KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 445 : Dibalik Senyuman Datar Evan


__ADS_3

"Baiklah Ratu, berhenti mempermainkan aku, katakan! apa yang perlu aku lakukan agar Ratu dapat percaya padaku!" kata Evan yang mulai merasa kesal kepada Sang Ratu Siluman.


"He-he-he sepertinya kamu tahu apa yang sedang aku pikirkan!" kata Sang Ratu Siluman merasa senang karena berhasil membuat Evan kesal. "Begini saja, kamu berikan aku satu alasan, agar aku dapat percaya padamu!" ujar Sang Ratu Siluman meminta sebuah alasan agar dapat membuatnya percaya.


"Jika aku katakan, kalau kita memiliki musuh yang sama, yaitu Kaisar Iblis Zhong Kai, apakah Ratu akan percaya padaku?" ujar Evan mencoba mengatakan alasannya mengajak Sang Ratu Siluman untuk berkerjasama dengannya.


Setelah mendengar perkataan Evan yang menunjukan kalau mereka memiliki musuh yang sama, maka Sang Ratu Siluman akhirnya mulai mengetahui siapa sebenarnya Evan dan Para Manusia tersebut.


"Musuh yang sama? Aha! akhirnya aku tahu siapa kalian sebenarnya!" kata Sang Ratu Siluman yang akhirnya mengetahui siapa sebenarnya Evan dan Para Rombongannya.


"Saat ini selain Kerajaan Yue dari Ras Siluman milikku yang sedang berperang dengan Kerajaan Kai, masih ada satu Kekuasaan lagi yang sedang berperang dengan Kerajaan Kai di Wilayah Perbatasan, yaitu Kekuasaan mana lagi kalau bukan Provinsi Nanzhou yang saat ini sedang dipimpin oleh Jenderal Besar Li!" lanjut Sang Ratu Siluman sambil tersenyum kepada Evan.


Melihat Sang Ratu Siluman sudah mengetahui siapa sebenarnya Evan dan Para Rombongannya, maka Evan hanya menghela nafas dengan tenang.


"Sepertinya aku memang tidak bisa menyembunyikannya dari Ratu. Yah, Ratu memang benar, aku adalah Jenderal Besar Li Sang Penguasa Nanzhou!" kata Evan dengan jujur.


Akan tetapi disisi lain, Sang Ratu Siluman yang mendengar itu malah tidak percaya, kalau Evan adalah Jenderal Besar Li Sang Penguasa Nanzhou.


"Tunggu! Siapa yang mengatakan kalau kamu adalah Jenderal Besar Li?" ucap Sang Ratu Siluman yang meragukan apa yang dikatakan oleh Evan.


Sementara itu disisi lain, Evan yang melihat Sang Ratu Siluman meragukan apa yang dikatakan olehnya, seketika mengerutkan alis dan keningnya.

__ADS_1


"Walaupun aku mengakui kalau kamu memang memiliki kemampuan, tapi aku tidak pernah mengatakan kalau kamu adalah Jenderal Besar Li yang sangat luar biasa itu!" kata Sang Ratu Siluman merasa ragu dan memandang remeh Evan yang ada dihadapannya. "Jangan karena aku mengatakan, kalau yang memiliki kemungkinan bermusuhan dengan Kerajaan Kai, hanyalah Provinsi Nanzhou yang dipimpin oleh Jenderal Besar Li, maka kamu langsung mengaku-ngaku kalau dirimu adalah Jenderal Besar Li! Aku tidak akan semudah itu mempercayai apa yang kamu katakan!" lanjut Sang Ratu Siluman yang sama sekali tidak mempercayai, kalau Pemuda yang ada dihadapannya adalah Sang Jenderal Besar Li.


Mendengar perkataan Sang Ratu Siluman yang tidak percaya kalau orang yang ada dihadapannya adalah Sang Jenderal Besar Li, maka Evan pun menjadi semakin kesal dan geram kepada Sang Ratu Siluman yang sedang duduk santai di hadapannya.


"Wanita ini sungguh sangat menjengkelkan!" batin Evan dalam hati sambil mengepal erat kepalan tangannya.


"Jadi Ratu, menurutmu siapakah aku jika bukan Jenderal Besar Li? Dan mengapa aku tidak bisa mengakui kalau aku adalah Jenderal Besar Li?" tanya Evan sembari tersenyum pada Sang Ratu Siluman, walaupun didalam hatinya Evan merasa sangat geram.


"Karena menurut pemahaman ku, Jenderal Besar Li adalah seorang Pria Dewasa yang kuat, bijaksana, berwawasan luas, serta terhormat!" kata Sang Ratu Siluman menjelaskan pandangannya terhadap Sang Jenderal Besar Li. "Sedangkan dari semua pemahaman yang aku tahu mengenai Jenderal Besar Li, kamu sama sekali tidak memiliki satupun kriteria yang dimiliki oleh Jenderal Besar Li! Dan menurut Pemahaman ku, kamu hanyalah seorang Pemuda bau kencur licik yang sedang mengaku-ngaku sebagai Jenderal Besar Li, dan mencoba berlagak hebat dihadapan ku!" lanjut Sang Ratu Siluman menjelaskan pandangannya terhadap Evan yang saat ini berada dihadapannya.


Mendengar perkataan Sang Ratu Siluman, maka Evan menjadi tidak tahu harus bagaimana mengekpresikan perasaannya. Disisi lain Evan merasa senang karena mendapat pujian sebagai Sang Jenderal Besar Li, akan tetapi disisi lainnya lagi Evan merasa kesal karena mendapat perkataan yang berupa sindiran dari Sang Ratu Siluman. Diantara dua perasaan yaitu senang dan kesal, Evan merasa rasa kesal jauh lebih besar daripada rasa senang yang ia rasakan. Hingga pada akhirnya Evan pun mencoba untuk tetap tersenyum, walau perasaan dalam hatinya sedang sangat kesal pada Sang Ratu Siluman.


Mendengar pertanyaan Evan, seketika membuat Sang Ratu Siluman langsung terdiam sejenak untuk berfikir, siapakah manusia yang ada dihadapannya tersebut.


"Hmm...., aku tahu, kamu adalah salah satu Pengikut Jenderal Besar Li, benar bukan?" kata Sang Ratu Siluman menebak dengan penuh keyakinan dan rasa percaya diri.


Mendengar tebakan Sang Ratu Siluman, Evan hanya berdiri diam tak bersuara dengan ekspresi datarnya.


"Astaga, wanita ini sungguh sangat menjengkelkan, ingin rasanya tanganku ini memukul wajahnya sampai hancur!" batin Evan dalam hati, walau wajah tetap tersenyum datar dengan ekspresi yang datar.


Sementara itu disisi lain, tampak Sang Ratu Siluman yang sedang menunggu jawaban dari Evan. Melihat Evan yang hanya diam tak bersuara, maka Sang Ratu Siluman mencoba menegurnya.

__ADS_1


"Hei, mengapa kamu hanya diam saja? cepat jawab pertanyaan-ku, apakah benar kalian adalah Para Pengikutnya, maksudku Para Prajurit yang mengikuti Jenderal Besar Li?" tanya Sang Ratu Siluman sekali lagi.


"Terserah! Mau Ratu menganggap aku dan kelompok ku sebagai Para Prajurit yang mengikuti Jenderal Besar Li juga boleh, asalkan Ratu jangan memanggilku dengan sebutan yang lebih aneh lagi!" ujar Evan yang ingin berhenti berdebat dengan Sang Ratu Siluman.


Kemudian Evan mencoba mengajak Sang Ratu Siluman untuk kembali membahas inti perbincangan mereka, yaitu apakah Sang Ratu Siluman beserta Pasukan Besar Siluman setuju untuk melakukan kerjasama dengan mereka atau tidak.


"Baiklah, sekarang Ratu sudah mengetahui siapa kami sebenarnya, dan Ratu juga sudah tahu alasan, mengapa kami ingin mengajak Ratu beserta Pasukan Besar Siluman untuk melakukan kerjasama. Jadi aku ingin tanya, apakah Ratu setuju untuk melakukan kerjasama untuk mengalahkan Pasukan Iblis dengan kami atau tidak?" tanya Evan mencoba kembali ke Inti perbincangan mereka.


"Hhmm..... karena kalian adalah Para Prajurit yang mengikuti Jenderal Besar Li, maka aku akan mencoba untuk percaya pada kalian!" kata Sang Ratu Siluman sambil bangkit berdiri dari tempat duduknya.


"Tapi sebelum melakukan kerjasama, aku ingin tahu, apakah kalian pantas bekerja sama dengan kami atau tidak!" lanjut Sang Ratu Siluman yang ingin mengetes kemampuan Evan dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2