
"Sarung?"
Eiji baru pertama kali ini melihat jenis sarung yang digunakan untuk menutupi pinggang ke bawah. Bagaimanapun, itu tampak seperti rok. "Atau mungkin itu memang rok?" pikirannya ingin tahu kebenaran, tetapi jelas tadi Sanubari mengatakan bahwa itu bukan rok. Sepertinya masih banyak kosa kata baru yang harus dipelajari Eiji.
Sayangnya, dia tidak memanggil Sanubari untuk belajar bahasa. Netranya belum beralih dari sang remaja yang memejamkan mata. Bulir-bulir keringat meluncur bebas dari pelipis remaja itu. Dia sengaja sedikit berbasa-basi untuk membiarkan Sanubari beristirahat.
Sanubari baru saja hendak melayang ke alam mimpi ketika Eiji berkata, "Ikuti aku!"
Sontak Sanubari membuka mata tersentak. Jantungnya berdegup kaget. Mata masih berat, rasanya dia ingin melanjutkan tidurnya. Namun, Eiji tidak membiarkannya.
Lelaki itu berbalik badan ketika menyadari Sanubari tidak mengikutinya. Bertopang pada sandaran sofa, dia menyentil keras kening Sanubari.
"Cepat bangun! Kau pikir dipanggil ke mari hanya untuk pindah tempat tidur?"
"Jam kerja ini tidak manusiawi." Sanubari masih saja mengeluh. Dia enggan untuk bangun.
"Ibi latihan untuk anak baru sepertimu. Seluruh anggota Onyoudan harus siap kapan pun dibutuhkan."
"Oh, ini hanya latihan? Berarti aku boleh tidur lagi?"
__ADS_1
"Itu jika kau ingin bekerja tanpa dibayar selamanya dan membayar pinalti satu miliar yen."
Mendengar nominal itu, Sanubari secara instan terbangun. Dia belum genap satu bulan di Onyoudan. Bonus misi pertama telah dihabiskannya untuk membantu keluarga Mohammad. Dia tidak mau terkena denda, sementara gaji saja belum dapat. Meskipun dia masuk Onyoudan bukan karena sungguh-sungguh bekerja, tetapi dia tak ingin dirugikan.
"Oke, aku siap. Apa kita akan menjalankan misi penyelamatan seperti waktu itu lagi?" Sanubari berdiri tegang.
Eiji menggeleng. "Ada hal lain yang harus kita lakukan."
Eiji kemudian mengajak Sanubari masuk lebih dalam. Kantor Onyoudan benar-benar sepi. Tampaknya tidak ada pekerja yang masuk hari ini, kecuali dirinya dan Eiji. Berjalan menyusuri lorong, mereka memasuki ruangan di mana beberapa setel pakaian berjajar rapi, entah itu dilipat atau tergantung.
"Kau ini terbiasa keluar tanpa alas kaki, ya?" Eiji melihat ukuran-ukuran yang tertempel pada rak.
"Panggilan tadi terlalu mendadak. Mana sempat aku turun untuk mengambil sepatu."
"Masalahnya, sepatuku ada di pintu keluar. Terlalu lama jika aku harus menuruni tangga."
"Memangnya kalau tidak lewat pintu, mau lewat mana lagi?" Eiji mengambil sepatu lalu melemparnya pada Sanubari, "pakai ini!"
Sanubari menangkapnya. "Lompat dari beranda kamar lantai dua."
__ADS_1
"Bocah yang unik," pikir Eiji. Dirinya sendiri tidak akan mau memilih beranda lantai dua sebagai pintu alternatif. Siapa yang mau terjun dari ketinggian berkisar sepuluh meter kalau bukan maling kepepet.
Eiji melihat Sanubari sekilas sambil memilih setelan. "Ganti pakaian anehmu itu dengan ini! Kalau ukurannya kurang pas, nanti bisa ditukar."
Eiji menyerahkan pakaian yang masih terbungkus rapi pada Sanubari. Jas dan celana hitam, serta kemeja abu-abu gelap. Sanubari memperhatikannya.
"Jadi, kantor Onyoudan ini merangkap sebagai toko baju?"
"Tentu tidak. Itu hanya perlengkapan yang memang disediakan untuk anggota di saat-saat tertentu. Cepat ganti pakaianmu!" perintah Eiji
Sanubari lekas membuka bajunya dan memakai pemberian Eiji. Kainnya terasa sangat nyaman. Sepertinya terbuat dari kain berkualitas tinggi. Tersisa satu benda terakhir yang tidak bisa Sanubari pakai.
Dia pernah memakainya waktu menghadiri undangan resmi di masa lampau. Namun, ada Sanum dan Kelana yang membantunya kala itu.
"Bagaimana caranya memakai ini?" Sanubari menunjukkan benda panjang itu pada Eiji.
Eiji menyahut benda itu lalu mengalungkannya pada kerah kemeja Sanubari. Remaja itu menunduk, memperhatikan tangan Eiji yang memutar kain panjang itu ke sana Ke mari, membentuk pola tertentu hingga menjadi segi tiga berekor.
"Kau harus belajar memakai dasi sendiri lain kali." Eiji merapikan kerah kemeja Sanubari.
__ADS_1
Tanpa menanggapi itu, tiba-tiba Sanubari bertanya, "Apa Kak Eiji tidak ingin keluar dari Onyoudan?"
Sejak masuk ke Onyoudan, Sanubari belum memiliki kesempatan sedikit pun untuk mengutarakan niatnya pada Eiji. Hari ini tidak ada satu pun karyawan yang masuk. Hanya ada mereka berdua dalam ruangan. Tidak akan ada yang menguping percakapan mereka. Hari ini goldenweek, mungkin akan menjadi kesempatan emas baginya bila bisa memanfaatkan dengan baik.