
Zhong Kai datang lagi ke Istana Kerajaan Yue untuk melamar Yue Xian Ling sekali lagi karena lamarannya sebelumnya di tolak.
Tentu saja lamaran Zhong Kai kali ini langsung di terima dengan senang hati oleh Kaisar Yue Haoran dan Ratu Xian Xiang. Bahkan dihari itu juga, tanggal Pernikahan Zhong Kai dengan Yue Xian Ling telah ditentukan.
Dan sekali lagi, Zhong Kai yang telah memasuki Istana Kerajaan datang menemui Yue Xian Ling secara diam-diam.
Untuk merayakan hari baik mereka, Yue Xian Ling dan Zhong Kai berkeliling Istana sekali lagi. Dan tentu saja Zhong Kai memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memata-matai Istana dan Ibukota Kerajaan Yue dengan lebih teliti.
Disaat setelah selesai berkeliling Istana dengan Yue Xian Ling, kini saatnya mereka berdua untuk berpisah karena Zhong Kai harus segera kembali ke Kerajaannya untuk mempersiapkan Pernikahan mereka.
"Xian Ling, aku harus pergi sekarang"
"Hmmm waktu sungguh cepat sekali, padahal aku masih ingin lebih lama bersamamu."
"Maafkan aku. Aku pasti akan segera datang lagi untuk menemui mu. Disaat itu, aku akan memberikan hadiah pernikahan yang besar untukmu. Dan kamu tidak akan pernah bisa melupakan hadiah yang aku berikan."
"Baiklah, kamu harus berjanji!" Yue Xian Ling menunjukkan jari kelingkingnya.
"Yah, aku berjanji!" Zhong Kai mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Yue Xian Ling.
Sesaat setelah Zhong Kai pergi, Pangeran Yue Liang Chen tiba-tiba muncul di hadapan Yue Xian Ling yang hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Yue Xian Ling!"
"Ka...Kakak!?" Yue Xian Ling terkejut dan panik melihat Kakak laki-lakinya tiba-tiba datang.
"Kakak ada perlu apa datang kesini?" tanya Yue Xian Ling dengan sedikit terbata-bata dan berkeringat.
Melihat gelagat dan gerak-gerik Yue Xian Ling yang seperti itu, Yue liang Chen pun merasa aneh dan curiga.
"Yue Xian Ling!"
"Yah, Apa Kakak?"
"Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari Kakak?"
"Tidak ada. Xian Ling tidak mungkin berani menyembunyikan apapun dari Kakak!"
"Kalau begitu, mengapa saat Kakak datang kamu menjadi panik dan berkeringat?" ujar Yue liang Chen merasa aneh dan curiga.
"Mungkin, Mungkin karena Aku akan segera menikah. Jadi Aku merasa gugup!" kata Yue Xian Ling mencari alasan.
"Baguslah jika memang benar seperti itu. Kakak tidak ingin kamu menyembunyikan sesuatu apapun dari Kakak!"
Mendengar perkataan Kakak laki-lakinya, Yue Xian Ling diam berkeringat dengan perasaan bersalah.
"Oh yah, Kakak ada urusan apa datang ke tempatku?" tanya Yue Xian Ling kembali ke topik.
"Kakak hanya ingin bertanya padamu!"
"Bertanya padaku? Kakak ingin bertanya apa?" Yue Xian Ling merasa heran dan penasaran.
__ADS_1
"Apakah kamu benar-benar serius ingin menikah dengan Zhong Kai? Kakak merasa ada sesuatu yang aneh padanya!" ujar Pangeran Yue Liang Chen merasa khawatir dan curiga.
Mendengar ucapan Kakaknya, seketika Yue Xian Ling merasa sangat tidak senang. Dan itu terlihat sangat jelas dari raut wajahnya.
"Apakah Kakak sedang mencurigai Zhong Kai? Apakah Kakak masih tidak percaya padaku dan padanya?"
"Zhong Kai telah melakukan syarat yang diberikan oleh Ayah dan juga Ibu. Dan Dia juga telah membuktikan bahwa dia benar-benar ingin menikahi ku. Apakah itu semua masih belum cukup untuk Kakak memberikan kepercayaan kepadanya?"
"Yue Xian Ling, maksud Kakak bukan seperti itu. Dengarkan Kakak, Kakak hanya...."
"Cukup!" Yue Xian Ling menghentikan kalimat Kakaknya.
"Jika Kakak hanya ingin membahas tentang ini, Sebaiknya sekarang Kakak pergi dari sini!" Yue Xian Ling mengusir Kakaknya.
"Yue Xian Ling, dengarkan Kakak dulu! Kakak tidak bermaksud mencurigai Zhong Kai, tapi...."
"Cukup! Aku bilang cukup!" Yue Xian Ling menghentikan kalimat Kakaknya sekali lagi, dan kali ini jauh lebih kasar hingga membuat Yue liang Chen langsung terdiam.
"Kakak Keluar dari tempatku, sekarang! Aku tidak ingin melihatmu!" ucap Yue Xian Ling sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
Melihat kemarahan Adiknya, Yue Liang Chen merasa sedih dan hanya menundukkan kepalanya.
Melihat Kakaknya yang tidak segera pergi, Yue Xian Ling pun langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu dengan kasar.
Sesudah Adiknya masuk ke dalam kamar, Yue liang Chen mengangkat wajahnya yang sedang menahan rasa sedihnya.
"Yue Xian Ling, Kakak hanya ingin mengatakan, kalau Kakak sedang merasa takut. Takut sekali, hingga membuat Kakak tidak berani untuk membayangkannya!" ucap Yue liang Chen dengan suara pelan.
**********
Yue liang Chen pergi menemui Ayahnya untuk mengingatkan, supaya di hari pernikahan mereka melakukan persiapan, apabila ada serangan yang menyerang mereka.
"Yue liang Chen, apakah kamu masih tidak mempercayai calon adik iparmu?"
"Bukan maksudku tidak mempercayai Pangeran Zhong Kai, Ayah. Aku hanya takut, jika di hari pernikahan Adik dengan Pangeran Zhong Kai, tiba-tiba ada musuh yang datang menyerang di saat kita sedang lengah!"
"Baiklah, benar apa yang kamu katakan dan tidak ada salahnya jika kita melakukan persiapan, apabila ada musuh yang datang menyerang saat pernikahan Adikmu nanti."
"Kamu lakukan sesuai rencana mu. Akan tetapi hal ini jangan sampai diketahui oleh Adikmu. Jika Dia tahu, Dia pasti akan merasa sangat marah dan kecewa kepada kita!"
"Baik Ayah. Aku pasti akan melakukannya dengan baik tanpa sepengetahuan Adik!"
***********
Tujuh hari kemudian.
Hari pernikahan yang di tunggu-tunggu pun tiba. Seluruh masyarakat Ibukota Kerajaan Yue merayakan hari baik tersebut dengan gembira dan suka cita.
Di Istana Kerajaan tampak pesta pernikahan yang telah di persiapkan dengan sangat megah dan mewah.
Seluruh tamu yang datang adalah Para Pejabat dan Orang-orang Besar yang terkenal yang ada di Kerajaan Yue.
__ADS_1
"Rombongan mempelai pria telah tiba!" teriak salah seorang Kasim.
Di sana, tampak Zhong Kai yang sedang menunggang kuda dengan pakaian pengantinnya. Dan dua puluhan pengiring pengantin yang merupakan Para Kultivator Tingkat Kaisar Emperor Level Dua ke atas, serta Kaisar Kai Jianfeng yang merupakan seorang Kultivator Tingkat Kaisar Emperor Level Enam.
*******
Saatnya memberikan penghormatan kepada Kaisar Yue Haoran dan Ratu Xian Xiang di Aula Istana.
"Di persilahkan kepada kedua Pengantin untuk memberikan penghormatan kepada Kaisar dan Ratu!"
Namun pada saat kedua pengantin hendak berlutut dan memberikan Penghormatan kepada Kaisar dan Ratu, tiba-tiba terjadi sebuah ledakan besar di luar Aula Istana.
Ledakkan tersebut membuat semua orang yang ada di Aula Istana merasa sangat terkejut. Kecuali Zhong Kai dan orang-orangnya.
"Apa yang terjadi sebenar....." belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Kaisar Yue Haoran dikejutkan oleh Zhong Kai yang tiba-tiba menusuk tubuhnya dengan Pedang.
"Kaisar!!...."
Semua orang merasa sangat terkejut melihat hal itu. Terutama Ratu Xian Xiang dan Para Anggota Keluarga Kerajaan yang lainnya.
Ratu Xian Xiang yang duduk di samping Kaisar Yue Haoran segera bergerak untuk bertindak pada Zhong Kai.
Namun belum saja Ratu Xian Xiang bangkit berdiri, tiba-tiba sebuah anak panah langsung menembus dan melubangi kepalanya.
"Ibu!...." teriak Putri Yue Lan yang kemudian langsung ditebas lehernya oleh seseorang dari belakang.
Selanjutnya pembantaian di dalam Aula Istana pun terjadi.
Dengan menggunakan tangan dan senjata, Kaisar Kai Jianfeng dan Para Prajurit Iblis terbaiknya bertarung dengan Para Tamu Undangan yang ada di dalam maupun di luar Aula Istana.
Istana Kerajaan Yue dalam kekacauan. Pembantaian dan Pembunuhan terjadi dimana-mana.
Namun Yue Xian Ling sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi pada saat itu. Dia tidak tahu, kalau pakaian pengantin yang Dia kenakan ternyata telah dipasang sebuah mantra yang dapat menutup keenam inderanya. Dan mantra tersebut hanya bisa diaktifkan dan dikendalikan oleh Zhong Kai.
"Sekarang aku mengerti!...." ucap Kaisar Yue Haoran dengan darah mengalir dari pinggir bibirnya.
"Apa yang sudah kamu mengerti, Kaisar?" Zhong Kai tersenyum menyeringai sambil menekan pedangnya semakin dalam ke tubuh Kaisar Yue Haoran.
"Semua ini adalah rencana mu. Seharusnya aku tidak pernah mempercayai kalian, Ras Iblis!" ucap terakhir Kaisar Yue Haoran hingga kemudian mati dan menundukkan kepalanya.
Setelah itu Zhong Kai mencabut pedangnya dan berdiri membelakangi Kaisar Yue Haoran yang telah mati di atas singgasananya.
Beberapa meter dihadapan Zhong Kai tampak Yue Xian Ling yang masih berlutut dengan menggunakan penutup wajah.
"Dasar Wanita Bodoh!" ucap Zhong Kai tersenyum menyeringai.
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...