
Polisi sudah memeriksa semua kamar hotel. Namun, mereka tidak menemukan adanya senjata api yang disembunyikan di kamar hotel. Pelaku menghilang tanpa jejak.
Keluarga Sanubari berkabung. Putra ke dua Aeneas meninggal akibat peristiwa penembakan itu. Sanubari tidak terluka sama sekali. Sanum tertembak di bagian lengan dan kaki. Sedangkan bayi yang digendongnya tertembak di bagian telapak tangan, jantung dan kepala. Peluru-peluru menembus organ dalamnya, menyebabkan sang Bayi tewas seketika.
Liburan yang masih panjang pun dipersingkat. Sanum, Sanubari dan keluarga Kelana kembali ke Italia. Rencananya mereka akan menyemayamkan adik Sanubari di Italia.
Sementara Aeneas tetap tinggal di Amerika. Dia pergi ke sebuah hotel termegah di New York. Seorang pegawai hotel memandunya ke kamar teratas hotel tersebut lalu meninggalkannya.
Aeneas menekan sebuah tombol. Kamar tersebut didesain kedap suara. Ketukan pintu tidak akan terdengar dari dalam. Oleh karena itu di pintu dilengkapi tombol yang berfungsi layaknya bel rumah.
Tak lama kemudian, pintu pun dibuka. Seorang wanita berambut pirang menyambut Aeneas. Dengan manja wanita itu berkata, "Gafrillo, missed you so much!"
(Gafrillo, aku sangat merindukanmu!)
Wanita itu memeluk Aeneas lalu mempersilakannya masuk. Dia adalah Queenza.
"Di you change your mind? You come here to marry me?"
(Apakah kau berubah pikiran? Kau kemari karena ingin menikah denganku?)
"I'm not here to propose you."
(Aku tidak kemari untuk melamarmu.)
"I understood. I don't mind if we are dating first."
(Tidak masalah. Aku bisa mengerti. Aku tidak keberatan jika kita berpacaran dulu.)
"Your person hurts my family."
(Orangmu mencelakai keluargaku.)
"What do you mean? You know how much I'm attracted to you. How could I do something to make you hate me?"
(Apa maksudmu? Kau tahu sendiri kalau aku sangat tertarik padamu. Mana mungkin aku berbuat sesuatu yang bisa membuatmu membenciku?)
"Two days AGO, there was a shooting incident. My son passed away because of it. You can't dodge anymore. Better just tell me who your errand is!"
(Dua hari yang lalu, ada peristiwa penembakan. Karenanya putraku meninggal. Kau tidak bisa mengelak lagi. Sebaiknya katakan saja siapa suruhanmu itu!)
"Your son passed away? I'm so sorry to hear that."
(Putramu meninggal? Aku turut berduka mendengarnya.)
Queenza memeluk Aeneas dengan mimik muka yang dibuat sedih. Namun, sejenak ia tertegun. Ada sebuah informasi mengejutkan yang membuatnya tersentak.
"You have children? Hahaha. You must be joking, right, Handsome? I've never heard of you being in a relationship with a woman. How come you have children all of a sudden? Oh, I know. I know. You must have adopted a child, right?"
(Kau punya anak? Ha ha ha. Kau pasti bercanda 'kan, Tampan? Aku tidak pernah mendengarmu menjalin hubungan dengan wanita. Mengapa sekarang mendadak bisa punya anak? Oh, aku tahu. Aku tahu. Kau pasti mengadopsi anak.)
__ADS_1
"He's my biological son. I'm married.
)Dia putra kandungku. Aku sudah menikah.)
"No way. This must be your new way of rejecting me."
(Tidak mungkin. Ini pasti cara barumu untuk menolakku.)
"I'm serious. Don't ever hurt my family again! If you dare touch them I will destroy you and all your subordinate."
(Aku serius. Jangan sekali-sekali kau berani melukai keluargaku lagi! Jika kau berani menyentuh mereka maka akan kumusnahkan kau dan semua anak buahmu!)
"Why do you seem to accuse me of being the culprit? My heart hurts, you know?"
(Kenapa seolah-olah kau menuduhku? Hatiku tersakiti, kau tahu?)
"Because you killed my son."
Karena kau memang telah membunuh anakku.)
"That accusation is untrue. I really didn't know about the shooting incident.)
(Tuduhan ini tidak benar. Aku sungguh tidak tahu tentang penembakan itu.)
"You're the ruler here. There's no way they'd move without your orders."
(Kau penguasa di sini. Tidak mungkin mereka bergerak tanpa perintahmu.)
(Oke-oke. Akan kutemukan siapa pelaku penembakan itu lalu aku akan menghukumnya untukmu. Kuharap kau akan tetap memberiku kesempatan.)
Aeneas tidak menanggapi rayuan Queenza. Dia langsung pergi begitu urusannya selesai. Queenza sama sekali tidak bisa menjerat pria itu ke dalam sangkarnya.
*****
"Papa, aku ingin membuka kafe singkong," celetuk Sanubari di tengah-tengah sarapan.
Aeneas menyesap espresonya lalu menjawab, "Kau 'kan harus pergi ke sekolah. Bagaimana caramu mengurusnya?"
"Aku bisa melakukannya sepulang sekolah," jawab Sanubari sambil memasukkan arancini ke mulut.
"Kurasa aku juga bisa menjaga toko. Aku bosan hanya berdiam diri di rumah," sahut Sanum.
"Aku juga bisa membantu," timpal Matilda.
Aeneas memandang Matilda. Kecurigaannya selama ini perlahan meluntur karena perlakuan baik Matilda terhadap Sanum dan Sanubari. Sanubari juga menjadi sangat akrab dengan Matilda. Matilda telah banyak berjasa dalam keluarganya. Kewaspadaan Aeneas terhadap Matilda pun melonggar.
"Zia Ilda dan mamak juga setuju. Asyik! Boleh ya, Pa? Boleh, ya?" mohon Sanubari dengan mata berbinar.
Usianya baru dua belas tahun. Urusan bisnis pun belum paham tetapi Sanubari sudah kekeh ingin memiliki toko singkong keju sendiri. Aeneas hanya bisa memenuhi keinginan putra semata wayangnya itu tanpa bisa menolak walaupun pada akhirnya anak buahnya akan terlibat dalam pemasaran demi menyenangkan sang Buah Hati.
__ADS_1
"Baiklah. Nanti akan kuminta Kelana untuk mempersiapkan semuanya!"
"Hore! Akhirnya aku bisa punya kafe singkong keju!" Sanubari bersorak riang.
*****
Kelana berhasil mengambil alih sebuah bangunan toko yang letaknya strategis. Tempat itu berada di pusat pertokoan yang ramai dan tidak jauh dari rumah. Dia juga telah mendapatkan sertifikat resmi untuk menjual makanan. Semua perizinan selesai dalam waktu singkat. Akhir pekan pun diadakan upacara pembukaan kafe.
Papan nama besar yang terpampang di depan kafe ditulis dalam dua bahasa. Bahasa Indonesia yang berbunyi 'Singkong Keju Sanubari' serta terjemahannya dalam bahasa Italia 'Manioca al Farmigio il Sanubari' tepat di bawahnya.
Sanubari mengundang teman-temannya untuk menghadiri peresmian kafe singkong keju miliknya. Dalam acara pembukaan tersebut, singkong keju dibagikan kepada para undangan secara gratis. Undangan yang hadir pun tidak hanya para anak kecil, ada pula kritikus makanan, jurnalis makanan serta beberapa orang berstatus tinggi.
"Hm, questo è delizioso.)
(Hm, ini enak.)
"La consistenza è morbida, c'è un lato cremoso."
(Teksturnya lembut, ada bagian creamy-nya.)
"Saporito, il formaggio è delizioso."
(Gurih, kejunya berasa.)
"Cos'è questo sapore speziato."
)Yang ini ada rasa pedasnya.)
"Quindi, questo si chiama formaggio di manioca?"
(Jadi, ini yang namanya singkong keju?)
Semua orang puas dengan aneka varian hidangan singkong keju Sanubari. Meskipun nama Sanubari yang dilekatkan tetapi yang memasak adalah Sanum. Sanubari hanya sesekali membantu ketika ingin tahu bagaimana prosesnya. Suatu saat Sanubari juga ingin bisa meracik bumbu selezat ibunya.
Sejak hari pertama peluncurannya, banyak artikel serta video review positif bertebaran. Singkong keju Sanubari pun dengan cepat meroket. Kafe selalu ramai pengunjung sampai perkebunan singkong kecil Sanubari tidak lagi bisa memenuhi pasokan bahan baku yang dibutuhkan.
Alhasil, anak buah Aeneas pun dikerahkan untuk mencari pembudidaya singkong terdekat supaya kafe tetap bisa berjalan. Mereka tidak mengimpor karena jika terlalu lama singkong bisa mengeras. Kultivasi besar-besaran pun dilakukan. Perkebunan singkong diperluas. Varietas singkong yang ditanam pun ditambah. Namun, hanya empat jenis saja yang dibudidayakan. Yaitu, singkong manggu, ketan, gajah dan mentega.
Hadirnya kafe Sanubari membuat beberapa toko dan restoran di sekitar menjadi sepi pelanggan. Banyak yang lebih memilih pergi ke kave singkong Sanubari karena banyak varian dan dari segi rasa pun tidak kalah dari masakan restoran berbintang. Piza singkong pun terasa lebih lezat daripada piza daging biasa. Tentunya ada beberapa pihak yang merasa iri dengan kesuksesan Sanubari merebut lidah orang-orang Italia.
"Perché il nuovo caffè è il nostro negozio, non ci sono clienti."
(Gara-gara kafe baru itu toko kita jadi tidak ada pelanggan.)
"Esatto. Il negozio potrebbe chiudere per sempre se continua così."
(Benar. Bisa-bisa toko ini tutup selamanya jika terus seperti ini.)
"Dobbiamo fare qualcosa per il nuovo caffè."
__ADS_1
(Kita harus melakukan sesuatu pada toko itu.)