
Barista perempuan yang tadi sempat keluar kembali kedalam. Ia membawa satu set pakaian yang masih terbungkus rapi seperti baru, diserahkannya pakaian tersebut kepada Sanubari.
"Scusa per la disattenzione della nostra padrona. Per scusarti, indossa questo per cambiarti i vestiti sporchi!"
(Mohon maaf atas keteledoran nona kami. Sebagai permintaan maaf, pakailah ini untuk mengganti bajumu yang kotor!)
Sanubari menolak nya dengan berkata, "Non c'è bisogno. Ho portato il mio cambio di vestiti."
(Tidak perlu. Saya sudah membawa baju ganti sendiri.)
Sanubari baru saja bepergian dari tempat jauh. Setidaknya ada dua stel baju dalam ransel yang ia gendong. Hanya jaket lebih yang tidak ia punya.
Rencananya hari ini ia akan pulang ke rumah utama di danau Garda. Tidak banyak baju yang ia bawa. Toh sesampainya di rumah, papanya bisa memberikan pakaian baru sehingga ia hanya membawa seperlunya saja.
Namun, siapa sangka rencananya berubah total. Setibanya di rumah, dia malah dihadapkan dengan kejadian yang memaksanya untuk melarikan diri dari rumahnya sendiri. Tanpa perbekalan sedikit pun dan kini jaket satu-satunya terkena muntahan.
Barista perempuan terus memaksa Sanubari untuk menerima pemberiannya karena tidak enak hati. Pada akhirnya Sanubari pun menerimanya. Ia mandi di kamar mandi yang ada di ruangan tersebut lalu keluar dengan celana putih, kemeja marun dan rompi senada tetapi lebih gelap serta jas putih. Di setiap saku kiri lapisan pakaian tersebut terdapat bordiran naga dan pegasus.
"Mi scusi, posso avere un sacchetto di plastica per portare i vestiti sporchi?"
(Maaf, apa boleh saya meminta satu kantong plastik untuk membawa pakaian kotor?)
"Lascia qui i tuoi vestiti sporchi! Li laverò più tardi."
(Tinggalkan saja baju kotormu di sini! Nanti saya cucikan.)
"Non c'è bisogno. Posso fare il bucato da solo. La zia mi ha già prestato dei vestiti."
(Tidak perlu! Saya bisa mencucinya sendiri. Lagipula bibi sudah meminjami saya baju.)
Tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang dan berbicara dengan suara keras. "Maria, dov'è il sostituto che hai promesso? Perché non è ancora giunta quest'ora? La signora Selena sta aspettando.)
(Maria, mana pengganti yang kau janjikan? Kenapa jam segini belum datang juga? Nyonya Selena sudah menunggu.)
Sanubari dan barista perempuan itu menoleh kepada wanita yang baru saja masuk. Bergegas diambilnya baju kotor dari tangan Sanubari lalu didorongnya punggung remaja itu. Kemudian ia berkata, ""Scusate il ritardo, signora. Ecco che arriva il giovanotto."
(Maaf sedikit terlambat, Madam. Ini dia orangnya.)
Wanita yang dipanggil madam itu mengamati Sanubari dari atas ke bawah. Ia adalah madam Belleza—manajer klub malam yang dimasuki Sanubari. Wanita itu nampak puas dengan perawakan dan penampilan Sanubari.
Pun jua dengan barista perempuan yang tidak lain adalah Maria. Kehadiran Sanubari laksana penolong baginya. Host nomor satu di tempatnya bekerja mengalami kecelakaan. Ia yang ditugaskan untuk mencari pengganti.
Namun, pria yang bersedia menggantikan sementara mendadak membatalkan keputusannya. Sedangkan klub sudah menerima pesanan dari pelanggan VVIP yang tidak bisa dibatalkan. Jika klub kehilangan pelanggan berharganya maka dapat dipastikan karirnya akan berakhir.
Saat itulah Maria melihat Sanubari yang dengan panik berteriak dan menoleh ke arahnya. Sebenarnya ia bisa saja meminta barista laki-laki untuk membawa masuk perempuan bergaun merah muda yang ternyata adalah putri pemilik klub. Namun, Maria memiliki sebuah rencana.
Oleh sebab itu, Maria bersikukuh supaya Sanubari mau memakai baju pemberiannya. Itu adalah seragam host di klub ini. Untuk inilah Sanubari dipersiapkan. Untuk menjadi hosts pengganti.
__ADS_1
"Bel lavoro, Maria! Ti darò un bonus più tardi."
(Kerja bagus, Maria!)
"Grazie signora."
(Terimakasih, Madam.)
"Ti darò un bonus più tardi."
(Nanti akan kuberikan bonus untukmu.)
"Grazie ancora, signora."
(Sekali lagi terimakasih, Madam.)
"Va bene. Andiamo subito! Non va bene far aspettare ancora i clienti."
(Baiklah. Ayo kita segera pergi! Tidak baik membiarkan pelanggan menunggu lebih lama.)
Belleza menggandeng tangan Sanubari. Dengan langkah cepat ia membawa Sanubari keluar dari ruangan staf.
Sanubari kebingungan dengan apa yang sedang terjadi. Ia tidak mengerti apa hubungannya pelanggan dengannya sampai-sampai ia diseret pergi. Sambil berjalan, Sanubari bertanya, "Cosa intendi per cliente? Perché dovrei andare con la zia?"
(Apa maksudnya dengan pelanggan? Kenapa saya harus ikut Bibi?)
(Maria tidak mengatakannya padamu?)
"Cosa hai detto?"
(Mengatakan apa?)
Jawaban Sanubari terdengar sangat polos. Maria tergoda untuk mengetes keluguannya. Wanita itu tersenyum licik lalu mengatakan, "Visto che sei ancora in libertà vigilata, stasera ti pago dieci euro se riesci a fare bene il tuo lavoro."
(Berhubung kau masih dalam masa uji coba, kurasa aku akan memberimu gaji sepuluh euro malam ini jika kau berhasil menyelesaikan tugasmu dengan baik.)
"Questo significa che sono stato assunto qui?"
(Apakah itu artinya saya dipekerjakan di sini?)
Sanubari cukup senang mendengar kata 'gaji sepuluh euro'. Itu artinya dia akan punya uang untuk makan besok. Meskipun Sanubari belum tahu apa pekerjaannya tetapi ia bersyukur bisa bekerja tanpa repot-repot melamar. Ia tahu betul bagaimana susahnya mencari pekerjaan.
Belleza juga senang karena Sanubari tidak mempertanyakan gajinya. Padahal seharusnya Sanubari bisa mendapatkan lebih dari itu. Belleza memanfaatkan ketidakTahuan Sanubari. Tanpa banyak bicara, Belleza menjawab, "Si."
(Iya.)
Mereka berjalan memasuki elevator menuju lantai lima, dilanjutkan dengan menyusuri koridor dengan pencahayaan redup. Alunan musik samar-samar terdengar di sepanjang koridor. Beberapa ketukan hak tinggi kemudian, mereka sampai di sebuah pintu.
__ADS_1
Beleza membukanya dan mengajak Sanubari masuk. Tercium aroma terapi bercampur dengan bau yang menurut Sanubari tidak sedap. Beberapa kali Sanubari membuang napas kasar lalu menggosok hidungnya.
Ruangan kali ini terkesan lebih mewah dengan bangku-bangku yang berjauhan. Akan tetapi, bau dan suasananya tidak jauh berbeda dari lantai sebelumnya bagi Sanubari.
Melihat kondisi tempat ini, rasanya Sanubari tidak akan tahan jika harus bekerja selamanya di sini. Ia berpikir akan mengakhiri pekerjaannya besok dan mencari pekerjaan lain. Lagipula Belleza mengatakan bahwa gajinya akan dibayar secara harian. Jadi, Sanubari berpikir tidak masalah jika langsung mengundurkan diri setelah malam pertama.
Demi sepuluh euro, malam ini dia harus bertahan. Pekerjaan apa yang harus ia ambil berikutnya akan dipikirkan besok. Yang penting hari ini ia bisa menghasilkan uang supaya tidak kelaparan.
Tiba-tiba saja seorang wanita bergaun Hitam elegan menghadang langkah mereka. Wanita itu berkata, "Signora Belleza, questo è un ragazzo nuovo? Com'è che non l'ho mai visto prima? Mi sta nascondendo deliberatamente un ragazzo così?"
(Madam Belleza, apakah ini anak baru? Kenapa aku tidak pernah melihatnya selama ini? Apa kau sengaja menyembunyikan pemuda sebagus ini dariku?)
"Mi dispiace, signorina Sweeta. Ma questo ragazzo serve solo ospiti VVIP. Dobbiamo partire immediatamente perché ci sono clienti in attesa. Mi scusi!"
(Mohon maaf, Nona Sweeta. Tetapi anak ini hanya melayani tamu di ruangan VVIP. Kami harus segera pergi karena ada pelanggan yang sedang menunggu. Permisi!)
"Apetta un minuto!"
(Tunggu dulu)
Sweeta mencekal lengan Belleza. Belleza terpaksa berhenti. Sanubari juga berhenti karena belum tahu dimana ia akan dipekerjakan dan apa pekerjaannya.
"Voglio questo Giovannoto."
(Aku ingin anak ini.)
"Sweeta, per cosa lo vuoi? Non mi hai già qui?"
(Sweeta, untuk apa kau menginginkannya? Bukankah kau sudah memiliki aku di sini?)
Seorang pria dewasa berseragam sama dengan Sanubari merangkul Sweeta. Pria itu memandang tidak senang kepada Sanubari. Kemunculan remaja itu membuatnya terancam kehilangan pelanggan kelas atas. Tentu ia akan berusaha mempertahankan Sweeta. Ia tidak akan membiarkan pamornya sebagai host peringkat ke dua digulingkan oleh anak baru yang belum berpengalaman.
Sedangkan Belleza melihat peluang terbuka dari kondisi saat ini. Dengan sedikit basa-basi ia menjawab Sweeta. "Noka ha ragione, signorina. Al momento sei con uno dei nostri migliori ospiti. Sono sicuro che Noka può servirti bene. Se vuoi ancora stare con il nostro nuovo ragazzo, puoi fare pressioni su di lui al servizio VVIP un'altra volta."
(Noka benar, Nona. Anda sekarang sedang bersama salah satu host terbaik kami. Saya yakin dia bisa memuaskan Anda. Jika Anda ingin bersama host baru kami, mungkin sebaiknya Anda melobinya lain kali di pelayanan VVIP.)
"Voglio ancora questo ragazzo adesso. Se necessario, pagherò dieci volte quello che l'ospite VVIP sta attualmente facendo pressioni finché lo lasci stare con me. Puoi fare in modo che Noka prenda il suo posto per servire l'ospite VVIP. Che ne dici di esso?"
(Aku tetap ingin anak baru ini sekarang. Jika perlu aku akan membayar sepuluh kali lipat dari tamu VVIP yang saat ini melobinya asal kau membiarkan aku bersama anak baru ini. Kau bisa meminta Noka menggantikan perannya untuk tamu VVIP itu. Bagaimana?)
Pandangan Noka terhadap Sanubari seketika berubah begitu mendengar kalimat Sweeta. Selama ini Noka belum pernah mendapat pelanggan VVIP. Meskipun predikatnya cukup baik tetapi Noka lebih sering melayani tamu-tamu VIP biasa.
Diam-diam Noka berharap dalam hhati supaya kesepakatan ini berhasil. Belleza melihat pundi-pundi yang sama dengan Noka. Euro sedang menari-nari indah di manik matanya.
Namun, Belleza masih saja suka berbasa-basi demi meningkatkan keuntungan sedikit. "Wow, cosa ha fatto cambiare idea ai nostri membri VVIP che non hanno mai voluto utilizzare i servizi VVIP?"
(Wah-wah, apa yang membuat anggota VVIP kami satu-satunya yang tidak pernah mau mengambil pelayanan VVIP mendadak berubah pikiran?)
__ADS_1