KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 379 : PERANG BESAR #12


__ADS_3

Kemudian Sea Lin dan Mo Sueyan saling maju menyerang dengan tombak yang ada ditangan mereka.


"DUAAARRR!!" tombak Sea Lin dan tombak Mo Sueyan saling menghantam dengan sangat kuat, hingga menciptakan gelombang energi yang cukup besar.


Kemudian Sea Lin dan Mo Sueyan saling bertarung dan saling bertukar serangan tombak, pukulan maupun tendangan.


Sementara itu, Luo Bai, Ray Qi, Wolf dan Paman Qian Ji bersama-sama memimpin Seluruh Pasukan Nanzhou, untuk bertempur melawan Pasukan Kerajaan Mo yang dipimpin oleh Para Komandan Kerajaan Mo.


Matahari sudah nampak mulai akan tenggelam di ufuk barat, namun pertempuranmasih berlangsung dengan sangat sengit.


Walaupun Jumlah Pasukan Nanzhou jauh lebih sedikit tiga kali lipat dari pada jumlah Pasukan Kerajaan Mo, akan tetapi dengan tingkat kultivasi dan teknik bertarung yang jauh lebih hebat, Pasukan Nanzhou dapat bertempur dengan seimbang melawan Pasukan Kerajaan Mo.


Dengan Pedang dan tombak, Para Prajurit Nanzhou maupun Para Prajurit Kerajaan Mo, mereka semua saling membunuh dan menghabisi satu sama lain dengan brutal.


Darah mengucur dan mengalir dari luka para Prajurit yang hidup maupun mati, daratan pasir kuning berubahnya menjadi merah.


Teriakan dan sorakan Para Peajurit yang penuh keberanian dan semangat menggelegar dilangit.


Tidak hanya teriakan dan sorakan Para Prajurit yang penuh semangat dan keberanian, tetapi juga teriakan dan jeritan Para Prajurit yang penuh penderitaan dan kesakitan.


Sementara itu diatas benteng Pertahanan Ibukota Kerajaan Mo, terlihat Evan yang sudah membunuh dua puluh orang komandan yang memimpin Pasukan Kerajaan Mo.


Terlihat Evan yang sedang berdiri diantara mayat Para Komandan Pasukan Kerajaan Mo, sambil sedang mencengkram kepala salah seorang komandan terakhir yang tersisa.


Komandan tersebut terus memberontak dan melepaskan diri dari cengkraman tangan Evan yang mencengkram kepalanya.


Kemudian Evan dengan cepat, langsung menyerap tubuh komandan tersebut hingga lenyap tak tersisa.


Tidak lama setelah Evan menyerap tubuh komandan tersebut, Yu Zhong dan Qiu Shen datang menghampiri Evan untuk melapor.


Yu Zhong dan Qiu Shen berdiri disamping kanan dan kiri Evan sambil memberi hormat.


"Lapor Jenderal, seluruh Pasukan bagian utara dan selatan benteng pertahanan sudah selesai dibereskan!" kata Yu Zhong dan Qiu She memberi laporan sambil memberi hormat kepada Evan.


Mendengar itu, Evan tersenyum tipis dan kemudian melihat ke medan perang besar yang sedang berlangsung dihadapannya.

__ADS_1


Dari atas bengteng pertahanan, Evan dapat melihat Pasukan Nanzhou dan Pasukan Kerajaan Mo yang sedang bertempur dengan sangat sengit.


"Yu Zhong, kamu bawa dan pimpin seluruh Pasukan Gagak Malam untuk membantu Pasukan lainnya bertempur di medan perang!" kata Evan memberi perintah kepada Yu Zhong.


"Siap Jenderal!" kata Yu Zhong dengan patuh menerima perintah sambil memberi hormat kepada Evan.


"Sedangkan Qiu Shen, kamu ikut aku. Kita pergi ke Istana Kerajaan untuk mengambil kepala Kaisar Mo!" kata Evan memberi perintah pada Qiu Shen.


"Siap Jenderal!" kata Qiu Shen dengan patuh menerima perintah sambil memberi hormat kepada Evan.


Kemudian Evan dan Qiu Shen langsung terbang ke udara dan pergi menuju Istana Kerajaan Mo, untuk memenggal Kepala Kaisar Mo Luo Tai.


Sedangkan Yu Zhong pergi memimpin Pasukan Gagak Malam ke medan perang, untuk membantu Pasukan Nanzhou yang lainnya bertempur melawan Pasukan Kerajaan Mo.


Pada saat Pasukan Gagak Malam turun ke medan perang, maka Pasukan Gagak Malam langsung membalikam situasi.


Para Kultivator Kegelapan Pasukan Gagak Malam, dengan cepat masuk ke medan perang dan langsung melakukan pembantaian besar-besaran.


Tubuh Para Prajurit Kerajaan Mo terpotong-potong bagaikan sayur oleh Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.


Terlihat Sea Lin yang mulai kehabisan energi dan tenaga sedang mengumpulkan energi darah dan kelapan pada tombak sabitnya.


"Tebasan Tombak Darah Kegelapan!" kata Sea Lin mengayunkan tombak sabitnya hingga menciptakan satu energi tebasan tombak darah kegelapan.


Melihat Sea Lin mengeluarkan jurus tebasan, dengan cepat Mo Sueyan langsung menciptakan dinding pasir emas untuk membuat pertahanan.


"DUAAARRR!!" tebasan tombak darah kegelapan milik Sea Lin menghantam dinding pasir emas milik Mo Sueyan, hingga menciptakan sebuah ledakan yang cukup besar.


Terlihat bahwa dinding pasir emas masih utuh dan Mo Sueyan masih baik-baik saja, sedangkan Sea Lin tampak sudah terengah-engah dan kehabisan energi spiritual.


Perlahan Armor Spirit yang melapisi tubuh Sea Lin mulai memudar hingga akhirnya menghilang.


"Sialan, kali ini aku benar-benar telah kehabisan energi spiritual!. Apakah, kali ini aku benar-benar akan kalah dan dibunuh oleh wanita ini?" batin Sea Lin dalam hatinya, sambil melihat ke arah Mo Sueyan yang masih terlihat kuat dan penuh energi spiritual.


Melihat Sea Lin yang tampak terengah-engah dan telah kehabisan energi spiritual hingga bahkan tidak bisa mengeluarkan armor spirit, Mo Sueyan merasa senang tersenyum menyeringai dengan sangat gembiranya.

__ADS_1


"Hahahaha!..., apakah kau sudah kehabisan energi spiritual?, sepertinya kamu sudah sangat kelelahan!" kata Mo Sueyan dengan sangat senang dan gembiranya.


Kemudian Mo Sueyan mengarahkan tombaknya ke arah Sea Lin.


"Aku akui bahwa Kau memang sangat kuat, dengan sisa energi spiritualmu, kamu bahkan bisa bertahan dan bertarung bersamaku selama tiga jam lebih!. Sekarang, aku pasti akan membunuhmu!" kata Mo Sueyan dengan sangat percaya diri.


"Tombak Penghancur Gunung!" kata Mo Sueyan menghunuskan tombaknya, hingga menciptakan satu energi berbentuk tombak emas raksasa yang menyerang ke arah Sea Lin.


Sea Lin yang sudah kehabisan energi spiritual dan tubuh yang sudah kehabisan tenaga, sudah tidak dapat menghindari serangan tombak emas raksasa dari Mo Sueyan tersebut.


Sea Lin hanya pasrah dan mengandalkan tubuhnya yang memiliki kekuatan raga tingkat tiga untuk bertahan.


Kemudian Sea Lin langsung memejamkan matanya dan bersiap untuk bertahan, menahan serangan tombak emas raksasa milik Mo Sueyan.


Akan tetapi pada saat tombak raksasa sudah akan menghantam tubuh Sea Lin, tiba-tiba satu ekor naga hitam raksasa menghadang dan menghantam tombak emas raksasa hingga hancur dan meledak.


Mendengar ada ledakan bear dan tombak emas raksasa belum menghantam tubuhnya, perlahan Sea Lin membuka kedua matanya.


Ketika Sea Lin membuka matanya, Sea Lin terkejut melihat Yu Zhong tiba-tiba sudah ada dihadapannya.


"Komandan Sea Lin, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Yu Zhong pada Sea Lin yang ada dibelakangnya.


Mendengar suara Yu Zhong, seketika Sea Lin yang merasa terkejut langsung tersadar.


"Aku baik-baik saja, terima kasih kamu sudah menolongku!" kata Sea Lin berterima kasih pada Yu Zhong yang telah menolongnya.


Mengetahui bahwa Sea Lin baik-baik saja, Yu Zhong merasa lega.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2