
"Tak Menyangka sekte matahari merah akan mengalami hal seperti ini." Ucap si pak tua prihatin.
Setelah melihat-lihat sekte matahari yang sudah hancur, Evan mengajak mereka pergi ke kediaman kakek Jing yang jauh berada dibelakang sekte.
Setelah sampai ternyata Kediaman kakek jing itu tidak dihancurkan dan masih utuh seperti sedia kala.
"Kenapa disini tidak dihancurkan oleh orang kerajaan?" tanya Nan Ruyu.
"Mungkin karena tempat ini sedikit jauh dari sekte, jadi mungkin mereka tidak mengetahui keberadaan tempat ini.
Harimau kecil 'Limau' yang mendengar kedatangan Evan dan teman-temannya, keluar dari balik semak-semak dan berlari menghampiri Evan.
"Limau!" Evan menangkap harimau kecil.
"Evan, apa itu hewan peliharaanmu?" tanya Gu Mei.
"Yah, namanya Limau, sebenarnya Limau ini milik aku dan Ririn!" Ucap Evan keceplosan.
"Ririn?, siapa dia!?" Kesal Gu Mei mendengar Evan menyebut Nama wanita lain dengan sangat akrab.
"Ehh...?, aku belum cerita sama kalian kah?, Ririn itu adalah teman wanitaku, dan masih banyak temanku yang lainnya, mungkin mereka sekarang berada dikota salju merah darah!." Ucap Evan menjelaskan.
"Eummm......." mendengar itu Gu Mei sedikit cemburu begitu juga Nan ruyu yang tak bicara tetapi selalu mendengar dan memperhatikan Evan.
"Sepertinya Hubungan Evan dengan Ririn ini tidak hanya hubungan teman biasa saja." gumam Nan Ruyu.
__ADS_1
Kemudian Evan pun melanjutkan berkeliling Sekte sambil menggendong Limau, hingga akhirnya mereka sampai didivisi murid bagian dalam.
Sama seperti yang lainnya, didalam Wilayah divisi murid dalam juga dihancurkan dan dibakar, semua bangunan dihancurkan begitu juga dengan Menara Pagodanya.
Merasa idak ada yang bisa diambil ditempat itu, mereka pun melanjutkan pergi ke bagian pusat tempat para murid Elite dan Tetua berada dahulu.
Setelah sampai disana juga sama saja sudah tak ada lagi bangunan yang utuh, semuannya hancur dan juga dibakar habis oleh orang kerajaan.
Akhirnya Evan pergi keruang harta namu juga sama saja tak ada yang tersisa lagi, semua benda pusaka, senjata, dan kitab-kitab sudah tak ada yang tersisa.
"Sial, para anjing kerajaan itu tak menyisakan apa pun sama sekali!" Ucap Evan kesal.
"Evan,kau jangan kesal dulu, disini memang sudah tak bersisa apa pun, tapi masih ada satu tempat rahasia yang belum kita datangi." Ucap si Pak Tua.
"Tempat rahasia?" ucap mereka bersamaan.
"Oooh kalau seperti itu kita jangan membuang waktu lagi, ayo kita langsung pergi kesana!" Ajak evan.
Teman-teman yang lain pun menagguk setuju dan pergi ke tempat rahasia itu dengan semangat dan penuh rasa penasaran.
Dan akhirnya mereka semua sampai ditebing batu dibelakang Gunung, sekilas sangat terlihat biasa saja.
"Gunakan Token milikmu untuk membuka formasinya!" Perintah si Pak Tua
Kemudian Evan menunjukan Token Kepala Sekte miliknya ke arah tebing tersebut, Dan kemudain tebing tersebut membuka sebuah lubang teleportasi menuju ke suatu tempat.
Melihat itu mereka pun sedikit terkejut. "ternyata benar, disini adalah jalan menuju tempat Rahasia yang dikatakan oleh si pak tua itu." batin Evan.
__ADS_1
"Ayo masuk!" Ajak si pak tua sembari masuk ke lubang teleportasi itu.
Evan dan yang lainnya pun saling memandang dan akhirnya ikut masuk juga. Sesaat kemudian ternyata lubang tersebut berakhir di sebuah ruangan yang sangat besar yang berisikan dengan senjata, pil-pil kelas tinggi, bahan obat langka, dan banyak sekali kitab tingkat Bumi, dan beberapa kitab tingkat langit.
"WAAAH....!!" kagum mereka melihat banyak sekali sumber daya dan barang-barang berharaga lainnya didalam ruangan yang besar yang penuh kekayaan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
......................
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...****************...
__ADS_1