
"Sebenarnya alasanku melarang kamu untuk memakan Inti Kehidupan itu, yaitu karena jika kamu memakan Inti Kehidupan itu, maka kamu telah menyia-nyiakan harta yang sangat berharga!" ujar Elemen Daun.
Mendengar itu, Evan menjadi bingung dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Elemen Daun kepadanya.
"Harta yang sangat berharga? Buah ini?" ujar Evan merasa heran, sambil mengeluarkan Inti Kehidupan tersebut dari dalam Lautan Spiritualnya.
"Yah tentu saja Buah itu!" saut Elemen Daun menjawab Evan.
"Apakah kamu ingat, apa yang aku katakan kepadamu sebelumnya?" ujar Elemen Daun bertanya kepada Evan.
"Memang apa yang Kakak Daun katakan kepada ku?" tanya Evan yang sudah tidak ingat dengan apa yang dikatakan oleh Elemen Daun sebelumnya kepadanya.
"Bodoh, percuma kemampuan Pemahaman kamu saja yang hebat, bahkan apa yang aku katakan sebelumnya saja bisa lupa!" ujar Elemen Daun menyela Evan dengan ucapan pedas.
Mendengar perkataan Elemen Daun yang menyela dirinya, Evan pun hanya tertawa cengengesan sambil menggaruk kepalanya.
"Aku sudah memberitahu kamu sebelumnya, kalau Inti Kehidupan itu adalah sebuah Biji, selagi Biji itu masih ada maka Monster Penguasa Pohon akan dapat hidup kembali!" kata Elemen Daun mengulangi kalimatnya. "Dan mengapa aku menyuruh kamu untuk menunggu selama tiga hari, yaitu karena tiga hari lagi Inti Kehidupan itu akan tumbuh kembali dan menjadi sebuah Tunas kecil yang memiliki Jiwanya sendiri!" kata Elemen Daun melanjutkan kalimatnya.
"Menjadi Tunas kecil yang memiliki Jiwanya sendiri!?" ucap Evan merasa sangat penasaran.
"Benar sekali!" jawab Elemen Daun. "Tunas ini bukan Tunas biasa, selain sebagai obat mujarab yang mampu mengobati segala luka dan menyembuhkan berbagai jenis racun, Tunas ini juga dapat bertarung seperti Monster Penguasa Pohon walaupun kekuatannya telah menurun hingga ke Monster Tingkat Lima! Maka dari itu Tunas ini memiliki dua nama, yaitu Tunas Kehidupan dan Tunas Monster Penguasa Pohon!" lanjut Elemen Daun menjelaskan kepada Evan.
Mendengar itu, Evan sungguh merasa sangat senang karena telah mendapatkan sebuah Tunas yang sangat luar biasa.
"Haha kalau begitu, berarti aku telah mendapatkan sesuatu yang sangat luar biasa! Aku tidak menyangka, kalau Monster Penguasa Pohon yang aku bunuh sebelumnya dapat memberikan aku sebuah Tunas yang sangat luas biasa!" kata Evan merasa sangat senang dan gembira.
Namun sesaat kemudian di tengah rasa senang dan gembiranya Evan, tiba-tiba Elemen Daun menegur dan berkata sesuatu kepadanya.
__ADS_1
"Kamu jangan terlalu senang terlebih dahulu, walaupun saat ini Inti Kehidupan yang merupakan Biji Tunas Kehidupan telah berada ditangan kamu, tetapi kamu masih harus berusaha untuk membuat Tunas Kehidupan mengakui kamu sebagai Tuannya. Setelah Tunas Kehidupan mengakui kamu sebagai Tuannya, barulah kamu dapat menggunakan Tunas Kehidupan sesuai yang kamu inginkan!" kata Elemen Daun mencoba mengingatkan Evan, bahwa untuk menggunakan kekuatan Tunas Kehidupan, maka Evan harus membuat Tunas Kehidupan mengakui dirinya sebagai Tuan terlebih dahulu.
Mendengar hal itu, Evan hanya tersenyum. Evan yakin bahwa dirinya pasti akan bisa membuat Tunas Kehidupan mengakui dirinya sebagai Tuan.
"Kalau tentang itu, Kakak Daun tenang saja, aku pasti bisa membuat Tunas Kehidupan mengakui aku sebagai Tuannya!" kata Evan dengan sangat yakin dan percaya diri.
...****************...
Beberapa saat kemudian, Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang sebelumnya menyerap Tiga Hewan Monster Tingkat Tinggi yang telah dikalahkan oleh Evan, kini telah kembali ke tempat perkumpulan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.
Terlihat dari belasan Prajurit Pasukan Gagak Malam yang ikut dengan Qiu Shen, dua diantaranya telah mencapai Tingkat Kaisar Level Satu.
Evan yang duduk bersila dibawah sebuah pohon besar tersenyum senang saat melihat Dua Prajuritnya telah mencapai Tingkat Kaisar.
Qiu Shen yang baru saja sampai ke tempat perkumpulan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam, kemudian melihat Evan yang sedang duduk bersila dibawah pohon.
"Lapor Tuan Jenderal, setelah menyerap Tiga Monster yang sebelumnya Tuan Jenderal kalahkan, kini dua Prajurit kita telah mencapai Tingkat Kaisar Level Satu!" kata Qiu Shen memberi laporan kepada Evan.
"Aku tahu, aku juga sudah melihatnya!" ujar Evan pada Qiu Shen yang sedang berdiri di hadapannya. "Kamu duduklah, jangan sungkan padaku!" lanjut Evan menyuruh Qiu Shen untuk duduk bersamanya.
Mendengar itu, kemudian Qiu Shen pun langsung duduk menuruti apa yang disuruh oleh Evan.
Setelah duduk, Qiu Shen mencoba mengajak Evan untuk berdiskusi tentang rencana perburuan mereka selanjutnya.
"Tuan Jenderal, bagaimana rencana perburuan kita selanjutnya? Saat ini daerah Hutan Lembah yang kita tempati sudah tidak ada lagi Hewan Monster yang dapat kita bunuh, mungkin kedepannya kita harus masuk lebih jauh ke dalam Hutan Lembah!" ujar Qiu Shen.
"Yah, tentu saja kita akan masuk lebih jauh ke dalam Hutan Lembah, karena bagaimanapun semakin kita masuk lebih jauh ke dalam Hutan Lembah, maka Monster buruan juga akan semakin banyak!" kata Evan.
__ADS_1
"Tuan Jenderal, anda berkata kalau kita masuk semakin jauh ke dalam Hutan Lembah maka Monster buruan juga akan semakin banyak. Tetapi apakah Tuan Jenderal tidak tahu kalau bahaya disana juga akan semakin besar?" ujar Qiu Shen bertanya dengan sopan kepada Evan.
"Ha-ha-ha tentu saja aku tahu, tetapi kamu tenang saja, aku pasti akan berusaha sebaik mungkin untuk melindungi kalian semua dari bahaya yang ada didalam sana! Percayalah padaku!" kata Evan mencoba meyakinkan Qiu Shen, bahwa dirinya pasti akan berusaha sebaik mungkin untuk melindungi mereka.
Mendengar perkataan Evan maka Qiu Shen mencoba untuk percaya pada Evan.
"Sudah, kamu dan Para Prajurit pasti sudah lelah karena telah bertarung seharian penuh dengan Para Hewan Monster, kalian semua beristirahatlah!" lanjut Evan menyuruh Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam untuk beristirahat.
...****************...
Keesokan harinya, Evan, Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam melanjutkan perburuan mereka. Mereka berjalan semakin jauh ke dalam Hutan Lembah, semakin jauh mereka masuk ke dalam Hutan Lembah, maka Pohon-pohon yang ada disana juga semakin tinggi dan besar.
Namun anehnya disepanjang perjalanan, mereka sama sekali tidak menjumpai satu pun Hewan Monster.
Melihat tidak ada satu pun Hewan Monster disepanjang perjalanan mereka, Evan, Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak pun merasa aneh dan merasa heran.
"Tuan Jenderal, kita sudah berjalan cukup jauh ke dalam Hutan Lembah, tetapi disepanjang perjalanan, kita sama sekali tidak ada melihat Hewan Monster, apakah Tuan Jenderal tidak merasa aneh?" ujar Qiu Shen mencoba bertanya kepada Evan yang ada disampingnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1