
[Sekian acara hari ini kami tutup. Bagi peserta kursi nomor satu, sepuluh, tiga belas, empat puluh empat dan enam puluh sembilan harap mengikuti petugas untuk menyelesaikan administrasi!]
Semua orang keluar dari aula. Pemilik lima kursi yang telah disebut mengikuti seorang petugas bermasker. Mereka digiring ke lima ruangan yang berbeda.
Transaksi bersifat rahasia sehingga tidak ada satu pun orang lain yang diperbolehkan mengetahui proses transaksi. Selama proses lelang berlangsung pun semua orang memakai topeng. Hanya panitia saja yang mengetahui data setiap peserta.
Sementara pada proses transaksi, pemenang diharuskan membuka topeng untuk pencocokan data. Verifikasi ini dilakukan untuk menghindari penipuan. Acara lelang yang diselenggarakan bukanlah acara biasa. Tentu pihak penyelenggara tidak ingin kecolongan dan merugi gara-gara kekurang telitian mereka.
"Ini adalah surat perjanjian jual beli dari kami. Harap dibaca baik-baik lalu ditanda tangani!" kata admin tersebut seraya menyodorkan kertas kepada Aeneas yang duduk di hadapannya.
"Untuk pembayarannya, Anda bisa melakukan dengan kontan atau membayar DP sebesar lima ratus ribu shekel. Kami akan memberi waktu pelunasan selama tiga bulan," lanjutnya.
Aeneas memandangi lembaran berisi kalimat berbahasa Inggris. Isinya tidak terlalu penting. Hanya pernyataan bahwa uang yang dibayarkan tidak bisa ditarik lagi sekalipun pihak kedua berniat mengembalikan barang yang dibeli dan pernyataan-pernyataan lainnya. Aeneas tidak langsung menandatanganinya.
Hal pertama yang ingin dia lakukan adalah melihat Sanubari. Namun, di ruangan tempatnya berada saat ini Aeneas tidak bisa menemukan keberadaannya. Di dalam hanya ada wanita si administrator dan dua pria kekar yang mengawalnya.
"Dimana anak itu?" tanya Aeneas.
"Dia ada di ruangan lain."
__ADS_1
"Aku ingin bertemu dengannya."
"Mohon maaf, Tuan. Tetapi Anda belum diizinkan untuk menemuinya sebelum melunasi pembayaran. Atau sekurang-kurangnya membayar lima puluh persen dari harga yang telah disepakati. Dengan begitu Anda boleh membawanya pulang," papar admin wanita tersebut.
Sebenarnya Aeneas tidak terlalu percaya dengan acara lelang ini. Apalagi penyelenggaranya adalah orang itu. Akan tetapi, dia rela mengeluarkan uang nyaris dua triliun shekel tanpa pikir panjang demi kembalinya sang Putra. Kelana memberikan koper berisi lima miliar. Sedangkan sisanya ditransfer.
Petugas menghitung uang dengan alat penghitung dan memeriksa keasliannya. Setelah semua itu selesai, seorang petugas mengantar Aeneas dan Kelana ke ruangan lain. Sama seperti ruangan sebelumnya, di ruangan kali ini pun ada seorang admin perempuan serta dua pengawal. Aeneas melihat sangkar emas yang telah kosong.
"Tugas kita sudah selesai tetapi kenapa belum boleh meninggalkan tempat ini, ya?" tanya admin perempuan.
"Mungkin bos akan memberikan tugas lanjutan," kata salah seorang pengawal.
"Apa? Jadi hari ini pun kita harus lembur?" ucap admin perempuan.
Semua orang langsung memperhatikannya. Mereka bertiga pun terkejut ketika melihat sosok yang berdiri di hadapannya. Itu adalah sosok yang harus mereka waspadai. Tiga puluh menit yang lalu sekretaris Barnabas mengirimkan pesan kepada seluruh staff pelaksana. Pesan tersebut berisi lampiran foto Aeneas dan peringatan supaya tidak macam-macam dengan lelaki itu.
"Dimana anak itu?" tanya Aeneas sekali lagi karena mereka tidak kunjung menjawab.
Ketiganya masih tercengang. Namun, admin perempuan dengan takut-takut balik bertanya, "Anak siapa?"
__ADS_1
Dengan nada datar Aeneas menjawab, "Anak sangkar emas."
"Oh, dia sudah diambil pemiliknya."
"Apa maksudmu?" Aeneas memiliki firasat buruk mengenai hal ini. Ia baru saja menyelesaikan administrasi yang diminta. Ia juga tidak menyuruh siapa pun untuk menggantikannya menjemput Sanubari.
Beberapa anak buah Aeneas memang berada di sekitar tempat ini. Akan tetapi, tidak mungkin mereka mengambil inisiatif tanpa melapor setelah berhasil melakukannya.
"Beberapa menit yang lalu, dua anak buah pemenang lelang datang untuk membawanya pergi," jelas admin wanita.
"Aku pemenangnya dan aku baru saja menyelesaikan administrasi. Aku tidak menyuruh siapa pun untuk mengambilnya."
"Apa buktinya jika Tuan ini pemenangnya? Sedangkan pemenang asli saja sudah mengambil barang terlebih dahulu?"
Aeneas menyuruh Kelana untuk menunjukkan berkas transaksi tadi kepada admin perempuan tersebut. Wanita itu pun menerimanya. Di sana tertera nama Aeneas sebagai pemilik sah atas anak sangkar emas.
Setelah membaca itu, admin perempuan berkata, "Mohon maaf. Saya tidak tahu jika Anda adalah Tuan Gafrillo. Mungkin Anda bisa bertanya kepada bawahan Anda karena yang membawa pergi anak sangkar emas adalah orang suruhan Anda, Tuan Gafrillo."
Aeneas tidak langsung percaya. Kelana yang mendengar itu langsung menghubungi tim intel yang bersiaga di lokasi. Namun, ketua tim mengatakan bahwa tidak satu pun dari mereka yang pergi ke tempat Sanubari disekap.
__ADS_1
Di mata Aeneas, para staff pelaksana lelang itu hanyalah sekumpulan orang yang pintar bermain peran. Dengan beraninya mereka melakukan penipuan. Tentu Aeneas tidak bisa memaafkan ini.
"Pembohong!" Aeneas menatap para staff lelang itu dengan penuh amarah.