
Setelah itu Evan pun kembali ke kediaman Jenderal bersama dengan enam orang itu.
Evan beserta enam orang dibelakangnya berjalan menghampiri teman-temannya.
"Evan akhirnya kamu kembali!" kata Reya menyambut Evan.
"Dan kamu sungguh berhasil menangkap mereka!" kata Reya melihat enam orang itu dibelakang mengikuti Evan.
"Jenderal kita memang hebat!, aku salut padamu!" ucap Tang Chen memuji Evan.
"Kalian sudah salah paham, mereka datang kesini sebelumnya karena mereka ingin menjadi prajurit, namun cara mereka juga salah karena datangnya dengan cara menyelinap!" ucap Evan memberi tahu kepada teman-temannya.
"Salah paham? apa maksudnya?" tanya teman-teman Evan yang menjadi bingung.
Kemudian Evan pun menceritakan dan menjelaskan semuannya kepada teman-temannya dan akhirnya pun masalah kesalahpahaman itu terselesaikan malam itu juga.
".....Jadi seperti itulah yang terjadi sebenarnya!" ucap Evan mengakhiri ceritanya.
"Oooh... jadi seperti itu, dasar Ray dan Tang Chen...!" semua orang melirik ke arah Ray dan Tang Chen dengan tatapan tajam.
"Hei hei hei..., ini bukan salah kami berdua, tetapi salah mereka mengapa datang dengan cara menyelinap!" kata Ray merasa tidak bersalah.
"Benar, sepertinya orang jahat saja..." ujar Tang Chen membenarkan perkataan Ray.
"Benar ini memang salah kami berenam, jadi mohon kepada Tuan dan Nona Muda untuk memaafkan kami!" ucap Yu Zhong memohong maaf sembari memberi hormat.
Kemudian Lima orang berpakaian hitam lainnya pun dengan segera mengikuti memohon maaf sembari memberi hormat kepada teman-teman Evan.
"Hahaha.... Tidak apa-apa, tidak perlu terlalu sopan begitu, kami sudah tidak mempermasalahkannya!" kata Reya dengan wajah tersenyum.
Teman-teman Evan yang lain pun tampak tersenyum yang juga sudah tidak mempermasalahkan masalah itu yang sebelumnya terjadi.
Kemudian mereka pun saling berkenalan untuk mengenal satu sama lain.
...****************...
Diwaktu yang sama Di Istana Negara Mo.
Tampak seorang pria tua duduk di atas singasananya yang terbuat dari Emas, Pria Tua itu adalah Kaisar Negara Mo, Mo Luo Tai, seorang petarung Kaisar Emperor Level Empat, namun karena suatu pertarungan ia sekarang terluka dan kekuatannya turun menjadi tingkat Kaisar Level sembilan.
Dengan disamping kanan Kaisar Mo Luo Tai adalah Pangeran putra Mahkota, putra pertama dan satu-satunya Kaisar Mo Luo, bernama Mo Liang.
Mo Liang berumur 30 tahun, dam dia adalab seorang petarung Tingkat Kaisar Emperor level dua.
Sedangkan disamping kirinya Kaisar Mo Luo Tai adalah Putri satu-satunya, bernama Mo Sueyan.
Mo Sueyan baru berumur 19 tahun, namun dia adalah seorang wanita yang sangat berbakat karena di usianya ini dia sudah mencapai tingkat Kaisar Emperor Level dua.
Kemudian datang seorang prajurit yang datang melapor.
"Lapor Kaisar, pasukan Jenderal Sun yang sebelumnya anda perintahkan untuk menaklukan Provinsi Nanzhou telah kembali!" kata Prajurit tersebut sembari berlutut memberi hormat.
"Bagus!, aku harap Jenderal Sun membawa kabar bagus untukku!" kata Kaisar Mo yang tampak gembira.
"Selamat Ayah!, anda telah menaklukan satu daerah lagi!" ucap Mo Liang menyenangkan Ayahnya.
"Selamat kepada Ayah telah menaklukan satu Daerah lagi!" ucap Mo Sueyan ikut menyenangkan ayahnya.
"Hahaha..., Ayo kita sambut Jenderal Sun yang telah membawa kemenangan untuk kita!" ajak Kaisar Mo kepada Putra dan Putrinya.
Beberapa saat kemudian Kaisar Mo dan dua anaknya itu sampai ke tempat Jenderal Sun berada.
__ADS_1
Setelah sampai Kaisar Mo dan dua anaknya terkejut ketika melihat Jenderal Sun yang hanya membawa pulang sedikit prajurit dan semuannya mengalami luka.
Seketika Kaisar Mo mengubah ekspresi wajahnya yang menjadi ekspresi tidak senang.
"Jenderal Sun cepat katakan padaku, apa kalian kembali membawa kekalahan?!" tanya Kaisar Mo dengan wajah marah.
"Ma-maaf Kaisar saya...." jawab Jenderal Sun gugup dan takut, Namun kalimatnya terhenti ketika Kaisar Mo langsung menyerangnya.
"BRAAK!!" Kaisar Mo menyerang Jenderal Sun hingga mati ditempat.
Wajah Kaisar tampak menjadi marah, melihat itu kedua anaknya pun menjadi cemas.
"Kirimkan 100 ribu prajurit untuk menaklukan Nanzhou!, Kali ini tidak boleh gagal lagi!" perintah Kaisar Mo dengan tegas.
......................
Pagi hari di kota Yanzhou, Evan dan Sea Lin mengatur dan mempersiapkan pasukan Gagak Malam.
Digudang Senjata, Evan memerintahkan enam orang pasukan Gagak Malamnya untuk memilih senjata.
"Kalian berenam pilihlah senjata yang menurut kalian cocok untuk kalian, dan setelah ini aku akan membawa kalian ke perpustakaan dikota Yinzhou untuk memilih kitab jurus untuk kalian latih!" perintah Evan.
"Ini..., Maaf Jenderal, kami baru saja menjadi prajurit anda sepertinya tidak tidak begitu baik jika Jenderal langsung memberikan kami sesuatu yang sangat berharga seperti ini!" ucap Yu Zhong merasa sungkan.
"Tidak apa, Aku memperlakukan semua teman-temanku dengan sama, Aku memberikan kalian semua ini agar kalian menjadi lebih kuat karena jika kalian bertambah kuat kalian dapat membantuku lebih banyak!" ujar Evan menjawab Yu Zhong.
"Benar, apa yang Kakak Besarku katakan, jadi kalian jangan terlalu sungkan!" ujar Sea Lin kepada Enam orang itu.
Mendengar itu Yu Zhong dan kelima temannya pun terdiam dengan senyuman diwajahnya.
"Jadi kalian pilihlah sesuka kalian, jangan sungkan!" ujar Evan dengan senyuman kepada enam orang itu.
"Terima Kasih Jenderal, kami berjanji akan menjadi lebih kuat dan selalu setia kepadamu hidup dan mati!" kata Yu Zhong yang diikuti dengan anggukan kelima temannya.
Kemudian Yu Zhong dan keenam orang itu pun memilih senjata yang paling cocok untuk mereka pakai.
Setelah selesai memilih senjata Evan dan Sea Lin pun membawa pasukan Gagak Malam ke kota Yinzhou untuk memilih buku kitab jurus untuk mereka latih.
Tidak lupa Evan juga mengajak Keempat wanitanya dan adik angkatnya Cao Cao.
Karena Evan ke Yinzhou tidak hanya untuk membawa Pasukan Gagak Malam untuk memilih Buku kitab tetapi juga untuk mengobservasi keadaan kota Yinzhou, agar tidak terlalu mencolok Evan dan yang lainnya pun berpakaian seperti orang biasa.
Dan kemudian mereka pun berangkat ke kota Yinzhou dengan menunggang kuda.
Untuk tidak membuat tiga wanita yang lain iri, Evan menunggang kuda berdua dengan Cao Cao, sedangkan empat wanita itu menunggang kuda sendiri-sendiri.
Sepanjang perjalanan mereka tampak jalanan kota Yinzhou yang sudah mulai ramai dan mulai kembali normal.
Pedagang-pedagang kecil pun tampak sudah mulai berjualan dipinggir jalan.
Evan sangat senang dan bersyukur melihat kota Yinzhou sudah mulai kembali normal tidak seperti sebelumnya.
Evan Melirik melihat ke seorang penjual manisan dipinggir jalan.
"Cao Cao tunggu Kakak sebentar..." ucap Evan berhenti dan turun dari kudanya meninggalkan Cao Cao sendiri di atas kuda, dan kemudian berjalan mendekat ke seorang penjual manisan tersebut.
Kemudian Evan pun membeli manisan.
"Paman, aku beli manisannya!" ucap Evan membeli manisan dengan beberapa keping perak kepada si penjual.
"Terima kasih......" ucap si penjual merasa senang.
__ADS_1
Kemudian Evan pun kembali ke Cao Cao yang masih berada di atas kudanya.
"Cao Cao ini untukmu!" kata Evan sambil menyuguhi setusuk manisan pada Cao Cao.
"Terima Kasih Kakak!" ucap Cao Cao menerima dan kemudian menikmati manisan itu dengan senang hati.
Melihat itu Evan yang sangat menyayangi Cao Cao membuat keempat wanita itu menjadi semakin menyukai Evan.
"Evan, ayo cepat, Chu Xian dana para murid sekte mungkin sudah menunggu kamu!" ujar Reya.
Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman walikota Yinzhou yang sekarang telah telah diubah menjadi sebuah Akademi oleh Evan.
****************
Sekarang kediaman walikota Yinzhou telah diubah menjadi sebuah Akademi oleh Evan, Nama Akademi ini adalah Akademi Matahari Merah yang diambil dari nama sekte Matahari Merah.
Akademi Matahari Merah ini selain untuk belajar para murid sekte Matahari Merah sebelumnya, Akademi ini juga mulai merekrut murid baru yaitu para anak-anak dan remaja masyarakat Nanzhou.
Namun Akademi Matahari Merah ini masihlah sangat sederhana, Akademi ini baru memiliki perpustakaan, tempat berlatih meracik Pil, arena pertarungan dan tempat latihan, Dan untuk yang lainnya seperti tempat menempah senjata, tempat penukaran barang atau yang lainnya masih belum ada.
Beberapa saat kemudian Evan dan yang lainnya pun akhirnya sampai di Akademi Matahari Merah.
"Kalian!, kalian akhirnya sampai juga, murid-murid sekte sudah menunggu kalian!" sambut Chu Xian dan Qin Yun yang sedang mengurusi Akademi.
Kemudian Evan menyerahkan urusan pasukan Gagak Malam pada Sea Lin dan Chu Xian untuk membawa pasukan Gagak Malam ke perpustakaan untuk memilih buku kitab.
Sedangkan untuk Evan dan yang lainnya akan memberi beberapa arahan atau ajaran kepada para murid.
Kemudian Evan dan yang lainnya berpisah menjadi dua kelompok.
Evan, Ririn dan Cao Cao pergi ke tempat latihan para murid baru, sedangkan Reya, Ran Ran, Nan Ruyu, dan Qin Yun pergi ke tempat latihan para murid senior.
Beberapa saat kemudian Evan, Ririn dan Cao Cao melihat-lihat di tempat latihan, tampak para murid baru yang sedang berlatih kuda-kuda, bertarung, berpedang dan lain-lain.
Karena Evan, Ririn, dan Cao Cao baru pertama kalinya datang kesini semenjak yang terakhir kali yaitu disaat malam membantai Para pejabat sebelumnya, para murid baru itu tidak mengenali Evan, Ririn, dan Cao Cao.
Karena Evan, Ririn tampak masih sangat muda apa lagi Cao Cao, Para murid baru itu mengira bahwa ketiga orang ini adalah para murid baru.
"Hei!, Kalian!" panggil seorang pria remaja yang seusia Evan.
Evan, Ririn, dan Cao Cao yang sedang berjalan menoleh ke arah pria remaja itu.
Evan berbahasa isyarat dengan menunjuk dirinya sendiri ("Kami?").
"Benar kalian!, kemari!" panggil pria remaja tersebut tanpa sopan santun dan kasar kepada Evan.
Mendengar pria remaja itu berbicara sangat kasar kepada Evan, membuat Ririn dan Cao Cao ingin menghajarnya langsung.
"Evan, remaja ini sangat tidak sopan padamu! biarkan aku menghukum dia!" ucap Ririn yang kesal.
"Benar Kakak, biarkan aku memukulnya sekali saja!" ucap Cao Cao juga marah.
Evan tersenyum. "Kalau begitu ayo kita tertibkan Remaja ini!" ucap Evan sembari berjalan mendekat ke pria remaja itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1
......................