Santri Famiglia

Santri Famiglia
Kerugian SM


__ADS_3

no"Kim hoejangnim, gabjagi modeun jijeom-ui keompyuteoleul sayonghal su eobsge doeeossseubnida."


(Presdir Kim, seluruh komputer perusahan di seluruh cabang mendadak tidak bisa digunakan!)


(Data


gim isajangnim, hoesa ​​jangoga gabjagi 0ibnida."


(Presdir Kim, saldo perusahaan menjadi nol.)


"mwolagoyo? eunhaeng-e hwag-inhaebosyeossnayo? siseutem olyuga anilkkayo?"


(Apa? Apa kau sudah memeriksa ke bank? Bisa jadi itu sistem eror, bukan?)


Kim Jong Hyun memucat. Ia terpekur sambil menyangga kening dengan jari jemari yang saling terpaut. Layar laptop di hadapannya menampilkan layar putih tanpa bisa diapa-apakan. Ia sudah mencoba menghidupkan secara paksa, tetapi tidak ada perubahan. Bahkan sekadar masuk ke menu reboot untuk mengakses mode aman saja tidak bisa.


Beberapa peretas dalam satu ruangan pun mengalami hal yang serupa. Ruangan yang sudah tegang dari kemarin siang pun semakin memanas dalam kepanikan. Belum ada satu pun dari mereka yang tidur sampai berganti hari. Masing-masing sibuk memperbaiki maupun laptop supaya bisa berfungsi kembali.


Untuk ke sekian kalinya, SM mendapatkan serangan dari musuh bebuyutannya—Frosty Sky, musuh yang tidak bisa diremehkan. Mereka memang sudah terdesak sejak awal penyerangan. Namun, keadaan berbalik semenjak keterlibatan Kim Hyun Jo. Mereka berhasil membajak laptop Frosty Sky sampai masuk lebih dalam. Kemenangan di depan mata itu membuat mereka lengah. Detik berikutnya,, akses mereka pun diblokir, kepingan salju tiba-tiba menari-nari di layar monitor sebelum akhirnya seluruh layar menjadi putih.


Semua orang riuh, bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Tidak terkecuali Kim Jong Hyun—sang bos yang turut menemani peperangan digital mereka. Berulang kali ia bertanya kepada Kim Hyunjo dengan nada tinggi. Namun, pemuda delapan belas tahun itu tetap bergeming, berjongkok di depan layar putih.


Sampai saat ini, Kim Hyun Jo masih dalam posisi yang sama—duduk di atas meja. Satu jam yang lalu, ia masih terlihat memainkan papan ketik. Namun, entah mengapa ia mendadak berhenti tanpa beranjak. Kepalanya penuh dengan pesan terakhir yang muncul di layar putih sebelum benar-benar menghilang.


Pesan singkat itu ditulis dalam bahasa Inggris yang artinya, 'Singkong Keju menolak. Boleh saja kalau mau main ke rumah. Datanglah! Nanti kukasih singkong keju terempuk dan lezat, tetapi jangan mencuri! Mencuri itu tidak baik, meskipun sudah izin saat melakukannya. Lebih baik kecanduan singkong daripada mencuri. Iya 'kan, Kawan?'


Pesan yang cukup aneh menurut Hyun Jo. Ia tidak mengerti mengapa Frosty Sky mengirimkan pesan tersebut. Ia sempat berpikir bahwa mungkin saja itu teka-teki yang dikirim Frosty Sky untuknya. Namun, Hyunjo tidak bisa menemukan jawabannya. Seberapa keras pun otaknya bekerja, ia hanya memperoleh kebuntuan.


Tiba-tiba saja salah seorang peretas bangkit dari tempatnya dan berseru lantang, "sajangnim, joesonghabnida! jamsi dwilo mulleonadolog haejuseyo!"


(Bos, saya mohon maaf! Izinkan saya undur diri sejenak!)


Jong Hyun mengangkat kepala, menatap nyalang pada pria yang baru saja berseru. "eodi gaseyo?"

__ADS_1


(Mau kemana kau?)


"bisang-ibnida, sajangnim. geu ihulo jangoga jugijeog-eulo jul-eodeul-eoseo je tongjang-eul gwanlihago sip-eoyo."


(Ini kondisi darurat, Bos. Saya ingin mengurus rekening tabungan saya karena saldonya terus berkurang secara berkala sejak tadi ....)


Pria itu terus menjelaskan. Tidak ada yang memakai ponsel selama bekerja kecuali Jong Hyun dan pria itu. Setelah mendengar kalimat pria itu, yang lain pun ikut memeriksa ponsel masin-masing. Mereka mendapatkan pemberitahuan serupa yang menumpuk. Pemberitahuan saldo berkurang memang ada. Anehnya, riwayat transaksi bersih.


Jong Hyun juga menerima laporan serupa dari pegawainya yang mengurusi keuangan perusahaannya. Mereka sudah mengkonfirmasi ke pihak bank. Sialnya, pesan tersebut bukanlah pesan sampah. Saldo di rekening mereka menghilang seperti dicuri hantu. Pihak bank pun masih menyelidiki perihal ini.


Permasalahan ini benar-benar membuat Jong Hyun pusing. Ia tidak tahu bagaimana caranya memulihkan dana perusahaan dengan cepat. Terlebih lagi, ia juga baru saja mendapatkan pemberitahuan bahwa dana di rekening pribadi ga telah dinolkan juga.


(Sebagian dari kalian, selesaikan masalah ini dulu! Sebagian lagi boleh pergi. Kalian lakukan bergantian!)


(Ini sangat sulit, Bos. Saya sendiri tidak tahu bisa atau tidak memulihkan hari ini.)


(Bagaimana dengan tuan muda? Biasanya dia lebih tahu daripada kami.)


Peretas itu mengucapkannya dengan takut-takut. Mereka memang tidak sering bekerja sama dengan Hyun Jo. Namun, dua kali satu ruangan dengan Hyun Jo sudah cukup menjadi pengalaman bagi mereka. Mereka tahu bahwa Hyun Jo adalah sosok yang sulit diajak komunikasi.


)Hyun Jo, apa kau tahu caranya memperbaiki dan menghilangkan layar putih ini?)


Jong Hyun menunjuk monitor di hadapan Hyun Jo. Hyunjo manggut-manggut. Melihat reaksi itu, semua orang tersenyum. Pun demikian dengan Jong Hyun. Kunci pemecah permasalahannya ada di depan mata.


Tiba-tiba saja tangannya bergerak, mematahkan layar laptop dari papan induknya. Semua orang tercengang.


"Apa yang kau lakukan? Apa ini yang dimaksud dengan memperbaiki?)


(Laptop baru, situs baru, situs baru, rekening baru.)


(Kau menyuruhku membeli laptop baru? Di sini saja banyak yang masih bisa dipakai.)


Hyun Jo menggeleng, lalu kembali berujar dengan nada datar, "Yang lama perusak. Dokter tidak punya penawar. Rekening bocor tidak bisa ditambal. Rumah beku akan membekukan semua yang menyentuhnya.)

__ADS_1


Semua orang mengerutkan dahi mendengar jawaban Hyun Jo. Saraf-saraf otak mereka mengencang, berusaha keras memahami penuturan sang pemuda. Tidak jauh dari pemuda itu, seorang wanita terlihat sedang mencorat-coret buku catatan kecil.


Ia mencoba mencerna semua yang terjadi dan menghubungkannya dengan kalimat Hyun Jo. Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya dia angkat bicara.


(Maaf Tuan-tuan, jika kalian masih bingung, bolehkah saya mencoba menjelaskan?)


Jong Hyun langsung memberi isyarat setuju. Sina adalah asisten yang memang ia pekerjakan khusus untuk menemani Hyun Jo selama beberapa tahun ini. Bisa dibilang, Sina mulai terbiasa dengan gaya komunikasi Hyun Jo.


Sina pun mulai menjelaskan setelah dipersilakan. Ia menyampaikan bahwa virus yang telah tersebar ke seluruh komputer tidak bisa dimusnahkan dengan antivirus. Penghormatan pun tidak bisa dilakukan karena virus tersebut memblokir seluruh fungsi secara total. Persetan dengan perangkat tambahan dari luar pun mustahil karena virus akan segera menginfeksi apa pun yang teratur padanya.


Tidak hanya data perusahaan dan komputer saja, nampaknya virus ini juga melacak distribusi uang yang berhubungan dengan perusahaan. Virus ini akan terus mengurangi nominal tabungan setiap orang secara berkala. Di saat yang bersamaan, virus juga akan menghapus jejak sehingga kemana dana tersebut dialirkan tidak dapat dilacak. Di awal, kemungkinan pemberitahuan saldo berkurang terus dikirimkan untuk memberi gertakan. Namun, hari berikutnya ketika virus tersebut secara perlahan mengikis pundi-pundi bisa jadi tidak akan ada lagi pemberitahuan.


Semua orang menelan ludah kasar mendengar penjabaran interpretasi Sina. Satu-satunya cara keluar dari masalah ini adalah memulai semuanya dengan yang baru, menutup rekening lama lalu membuat baru, membangun domain baru. Tentunya dengan perangkat baru juga. Hyun Jo manggut-manggut membenarkan penafsiran Sina.


"daleun bangbeob-i eobsdago hwagsinhabnikka?"


"Kau yakin tidak ada cara lain.)


Jong Hyun tampak kacau. Kerugian yang ia alami saja sudah sangat besar. Rasanya berat sekali jika harus merongsokkan inventori yang jelas baik-baik saja secara fisik tetapi tidak bisa digunakan hanya karena perangkat lunaknya terinfeksi.


Tanpa menjawab, Hyun Jo melompat dari meja. "oesig oesig."


(Makan, makan.)


Pemuda itu meninggalkan Jong Hyun yang tertimpa beban seberat gunung berlapis. Sina berpamitan lalu mengikuti pemuda itu.


*****


Celotehan Penulis :


Saya lupa nama mereka. Alhasil, saya butuh intip-intip contekan buat menyelesaikan episode ini. Ha ha ha.


Follow Instagram chonurv juga jika berkenan ya, Kawan!

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2