KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 381 : PERANG BESAR #14


__ADS_3

Sementara itu dimedan Perang, terlihat Yu Zhong yang masih terus menghindari serangan demi serangan Pusaran Pasir dari Golem Pasir Raksasa.


Mo Sueyan yang berada didalam Tubuh Golem Pasir Raksasa, semakin merasa kesal dan emosi pada Yu Zhong yang terus menghindari serangan Pusaran Pasir miiknya.


Mo Sueyan dengan cepat menyadari kalau dirinya sedang dipermainkan oleh Yu Zhong.


"Sial, sepertinya aku sedang dipermainkan olehnya. Dia terlihat seperti sedang terus menghindari semua seranganku, tetapi sebenarnya dia sedang mengulur waktu untuk Bajingan itu mengumpulkan kembali energinya! Sial, aku terlalu ceroboh karena emosi!" kata Mo Sueyan dalam hatinya yang merasa sangat kesal dan marah.


Kemudian Mo Sueyan langsung terbang melesat ke udara, hingga membuat Golem Pasir Raksasa yang menutupi tubuhnya rubuh dan hancur seketika.


Yu Zhong sontak terkejut melihat Mo Sueyan yang tiba-tiba terbang melesat menuju ke arahnya.


"Sepertinya wanita itu sudah menyadari kalau aku sedang mempermainkannya!" kata Yu Zhong dalam hatinya yang seketika menjadi waspada.


Kemudian Yu Zhong mengumpulkan energi kegelapan pada kedua Cakar Naga Kegelapannya.


"Jurus Naga Kegelapan Menguasai Langit!!" kata Yu Zhong mengeluuarkan jurus berupa Naga Kegelapan dari kedua Cakar Naga Kegelapannya.


Disisi lain terlihat Mo Sueyan yang mengumpulkan energi emas pada kepalan tinju tangan kanannya.


"Tinju Emas Meruntuhkan Langit!!" kata Mo Sueyan mengayunkan kepalan tinju kanannya yang penuh dengan kekuatan dan energi emas.


Mo Sueyan mengayunkan dan menghantamkan Tinju Emasnya pada Naga Kegelapan milik Yu Zhong.


"DUAAARRR!!" Naga Kegelapan seketika meledak dan hancur, hanya dengan satu kali hantaman Tinju Emas milik Mo Sueyan.


Akan terapi Mo Sueyan tidak berhenti dan masih terus terbang tinggi ke udara menuju ke arah Yu Zhong.


Dengan jarak yang sudah sangat dekat, Yu Zhong sudah tidak dapat menghindari serangan dari Mo Sueyan lagi.


Karena sudaj tidak bisa menghindar, maka Yu Zhong dengan cepat langsung menciptakan satu Perisai Kegelapan untuk melindungi dirinya dari pukulan Mo Sueyan.


"Perisai Kegelapan!" kata Yu Zhong menciptakan Satu Perisai berbentuk lingkaran yang tercipta dari energi spiritual kegelapan.


Kemudian dengan Jurus Tinju Emas Meruntuhkan Langit, Mo Sueyan langsung memukul Perisai Kegelapan dengan kekuatan penuh.


"DUAARRR!!" Perisai Kegelapan milik Yu Zhong seketika langsung pecah dan hancur, hanya dengan satu kali pukulan Tinju Emas Meruntuhkan Langit milik Mo Sueyan.

__ADS_1


"Kali ini matilah kau!" kata Mo Sueyan melanjutkan pukulannya kepada Yu Zhong.


"BRUAAKK!!" pukulan Mo Sueyan menghantam perut Yu Zhong dengan sangat kuat, hingga membuat Yu Zhong seketika memuntahkan darah dari mulutnya.


Kemudian Mo Sueyan berputar badan, dan langsung menendang kepala Yu Zhong dengan tendangan kaki kirinya.


"BAAMM!!" tendangan kaki kiri Mo Sueyan menghantam kepala Yu Zhong dari belakang, hingga membuat Yu Zhong langsung terlempar ke bawah.


"BOOOMM!!" Yu Zhong jatuh menghantam tanah yang penuh dengan pasir dengan sangat kuat.


Suara Yu Zhong jatuh dan menghantam ke tanah dengan sangat kuat, terdengar oleh Sea Lin yang sedang bertarung dan menyerap tubuh Para Prajurit Kerajaan Mo.


Sea Lin dengan cepat menoleh ke arah suara hantaman berasal, dan kemudian menoleh lagi ke atas langit. Melihat hanya ada Mo Sueyan yang berada diatas udara, sedangkan Yu Zhong sudah tidak ada. Sea Lin langsung dapat menebak, bahwa Yu Zhong sudah dikalahkan oleh Mo Sueyan.


"Sial, sepertinya Yu Zhong sudah kalah, dan yang jatuh menghantam tanah tadi pasti adalah Yu Zhong!" kata Sea Lin dalam hatinya.


Mengetahui kalau Yu Zhong telah dikalahkan, kemudian Sea Lin dengan cepat langsung berlari melesat menuju tempat terjatuhnya Yu Zhong.


Pada saat Sea Lin sedang berlari menuju tempat terjatuhnya Yu Zhong, Sea Lin melihat Mo Sueyan yang sedang terbang melesat ke bawah menuju tempat terjatuhnya Yu Zhong juga.


Sementara itu diwaktu yang sama, terlihat Mo Sueyan yang sedang terjun ke bawah, menuju Yu Zhong yang sedang sekarat didalam sebuah lubang besar bekas hantaman terjatuhnya dia.


Mo Sueyan terus terjun ke bawah dengan sangat cepat, sambil mengumpulkan energi emas pada kepalan tinju kanannya.


"Keparat!, ternyata kau masih belum mati juga setelah menerima pukulan dariku. Kali ini akan aku pastikan, kau tidak akan hidup setelah menerima pukulan ini!" kata Mo Sueyan bersiap memukul Tu Zhong dengan kekuatan penuh.


Sementara itu, Yu zhong yang terbaring sekarat sama sekali tidak sanggup untuk bergerak, apa lagi menghindari pukulan dari Mo Sueyan.


Namun terlihat dari kejauhan Sea Lin yang sedang berlari menuju ke arah Yu Zhong, sambil menciptakan Satu Bom Darah ditengah tombak sabitnya.


"Wanita Jelek!, kau jangan terlalu percaya diri!" kata Sea Lin pada Mo Sueyan.


Mendengar suara Sea Lin, seketika membuat Mo Sueyan dan Yu Zhong merasa terkejut, dan langsung menoleh dan melihat ke arah Sea Lin yang sedang berlari.


"Bajingan ini!" kata Mo Sueyan merasa sangat geram saat melihat Sea Lin datang.


Sebaliknya Yu Zhong merasa senang dan tersenyu, saat melihat Sea Lin datang untuk menolongnya.

__ADS_1


Disisi lain, terlihat Sea Lin telah berhasil menciptakan satu Bom Darah pada tombak sabitnya.


"Kau terimalah Bom Darah milikku ini!" kata Sea Lin yang langsung melemparkan Bom Darah ke arah Mo Sueyan.


Melihat Sea Lin melemparkan Bom Darah ke arahnya, Mo Sueyan dengan sangat terpaksa langsung menahan Bom Darah milik Sea Lin, dengan energi emas yang telah ia kumpulkan di Kepalan Tinju kanannya.


Mo Sueyan berbalik badan dan memukul Bom Darah milik Sea Lin dengan kepalan Tinju Emasnya.


"BOOMM!!" Pukulan Tinju Emas milik Mo Sueyan dan Bom Darah milik Sea Lin saling menghantam dengan sangat kuat, hingga menciptakan satu ledakan besar yang melemparkan Mo Sueyan.


Mo Sueyan terlempar dan jatuh hingga berguling-giling diatas padang pasir.


Sementara itu disisi lain, tampak Sea Lin yang telah sampai disisi lubang tempat Yu Zhong terjatuh.


Kemudian Sea Lin melompat dan masuk ke dalam lubang, untuk menolong Yu Zhong yang terbaring sekarat didalam lubang tersebut.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Evan pada merasa khawatir pada Yu Zhong.


"Sudah terlihat jelas terbaring sekarat, dan Tuan Komandan masih bertanya apakah aku baik-baik saja?" ujar Yu Zhong sambil tersenyum kesal pada Sea Lin.


Mendengar perkataan Yu Zhong dan melihatnya tersenyum kesal, Sea Lin tersenyum dan tertawa cengengesan pada Yu Zhong.


"Hehehehe.., aku kira kamu sudah mati ditangan wanita itu." kata Sea Lin sambil tersenyum jenaka pada Yu Zhong.


Mendengar perkataan Sea Lin yang sedang menertawakan dan mengutuknya, Yu Zhong semakin merasa kesal dan jengkel pada Sea Lin.


Namun Yu Zhong tetap tersenyum menahan kekesalannya pada Sea Lin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


__ADS_2