
Kini Jae Hyun sedikitnya mengerti dasar tindakan Hyun Jo. Ibarat kata, bila Sanubari dan Jae Hyun adalah kapal. Maka, Hyun Jo ingin balapan melawan Sanubari dengan mengendarai Jae Hyun sebagai kapalnya.
"Dangsin-eun jyeoss-eo, na-ege jumun-eul galeuchyeo." Hyun Jo menoleh pada Sanubari. Dia mengatakan bahwa Sanubari harus mengajari mantra pemanggil bila kalah.
"Oke," jawab Sanubari tidak keberatan. Lagi pula, dirinya sekarang sedang menganggur. Tidak ada salahnya menyetujui ajakan orang aneh yang baru dijumpainya.
"Sudah lama aku tidak melakukan ini. Ini pasti akan menyenangkan," sambung Sanubari tambah bersemangat, lalu berpesan, "Kak Sai, tolong jaga barang-barangku sebentar! Aku mau balapan renang sama kawan baru kita ini."
Sanubari terkekeh. Baru saja dia ingin menyebut nama orang-orang yang ditemuinya, tetapi baru sadar bahwa mereka belum berkenalan. Alhasil, dia hanya bisa menyebut mereka sebagai kawan, meskipun status mereka sama-sama orang asing.
"Di sini?" tanya Sai.
"Sepertinya begitu." Sanubari mengangguk.
__ADS_1
"Kanal ini sangat panjang. Kau yakin akan berenang mengelilingi kanal ini?"
"Bagiku sih tidak masalah mau seberapa jauh pun jarak yang harus kutempuh," jawab Sanubari ringan.
"Sijaghaja!" Hyun Jo tersenyum, lalu mengajak Jae Hyun untuk memulai kompetisi.
"Ileohge maghimyeon eotteohge heeomchil su issji? Eopdeulyeo! Joh-eun daepyoga doeeo yeolsimhi nolyeoghalge." Jae Hyun berkata bahwa mereka mustahil berenang dalam kondisi seperti ini. Dia menyarankan pada Hyun Jo untuk turun dari tubuhnya. Jae Hyun berjanji akan mewakilinya melawan Sanubari.
"Idaeloneun Jae Hyeon dolyeonnim-eul banghaehagessji. Jaehyeon-i igigo sipji anhni? Yeogiseo nawa hamkke gidalyeo." Sina berjongkok. Dia ikut mencoba memberikan pengertian pada Hyun Jo bahwa mereka bisa kalah bila dia tetap menempel pada Jae Hyun seperti itu.
"Gat-i gagessseubnida." Hyun Jo tetap bersikukuh ingin ikut. Dia mengeratkan pegangan tanpa terpengaruh bujukan Sina.
Sanubari mencerna percakapan itu dari sudut pandang yang berbeda. Dia berpikir, Hyun Jo ingin menyaksikan pertandingan dari awal hingga akhir untuk memastikan tidak adanya kecurangan. Sanubari memahami perasaan itu. Dia pun menengahi.
__ADS_1
"Nae deung-e ollataneun geon eottae?" sanubari menunjuk punggungnya sendiri "ne hyeong-i neol ango iss-eumyeon suyeonghagi himdeun geos gat-a. Eoseo! Nam-eul ango heeomchineun geon byeolgeo aniya. Dwieseo bwado uliga gyeongjaenghaneun geol *** su issneunde, an dwae. neoya? Geogjeongma! Swiun jogeon-eun balaji anh-eulge. Wonlae gyeyagdaelolamyeon ne hyeong-i igimyeon ne butag-eul deul-eojugessda."
Begitulah katanya menyuruh Hyun Jo pindah ke punggungnya. Dia akan tetap menyetujui syarat yang telah disepakati tanpa mengajukan syarat tambahan. Hanya dengan cara ini, Hyun Jo bisa mengamati jalannya pertandingan dari dekat.
Sanubari sudah melihat Jae Hyun yang kesulitan berenang setelah mendadak menimpanya sebelumnya. Dia kasihan pada Jae Hyun. Setidaknya, Sanubari yakin bahwa dirinya masih bisa berenang sekalipun Hyun Jo menungganginya.
Hyun Jo berpikir sejenak sebelum akhirnya tersenyum penuh makna. Dia menyetujui tawaran Sanubari, dengan begitu, kemenangan sudah jelas akan berada di tangannya.
"Niga meonjeoga! 5leul semyeonseo suyeong-eul sijaghagessseubnida." Sanubari menyuruh Jae Hyun maju terlebih dahulu. Dia akan menyusul dalam hitungan ke lima.
Jae Hyun tidak menolak usulan Sanubari tersebut. Baginya, yang penting ini segera selesai.
"Hana dul ses nes daseos!" Hyun Jo berhitung. Hatinya kian senang karena Sanubari makin memudahkan kemenangan baginya.
__ADS_1