
"Terima kasih, tapi aku tidak tertarik bergabung dengan tim penjelajah hutan."
Fanon tersenyum. Jalan-jalan ke alam liar untuk bertemu binatang buas bukanlah hobinya. Meskipun saat ini dirinya berada di tengah hutan, tetapi lokasinya saat ini relatif aman.
Sanubari berusaha mengatakan yang sesungguhnya dan membujuk, "Kami bukan tim penjelajah hutan. Kami lebih besar dari itu."
Namun, Fanon menggeleng. "Apa pun itu, kurasa aku tidak akan tertarik. Hidupku di sini sudah cukup nyaman"
Sanubari melanjutkan rayuannya, "Bergabunglah dengan kami. Aku yakin Pak Kora akan menyukainya. Kami bergerak di bidang yang sama denganmu, Pak Kora."
Fanon tetap menolak. Tidak ada alasan baginya untuk mengikuti pemuda yang baru ditemuinya. Terlebih lagi, Fanon sudah memikul tanggung jawab besar dalam sebuah organisasi.
"Aku sudah memiliki ladang kiwano cukup luas di sini."
Memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki, Sanubari berusaha menerapkan saran Abrizar. Dia mengatakan, "Membersihkan dunia dari para koruptor, kejahatan, ketidakadilan, lalu memeratakan kesejahteraan. Itu misi kami."
"Aku tidak ingin main-main dengan kalian. Daripada bermain-main seperti itu, sebaiknya kalian memikirkan masa depan."
__ADS_1
"Kami serius. Itulah masa depan yang kami pikirkan. Kami ingin menjadi mafia putih, menghilangkan sisi buruk dari mafia yang saat ini merongrong dunia."
Itu membuat Fanon tertawa. "Mafia tidak sesederhana itu, Sanu. Kehidupan mafia itu keras, penuh bahaya, mereka punya otak cerdas untuk memutar balikkan fakta dan menutupi kejahatan. Dunia ini luas. Kau pikir bisa membuat seluruh jaringan mafia mendengarkan kata-kata konyolmu itu?"
"Pasti bisa. Buktinya, aku berhasil menarik tiga anggota terpenting Onyoudan menjadi anggotaku sekarang."
Sanubari terpaksa sesumbar. Jika tidak, mungkin Fanon hanya akan menganggapnya omong kosong.
"Maksudmu, Onyoudan Yakuza Jepang yang kekuasaannya saat ini ditaklukkan?" tanya Fanon.
Sanubari tidak bisa menjawab. Dia tidak tahu keadaan Jepang sekarang. Terakhir kali dia di Jepang hanya untuk menolong Anki. Setelah itu, tidak ada ingatan xama sekali.
Sebenarnya, Abrizar ingin diam saja dan membiarkan Sanubari menguasai diskusi. Akan tetapi, menyadari Sanubari kesulitan, hasrat untuk membantu pun bangkit.
Dia pun menjawab, "Ya, perebutan kekuasaan itu karena kami. Mereka yang menduduki kekuasaan saat ini adalah sekutu kami."
Pernyataan itu mengejutkan Fanon. "Jadi, kalian ini perwakilan keluarga Shiragami—kelompok Yakuza yang menyembunyikan kekuatan dan memutuskan untuk kembali muncul ke permukaan?"
__ADS_1
Tanda tanya besar muncul di kepala Sanubari. Dia tidak tahu menahu tentang ini. Pemuda itu kehilangan arah diskusi. Dia ingin bertanya pada Abrizar, tetapi itu akan memperlihatkan kebodohannya di depan Fanon. Jadi, Sanubari memilih untuk diam, menunggu kesempatan untuk masuk percakapan lagi.
"Kami bukan anggota Famiglia mana pun. Kami berdiri sendiri, dan kebetulan Shiragami adalah anggota kami."
Yang Abrizar maksud adalah Shiragami Eiji. Walau hanya Eiji seorang, dia tetaplah seorang Shiragami. Dia sengaja menyebut itu untuk menggiring pemikiran lawan bicara ke arah yang salah tanpa harus berbohong.
"Jadi, kalian dari kelompok mana?"
"Bukan dari mana pun yang kau kenal."
Hanya itu yang bisa Abrizar sampaikan karena kelompok mereka memang belum bernama. Mereka hanya memikirkan mencari anggota potensial selain tujuan selama ini.
Sanubari menyahut, "Yang jelas, kami lebih baik dari L'eterna Volonta."
Mendengar itu, Abrizar ingin menjitak kepala Sanubari. Bisa-bisanya Sanubari membawa-bawa organisasi ayahnya sedini ini. Padahal, Abrizar menyuruh lelaki itu untum mendapatkan Fanon dengan kemampuannya sendiri. Bukan dengan memanfaatkan nama orang lain.
"Tahu apa kalian tentang Famiglia itu? L'eterna Volonta adalah kelompok yang tidak tersentuh."
__ADS_1