KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 149 : Menuju Provinsi Nanzhou #6


__ADS_3

Dua hari kemudian, tepatnya digurun pasir yang luas, sore hari.


"Siapkan tenda, Kita istirahat disini malam ini!" perintah Evan yang sedang menungangi kudanya.


Malam hari, Evan dan teman-temannya berkumpul mengelilingi api unggun.


"Perkiraan kapan kita akan sampai?" tanya Evan yang sedang duduk di atas tanah.


"Besok siang mungkin kita sudah sampai ke Nanzhou!" jawab Luo Bai.


"Baguslah, hari sudah malam kalian beristirahatlah, biar aku saja yang berjaga!" ujar Evan kepada teman-temannya.


"Kalau begitu terima kasih, kami tinggal istirahat dahulu, jika kau butuh bantuan panggil saja kami!" ucap Luo Bai.


Kemudian Luo Bai dan yang lainnya pun pergi untuk istirahat, kecuali Sea Lin dan Ririn yang masih duduk di dekat Evan.


"Kenapa kalian tidak pergi beristirahat?" tanya Evan kepada Sea Lin dan Ririn.


"Kalau aku ingin menemani Kakak besar untuk berjaga malam, aku juga tidak lelah atau mengantuk!" jawab Sea Lin yang masih terlihat energik dan semangat.


"Aku hanya belum mengantuk saja!" ucap Ririn.


Evan bangkit berdiri dan mendekat ke Ririn. "Kamu pergilah ke tenda, diluar anginnya dingin." ujar Evan sambil mengusap kepala Ririn dengan lembut.


Ririn merasa nyaman dengan setiap sentuhan Evan yang lembut dikepalanya.


"Aku dan Sea Lin bisa berjaga berdua saja, kamu pergilah beristirahat di tenda." pinta Evan sekali lagi.


"Baiklah" ucap Ririn menurut dan kemudian pun pergi ke tendanya.


Kini sekarang hanya tinggal Evan dan Sea Lin saja yang berada dekat api unggun untuk berjaga.


"Sea Lin, bagaimana dengan pelatihanmu?" tanya Evan pada Sea Lin yang masih duduk.


"Masih ditingkat Jenderal level dua." jawab Sea Lin.


"Ini untukmu!" Evan melemparkan beberapa kitab jurus pada Sea Lin.


"Latih itu!, jika hanya mengandalkan jurus yang ada dikitab Raja Mayat saja kau tidak akan cukup kuat!" ujar Evan.


"Siap kakak besar, aku pasti akan melatih jurus-jurus ini dengan cepat!" ucap Sea Lin.

__ADS_1


Tiba-tiba Sea Lin melihat ada sebuah bayangan hitan beberapa orang yang lewat dibelakang Evan, Evan pun juga menyadarinya.


"Kak Evan!" ucap Sea Lin dengan nada pelan.


"Ssssstt...., Aku tahu, kamu pergilah lihat para murid yang sedang tidur dan beristirahat!, aku bisa mengatasi mereka yang ada disini!" ucap Evan dengan nada pelan.


Sea Lin mengangguk dan pergi melakukan apa yang diperintahkan oleh Evan.


Disisi lain terlihat beberapa orang bertopeng berpakaian hitam sedang bersembunyi.


"Bagus satu orang sudah pergi, tinggal target saja, ini adalah sasaran empuk!, ayo serang dia bersama-sama!" ucap orang yang sepertinya memimpin orang-orang tersebut.


Mereka dengan diam-diam langsung menyerang Evan.


Evan tersenyum dan bergerak dengan langkah bayangan pembunuh menghindari semua serangan itu, Evan dengan cepat langsung berpindah ke belakang orang-orang itu.


Orang-orang itu terkejut melihat Evan yang bergerak dengan cepat menghindari semua serangan mereka, dan mereka pun akhirnya hanya menyerang angin saja.


Mereka dengan cepat langsung berbalik menoleh ke arah Evan.


"Remaja ini tidak bisa diremehkan!" batin si ketua pembunuh bayaran.


"Katakan siapa yang memerintahkan kalian!" tanya Evan.


"Berapa yang mereka bayar, aku akan bayar dua kali lipat lebih banyak dari mereka!" ucap Evan.


"Kamu sungguh sombong sekali, kami para pembunuh bayaran juga punya prinsip!, semuanya serang! bunuh dia!" perintah si Ketua Pembunuh.


"Karena kalian yang cari mati maka akan aku turuti!" ucap Evan mengeluarkan pedangnya sambil mengeluarkan aura energi elemen kegelapan.


"Petarung kegelapan tingkat jenderal level Tujuh!?" gumam si Ketua Pembunuh terkejut dengan takut.


"Semuannya Mundur!!" teriak si Ketua Pembunuh pada semua orang yang maju menyerang Evan.


"Mundur?, Sudah Terlambat!" ucap Evan.


"Sraash! Sraash, Sraassh....." mereka pun langsung ditebas-tebas oleh Evan dan dihisap oleh Evan dengan elemen kegelapannya.


Disisi Lain Sea Lin memeriksa satu per satu tenda, dan ternyata semua murid aman tidak terjadi apapun.


"Sial, aku harus segera kembali melihat kak Evan!" ucap Sea Lin dan dengan cepat langsung kembali.

__ADS_1


Setelah sampai tempat itu Sea Lin melihat banyak darah dan beberapa pakaian berlumuran darah di atas tanah, sedangkan Evan berdiri dengan tangan kirk memegang pedang dan tangan kanan mencengkram leher si Ketua pembunuh, Sea Lin tersenyum melihat itu.


"Katakan siapa yang sudah menyuruh kalian untuk membunuhku!" tanya Evan dengan raut wajah kejam.


"Aku akan katakan, tolong lepas aku lebih dulu aku tidak bisa bernafas!" pinta si Ketua pembunuh yang kesulitan untuk bernafas hingga wajahnya memucat.


Evan melepas cengkramannya, dan si ketua pembunuh langsung tersungkur dengan nafas terengah-engah.


"Sriing !" Evan menodongkan pedangnya ke kepala si ketua pembunuh.


"Cepat katakan siapa yang memerintahkan kamu untuk membunuhku atau kau akan mati tanpa mayat seperti teman-temanmu!" ancam Evan dengan kejam.


"Baik akan aku katakan!, kami diperintahkan oleh Negara kerajaan Mo untuk membunuhmu!" jawab si Ketua pembunuh dengan cepat.


Evan menurunkan pedangnya tanpa mengeluarkan ekspresi lain selain raut wajah dingin yang kejam, kemudian Evan berbalik badan.


"Karena kamu sudah menjawab maka....." ucap Evan yang tersenyum sambil melirik ke belakang dan terlihat si ketua pembunuh yang tersenyum senang.


"........ aku akan membunuhmu!" ucap Evan melanjutkan kalimatnya.


"Apa!?....." terkejut si Ketua pembunuh.


"Sraaash !!" Evan membunuh si ketua pembunuh.


"Kamu memang menjawab tapi kamu jawaban kamu berbohong!" ucap Evan dan memasukan pedangnya yang berlumuran dengan darah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


***TIDAK ADA RAJA YANG DILAHIRKAN


^^^TETAPI RAJA ITU DIBUAT!^^^


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ***...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2