
Sanubari mengangkat kepala, memandang wajah penuh wibawa yang baru saja berterima kasih pada mereka. Dia sedang mencoba menyusun kesimpulan dari peristiwa-peristiwa kilas balik yang berputar-putar di kepalanya setelah mendapat sedikit pencerahan.
"Papa tidak akan menjemputmu dan mamak jika tidak mencintai kami. Papa tidak akan membuatkanku adik jika tidak mencintai mamak. Papa tidak akan tinggal bersama mamak jika tidak menyayanginya. Papa tidak pernah berbuat kekerasan kepada kami. Papa bahkan selalu menuruti mamak. Tidak mungkin papa yang seperti itu melukai mamak, bukan?" benak Sanubari terus berbicara.
Perlahan, peperangan batin antara dua fakta bertentangan yang awalnya imbang menjadi berat sebelah. Setiap kali dia dalam kesusahan, Kelana selalu membantunya. Pria itu juga selalu berkata apa pun yang dilakukannya atas perintah Aeneas. Sekali lagi, Sanubari melihat Kouhei dan Shima.
Mungkin, posisi Sanubari mirip dengan mereka berdua. Shima menyuruh orang lain untuk menyelamatkan anaknya karena dirinya sendiri sedang berada di tempat yang jauh. Aeneas pun pasti memiliki alasan mengapa mengirim seseorang seperti Kelana untuk selalu menasihatinya.
Kemudian, dia teringat ucapan Kelana. Kala itu, Kelana berkata, "Coba pikir! Ayah mana yang membenci anaknya, tetapi rela menemui pimpinan sebuah organisasi di tengah malam hanya untuk membebaskan anaknya? Di tengah kesibukannya dan suasana berkabung, tuan Aeneas menyempatkan waktu untuk pergi ke kediaman ketua Pegagon saat mendengar kau diculik salah satu asosiasi di bawah organisasi itu. Dia juga terbang ke Israel langsung untuk menyelamatkanmu dari pelelangan budak. Sayang, tuan Aeneas gagal. Bertahun-tahun, dia mati-matian mencarimu sampai jarang pulang ke rumah."
Sanubari kembali menunduk. Dilihat dari mana pun, Sanubari tidak bisa menemukan keburukan dari sang ayah. Hanya saja, baik fakta dari Kelana maupun Matilda sama-sama terasa nyata. Keduanya memiliki faktor pendukung dan kekurangan masing-masing.
"Haruskah aku," ada sedikit keraguan dalam batin Sanubari, namun jelas—kesimpulan itu mulai condong pada satu sisi, "haruskah aku percaya papa dan paman Kelana?"
__ADS_1
"Sudah menjadi kewajiban kami untuk melindungi tuan muda," ucap Eiji mewakili rekan-rekannya.
"Jadi, kalian juga berhasil mendapatkan barang itu kembali?" Shima menjatuhkan pandangan pada kotak di hadapan Eiji.
"Iya, maaf ada sedikit lecet pada kotaknya." Eiji menggeser koper pada Shima.
"Tidak masalah. Yang penting isinya." Shima mengambil koper.
Dia mulai mengotak-atik kuncian. Dahinya mendadak mengerut. Dia mencoba mengubah Kombinasi, koper tetap tidak mau terbuka. "Aneh, seharusnya kodenya benar."
Sebenarnya, dia sudah tahu kopernya terkunci dari Sanubari. Namun, dia tidak menyangka Shima juga tidak bisa membukanya. Awalnya, dia pikir Shima tahu sandinya.
Itu adalah barang spesial yang dibeli Shima dari BGA. Akan tetapi, barang tersebut jatuh ke tangan Meiwa bersama paket senjata lain akibat kelengahan Kouhei. Barang-barang tersebut beralih ke tangan Meiwa saat baru memasuki Jepang.
__ADS_1
Seharusnya, tidak ada yang bisa mengganti sandi. Sebab, sandi hanya diketahui pihak produsen dan konsumen. Kecuali, kargo telah dibajak dari awal pengiriman.
"Boleh lihat sebentar?" Eiji menawarkan bantuan.
Shima menyerahkan kembali koper pada Eiji. Mekanik muda itu mencium bau-bau mencurigakan. Dia menoleh pada Sanubari. Sang remaja masih memakai kacamata, meskipun masker sudah dilepas.
"Pinjam kacamatamu sebentar!" Eiji menyambar kacamata yang retak sebelah dari wajah Sanubari.
Gegas, dia memakainya, menekan-nekan gagang kanan sampai fitur tembus pandang menyala. Dia mempertajam gambar hingga menembus satu lapisan koper lagi. Matanya melebar. Di papan dasar, terdapat angka merah yang terus berkurang. Eiji menembus satu lapisan lagi. Dia menemukan komponen yang membuat Ekspresinya kian serius.
"Gawat! Sebaiknya kalian semua tinggalkan tempat ini! Ada bom aktif di dalam!" seru Eiji panik.
Hanya tersisa satu menit dua puluh detik sampai waktu peledakan. Mereka benar-benar tidak memiliki banyak waktu lagi. Semua orang terkesiap mendengar Eiji.
__ADS_1
Eiji mengeluarkan peralatannya untuk