
"Jangan bilang kalau kau buta?" ucap Barnabas.
"Aku bisa melihat kok."
"Lalu mengapa kau bilang gelap?"
"Sekarang 'kan memang gelap. Aku bisa melihat kok kalau di tempat terang," jawab Sanubari yang belum menyadari kondisinya saat ini.
Barnabas menggeram, "Argh, sialan! Apa yang telah mereka lakukan?"
Kondisi fisik Sanubari akan mempengaruhi harganya. Tentu Barnabas tidak senang dengan ini.
"Paman, bisa tolong antar aku pulang? Aku ingin pulang," pinta Sanubari.
"Pulang?" Barnabas tertawa.
"Memangnya pulang itu lucu? Kok malah ketawa."
"Kau tidak akan pernah pulang lagi. Karena aku akan menemukan rumah baru untukmu. Aku yakin masih ada yang mau membayar tinggi untukmu meski kau buta sekalipun," ujar Barnabas.
"Aku tidak ingin rumah baru. Kalau Paman ingin membelikan rumah baru lebih baik berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan. Aku hanya ingin kembali ke rumah papa dan mamak," balas Sanubari dengan polosnya.
Barnabas tertawa lagi lalu berkata, "Ucapkan selamat tinggal kepada Gafrillo! Kau tidak akan pernah lagi melihatnya. Ini bayaran terbaik untuknya. Siapa suruh menolak aplikasi pembelian Aifkaku. Dia juga menolak pengajuan permintaan pasokan senjataku. Gafrillo benar-benar menyebalkan."
Lagi-lagi nama Gafrillo dibawa-bawa. Sanubari tidak mengerti mengapa dirinya dilibatkan dalam permasalahan kedua orang dewasa itu. Padahal dia sama sekali tidak tahu apa sangkut paut dirinya dengan Gafrillo dan sengketa mereka.
__ADS_1
Tak lama kemudian dua pria pengantar peti kembali dengan membawa makanan. Setelahnya Sanubari di kurung di suatu tempat.
*****
Sementara itu di Italia, Aeneas murka. Anak satu-satunya diculik. Dua patisier penculik Sanubari ditangkap di hari ke tiga setelah hari penculikan sebelum berhasil meninggalkan Italia. Saat ini Kelana berada di kantor Aeneas untuk melaporkan hasil penyelidikan.
"Katanya mereka hanya disuruh oleh seorang wanita berambut putih," terang Kelana.
"Dia lagi. Dia lagi. Sebenarnya siapa dia?" gerutu Aeneas.
"Mereka juga tidak tahu. Setelah membuat tuan muda tertidur, mereka membawa tuan muda ke Livorno. Kami sudah mendatangi tempat itu tetapi di sana kosong. Saat ini kami sedang menelisik rekam jejak pelaku," jelas Kelana.
Lima puluh Intel dari organisasi dikerahkan untuk menelusuri jejak pelaku di bawah pimpinan Kelana. Tidak ada kamera pengawas di depan bangunan diturunkannya Sanubari. Sehingga mereka harus mengamati setiap kendaraan lalu lalang di jalan sekitar melalui hasil rekaman. Rekaman yang diperiksa pun mulai hari diculiknya Sanubari sampai hari ketiga.
Orang-orang yang memberi izin penyelundupan Sanubari ditangkap. Sepuluh orang intel dikirim ke Israel guna melanjutkan pencarian.
Hari ke sepuluh pasca penculikan, Kelana kembali menghadap.
"Tuan Aeneas, gawat!"
"Ada apa?"
"Besok akan diadakan acara pelelangan tertutup di kalangan elit di kota Tel Aviv. Tuan muda Sanubari menjadi salah satu yang akan dilelangkan di sana."
"Apa kita masih punya waktu?"
__ADS_1
"Iya, waktu lelang akan berlangsung pukul sepuluh malam waktu Israel. Masih ada sekitar delapan belas jam lagi."
"Siapkan uang dan pesawat pribadi!"
"Daripada mengeluarkan uang, tidakkah sebaiknya kita langsung serang saja?"
"Aku sekarang punya keluarga. Aku tidak ingin memicu terjadinya perang dan membahayakan keluargaku lebih dari ini."
"Baiklah, Tuan."
"Habisi semua orang yang sudah tidak berguna!"
Aeneas berbicara dengan nada tenang. Namun, emosi dalam dada sebenarnya membuncah. Beberapa orang dengan seenaknya mengusik hidup damainya.
Para patisier dan orang-orang yang menerima bayaran dari wanita berambut putih bermasker dibunuh. Tidak ada ampunan sama sekali bagi mereka. Penyelidikan tentang wanita misterius itu pun masih terus dilakukan.
*****
Di Israel.
Selama beberapa hari Sanubari ketakutan sendirian dalam kegelapan. Namun, pada akhirnya dia terbiasa. Rasa takut dengan kegelapan sejak kecil pun hilang dengan sendirinya. Ia juga menyadari ada yang tidak beres dengan matanya.
Hari ini seorang pria datang ke kamarnya, dia memberikan makanan padanya. Setelah itu, lelaki tidak dikenal tersebut membawa Sanubari ke kamar mandi. Dia melucuti baju Sanubari.
"Paman mau apa? Kenapa bajuku dilepas?" tanya Sanubari.
__ADS_1