
Singkat cerita mereka berdua pun sampai di pintu gua gunung api penyucian.
"kenapa kita malah ketempat pengasingan?" tanya Gu mei pada Eva.
"karena mereka, teman-temanku berada disini."
"tapi pintu gua ini dihalangi oleh sebuah formasi, bagaimana caranya kita bisa masuk?" tanya Gu Mei.
"Hahaha kalau tentang itu kamu tenang saja, karna aku punya ini" ucap evan menunjukan Token tetua kepala sekte miliknya.
pintu formasi tak menghalanginya untuk masuk karena evan memiliki Token Tetua kepala sekte yang bisa membuat Evan memasuki semua tempat yang ada di sekte matahari merah.
"Ayo masuk!" ajak evan pada Gu Mei, Gu mei pun mengangguk setuju.
Disisi lain gua, tepatnya ditempat ketiga teman lama evan yang dulu menemaninya saat menjalani hukuman. mereka adalah, si gadis cantik yang dingin dan galak, si pria tua, dan si paman pendiam.
"Tak tak tak tak........" suara langkah kaki yang berjalan mendekat terdengar oleh ketiga teman lama Evan.
Suasana hening membuat setiap langkah kaki terdengar dengan jelas, membuat ketiga teman lama evan sangat penasaran. kemudian langkah kaki itu pun berhenti ketika sudah sampai.
"Hahahaha.... Apa kabar Semuannya!?" sapa Evan penuh semangat pada ketiga teman lamanya.
"Bocah!?" Ucap pria tua terkejut melihat Evan.
Mendengar suara Evan si gadis cantik hanya tersenyum didalam ruang tahanannya. sedangkan si paman keluar untuk melihat evan.
Melihat si paman keluar dan senyuman ketika kedatangannya, ecvan sangat senang.
"Halo paman!" sapa Evan melambaikan tangannya.
"Hei Nak, siapa gadis yang ada dibelakangmu itu?, kekasihmu?" tanya si pria tua.
__ADS_1
"Gadis?" Batin si gadis cantik terkejut ternyata Evan datang membawa seorang gadis (mengira kalau pacar Evan).
"Hahaha... aku sampai lupa memperkenalkannya pada kalian, gadis ini adalah temanku namanya Gu Mei putri dari Kaisar Gu Tianxing dari negara Gu, kami baru bertemu setengah bulan yang lalu." Kata Evan memperkenalkan Gu mei.
Mendengar kalau ternyata hanyalah seorang teman dan mereka baru bertemu selama setengah bulan, Gadis dingin itu tersenyum.
"Halo senior, Halo paman, senang betemu dengan kalian." sapa Gu mei sambil memberi hormat.
"Hahaha putri terlalu sopan, saya tidak sanggup menerima hormat putri." ucap si pria tua merasa sungkan.
"Jadi mereka adalah teman-teman kamu?" tanya Gu mei pada Evan.
"Yah, tapi sebenarnya masih kurang satu orang lagi."
"satu orang lagi?"
"Iyah, tapi sepertinya dia tak ingin menyambutku, karena berani tak menyambutku, aku pasti akan menghukumnya!" ucap evan hingga terdengar oleh si gadis cantik nan dingin.
Evan pun melompat ke ruang tahanan milik si gadis dingin.
"Aku takut akan menghilangkan kesenanganmu dengan si Gu Mei itu...." Jawabnya menyindir Evan.
"Sepertinya gadis itu cemburu, Evan, masalah percintaanmu sungguh beruntung." Ucap racun dalam pikiran Evan.
"Benar kau sungguh beruntung, sudah ada ririn, reya, ran ran, Mei, dan sekarang ditambah lagi dengan gadis ini." ucap api.
"Hehehe..... apa kau cemburu?." tanya Evan menggoda gadis itu.
"Cih siapa yang cemburu, kau jangan berpikir sembarangan." Ucap gadis itu kesal dengan wajah merona.
"Dia hanya teman saja, lagi pula dia tak secantik dirimu." Ucap Evan yang terus menggodanya.
__ADS_1
"A-apa yang kau katakan!?" Ucap si Gadis yang tambah tersipu malu.
"hahahaha....., ternyata gadis dingin sepertimu bisa tersipu juga yaah, hehehe...... imut sekali. lain kali harus sering-sering menggodamu seperti ini agar lebih sering melihat tingkah imut kamu ini." Ucap evan menertawai.
"Dasar berengsek!!" Ucap gadis itu menendang ************ Evan, namun Evan berhasil menahan dan menangkap kaki gadis itu.
"Huuuhh.... Hampir saja, Hei!, bisa tidak jangan menendang dibagian sana?, kenapa kalian para wanita suka sekali sih menendang di itu? Hahh??, kalian tau tidak, tanpa ada benda yang ada disana kalian tak akan bisa bahagia!" Ucap Evan memarahi Gadis itu beserta semua gadis lainnya yang suka menendang bagian tengah ************.
"Kau lepaskan kaki ku!" Pinta si gadis kesal sambil berusaha menyeimbangkan badan.
"Okey." Namun saat Evan melepaskan kaki gadis itu, gadis itu malah gagal menyeimbangkan diri dan jatuh sambil ikut menarik Evan, hingga Membuat Evan terjatuh juga.
"GEDUBBRAAK!!" mereka berdua jatuh dengan Evan menindih dan dengan tangan Evan yang mencengkram 'Dua Buah Bakpao yang lembut dan kenyal' milik gadis tersebut.
Seketika gadis itu marah dan kesal dengan wajah yang merah merona.
"BERENGSEK!!" Ucap gadis itu marah sambil dengan menendang selakangan Evan dengan lututnya.
"UUGH!" Lagi-lagi Evan menderita luka dan rasa sakit yang sama, hingga membuat Evan tak sanggup untuk berbicara karena menahan rasa sakit.
Setelah menendang, Gadis itu segera menyingkirkan tangan Evan dari dadanya dan langsung bangkit berdiri.
"Kau ingin tau kenapa kami para wanita suka menendang bagian itu pria?, karena mereka berengsek mesum seperti kau!, lebih baik barang milik merekanya hancur saja agar tak bisa lagi melakukan itu!. Humph" Ucap gadis itu menjauh membelakangi Evan yang bersujud meringkuk kesakitan.
"t-ta-tapi.... aku kan tidak sengaja, apa salahku? kan kamu yang menarikku!" batin Evan meringkuk kesakitan hingga gemetar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................
......................