KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 371 : PERANG BESAR #4


__ADS_3

Hembusan gelombang angin ledakan yang sangat kuat, melempar dan menerbangkan Para Prajurit Kerajaan Mo yang terkena efek gelombang ledakan.


Sementara itu di atas menara komando, tampak Mo Sueyan semakin kesal dan geram melihat Evan dan Sea Lin yang telah mengalahkan dan menghancurkan, Formasi Perang Raja Kalajengking Pasir Emas Raksasa milik Tiga Pasukan Formasi Perang yang telah digabungkan.


"Sialan!, aku tidak percaya ini!. Kenapa dua bajingan itu menjadi sangat kuat, bahkan bisa mengalahkan Formasi perang Raja Kalajengking Pasir Emas yang tidak mungkin bisa aku kalahkan!" kata Mo Sueyan merasa sangat geram dan kesal pada Evan dan Sea Lin.


Mo Sueyan sungguh tidak dapat mempercayai dengan apa yang dilihatnya, bahwa Evan dan Kelima temannya dapat membuat kekacauan yang sangat besar pada seluruh Pasukannya.


Sementara itu, tampak Evan dan kelima temannya yang masih bertempur dengan sangat hebat melawan Pasukan Kerajaan Mo.


Setelah berhasil mengalahkan dan menghancurkan enam Pasukan formasi perang Pasukan Kerajaan Mo, kini Evan dan kelima temannya hanya perlu mencari dua titik Formasi terakhir, yaitu Dua Formasi Ombak Kaisar Pasir Pemusnah.


Sambil bertempur, Evan dan kelima temannya terus mencari dimana dua titik Formasi Ombak Kaisar Pasir Pemusnah berada.


Masih sama seperti sebelumnya, mereka membagi orang menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah Evan dan Sea Lin, sedangkan kelompok kedua adalah Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf.


Evan dan kelima temannya bertempur dengan sangat brutal dan mengerikan, mereka memotong tubuh Para Prajurit Kerajaan Mo seperti memotong sayur.


Darah bercucuran ke udara dan jatuh terserap ke dalam pasir kuning yang berubah menjadi merah.


Senjata Pedang, tombak, dan cakar menebas dan memotong tubuh Para Prajurit Kerajaan Mo.


Senjata dipenuhi dengan lumuran darah merah Para Prajurit Kerajaan Mo.


Darah bercucuran dan menetes dari senjata mereka berenam dan luka Para Prajurit Kerajaan Mo yang mati maupun sekarat.


Kini waktu setengah hari sudah berlalu, dan Pasukan Kerajaan Mo telah kehilangan lebih dari tiga puluh ribu prajuritnya.


Sedangkan Evan dan kelima temannya sama sekali belum menemukan dimana dua titik Formasi terakhir itu berada.


Evan sudah beberapa kali mencoba mencari dan memeriksa dengan teknik Kesadaran Jiwa miliknya, namun Evan tetap saja tidak menemukan dimana letak dua titik Firmasi Ombak Kaisar Pasir Pemusnah itu berada.


Setelah pertarungan selama setengah hari, kini Evan dan kelima temannya telah menghabiskan cukup banyak energi spiritual dari dalam tubuh mereka.

__ADS_1


Tampak Evan yang sedang melakukan pertempuran hebat ditengah-tengah kepungan Prajurit Kerajaan Mo.


"Sial!, aku telah menghabiskan sepuluh persen energi spritualku. Dan aku rasa Sea Lin dan yang lainnya, pasti telah menghabiskan lebih dari setengah energi speritual yang mereka miliki. Jika keadaan ini terus berlanjut, maka kami akan mati karena kehabisan energi spiritual!" pikir Evan dalam hatinya sambil menyerang dan membunuh Para Prajurit Kerajaan Mo yang ada dihadapannya.


Kemudian Evan mencoba untuk mencari dan memeriksa dengan Teknik Kesadaran Jiwa miliknya sekali lagi.


"Teknik Pendeteksi, Kesadaran Jiwa!" kata Evan mengeluarkan gelombang Jiwa dari dalam tubuhnya.


Kemudian dengan cepat gelombang Jiwa yang keluar dari tubuh Evan, langsung menyebar dan menelusuri semua tempat yang ada disekitarnya.


Setelah menyebarkan gelombang Deteksi Kesadaran Jiwanya hingga cukup luas, Evan tetap tidak dapat menemukan dimana letak dua titik Formasi Ombak Kaisar Pasir Pemusnah tersebut.


Karena tidak bisa menemukan dimana letak dua titik Formasi Ombak Kaisar Pasir Pemusnah tersebut berada, Evan merasa sangat kesal dan geram sampai mengepalkan tinjunya dengan erat.


"Sialan!, dimana sebenarnya letak dua titik formasi itu berada. Kenapa aku tidak bisa menemukannya dengan teknik Pendeteksi Kesadaran Jiwaku!?" batin Evan merasa sangat kesal dan geram.


Disaat Evan yang sedang kesal sambil bertarung dengan Para Prajurit Kerajaan Mo yang ada disekitarnya, tiba-tiba suara Elemen Kegelapan terdengar didalam ruang kesadarannya.


"Evan, kamu tidak akan dapat menemukannya hanya dengan Teknik Pendeteksi Kesadaran Jiwa. Kamu harus berpikir, seperti kamu adalah musuhmu yang sekarang!" kata Elemen Kegelapan pada Evan dari dalam ruang kesadaran.


"Berfikir seperti aku adalah musuhku?, apa maksudnya?" tanya Evan merasa bingung sambil terus bertarung dengan Para Prajurit Kerajaan Mo yang ada disekitarnya.


"Maksudku adalah, kamu harus berfikir, seperti musuh kamu berfikir. Jika kamu adalah musuhmu, pikirkan bagaimana caramu menyembunyikan Dua Titik Formasi itu!" ujar Elemen Kegelapan mengajari Evan.


Mendengar ajaran dari Elemen Kegelapan, Evan akhirnya tercerahkan dan mulai berfikir, jika dia menjadi musuhnya, bagaimana cara dia menyembunyikan Dua Titik Formasi Ombak Kaisar Pasir Pemusnah.


"Aku adalah musuhku, aku pasti akan meletakan Dua Titik Formasi itu ditempat yang tidak mungkin orang lain bisa menemukannya. Dan tempat itu pastilah tempat yang paling mudah ditemukan, jadi orang lain tidak akan mungkin merasa curigai dan berfikir bahwa disitulah tempatnya!." pikir Evan sambil bertarung dan menghabisi Para Prajurit Kerajaan Mo yang ada disekitarnya.


Kemudian Evan menggunakan teknik Pendeteksi Kesadaran Jiwa sekali lagi.


"Teknik Pendeteksi, Kesadaran Jiwa!" kata Evan mengeluarkan suatu gelombang Jiwa dari dalam tubuhnya.


Kemudian dengan cepat gelombang kekuatan Jiwa yang keluar dari tubuh Evan, langsung menyebar dan menelusuri semua tempat yang ada disekitarnya sekali lagi.

__ADS_1


Setelah Evan menggunakan teknik gelombang deteksi kesadaran Jiwanya, dan menelusuri semua tempat yang ada disekitarnya dengan sangat teliti, akhirnya Evan menemukan satu tempat yang sangat mencurigakan.


Dengan kesadaran jiwanya, Evan melihat ada satu tempat yang jauh dari tempatnya berada.


Tempat itu adalah Menara Komando Pasukan Kerajaan Mo, tempat Mo Sueyan saat ini berdiri dan memberi komando kepada Seluruh Pasukannya.


Evan menemukan bahwa dibawah Menara Komando, ada satu inti formasi kecil yang sepertinya sedang menutupi dua titik formasi besar didalamnya.


"Akhirnya aku menemukannya juga. Pantas saja aku tidak dapat menemukannya, ternyata dua Titik Formasi Besar itu ditutup dengan formasi kecil agar aku tidak mencurigainya. Aku pikir sebelumnya itu hanya formasi kecil biasa untuk mengeras suara Sang Komando, agar terdengar oleh seluruh Pasukannya. Sekarang sudah menyadari bahwa itu untuk menutup Dua Titik Formasi Besar dibawahnya." pikir Evan sambil melihat rangkaian formasi kecil yang ada dibawah menara komando.


Disaat Evan sedang fokus menggunakan kesadaran jiwanya, tiba-tiba salah seoorang Komandan Pasukan Kerajaan Mo diam-diam datang menyerang Evan dari belakang.


"Mati Kau!" kata Sang komandan Musuh datang menyerang Evan dari belakang dengan jurusnya.


"BAAAMM!!" serangan Sang Komandan Musuh menghantam tubuh Evan dengan sangat kuat.


Akan tetapi yang terlempar bukanlah Evan, melainkan sang Komandan musuh yang terlempar dengan tangannya yang patah.


Sang Komandan jatuh diantara pasir-pasir dan menjerit kesakitan pada tangannya yang telah patah.


"Aaakkh!..., Sial, kenapa tubuhnya bisa sangat keras!?" kata Sang Komandan Musuh merasa sangat terkejut sambil merintih kesakitan.


Kemudian Evan yang terkena serangan dari Sang Komandan Musuh, akhirnya tersadar dan membuka matanya.


Evan menoleh dan melihat dengan tatapan kejam, ke arah Sang Komandan Musuh yang sedang terbaring di atas pasir sambil merintih kesakitan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


TETAP SANTAI NAMUN JANGAN LENGAH DAN JANGAN MUDAH PERCAYA KEPADA SIAPUN.


KARENA SIAPAPUN BISA MENJADI MUSUHMU.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


__ADS_2