Santri Famiglia

Santri Famiglia
Resistem


__ADS_3

Suasana begitu sepi. Hanya bunyi ketukan sepatu yang terdengar sepanjang koridor. Satsuki membimbing dua pria perwakilan Onyoudan pusat Nagoya itu ke ruangannya.


"Silakan duduk!"


Wanita itu kemudian mengambil beberapa dokumen. Dia lantas duduk di sofa seberang, lalu menyodorkan bandel file tersebut pada Eiji.


"Ini, silakan dipahami terlebih dahulu, Tuan Shiragami!"


Eiji membuka file yang diserahkan padanya. Di sana tertulis garis besar yang harus dikerjakan. Termasuk cetak biru bangunan, kelistrikan, dan ***** bengek bangunan lainnya. Dia membacanya dengan cepat.


"Jadi, tuan Shima ingin aku membuat sistem keamanan tanpa celah?" simpul Eiji setelah menutup lembar terakhir.


"Benar sekali, tuan Shima tidak ingin peristiwa perampokan hantu di Nagoya terulang. Onyoudan menerima kerugian sangat besar karena itu."


Perampokan hantu merupakan istilah yang ditujukan pada kasus pencurian di ruang tertutup belum lama ini. Kamera pengawas yang merekam secara waktu nyata pun tidak menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan.

__ADS_1


Eiji sudah memeriksa video tersebut. Tidak ada tanda-tanda pengeditan. Mereka yang memiliki akses masuk penyimpanan pun felah diselidiki. Tidak ada satu pun bukti yang membuat mereka menjadi tersangka.


Irrtu permasalahan serius yang meresahkan. Eiji mengerti.


"Tuan Shima ingin sistem keamanan yang tidak bisa dibobol siapa pun. Termasuk Anda sendiri, Tuan Shiragami. Dan jika memungkinkan, bisa selesai hari ini juga. Selambat-lambatnya besok malam," imbuh Satsuki.


Bagi Eiji, mudah saja membobol sistem ciptaannya sendiri. Sekalipun itu didesain sedemikian rupa supaya tidak bisa dihancurkan orang lain. Ini pertama kalinya dia mendapatkan permintaan seperti ini, membuatnya membelalakkan mata. Bukannya tidak bisa.


"Bisa saja. Tapi kurasa butuh waktu lebih lama untuk melakukannya. Apalagi, tuan Shima meminta penambahan pemindaian sidik jari, suara, dan retina. Dan aku kemari tanpa membawa apa pun, kecuali peralatan standar."


Office Boy tersebut membawakan tiga set bento dan minuman. Setelah semuanya tersaji di meja, Satsuki berkata, "Kalian pasti belum sempat sarapan. Mari kita makan dulu!"


Setelah itu, Satsuki membimbing keduanya menuju ruangan yang harus direnovasi. Beberapa meter dari kamar tersebut pun telah dipasangi papan peringatan. Sesampainya di sana, Satsuki memperkenalkan Eiji dan Renji pada tiga teknisi yang akan membantu. Eiji memasuki ruangan.


Dia mengedarkan pandangan. Ranjang super besar, sofa mewah, televisi, almari, nakas, dan furnitur-furnitur lain mendekorasi ruangan. Tipikal kamar-kamar hotel kelas atas pada umumnya. Entah akan dialih fungsikan sebagai apa kamar ini, Eiji tidak diberi tahu. Dia hanya diperintahkan memperketat sistem keamanan.

__ADS_1


Menengadahkan kepala, Eiji membayangkan peristiwa penyelamatan Kouhei bersama Sanubari. Pintu bisa saja dilengkapi sensor serangan dan jaring laser yang tidak bisa dilewati. Namun, remaja itu berhasil menemukan jalan lain yang lebih aman. Takni, dengan membobol langit-langit.


"Semua sisi bisa menjadi pintu," gumamnya seraya menurunkan pandangan, "dinding itu," lalu menoleh ke kanan, "kaca anti peluru itu juga. Ruangan ini harus benar-benar dibuat tertutup untuk menghilangkan celah sekecil apa pun."


Selesai melakukan pengamatan ruangan, Eiji berbalik badan. Diperiksanya tumpukan kardus yang tersusun di dekat pintu. Kemudian, dia mengeluarkan buku kecil dan pena.


"Aku butuh beberapa papan baja yang tidak bisa dipotong dengan apa pun dan bisa dijadikan konduktor listrik yang baik." Dia menuliskan semua yang belum ada disana ke selembar kertas yang baru dirobeknya.


"Bagaimana, Tuan Shiragami? Sepertinya Anda memerlukan sesuatu yang lain." Satsuki mengintip tulisan Eiji yang sedang dikerjakan sambil berjongkok.


"Aku butuh beberapa properti tambahan," Eiji mengacungkan kertas yang telah dirobek dari buku ke tiga teknisi, "salah satu dari kalian, dapatkan semua yang tertulis di catatan ini hari ini juga bila ingin proyek ini selesai besok!"


———©———


Catatan :

__ADS_1


__ADS_2