KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 237 : Aku Cinta Kamu


__ADS_3

Sebelum menjawab Evan dan Ruyin Lin menoleh dan melihat satu sama lain, namun dengan cepat Ruyin Li yang tersipu malu langsung kembali menunduk.


"Jika aku menjawab setuju untuk menikah apakah Evan akan setuju juga?, aku tidak yakin kalau dia juga mencintaiku, lebih baik aku menunggu dia menjawab lebih dulu, setelah itu baru aku mengambil keputusan" pikir Ruyin Li dalam hatinya.


"Bagaimana?, apakah kalian setuju untuk menikah atau...."


"Aku setuju untuk menikah dengan Ruyin Li!" jawab Evan dengan tegas langsung memotong kalimat Rue Xianyi.


Mendengar jawaban Evan yang memutuskan setuju untuk menikah dengan Ruyin Li semua orang pun langsung terkejut dengan ekspresi senang, kecuali Yuna Li, dengan menangis Yuna Li langsung berlari pergi menuju kamarnya.


Tang Chen yang melihat Yuna Li berlari pergi sambil menangis pun langsung mengejar mengikuti Yuna Li menuju ke kamar Yuna Li.


Sementara itu Ruyin Li yang mendengar jawaban Evan bahwa dia setuju untuk menikah dirinya pun merasa sangat senang dan bahagia.


Namun ternyata Evan belum menyelesaikan kalimatnya, dan kemudian Evan pun melanjutkan kalimatnya.


"Tetapi aku ingin memberitahukan terlebih dahulu pada Ruyin Li kalau sebenarnya aku telah memiliki Empat calon istri, aku ingin bertanya pada Ruyin Li, apakah kamu setuju menjadi istriku yang kelima?" tanya Evan kepada Ruyin Li yang menundukan kepalanya.


Mendengar itu semua orang yang ada disitu pun seketika terkejut karena mereka tidak pernah tahu kalau ternyata Evan memiliki empat calon istri.


"Dasar Pria brengsek!, kamu ingin menjadikan adik seperguruanku Ruyin Li sebagai Istri kelima itu sama saja kamu menganggapnya tidak punya harga diri!" kata Rumi Xia kepada Evan.


"Menjadi yang kelima?, kamu pikir Anakku ini apa!?, menjadi Istri kelima itu sama saja merendahkan martabatnya!, apakah kamu pikir Ruyin Li tidak punya harga diri?!, Ruyin Li, kamu tidak boleh setuju menikah dengannya!" kata Bibi Rue Luanyi pada Ruyin Li.


"Ruyin, Ayah akan selalu mendukung apapun keputusanmu!" ujar Jenderal Yunfan Li kepada Ruyin Li.


"Ruyin Li, jika kamu setuju maka aku berjanji akan memperlakukan kamu dengan baik dan adil, mencintai dan menjaga dirimu dengan tulus selama seumur hidupku!" kata Evan sambil melihat ke arah Ruyin Li yang menunduk.


"Ruyin Li, semua keputusan ada padamu!, jika kamu setuju untuk menikah maka Guru tidak akan menyalahkan kamu, tetapi terus terang saja kalau Guru lebih berharap supaya kamu membunuh Pria bajingan ini!" kata Rue Xianyi memberi saran kejam kepada Ruyin Li.


Semua orang menanti jawaban keputusan Ruyin Li.


Kemudian Ruyin Li mengangkat kepalanya dan menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan, kemudian Ruyin Li tersenyum.


"Aku bersedia menjadi Istri kelima Evan, asalkan dia berjanji padaku kalau dia akan memperlakukan aku dengan baik dan adil!" jawab Ruyin Li melihat sambil tersenyum kepada Evan.


"Tenang saja, aku berjanji padamu akan memperlakukan kamu dengan baik dan adil, aku akan mencintai dan menjagamu dengan tulus selama seumur hidupku, itu adalah janjiku kepadamu Ruyin!" kata Evan sambil membelai wajah Ruyin Li dengan lembut.


Semua orang yang ada disitu tampak tidak puas dengan jawaban keputusan yang diberikan oleh Ruyin Li.

__ADS_1


"Ruyin, coba kamu pikirkan lagi keputusan kamu, keputusan kamu ini akan sangat mempengaruhi masa depan kamu!" ujar Bibi Rua Luanyi yang tidak puas dengan keputusan yang dibuat oleh Ruyin Li.


"Tidak Ibu, aku sudah membulatkan keputusanku, aku mencintai Evan, jadi aku akan percaya padanya!" jawab Ruyin Li sambil tersenyum kepada Ibunya.


Mendengar jawaban Putrinya Ruyin Li, Bibi Rue Luanyi pun diam tertegun.


"Baiklah, karena kamu percaya padanya maka Ibu akan percaya padamu!, tetapi jika dia mengingkari janjinya maka Ibu tidak akan pernah mengampuninya!" kata Bibi Rue Luanyi seketika menoleh dan melihat ke arah Evan dengan tatapan tajam.


"Hahaha..., Ibu kamu sudah menyetujui hubungan kalian maka Ayah tidak akan berbicara banyak lagi, Aku merestui pernikahan kalian, Pangeran aku titipkan Ruyin putriku kepadamu!" ujar Jenderal Yunfan Li sambil tersenyum bahagia.


"Siap calon Ayah mertua!" ucap Evan mengangguk sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Bibi Rue Luanyi dan Jenderal Yunfan Li yang telah merestui hubungan mereka, Evan dan Ruyin pun merasa senang.


Melihat bahwa Ayah dan Ibu dari Ruyin Li telah menyetujui dan merestui hubungan Evan dan Ruyin Li, orang lain pun merasa tidak memiliki hak untuk tidak puas apa lagi menentang hubungan Evan dan Ruyin Li.


"Baiklah, karena berdua telah mengambil keputusan setuju untuk menikah maka aku tidak akan menentang keputusan yang kalian berdua buat. Besok kalian berdua ikut denganku pergi kembali ke Perguruan Sekte Puncak Dewi Putih untuk melapor dan menghadap kepada para Tetua dan Pemimpin Sekte!" kata Rue Xianyi kepada Evan dan Ruyin Li.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu disebuah kamar tampak Yuna Li yang berbaring telungkup sambil menangis menahan rasa marah.


Yuna Li menangis dengan sangat sedih dan marah sambil meremas selinut yang dipegangnya.


Disisi lain, Tang Chen yang tadi mengikuti Yuna Li hingga ke kamar tersebut tampak sedang bersembunyi di atas atap dan melepas satu genteng untuk melihat Yuna Li yang berbaring dan menangis di atas tempat tidur.


Tang Chen yang sudah sedari tadi bersembunyi dan melihat Yuna Li pun telah mendengar semua apa yang dikatakan oleh Yuna Li.


Hati Tang Chen terasa sakit ketika melihat Yuna Li terus menangisi Evan dan mengucapkan kalimat yang mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai Evan.


Rasa cemburu dan sakit hati Tang Chen tak dapat terbendung lagi, Tang Chen menangis dan meneteskan air matanya.


Sementara itu Yuna Li masih sulit menerima kenyataan yang ada, dengan perasaan sedih dan marah kemudian Yuna Li bangkit dari tempat tidur dan kemudian membuka sebuah laci dan mengambil sebuah belati yang ada didalam laci tersebut.


Tang Chen yang melihat hal tersebut seketika langsung terkejut melihat kegegabahan Yuna Li yang hendak bunuh diri.


"Pangeran Evan maafkan Yuna, Yuna tidak dapat menerima kenyataan ini, aku tidak ingin melihatmu lagi maafkan aku!" kata Yuna Li dan kemudian mengayunkan belati yang dia pegang ke arah perutnya.


"CRAASSH !!" cipratan darah menciprat ke lantai.

__ADS_1


Yuna Li merasa terkejut ketika melihat tangan seseorang dari belakangnya menahan belati yang dia ayunkan ke arah perutnya.


Tampak Tang Chen berada tepat dibelakang Yuna Li dan dengan tangan kanan kosong menahan belati hingga terluka dan berdarah.


"Tes Tes Tes....." darah menetes dari tangan kanan Tang Chen yang terluka akibat menahan belati.


"Kenapa kamu bodoh sekali Yuna?" tanya Tang Chen yang wajahnya berada tepat disamping Yuna Li.


"Tang Chen....., kenapa kamu menghalangiku?, kumohon jangan menghalangiku!" pinta Yuna Li dengan lemah.


"Tidak akan, aku tidak akan membiarjan kamu mati aoa lagi dengan cara yang seperti ini!, aku tahu kamu kecewa, marah dan teruka tetapi kamu tidak boleh bunuh diri untuk mengakhirinya, didunia ini banyak orang yang tersakiti seperti kamu tetapi mereka tidak akan mengakhiri hidupnya untuk mengakhiri penderitaan mereka, jadi aku tidak akan membiarkan kamu!, pikirkanlah jika kamu mati dengan cara ini maka kamu akan membuat orang-orang yang menyayangimu kecewa!" kata Tang Chen mencoba menghentikan dan membujuk Yuna Li untuk tidak bunuh diri.


"Tetapi didunia ini sudah tidak ada lagi yang sayang dan peduli lagi padaku!, kamu lihat sendiri bahkan sekarng semua orang tidak ada yang tahu kalau aku akan bunuh diri, mereka lebih peduli dengan Kakak yang akan menikah dengan pangeran!, mereka semua tidak ada yang peduli padaku bahkan jika aku mati!..." ucap Yuna Li merasa sedih dan marah.


"Kamu salah, tidak semua orang tidak peduli padamu!, kamu masih punya aku, aku peduli padamu Yuna, aku menyayangimu, aku juga mencintai kamu Yuna, jadi aku mohon kamu jangan bertindak gegabah, kumohon demi aku berhentilah dan hilangkan niat kamu untuk bunuh diri!, aku mohon!" pinta Tang Chen dengan lemah lembut kepada Yuna Li.


Mendengar itu Yuna Li pun melepas gagang belati yang dipegangnya dan kemudian langsung berbalik badan dan menangis dengan menyembunyikan wajahnya didada Tang Chen.


"Huhuhu......, kenapa dunia ini tidak adil sama sekali kepadaku?, kenapa?... Huhuhu....." Yuna Li menangis terisak ditubuh Tang Chen.


Kemudian dengan lemah lembut, Tang Chen memberanikan dirinya memeluk Yuna Li kedalam dekapannya yang hangat.


"Dunia ini sebenarnya adil tetapi kamulah yang tidak menyadarinya, kamu tenanglah, menangislah sampai kamu puas, hilangkan semua beban hatimu dan jangan ditahan!" ujar Tang Chen dengan lemah lembut sambil memeluk Yuna Li dengan penuh kehangatan.


Kemudian Yuna Li pun menangis cukup lama didalam pelukan Tang Chen yang hangat, hingga pada akhirnya Yuna Li sampai tertidur didalam pelukan Tang Chen karena kelelahan.


Kemudian Tang Chen menggendong dan membaringkannya di atas tempat tidur dengan perlahan dan penuh kelembutan.


"Yuna Li, kamu tahu tidak sebenarnya kamu sudah sangat beruntung tetapi kamulah yang tidak menyadarinya" ucap Tang Chen dengan suara pelan dan lemah lembut sembari mengelus pipi Yuna Li dengan tangan kirinya.


"Yuna Li, aku mencintaimu, kamu tidurlah yang nyenyak, lupakan semua masalahmu dan bermimpi indahlah!, CUP!" kata Tang Chen dengan suara pelan dan lemah lembut dan kemudian mencium kening Yuna Li dengan sangat lemah lembut dan penuh kasih sayang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


__ADS_2