Santri Famiglia

Santri Famiglia
Bertemu Noka


__ADS_3

"Ah, la gioia. È l'unica volta che sono riuscito a giocare così a lungo con un bonus così straordinario".


(Ah, senangnya. Baru kali ini aku bisa bermain selama ini dengan bonus luar biasa.)


Noka bersenandung riang melewati trotoar. Suasana hatinya sangat bagus karena ia baru saja mendapatkan keuntungan besar. Hari sudah mulai sore, mentari jingga pun mulai menyilaukan mata ketika Noka harus berbelok ke barat. Tepat saat itu matanya menangkap pemandangan seseorang berbaring di depan bangunan yang tutup.


"Che mostro! Perché stai dormendo per strada.)


(Dasar orang aneh! Tidur kok di jalanan.)


Begitulah pikir Noka. Awalnya ia tidak terlalu peduli. Namun, semakin mendekat, wajah orang itu semakin kentara. Itu adalah host pemula yang memberinya keberuntungan hingga bisa naik level.


"Lascia perdere. Comunque non lo conosco."


(Biarkan sajalah. Toh aku tidak mengenalnya.)


Namun, mendadak langkah Noka terhenti. Ia kepikiran dengan pemula itu. Sore ini memang cerah. Akan tetapi, ramalan cuaca mengatakan bahwa malam ini akan turun salju. Ia khawatir dengan pemula itu. Bisa-bisa bocah malang itu akan mati jika tidak bangun sampai pagi.


Noka memundurkan langkahnya.Sekali diperhatikannya raga yang terbaring. Jiwa kemanusiaannya tergerak. Ia menoleh ke kanan dan kiri. Tidak ada kendaraan. Noka bergegas berlari ke seberang tanpa menunggu lampu berubah menjadi merah.


Ia mencoba membangunkan pemula itu tetapi pemuda itu tetap tidak bangun. Noka pun mengira bahwa pemula itu mungkin saja pingsan. Dengan sangat terpaksa Noka memanggulnya untuk dibawa pulang.


Untungnya Noka hari ini sedang libur. Jadi, ia bisa bersantai di apartemen setelah ini. Sesampainya di apartemen, Noka membaringkan Sanubari ke tempat tidur. Ia melepas sepatu dan tas pemula itu lalu memesan makanan sebelum mandi.


Tak lama kemudian pemula itu pun terbangun. Ia mendesis kesakitan.


(Ah, kau sudah sadar? Baguslah.)


Noka melanjutkan kegiatannya. Ia mengoleskan obat merah ke luka pemula itu yang sudah dibersihkannya.


"Aspetta, sì! Sto curando la tua ferita."


(Tahan, ya! Aku sedang mengobati lukamu.)


Noka mengembalikan botol antiseptik ke kotak obat. Ia mengambil sebuah plester medis, dibukanya pembungkus plester lalu ia menempelkan Lester tersebut ke dagu pemula yang dirawatnya.


Pemula itu membuka mata. Hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit. Sepertinya ia sedang berada di sebuah kamar. Menyadari hal tersebut, mendadak ia teringat kejadian di hotel bersama Sweeta. Spontan ia berteriak, "Non violentarmi!"


(Jangan perkosa aku!)


Ia bangun dengan cepat, berniat turun dari ranjang. Akan tetapi dia malah terjungkal hingga menciptakan bunyi debuman yang sangat keras.


Noka tertawa mendengar perkataannya. "Non c'è bisogno di andarsene improvvisamente così. Sono ancora normale. Senza forzare le donne verranno da me da sole. Perché dovrei farlo? Soprattutto a un uomo."


(Tak perlu mendadak menjauh seperti itu. Aku masih normal. Tanpa memaksa saja wanita akan dengan sendirinya datang kepadaku. Untuk apa aku harus melakukannya? Terlebih lagi pada seorang pria.)


Pemula itu duduk. Ia baru sadar tidak ada siapa pun kecuali lelaki asing di tempatnya sekarang. Ia menoleh kepada Noka lalu bertanya "Chi sei?",


(Siapa kau?)

__ADS_1


"Non ti ricordi di me?"


(Kau tidak mengingatku?)


"No."


(Tidak.)


"Sono Noka. La persona che era con Sweeta ieri sera al club Infinity Heaven."


(Aku Noka. Yang waktu itu bersama Sweeta di klub Infinity Heaven.)


"Mi chiamo Sanubari. Lo zio può chiamarmi Sanu."


(Namaku Sanubari. Paman bisa memanggilku Sanu.)


Sanubari tidak mengingat nama klub yang ia masuki. Akan tetapi, ia baru ingat pernah bertemu dengan Noka setelah pria asing itu memperkenalkan diri dan menyebut nama Sweeta.


"A proposito, com'è andata la serata con Sweeta?"


(Ngomong-ngomong, bagaimana malammu bersama Sweeta?)


"Non voglio rivedere quella zia orribile."


(Aku tidak ingin bertemu dengan Tante mengerikan itu lagi?)


(Mengerikan?)


"Mi ha quasi violentata. Per fortuna sono riuscita a scappare."


(Dia hampir memperkosaku. Untung aku bisa kabur.)


"Questo è ridicolo. È ridicolo. Questa è la prima volta che conosco un uomo che ha paura di essere violentato da una donna."


(Ini konyol. Sungguh konyol. Baru kali ini aku tahu ada lelaki yang takut diperkosa wanita.)


(Dia hampir saja membuatku berdosa besar. Tentu aku tidak mau itu terjadi.)


"Non è un peccato, amico mio! È un piacere naturale che è un bisogno biologico umano."


(Itu bukan dosa, Kawan. Itu adalah kesenangan alami yang merupakan kebutuhan biologis manusia.)


"Il fatto è che non siamo sposati. Quindi non posso."


(Masalahnya kami belum menikah. Jadi, aku tidak bisa.)


"Perché aspettare prima di sposarsi?"


(Kenapa harus menunggu menikah?)

__ADS_1


"Mamak ha detto che noi uomini non dovremmo toccare le donne con noncuranza. Dobbiamo prima sposarci se vogliamo farlo in modo da non peccare".


(Kata mamak, kita sebagai seorang pria tidak boleh sembarangan menyentuh wanita. Kita harus menikah dulu jika ingin melakukannya supaya tidak menumpuk dosa.)


Keterangan Sanubari terdengar sangat polos. Noka mulai heran kenapa remaja itu bisa menjadi host malam itu. Sedangkan pekerjaan host di klub malam saja setiap hari berkaitan dengan wanita. Singkat kata, mereka bekerja sebagai pria penghibur bagi para wanita yang rindu rayuan dan belaian.


Sebenarnya Noka ingin menanyakan itu tetapi tiba-tiba perut Sanubari berbunyi. Ia pun tidak jadi menanyakannya. Noka tersenyum kepada Sanubari. "Va bene, Mama's Son! Grazie a te, ieri sera ho ricevuto molti consigli. Come ringraziamento, ti tratterò."


(Baiklah, Anak Mama! Berkat dirimu aku mendapatkan banyak tips tadi malam. Jadi, sebagai ucapan rasa terima kasih, aku akan mentraktirmu.)


Sanubari senang mendengarnya. Di setiap kesulitan, selalu ada saja orang baik yang dipertemukan padanya.


Tak lama kemudian, pengantar makanan datang. Mereka menyantap lasagna dan piza bersama. Sambil makan, Sanubari menceritakan permasalahannya. Bagaimanapun juga Sanubari butuh teman berbagi. Terlebih lagi dia masih miskin pengalaman.


Namun, ia tidak menceritakan permasalahan yang lebih pribadi. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya butuh tempat tinggal dan pekerjaan.


Masalah tempat tinggal terselesaikan. Noka bersedia menampung Sanubari sampai ia mempunyai cukup uang untuk mencari tempat tinggal sendiri.


"Non troverai mai un lavoro se vai in giro con quell'uniforme."


(Kau tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan jika berkeliling memakai seragam itu.)


"Uniforme?"


(Seragam?)


(Iya. Yang kau pakai itu adalah seragam host Infinity Heaven. Di saku kiri ada logo Pegagon. Pegagon adalah kelompok ternama di daerah sini. Semua orang tahu bahwa kami yang bekerja di bawah Pegagon dikontrak secara eksklusif. Tidak ada yang mau mempekerjakan anak buangan Pegagon.)


Yang dimaksud dengan anak buangan adalah mereka yang dipecat secara tidak terhormat atau mengundurkan diri tanpa persetujuan. Mereka yang melanggar prosedur terpaksa pergi ke luar daerah untuk menyambung hidup. Sedangkan mereka yang berhenti sesuai prosedur akan diberi sertifikat. Masyarakat akan menerima mereka dengan baik jika menunjukkan sertifikat tersebut.


Lain halnya dengan mereka yang tidak memegang sertifikat kebebasan, anak buangan Pegagon dianggap masalah dalam organisasi. Yang berarti bisa menjadi sumber masalah bagi setiap orang yang berinteraksi dengan mereka.


Sistem kontrak yang cukup rumit. Noka sendiri memilih bergabung dengan Infinity Heaven karena klub tersebut memberikan gaji di atas standar. Belum lagi tips yang diberikan klien. Berkat Sanubari, malam sebelumnya Noka mendapat tips tiga puluh ribu euro. Itu enam kali lipat dari gaji pokoknya per bulan.


Berbeda dengan Noka yang menikmati pekerjaannya, Sanubari ketar-ketir setelah mendengar penjelasan Noka. Tanpa sengaja ia telah berurusan dengan kelompok yang merepotkan. Ia merasa kebebasannya baru saja terrantai.


Dengan takut-takut Sanubari berucap, "Questo significa che non riuscirò mai a trovare un lavoro? Non voglio tornare in quel posto."


(Apakah artinya aku tidak akan pernah bisa mendapatkan pekerjaan? Aku tidak mau kembali ke tempatmu.)


"In base alla tua storia, non credo che tu abbia ancora firmato un contratto. Ma stai scappando dalle responsabilità. Soprattutto da un cliente VVIP. Forse potrebbe essere un problema per te."


(Berdasarkan ceritamu, kurasa kau belum menandatangani kontrak. Seharusnya itu tidak masalah, tapi kau kabur dari tanggung jawab. Terlebih lagi dari anggota VVIP. Mungkin itu bisa menjadi masalah bagimu.)


"Cosa dovrei fare?"


(Aku harus bagaimana?)


Sanubari memandang Noka dengan tatapan memelas. Ia sangat ingin pria yang lebih tua sepuluh tahun darinya itu memberikan solusi. Entah mengapa piza dalam mulutnya mendadak sangat sulit ditelan setelah pembicaraan ini.

__ADS_1


__ADS_2