
Sai berlari memutar, menuju tempat Sanubari berada. Sina mengikuti dari belakang. Keduanya melewati jembatan, menuruni anak tangga. Walaupun mereka bisa memastikan Sanubari dan yang lainnya baik-baik saja dari atas, tetapi baik Sina maupun Sai merasa kurang puas bila tidak melihat dari dekat.
Mereka tiba di detik-detik Jae Hyun terjatuh kembali ke air. Tentu Sina syok. Selama sebelas tahun menemani Hyun Jo, dia tidak pernah sekali pun melihat pemuda itu berbuat kasar pada Jae Hyun. Sejauh ini, hanya pada Jae Hyunlah Hyun Jo mau melunak. Seperti itulah sepengetahuan Sina.
Hyun Jo sering bersikap acuh tak acuh pada orang lain. Bahkan, pada ayahnya sendiri saja tak jarang dia abai. Dia hanya akan menuruti perintah ayahnya bila ada yang membuatnya tertarik.
Jika Hyun Jo tiba-tiba melawan Jae Hyun, itu artinya ada sesuatu yang salah. Mungkin kesalahan besar yang memicu kemarahan lelaki istimewa tersebut. Dengan takut-takut, Sina memeluk Hyun Jo dari belakang.
""Hyun Jo Dolyeonnim, dangsin-eun Jae Hyun Dolyeonnim-eul dachige hal su eobs-seubnida." Sina mendekapnya erat, memintanya untuk tidak melukai saudaranya sendiri.
Biasanya, Hyun Jo akan berhenti setelah diperlakukan seperti itu. Sekalipun masih ada sisa-sisa kemarahan, emosi tersebut akan berangsur-angsur memudar. Namun, kali ini berbeda.
__ADS_1
Hyun Jo melepaskan rengkuhan Sina, lalu mendorongnya. Wanita itu termundur dan oleng. Sai dengan sigap menangkap Sina.
Dalam air, Jae Hyun berusaha mengendalikan tubuhnya. Dia sendiri tidak tahu mengapa Hyun Jo mendadak bersikap seperti ini. Saat dia berhasil menyembulkan kepala, Hyun Jo melompat padanya
"Hyun Jo Dolyeonnim, Jae Hyun Dolyeonnim!" jerit Sina memanggil nama kedua tuan mudanya.
Karena ketidak siapan Jae Hyun, keduanya pun tenggelam. Jae Hyun bergerak-gerak. Hyun Jo kesulitan memperoleh keseimbangannya kembali.
"Idaelolamyeon uli dul da igsahal geoya," batin Jae Hyun khawatir dirinya akan tenggelam bersama sang saudara bila ini terus berlanjut. Dia ingin mengatakan itu pada Hyun Jo. Namun, keadaan mereka yang sedang berada dalam air membuatnya tak bisa membuka mulut.
Dia ikut panik. Lekas dilepasnya sepatu, jas, dan tas. Tanpa diminta, dia menceburkan diri ke air.
__ADS_1
Jika boleh jujur, sebenarnya Sanubari takut dekat-dekat dengan Hyun Jo. Namun, jiwa kemanusiaannya lebih besar daripada ketakutannya. Dia tidak bisa membiarkan kematian terjadi di depannya.
Sanubari membantu Jae Hyun. Dia mencoba memisahkan Hyun Jo yang menyulitkan pergerakan Jae Hyun. Akan tetapi, Hyun Jo tetap menempel pada Jae Hyun. Dia akhirnya berhasil melingkarkan tangan pada leher Jae Hyun dan menyabukkan kaki pada perutnya. Persis sekali anak-anak yang meminta digendong di punggung.
Alhasil, Sanubari membantu Jae Hyun naik dalam posisi seperti itu. Jae Hyun agak terengah setelah berhasil mengeluarkan kepala dari air. Dia dan Sanubari berpegangan pada tepian lantai dengan tubuh masih terendam.
"Gyeongju." Tiba-tiba saja, Hyun Jo mengatakan bahwa dia ingin balapan.
"Hah?" Sanubari menoleh tidak mengerti.
Reaksi Jae Hyun berbeda dengan Sanubari. Dia hafal kebiasaan saudaranya, Hyun Jo akan mengamuk bila tidak ditanggapi. Oleh sebab itu, dia melontarkan pertanyaan untuk memperjelas.
__ADS_1
"Museun injong?"
"Suyeong," jawab Hyun Jo yang ingin melakukan balapan renang dengan Sanubari.