
"Memandikanmu," kata lelaki itu mulai mengambil shower.
"Aku bisa mandi sendiri," balas Sanubari yang merasa malu karena sudah besar tetapi harus dimandikan orang lain.
"Kau saja tidak bisa melihat. Mana bisa mandi bersih? Menurut saja supaya cepat selesai! Jangan memperlambat pekerjaanku!"
Lelaki itu mulai membasahi tubuh Sanubari, mengeramasinya, menyabun dan lain-lain. Hanya sikat gigi yang boleh Sanubari lakukan sendiri.
Sanubari merasa segar setelah hampir dua Minggu tidak mandi. Selanjutnya, lelaki itu mengeringkan badan Sanubari. Kemudian, ia memakaikan baju baru yang bagus. Sanubari diajak ke ruangan lain.
Tangan Sanubari diborgol. Ia dimasukkan ke dalam sangkar emas. Kaki kanannya pun dipasangi rantai yang tidak lebih dari dua meter panjangnya.
Di aula yang sangat luas, masih dalam gedung yang sama, sebuah pelelangan sedang berlangsung. Para peserta lelang adalah kaum elite dari seluruh penjuru dunia. Tidak sembarang orang yang bisa ikut serta. Hanya mereka yang mendapatkan undangan khusus sajalah yang bisa masuk ruang lelang.
Tidak banyak barang yang dilelang. Hanya empat barang langka saja dan semua itu terjual dalam waktu satu jam. Barang ke lima adalah barang yang sangat dinanti-nantikan sebagian besar orang. Banyak yang menyimpan uangnya demi ini.
"Akhirnya tiba juga," gumam Barnabas yang menonton acara pelelangan melalui monitor di ruangan lain.
Tiba-tiba saja seorang pria memasuki ruangannya dan dengan panik berkata, "Bos, gawat!"
Barnabas banyak memperkerjakan orang Indonesia dalam organisasinya. Kebanyakan dari mereka adalah imigran gelap yang tertangkap. Barnabas bersedia memberi jaminan bebas kepada mereka asal mau bekerja padanya. Tentu dengan bayaran yang sangat rendah. Mereka juga dibiarkan mencari pekerjaan lain selama tidak sedang menjalankan misi dari Barnabas.
"Gawat apa? Mengganggu kesenanganku saja." Barnabas menoleh pada orang yang baru saja datang.
"Gafrillo hadir dalam acara lelang ini."
"Apa? Siapa yang memberikan undangan padanya?" Barnabas menggebrak meja.
__ADS_1
Setengahnya dia panik. Lelangnya tidak berjalan sesuai rencana. Bagaimana pun juga Gafrillo adalah sosok yang kehadirannya paling tidak ia inginkan.
"Saya tidak tahu, Bos."
"Apa dia datang dengan anak buahnya?"
"Dari gerbang masuk dia hanya berdua."
"Kau yakin tidak ada yang lainnya?"
"Tidak ada, Bos."
"Fu Fu Fu. Gafrillo-Gafrillo! Apa yang sedang kau pikirkan? Masuk kandang musuh tanpa membawa pasukan?"
Sedikitnya Barnabas merasa lega. Setidaknya ia tahu bahwa dirinya tidak akan diserbu pasukan Gafrillo. Jika Gafrillo mencoba menyerangnya maka ia cukup meminta para anak buahnya untuk melumpuhkan Gafrillo. Secara jumlah Barnabas jauh lebih unggul. Tidak ada kekhawatiran yang perlu dicemaskan.
Di aula tempat berlangsungnya pelelangan.
[Hadirin sekalian, apakah kalian siap untuk menyambut harta paling berharga kita hari ini?]
Pembawa acara berbicara dalam bahasa Ibrani. Setiap peserta memasang earphone. Earphone tersebut terhubung dengan interpreter sehingga bahasa akan langsung diterjemahkan ke peserta lelang sesuai dengan bahasa masing-masing.
[Saya yakin kalian akan sangat menyukai yang satu ini. Langsung saja kita saksikan daripada penasaran! Inilah anak sangkar emas!]
Atap bangunan terbuka, sebuah sangkar emas diturunkan dari langit-langit. Kamera tersorot pada Sanubari. Layar besar di panggung serta monitor pada meja setiap peserta menampilkan wajah Sanubari dari dekat.
[Anak yang sangat tampan, bukan? Dia adalah anak yang cukup jenius. Dua kali berturut-turut meraih medali emas dalam olimpiade. Mau dijadikan prajurit oke, budak oke, koleksi juga oke. Spesialnya lagi, dia adalah keturunan langsung Gafrillo. Tidak akan ada ruginya jika kalian menguras bank demi anak ini. Siapa sih yang tidak mau memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Sang Raja L'eterno Volonta?]
__ADS_1
Sebagian dari mereka memang bertujuan untuk ini. Mereka ingin berpura-pura menjadi penyelamat Sanubari demi sebuah pencitraan. Sedangkan beberapa yang lainnya tertarik dengan fisik Sanubari.
Sementara itu, Aeneas mengepalkan kedua telapak tangannya mendengar kalimat pembawa acara. Dia sedang menahan amarahnya. Orang-orang itu dengan seenaknya memanfaatkan putranya.
Berita tentang dirinya mencari anak angkat memang sudah tersebar. Sedangkan fakta tentang dirinya memiliki anak kandung sama sekali tidak ia umumkan kepada publik. Hanya segelintir orang yang mengetahui identitas sesungguhnya Sanubari. Keluarganya sendiri dan para anak buahnya di Italia, King serta Queenza yang waktu itu ia ancam.
Namun, siapa sangka hal yang paling tidak Aeneas inginkan malah terjadi. Ia mulai menerka-nerka siapa yang telah menyebarkan informasi ini. Ia juga tidak senang dengan kondisi Sanubari saat ini. Bocah itu diperlakukan seperti seekor burung.
[Langsung saja kita mulai! Harga dasarnya adalah lima puluh ribu shekel.]
Tampilan layar di panggung terbelah menjadi dua secara vertikal. Tujuh puluh persen menampilkan gambar Sanubari dan tiga puluh persen menampilkan peringkat penawaran.
[Ow, sudah ada yang menaikkan harganya. Seratus ribu shekel dari kursi sembilan.]
Seratus ribu shekel bukanlah jumlah uang yang sedikit. Itu setara dengan empat ratus juta rupiah lebih. Namun, harga itu sebanding dengan keuntungan yang bisa mereka peroleh jika berhasil mendapatkan Sanubari.
[Dua ratus lima puluh ribu shekel!]
Harga terus naik. Sanubari bingung dengan apa yang terjadi. Ia mendengar suara-suara asing tanpa bisa memahaminya. Tangan dan kakinya diikat. Ia tidak bisa pergi jauh dari tempat itu. Ketika mencoba melangkah ke depan, ia menjumpai sesuatu menyerupai jeruji. Ia mencoba mengelilinginya sambil meraba. Hasilnya sama saja. Pada akhirnya Sanubari hanya bisa duduk sambil memeluk kaki dengan wajah murung.
Harga penawaran terus meningkat. Hingga akhirnya tinggallah dua kursi yang memperebutkan posisi. Harga mereka terlampau gila. Tidak ada yang bisa mengikuti kursi nomor sepuluh dan sembilan puluh sembilan. Keduanya bersaing ketat.
[Satu triliun lima ratus shekel!]
[Satu triliun sembilan ratus sembilan puluh sembilan miliar shekel.]
Peringkat harga berhenti selama beberapa saat. Nampaknya tidak ada lagi yang bisa menaikkan harga. Pembawa acara memastikan tiga kali sebelum mengunci harga. Namun, papan peringkat tetap tidak berubah.
__ADS_1
Baiklah, dengan ini kami menyatakan bahwa anak sangkar emas terjual!]