KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 361 : Berangkat Berperang


__ADS_3

Beberapa saat kemudian dibenteng pertahanan Nanzhou.


Tampak seluruh Pasukan menoleh dan mendongak melihat Evan dan Sea Lin yang akhirnya datang dengan terbang di atas mereka.


Evan dan Sea Lin mendarat perlahan menghampiri Luo Bai dan teman-teman mereka yang lainnya. Mereka semua berdiri menghadap seluruh Pasukan yang berbaris menghadap mereka.


"Bagaimana?, apakah seluruh Pasukan sudah berkumpul semuannya?" tanya Evan kepada Wolf yang ada disampingnya.


"Seluruh Pasukan sudah siap Tuan Jenderal. Kita sudah bisa berangkat pergi menguasai Kerajaan Mo!" jawab Wolf sambil memberi hormat kepada Evan.


"Baiklah" kata Evan yang kemudian mengangkat kepalanya dan menghadap ke arah seluruh Pasukan yang menghadap ke arahnya.


Suara hening seluruh Pasukan menunggu suara Evan memberi perintah kepada mereka.


"Seluruh Pasukan Dengarkan Aku!. Hari ini kita akan berangkat menyerbu dan menyerang Kerajaan Mo. Kita akan mengalahkan semua musuh dan menguasai Kerajaan Mo. Aku ingin bertanya kepada Seluruh Pasukanku yang berani, Apakah Kalian Semua Siap untuk berperang bersamaku dan menguasai Kerajaan Mo?!" seru Evan berteriak dengan lantang ke seluruh Pasukannya.


"SIAAAP!!" jawab seluruh Pasukan mengelegar dan menggema dilangit.


"Kalau Begitu Ayo! Kita serang dan serbu Kerajaan Mo bersama-sama. Kita bunuh Semua Musuh dan Kuasai Kerajaan Mereka!!" seru Evan berteriak dengan lantang kepada seluruh Pasukannya.


"GRAAAAAAAA!!, BUNUH SEMUA MUSUH DAN KUASAI KERASAJAAN MEREKA!!" teriak seluruh Pasukan mengelegar dilangit.


Kemudian Evan dan teman-temannya memimpin seluruh Pasukannya berangkat pergi menuju Kerajaan Mo.


Sementara itu, tampak para wanita dari mereka masing-masing, yaitu Ririn, Reya, Nan Ruyu, Ran Ran, Chu Xian, Lu Rao Rao dan Qin Yun sedang berdiam dan menunggu mereka pulang.


Dikediaman Jenderal, terlihat Ririn yang sedang berada ditaman didekat kolam teratai. Ririn duduk menunggu Evan sambil memeluk dan mengusap Limau yang ada didalam pelukannya.


Kemudian Limau yang ingin bermain melompat turun dari pelukan Ririn.


Seketika Ririn yang mengingat Evan telah berangkat pergi berperang merasa rindu dan khawatir.


"Evan, kamu harus pulang. Aku dan Calon anak kita, akan selalu menunggumu pulang. Kamu harus pulang dengan utuh dan tidak boleh terjadi apapun padamu!" kata Ririn sambil mengelus bayi yang ada didalam kandungannya.


Sementara itu diwaktu yang sama, terlihat Chu Xian yang sedang berdiri didepan pintu kamar Sea Lin.


"Evan, kamu harus pulang. Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa apapun bisa terjadi dimedan perang, tetapi aku tidak ingin terjadi apapun padamu. Kamu harus pulang, harus!" kata Reya dengan penuh harapan sambil melihat ke arah langit yang cerah.

__ADS_1


Diwaktu yang sama di kamar tempat tinggal Lu Rao Rao. Terlihat Lu Rao Rao yang juga sedang mengkhawatirkan Luo Bai yang telah berangkat pergi berperang.


Tampak Lu Rao Rao yang sedang duduk didepan cermin sambil memegang sebuah cincin yang diberikan Luo Bai padanya.


"Bai, kamu cepatlah pulang. Kamu telah berjanji untuk menikahiku. Aku tidak marah jika kamu selalu mengundur pernikahan kita karena kesibukanmu, tetapi aku akan benar-benar sangat marah, jika kamu tidak pulang untuk menemuiku!" kata Lu Rao Rao yang kemudian mencium cincin yang dipegangnya.


Sementara itu dikediaman skretaris pemerintahan Provinsi Nanzhou, yaitu tempat tinggal Qin Shan dan Qin Yun.


Tampak Qin Yun yang sedang menemani Qin Shan bekerja disuatu ruangan untuk mengurus banyak surat-surat dan dokumen-dokumen penting.


Qin Shan yang sedang duduk sambil menulis surat diatas sebuah meja melihat Qin Yun yang sedang melamun dihadapannya.


Sedangkan Qin Yun yang sedang melamun terus memikirkan Ray Qi yang telah berangkat pergi berperang.


Dengan tatapan lembut, Qin Shan melihat ke arah Qin Yun yang masih terus melamun memikirkan Ray Qi.


"Qin Yun adikku, apa yang sedang kamu lamunkan?" tanya Qin Shan menegur Qin Yun dengan lemah lembut.


Mendengar suara teguran dari Qin Shan, seketika Qin Yun yang sedang melamun langsung tersadar.


"Aku tidak ada melamunkan apa-apa Kakak." kata Chu Xian yang seketika tersadar dari lamunannya yang memikirkan Ray Qi.


"Sungguh?, apakah kamu yakin tidak sedang memikirkan Ray Qi?" ujar Qin Shan menjahili Qin Yun.


Mendengar pertanyaan Qin Shan seketika wajah Qin Yun langsung merona malu.


"A...Aku mana ada memikirkan Ray Qi?, aku tadi hanya sedang melamun saja. Kakak jangan berkata sembarangan!" ujar Qin Yun dengan wajah merona.


"Oh benarkah?, jika benar tidak tetapi mengapa wajah kamu merona?, kamu sedang berbohong pada Kakak kan?. Sudah jangan berbohong lagi, Kakak tahu kamu sedang melamun dan memikirkan Ray Qi!" ujar Qin Shan sambil tersenyum menjahili Qin Yun.


Qin Yun yang sudah ketahuan sudah tidak bisa menutupi kenyataan lagi. Qin Yun semakin merasa malu dan wajahnya juga semakin merona.


"Aaaa??..., Kakak!...., kamu menjahili aku lagi!." kata Qin Yun sambil menutupi wajahnya yang merah merona.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu disebuah padang pasir yang sangat luas dan panas. Tampak Evan dan teman-temannya yang sedang berkuda dan memimpin jalan seluruh Pasukan mereka.

__ADS_1


Didalam perjalanan menuju Kerajaan Mo. Evan dan teman-temannya memimpin seluruh Pasukan melewati satu wilayah gurun pasir yang sangat panas.


Matahari yang bersinar sangat terik dan tiada angin yang berhembus membuat seluruh Pasukan merasa sangat kepanasan.


Melihat Seluruh Pasukan yang begitu kepanasan Evan sungguh merasa tidak tega melihatnya.


"Qiu Shen, kamu yang memilih jalur ini. Apakah kamu yakin kalau ini adalah jalur paling cepat untuk sampai ke kerajaan Mo?" tanya Evan pada Qiu Shen yang berkuda dibelakangnya.


"Saya yakin Tuan Jenderal, ini adalah jalur paling cepat dan paling aman untuk pergi menuju Kerajaan Mo. Kami kelompok mata-mata Pasukan Gagak Malam juga selalu melewati jalur ini, jika ingin pergi ke kerajaan Mo dan kembali ke Provinsi Nanzhou. " kata Qiu Shen menjawab Evan yang sedang berkuda dihadapannya.


Mendengar itu, Evan hanya bisa menerima keadaannya dan merasa menyesal karena berangkat pergi menuju Kerajaan Mo pada pagi hari dan tidak pada malam hari.


"Haaiiss.., kasihan sekali para prajuritku, mereka semua pasti sedang sangat kepanasan. Jika aku tahu keadaannya akan sepanas ini, aku akan lebih memilih untuk berangkat pergi pada malam hari dan bukan pada pagi hari!" kata Evan menghela nafas menyesal dan kasihan melihat Para Prajuritnya yang kepanasan.


"Jenderal tenang saja, sebentar lagi seluruh Pasukan sudah tidak akan kepanasan lagi, mereka semua akan bisa segera beristirahat!" kata Qiu Shen memberitahu Evan.


Mendengar itu Evan merasa heran dan juga senang.


"Kenapa kamu bisa mengatakan itu?" tanya Evan merasa heran.


"Karena tidak jauh didepan kita ada satu sungai besar, disana ada banyak pohon-pohon besar yang tumbuh disekitar pinggiran sungai!" kata Qiu Shen memberitahu kabar bagus tersebut kepada Evan.


Mendengae itu Evan dan semua teman-temannya merada sangat senang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


PERJALANAN HIDUP MEMANG PENUH DENGAN RINTANGAN.


JANGANLAH KAMU MENYERAH DAN TERUSLAH MAJU MELANGKAH.


YAKINLAH BAHWA DIUJUNG PERJALANAN YANG PENUH RINTANGAN, PASTI AKAN ADA KESUKSESAN


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2