
Dua gedung empat puluh lantai yang terhubung dengan jembatan transparan tampak menjulang tinggi menantang langit. Keduanya seperti gedung kembar. Menara pencakar langit tersebut bersebelahan dengan kantor agen travel Willer.
Taman alami terpampang di depan. Sangat kontras dengan gedung kaca yang amat futuristik. Namun, kehadiran taman menambah kecantikan panorama. Menyegarkan mata serta paru-paru. Gemericik air mancur menenangkan hati.
Dua S terus berjalan memasuki gedung yang belum waktunya dibuka untuk umum. Mereka mendapat pengecualian setelah mengungkapkan identitas sebagai perwakilan Onyoudan.
"Ini seperti terbang," komentar Sanubari ketika menunduk. Pemandangan di bawahnya terlihat jelas. Tubuhnya merinding kala membayangkan pijakan tembus pandangnya retak sewaktu-waktu, "mengerikan."
Sanubari mengangkat kepalanya, tetap saja bangunan yang terus mengecil terlihat jelas. "Astaga, siapa yang punya ide membuat elevator transparan seperti ini? Bagaimana kalau ada burung menabrak, terus kacanya pecah?" komentarnya lagi yang pada akhirnya bergidik ngeri setelah tanpa sengaja terbayang kembali apa yang baru saja dikatakannya.
Kedua pria itu memang sedang menaiki elevator menuju puncak. Sai lega Sanubari kembali banyak bicara. Itu artinya remaja tersebut memang baik-baik saja. Tak lama berselang, mereka sampai di lantai tiga puluh sembilan.
__ADS_1
Sai mengajak Sanubari turun. Mereka berjalan menuju restoran Cina. Pria bersetelan jas hitam langsung menghampiri keduanya begitu mereka sampai di depan restoran.
"Tuan-tuan ini perwakilan dari Onyoudan?" tanya pria itu begitu melihat iris hijau mata Sanubari.
Selain anggota lokal, Onyoudan juga dikenal merekrut anggota mancanegara. Asalkan mereka memenuhi syarat, maka Onyoudan akan menerima siapa pun tanpa batasan usia. Poin utama penilaian bagi calon Mafioso baru adalah intelektual, ketangkasan fisik, dan bahasa.
Khusus untuk calon dari luar negeri, diwajibkan menguasai bahasa Jepang atau Indonesia. Peserta ujian akan dianggap gugur bila tidak menguasai salah satunya. Kecuali, mereka memiliki intelektual atau ketangkasan fisik di atas rata-rata, maka keanggotaan akan dipertimbangkan.
"Benar." Sai mengangguk.
Sai mengeluarkan kartu keanggotaannya. Pria itu memeriksanya. Hanya kartu hitam putih polos seperti simbol keseimbangan. Namun, proyeksi holografik bersinar ketika bagian cetak hologram diusap dengan jari.
__ADS_1
Pria itu mengarahkan sinar proyeksi ke lengan jas hitamnya. Muncullah gambar kartu nama yang berisi foto, nama Motohira Saiyuki, serta beberapa hal lainnya.
Mata dan mulut Sanubari membulat. Dia juga memiliki kartu semacam itu. Akan tetapi, dia tidak tahu benda pipih polosan tersebut akan berfungsi layaknya proyektor yang akan merefleksikan gambar ketika disorotkan pada layar. Itu adalah salah satu maha karya Eiji.
"Menakjubkan," puji Sanubari tulus.
"Apanya?" tanya pria berjas hitam tersebut menoleh pada Sanubari.
"Kartu itu. Aku baru tahu kalau kartunya bisa bersinar, dan kalau sinarnya diarahkan ke permukaan polos, maka bisa memunculkan gambar." Sanubari mengusap tengkuknya canggung. Dia terkekeh kecil di akhir kalimatnya, menyadari bahwa dirinya selama ini tidak cukup pintar.
Pria berjas hitam tersebut bisa menebak bahwa Sanubari adalah anggota baru. Jangankan anggota baru, mereka yang sudah lama di Onyoudan saja belum tentu tahu keistimewaan kartu tersebut bila tidak pernah menggunakannya.
__ADS_1
"Terima kasih telah mengizinkan saya memeriksa kartu identitas Anda," pria berjas hitam tersenyum mengembalikan kartu Sai, "mari ikut saya!"
Sanubari boleh saja anggota baru. Namun, Sai yang datang bersamanya merupakan salah satu bagian penting di kantor pusat. Statusnya tertulis jelas pada kartu keanggotaan. Oleh karena itu, sang pria bersikap hormat layaknya junior pada senior. Meskipun dirinya lebih lama berada di Onyoudan daripada Sanubari, dan Sai lebih muda darinya.