KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 439 : Ketakutan Dan Kebimbangan Evan


__ADS_3

Setelah itu, kemudian Evan pergi meninggalkan tempat bekas pertempurannya tersebut dan kembali ke tempat berkumpulnya Para Prajurit Pasukan Gagak Malam. Sedangkan Qiu Shen tetap berada di tempat bekas pertempuran tersebut untuk mengatur Para Prajurit menyerap Tiga Mayat Hewan Monster Tingkat Tinggi yang telah dikalahkan oleh Evan.


Di tempat berkumpulnya para prajurit Pasukan Gagak Malam, tampak Evan yang sedang duduk bersila dibawah sebuah pohon besar yang teduh.


Evan sangat merasa heran dan bingung dengan lengan kirinya yang terkena racun mematikan milik Katak Beracun Mata Seribu sebelumnya, kini tiba-tiba telah pulih dan racun yang ada di lengan kirinya juga telah menghilang semuannya.


"Aneh sekali, bukankah lenganku sebelumnya terkena racun mematikan milik Katak Beracun Mata Seribu? Mengapa kini racunnya telah menghilang? Atau aku yang sudah berhalusinasi?" batin Evan penuh tanda tanya.


Melihat Evan yang begitu penasaran dengan lengannya yang terkena racun mematikan milik Katak Beracun Mata Seribu kini telah sembuh dan pulih, kemudian Elemen Racun yang berada didalam lautan spiritual memberitahu Evan alasannya.


"Evan tampan, kamu tidak berhalusinasi, sebelumnya lengan kiri kamu memang terkena racun milik Katak Beracun Mata Seribu yang telah kamu kalahkan. Namun pada saat kamu bertarung dengan Tiga Monster itu, Jiwa Petarung milikmu menyerap racun milik Katak Beracun Mata Seribu yang ada di lengan kiri kamu itu!" kata Elemen Racun memberitahu Evan mengapa racun milik Katak Beracun Mata Seribu yang ada di lengan kirinya tiba-tiba menghilang tanpa disadari.


"Apa!? Jiwa Petarung milikku menyerap racun mematikan milik Katak Beracun Mata Seribu yang ada di lengan ku?" tanya Evan merasa terkejut saat mendengar kalau Jiwa Petarung miliknya telah menyerap Racun mematikan milik Katak Beracun Mata Seribu yang ada di lengan kirinya.


"Benar sekali, walaupun kami sudah dapat menebak kalau Jiwa Petarung milikmu mampu menyerap segalanya, tetapi kami tetap tidak menyangka kalau Jiwa Petarung milikmu dapat menyerap sesuatu yang berada diluar Lautan Spiritual, apalagi racun itu bukanlah sesuatu yang berbentuk energi atau semacamnya!" ujar Elemen Racun yang sebelumnya juga sempat merasa terkejut dengan Jiwa Petarung milik Evan yang mampu menyerap racun mematikan milik Katak Beracun Mata Seribu.


"Jadi sekarang kami yakin, kalau Jiwa Petarung milikmu ini memang dapat menyerap apapun itu yang dapat membahayakan keselamatanmu!" kata Elemen Racun lanjut memberitahu Evan bahwa Kekuatan Jiwa Petarung miliknya memang sangat tidak bisa ditebak.


Mendengar perkataan Elemen Racun, seketika membuat Evan merasa senang dan takjub pada kekuatan Jiwa Petarung miliknya yang benar-benar sangat kuat hingga tidak dapat ditebak. Namun dibalik rasa senang dan takjub pada kekuatan Jiwa Petarung miliknya, Evan juga memiliki rasa takut pada Jiwa Petarung miliknya tersebut.

__ADS_1


"Jiwa Petarung milikku ini memang sangat luar biasa, bahkan kekuatan dan kemampuan- nya tidak bisa ditebak oleh kalian yang merupakan Kaisar Dewa 12 Elemen. Aku merasa senang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa ini, tetapi aku juga merasa takut kalau suatu saat nanti aku tidak dapat mengendalikan Kekuatan ini!" ujar Evan mengungkapkan rasa bimbang nya kepada Para Elemen yang ada di lautan spiritual miliknya.


"Bayangkan saja jika suatu hari nanti aku tidak dapat mengendalikan kekuatan yang aku miliki, aku takut kekuatan ini menyakiti Ririn dan orang-orang yang berada disekitar ku!" lanjut Evan juga mengungkapkan rasa ketakutannya.


Mendengar perkataan Evan, seketika membuat Para Elemen yang ada di dalam lautan spiritual menjadi ikut bimbang dan terdiam sejenak. Namun sesaat kemudian, Elemen Bintang yang sudah cukup lama tidak berbicara, kemudian berbicara kepada Evan.


"Evan, yang kamu katakan memang benar, tetapi kalau harus tahu sebuah Prinsip di dunia ini!"kata Elemen Bintang berbicara kepada Evan.


"Sebuah Prinsip? Prinsip apa itu?" tanya Evan merasa penasaran dengan Prinsip yang dikatakan oleh Elemen Bintang.


"Prinsip itu mengatakan semakin besar yang kamu miliki, maka akan semakin besar pula tanggung jawab dan Resiko yang kamu terima, dan begitu juga sebaliknya!" kata Elemen Bintang memberitahu Evan tentang sebuah Prinsip Kehidupan yang berlaku di Dunia ini.


Mendengar itu perkataan Elemen Bintang, seketika membuat Evan terdiam sejenak, hingga sesaat kemudian Evan tersenyum.


"Kakak Bintang, apa yang kamu katakan memang benar, aku memang harus berani menerima sesuatu yang telah aku miliki. Aku tidak boleh takut dengan resiko yang akan aku dapatkan dari kelebihan yang aku miliki, aku harus menerima kelebihan itu dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya!" kata Evan membenarkan apa yang dikatakan oleh Elemen Bintang padanya.


Melihat Evan yang telah menghilangkan rasa bimbang dan ketakutannya pada kekuatan yang dimiliki oleh dirinya, seketika membuat Elemen Bintang dan Para Elemen yang lainnya merasa senang.


Sesaat kemudian Evan teringat dengan Buah Berwarna Putih atau Inti Kehidupan yang ia dapatkan, dari Monster Penguasa Pohon yang telah berubah menjadi sebuah pohon besar sebelumnya. Evan penasaran mengapa Elemen Daun melarang dirinya untuk memakan Inti Kehidupan tersebut.

__ADS_1


"Oh yah Kakak Daun, bolehkah kamu memberitahu aku sekarang, mengapa Kakak melarang aku memakan Buah Putih itu? Jika menunggu tiga hari lagi itu terlalu lama, saat ini aku sudah merasa sangat penasaran!" ujar Evan dengan sangat penasaran mencoba bertanya pada Elemen Daun yang ada didalam Lautan Spiritual nya.


"Kamu terlalu tidak sabaran, hanya tiga hari saja bahkan kamu tidak ingin menunggu!" ujar Elemen Daun menyela Evan yang tidak sabar untuk menunggu.


"Ayolah Kakak Daun, cepat beritahu aku!" paksa Evan. "Aku benar-benar sangat penasaran!" ujar Evan beralasan agar Elemen Daun mau memberitahu dirinya.


Melihat Evan yang sungguh tidak sabar untuk menunggu, maka Elemen Daun pun dengan terpaksa memberitahu Evan, mengapa dirinya melarang Evan untuk memakan Buah Berwarna putih atau Inti Kehidupan tersebut.


"Haaiiss...." Elemen Daun menghela nafasnya. "Karena kamu sangat tidak sabar dan sangat ingin tahu, maka aku akan memberitahu kamu, mengapa aku melarang kamu untuk memakan Inti Kehidupan itu!" kata Elemen Daun yang siap untuk memberitahu Evan.


Mendengar perkataan Elemen Daun yang setuju untuk memberitahu Evan, alasan mengapa Elemen Daun melarang dirinya untuk memakan Inti Kehidupan tersebut, seketika membuat Evan merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengetahuinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2