KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 239 : Sampai Di Sekte Puncak Dewi Putih


__ADS_3

Tiga hari kemudian mereka semua pun sudah akan tiba di Sekte Puncak Dewi Putih yang letaknya berada diantara tiga Gunung Es yang besar.


Tampak mereka semua masih dalam keadaan terbang menggunakan Sayap Aura milik mereka menuju ke Sekte Puncak Dewi Putih.


"Sial!, kenapa disini bisa dingin sekali?, aku hanpir mati kedinginan!" kata Tang Chen yang menggigil kedinginan.


"Hahaha..., siapa suruh kau ikut?, sudah aku katakan kau tinggalah di kota Siun untuk sementara waktu selama aku pergi ke Sekte Puncak Dewi Putih, setelah aku selesai maka aku akan menjemputmu dikota Siun, tetapi kau malah memaksa ingin ikut, itu adalah salah kamu sendiri!" kata Evan menertawakan Tang Chen yang keras kepala.


"Huh!, kau enak tidak kedinginan karena digendonganmu ada wanita cantik yang menghangatkan tubuhmu!" ujar Tang Chen merasa iri kepada Evan yang menggendong Ruyin Li.


"Hahaha!..., kamu tenang saja, setelah kita sampai di Sekte Puncak Dewi Putih maka kamu akan berjumpa dengan banyak wanita cantik, dan didalam sana kamu tidak akan merasa kedinginan lagi!." ujar Evan kepada Tang Chen yang merasa iri kepadanya.


Mendengar hal itu, Tang Chen langsung tampak bersemangat dan senang.


"Hahaha...., para wanita cantik tunggulah kedatangan aku!" kata Tang Chen merasa sangat senang dan bersemangat.


"Dasar Pria mata keranjang!, sebaiknya kamu kurungkan niatmu untuk bertemu para wanita cantik murid Sekte Puncak Dewi Putih, karena Pria tidak diizinkan (diperbolehkan) masuk kedalam sekte jika tidak memiliki urusan yang sangat penting!" kata Rumi Xia memberitahu Tang Chen.


"Ruyin Li, benarkah apa yang dikatakan olehnya?" tanya Tang Chen ingin memastikan kepada Ruyin Li.


"Benar apa yang dikatakan oleh Kakak Seperguruanku, Pria dilarang masuk ke dalam Sekte jika tidak memiliki urusan yang sangat penting, bahkan Ayahku saja jika ingin bertemu atau menjemput Ibuku, Ayahku harus menunggu didepan gerbang Sekte!" jawab Ruyin Li yang berada dalam gendongan Evan.


Mendengar perkataan Rumi Xia dan Ruyin Li, Tang Chen pun merasa tidak bertenaga dan tidak berdaya.


"Hahahaha...., Tang Chen, kamu memang sial ikut denganku ke Sekte Puncak Dewi Putih!" ujar Evan menertawakan Tang Chen yang tampak lemas tidak bertenaga.


"Semuannya, kita sudah sampai didepan gerbang Sekte Puncak Dewi Putih!, semuannya bertindaklah yang sopan dan jaga perilaku kalian!" ujar Rue Xianyi kepada semua orang terutama Tang Chen.


Mendengar perkataan Rue Xianyi, Evan pun menurunkan dan melepaskan Ruyin Li dari gendongannya, dan Ruyin Li pun terbang dengan Sayap Aura miliknya sendiri.


Kemudian mereka semua pun mendarat didepan Gerbang Sekte Puncak Dewi Putih, dan tampak empat orang wanita berbaju besi berjaga didepan gerbang tersebut.


setelah mendarat mereka semua pun berjalan mendekat ke Gerbang, dan kemudian Rue Xianyi menunjukan Plat tanda pengenalnya yang menunjukan bahwa dirinya adalah Wakil Pemimpin Sekte.


Melihat Plat tanda pengenal tersebut, empat wanita penjaga gerbang tersebut pun langsung berlutut memberi hormat kepada Rue Xianyi.

__ADS_1


"Memberi hormat kepada Wakil Pemimpin Sekte!" kata empat wanita penjaga gerbang tersebut sembari berlutut memberi hormat kepada Rue Xianyi.


"Wakil Pemimpin Sekte, siapakah dua pria ini?" tanya salah satu dari Empat wanita penjaga gerbang tersebut sambil berlutut memberi hormat kepada Rue Xianyi.


"Pria ini adalah Pendekar Topeng Perak, dia adalah calon suami Ruyin Li yaitu salah satu dari 20 murid utama sekte!" jawab Rue Xianyi memperkenalkan Evan yang sedang menggunakan Topeng Peraknya.


"Dan pria ini adalah temannya Pendekar Topeng Perak!" kata Rue Xianyi memperkenalkan Tang Chen.


"Maaf, Wakil Pemimpin Sekte, anda pasti tahu aturan Sekte bahwa pria dilarang masuk jika tidak memiliki urusan yang sangat penting!" kata wanita penjaga gerbang tersebut mengingatkan Rue Xianyi dan melarang Tang Chen untuk ikut masuk.


"Yah, saya tahu, Pria ini (Tang Chen) dilarang masuk!, kalian mengerjakan tugas kalian dengan baik,tolong bukakan gerbangnya kami ingin masuk!"perintah Rue Xianyi kepada empat wanita penjaga gerbang tersebut.


Kemudian pinta gerbang sekte pun terbuka dan Rue Xianyi masuk lebih dulu.


"Hahaha!...., Tang Chen maaf yah, sepertinya kamu harus menungguku disini sampai aku keluar nanti!" ujar Evan menertawakan Tang Chen lagi.


"Huhuhu..., aku sangat sial ikut dengan kamu kesini!" kata Tang Chen merasa sedih dan kesal.


"Kamu tidak usah bersedih, dan kamu tidak perlu menunggu Topeng Perak disini sampai dia keluar nanti, dibawah gunung ini ada sebuah kota kecil bernama kota Nanyi, kamu bisa pergi kesana untuk menginap sambil menunggu Topeng Perak keluar dari sini!" ujar Naya Sue memberi informasi kepada Tang Chen.


Mendengar informasi tersebut, Tang Chen pun merasa tidak terlalu sial lagi.


Kemudian Tang Chen pun mengeluarkan sayap Aura miliknya.


"Topeng Perak, aku akan pergi ke kota Nanyi dibawah gunung ini, jika kamu sudah keluar, kamu harus jemput aku!" kata Tang Chen yang kemudian mulai terbang ke udara.


Kemudian Tang Chen pun terbang menjauh meninggalkan tempat gerbang sekte tersebut dan menuju ke bawah gunung tepatnya kota kecil Nanyi.


Melihat Tang Chen sudah pergi, mereka semua pun masuk ke dalam Sekte Puncak Dewi Putih dan setelah mereka semua masuk pintu Gerbang pun ditutup rapat kembali.


Setelah masuk, Evan merasakan suhu didalam sekte dan diluar sekte sangat berbeda jauh, jika tadi diluar sekte suhunya sangatlah dingin maka didalam sekte suhunya adalah hangat seperti musim semi.


Tampak keindahan lingkungan sekte yang sangat menyenangkan hati dan menyegarkan mata, yang mana lingkungan didalam sekte tersebut hampir sama seperti taman yang penuh dengan Bunga, pohon, dan rerumputan yang terawat dengan baik, ditambah lagi dengan pemandangan para murid sekte yang semuannya adalah wanita cantik yang berkualitas. intinya Sekte Puncak Dewi Putih adalah surganya para Pria.


Tetapi Evan merasakan hal yang berbeda dari yang seharusnya, Evan tidak merasakan dan melihat semua keindahan sekte tersebut dan malah menjadi merasa sangat tidak nyaman, karena Evan merasa seperti Topeng Monyet yang sedang dipertontonkan dengan semua mata tertuju kepadanya.

__ADS_1


"Ruyin, kenapa mereka semua melihatku?, aku merasa seperti semua mata tertuju padaku!" ujar Evan bertanya kepada Ruyin Li.


"Tidak apa-apa, mungkin karena mereka sudah lebih dari tiga tahun tidak melihat manusia berjenis kelamin Pria!" jawab Ruyin Li.


"Apa!?, Tiga tahun lebih tidak melihat seorang Pria!?" kata Evan dalam hatinya yang merasa terkejut.


Kemudian saat dipertengahan jalan, mereka semua pun berhenti berjalan.


"Ruyin Li, kamu antarlah calon suamimu ke penginapan tempat tinggal khusus Pria yang ingin menikah, Guru dan Ibumu akan melaporkan tentang pernikahan kalian ke Pemimpin Sekte dan Para Tetua lainnya, dan kalian tunggulah kabar dari kami untuk datang ke aula utama dan menghadap Pemimpin Sekte dan para Tetua!" kata Rue Xianyi memberi perintah kepada Ruyin Li.


"Baik Guru!" jawab Ruyin Li dengan patuh kepada Rue Xianyi.


"Topeng Perak, ayo ikut aku, aku akan mengantarmu ke penginapan tempat tinggalmu!" ujar Ruyin Li mengajak Evan.


Kemudian Evan pun mengikuti Ruyin Li menuju ke rumah penginapan tempat tinggal khusus Pria yang yang disebutkan.


Setelah beberapa saat kemudian, Evan dan Ruyin Li pun sampai didepan pintu gerbang penginapan tempat tinggal yang disebutkan.


Letak penginapan tersebut cukup terpencil dan seperti sudah lama terabaikan, Penginapan tersebut tampak sepi dan pintu gerbangnya tampak usang dengan sarang laba-laba yang menggantung disetiap sudutnya.


"Ini adalah penginapan tempat tinggalmu!, karena aku sudah mengantarmu hingga sampai, maka aku pamit pergi dulu!" kata Ruyin Li berbalik badan dan kemudian pergi meninggalkan Evan seorang diri.


Kemudian Evan pun membuka pintu gerbang penginapan untuk pria tersebut secara perlahan karena takut akan roboh.


Namun betapa terkejutnya Evan setelah membuka pintu gerbang yang mana dia melihat bahwa Penginapan Tersebut penuh dengan kekacauan yang mengerikan.


Dedaunan dan sampah kayu berserakan dimana-mana, setiap sudut bangunan ada sarang laba-laba yang menggantung, kayu dan papan tampak sudah akan patah, sedangkan atap rumah banyak yang bocor.


Tempat Penginapan tersebut yang merupakan sebuah rumah kayu seperti habis diterjang oleh badai besar dan rumah reotnya siap rubuh kapan saja.


"Inikah yang dinamakan Tempat Tinggal!!?" teriak Evan merasa kesal dan geram.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...****************...


......................


__ADS_2