aku di sini saja," tolak Kouhei yang memang suka berbaur di keramaian dan mengakrabkan diri.


Kyouhei menatap singkat Kouhei, lalu ikut mengatakan, "Aku juga akan tetap di sini."


Shima memandang kedua putranya secara bergantian sebelum akhirnya berbalik badan dan meninggalkan tempat itu. Kyouhei berdiri canggung di tempatnya.


Anki yang melihatnya, memanggil, "Kak Kyou! Mengapa hanya berdiri di sana? Kemarilah! Ayo duduk sini!"

__ADS_1


Anki tersenyum, menepuk tempat kosong di sebelahnya. Meskipun Kyouhei dan Kouhei kembar identik, Anki bisa membedakan keduanya dengan mudah. Terlihat mencolok dari penampilan dan perangai mereka. Kyouhei lebih pendiam, berpenampilan sangat rapi dan klimis. Sedangkan Kouhei cenderung banyak bicara dengan rambut acak-acakan dan penampilan tidak terlalu rapi.


__ADS_2