
Setelah beberapa saat kemudian mereka bertarung, akhirnya Qing Wei dan Su Fan Ny kembali membawa dua ekor hewan monster Macam tingkat empat.
"Jenderal!, kami sudah membawa dua hewan monster seperti yang kamu minta!" teriak Qing Wei kepada Evan.
Evan dan kelompoknya yang masih sedang bertarung mendengar dan melihat Qing Wei dan Su Fan Ny telah kembali dengan membawa dua ekor macam.
"Cepat lemparkan satu padaku!" teriak Evan memberi perintah kepada kedua wanita tersebut.
"Dua macan ini sangat berat, kami tidak sanggup untuk melemparnya!" jawab Qing Wei dan Su Fan Ny.
"Astaga kalian berdua!" ucap Evan, kemudian Evan dengan langkah kilat surgawi menghampiri Qing Wei dan Su Fan Ny dengan sangat cepat.
Kemudian Evan mengambil satu dari dua macan yang dibawa oleh Qing Wei dan Su Fan Ny.
"Sea Lin!" panggil Evan yang siap untuk melempar macam yang ada ditangannya.
"Sudah siap!" saut Sea Lin yang telah mengumpulkan energi Bom Darah ditombak sabitnya.
"LEMPAR!!" seru Evan yang kemudian langsung melempar macan yang ada ditangannya yang dengan cepat di ikuti oleh Sea Lin yang melempar Bom darahnya ke arah macam tersebut.
"Semuannya Menjauh!" peritah Evan kepada kelompoknya.
Evan dan kelompoknya pun dengan segera menjauh dari patung raksasa dan macan yang juga sudah akan meledak tepat didepan dada patung raksasa tersebut.
"BOOMM !!" ledakan yang sangat kuat pun terjadi ditempat itu hingga menggetarkan permukaan bukit tempat makam kuno palsu berada.
Getaran itu sungguh membuat semua orang ada dipermukaan terkejut, termasuk Mo Sueyan dan para pengawalnya.
"Ada apa dengan getaran ini?, kenapa tiba-tiba bukit ini bergetar?"
"Apakah orang yang didalam makam ini murka karena kita ingin mengambil harta peninggalannya!?"
"Mungkinkah ada hewan monster yang sangat kuat yang menjaga Makam ini!?"
Semua orang bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat permukaan bukit itu bergetar, bahkan Mo Sueyan pun juga merasa heran.
"Kenapa bukit ini bergetar?" heran Mo Sueyan ikut merasa heran.
__ADS_1
Namun tidak lama kemudian getaran tersebut berhenti dan melegakan semua orang yang ada dipermukaan bukit.
"Akhirnya getarannya berhenti!...."
"Tidak terjadi apa-apa, Sepertinya tadi hanya getaran biasa!"
"Semuannya lanjut Serang!, ambil harta peninggalan yang ada dipuncak bukit!"
Mendengar seruan itu semua orang pun lanjut menyerang dan bertarung melawan para Hewan Monster penjaga makam kuno yang ada ditangga menuju makam kuno.
Sedangkan Mo Sueyan masih berdiri diam dan terpenung, dia masih penasaran dan heran tentang apa yang baru saja telah terjadi hingga sanggup menggetarkan sebuah bukit.
Sementara itu diperut bukit, telatnya makam kuno yang asli, tampak ledakan tersebut berhasil menghancurkan patung tersebut namun juga menghancurkan sebagian dari tempat itu.
"Braak!" tampak Tang Chen yang keluar dari tumpukan batu yang menimpanya.
"Uhuk Uhuk Uhuk..., Sialan kamu Sea Lin, tidak bisakah kamu mengatur ledakan kamu agar tidak terlalu besar?, kamu lagi-lagi hampir membunuhku dengan jurus Ledakan Darah kamu ini!" kata Tang Chen mengomel.
"Hahahaha..., maaf,maaf, lain kali aku akan mengaturnya, aku juga tidak menyangka ledakannya akan menjadi sekuat ini!" kata Tang Chen sambil menggaruk kepalanya.
"Sudah, kalian berdua jangan banyak bicara lagi, sekarang bantu yang lainnya keluar dari tumpukan batu ini!" perintah Evan pada Tang Chen dan Sea Lin.
Tampak Han Zo, Sai, Su Fan Ny, dan Ray terluka karena terlempar oleh ledakan dan tertimpa oleh batu.
Evan memberikan Pil penyembuh kepada keempat orang yang terluka dan menyuruh Qing Wei untuk menjaga mereka.
"Jenderal Li, aku menemukan sesuatu!" panggil Qiu Shen mengangkat tangannya yang mana digenggaman tangannya ada sebuah token giok berwarna kuning emas.
"Kunci Token!" ucap Evan terkejut dan langsung menghampiri Qiu Shen.
Kemudian Qiu Shen memberikan Token yang ada ditangannya kepada Evan, Evan pun menerima Token tersebut dengan senang hati.
"Kerja bagus!" kata Evan memuji Qiu Shen dengan raut wajah tersenyum senang.
"Bukan apa-apa, aku hanya menemukannya secara tidak sengaja!" ujar Qiu Shen merendah.
"Bagus sekali!, dengan token ini kita bisa membuka pintu tempat harta peninggalan yang ada di Makan Kuno ini!" kata Evan.
__ADS_1
Kemudian Evan dan kelompoknya termasuk juga teman-temannya yang tadi terluka, siap memasang Token tersebut pada sandaran yang ada di Singgasana untuk membuka tempat harta peninggalan disimpan.
Evan pun memasangkan Token Qiok Berwarna Emas tersebut ketempat aslinya di Sandaran Singgasana.
Kemudian tempat duduk singgasana tersebut bergeser kesamping dan ternyata dibalik belakang Singgasana tersebut ada sebuah pintu rahasia yang merupakan pintu tempat Makam Kuno dan harta peninggalannya berada.
Evan dan yang lainnya pun masuk ke tempat tersebut, setelah masuk Evan dan yang lainnya pun terkagum melihat ada banyak sekali harta peninggalan yang sangat berharga ditempat itu.
Harta berharta yang ada ditempat itu tidak hanya ada tanaman-tanaman sporitual tingkat tujuh saja bahkan yang berada ditingkat delapan juga ada.
Tidak hanya ada tanaman tetapi senjata kelas atas dan harta lainnya yang sangat berharga semuannya ada ditempat tersebut, seperti besi spiritual berharga, senjata, dan benda-benda berharga lainnya.
"Ternyata memang benar disinilah tempat makam kuno yang asli!, mungkin semua yang ada disini adalah harta yang paling berharga di Alam Fantasi Tujuh Bintang ini!" ucap Evan dengan sangat senang.
"Semua perjuangan kita tidak ada yang sia-sia, sekarang semuannya telah terbayar!" ucap Ray dengan sangat senang melihat harta benda yang ada didepan matanya.
"Hahaha..., hasil perjuanganku sampai tertimpa oleh batu sungguh sangat tidak mengecewakan!" ucap Tang Chen ikut merasa senang dan puas dengan hasil yang telah mereka dapatkan.
"Hahaha.., orang-orang yang ada diluar itu sangat bodoh!, mereka diluar sana terus bertarung dengan para Monster hanya untuk memperjuangkan makam kuno yang palsu! Hahaha..." kata Sea Lin menertawakan orang-orang yang sedang memperjuangkan Makam Kuno yang palsu.
Kemudian Sea Lin melihat sebuah bunga teratai berwarna emas yang mengeluarkan energi api berwarna emas yang tampak diletakan ditempat tersendiri yang khusus.
Bunga teratai itu menarik perhatiannya Sea Lin, kemudian Sea Lin pun berjalan sendiri menghampiri Bunga Teratai tersebut.
Sea Lin yang berjalan sendiri manarik perhatian Evan dan yang lainnya, dan mereka pun mengikuti Sea Lin menghampiri Bunga Teratai tersebut.
"Aura Energi yang dipancarkan Bunga Teratai ini sangat kuat, apakah ini tanaman spiritual Tingkat Sembilan?" kata Sea Lin yang merasa penasaran sembari merasakan pancaran energi spiritual dari bunga teratai tersebut dengan tangannya.
"Bukankah ini Teratai Api Emas yang sangat dicari-cari oleh Putri Negara Kerajaan Mo, Putri Mo Sueyan?!" kata Su Fan Ny kepada yang lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1
......................