KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 182 : Alam Fantasi Tujuh Bintang #7


__ADS_3

Singkat cerita disaat sore hari, Evan kemudian kembali ke Gua Ular Piton Bertanduk Tiga.


Tampak pertarungan yang telah usai, orang-orang kembali untuk memulihkan tenaga dan luka mereka.


"Hmmm.., sepertinya ini sudah waktunya menjadi giliranku!" pikir Evan.


Namun sesaat kemudian datang tiga kelompok yang sebelumnya juga berencana untuk masuk kedalam Gua, yaitu kelompok dari Aliansi Darah Perak, Sekte Tanah Retak, dan Sekte Pedang Penentang Langit.


Mengetahui kedatangan mereka Evan pun bersembunyi seperti sebelumnya.


"Aku hampir saja melupakan tiga kelompok ini, kalau begitu biarkan mereka dulu bertarung dengan Ular Piton itu setelah itu baru giliran aku mengambil kesempatan!" pikir Evan dalam hatinya.


"Tapi setelah dipikir-pikir, sepertinya aku juga perlu membawa kelompok untuk membantuku!" pikir Evan dalam hatinya.


Disisi lain tiga kelompok itu sudah bersiap untuk menyerang Ular Piton Bertanduk Tiga itu.


"Hahaha.. akhirnya orang-orang itu telah berhenti bertarung, setelah pertarungan panjang dan sengit selama dua hari pasti Ular Piton Betanduk Tiga itu telah terluka parah!" kata Chen Feng.


"Dengan kekuatan ketiga kelompok kita, kita pasti bisa mengalahkan Ular Piton Bertamduk Tiga itu!" kata Lan Feng.


"Yah, sekarang sudah saatnya giliran kita untuk menyerang dan mengambil Rumput Naga Tujuh Tangkai yang ada didalam Gua itu!" kata Jie Khan.


"Ingat, kita harus kompak bertarung bersama dan hasilnya juga akan kita bagi sama rata!" saut Tai Cong.


"Semuannya Serang!" perintah mereka kepada kelompok mereka masing-masing.


Mereka semua pun langsung menuerang menuju Gua, dan Ular Piton Bertanduk Tiga yang sudah nampak lemah kehabisan tenaga dan terluka keluar dari Gua untuk mempertahankan harta miliknya.


"Heh, kalian bertarunglah dan bersenang-senanglah lebih dulu, setelah itu maka giliran aku dan kelompok ku untuk mengambil keuntungannya!" batin Evan yang masih bersembunyi dan belum pergi.


"Sekarang aku harus membawa kelompok ku kemari!" pikir Evan dan kemudian pun pergi meninggalkan tempat itu.


Evan pun pergi dengan cepat kembali ke tempat berkumpul.


Beberapa saat kemudian Evan pun sampai ke tempat berkumpul, tampak teman-temannya juga baru saja kembali berkumpul.


Evan dari atas pohon melompat menghampiri teman-temannya.


"Tak-Tak!" Evan mendarat di dekat teman-temannya.


"Kakak Besar, kamu juga sudah kembali!, kakak lihatlah aku telah mendapatkan apa..." ujar Sea Lin yang ingin menunjukan (memamerkan) apa yang ia dapatkan.


"Itu nanti saja dulu, sekarang ayo kalian ikut denganku ke suatu tempat!" ajak Evan yang tampak sedang terburu-buru.


Sea Lin tidak jadi menunjukan barangnya. "Kakak besar kenapa nampak sangat terburu-buru?" tanya Sea Lin merasa heran.


"Yah Jenderal Li, kamu ingin membawa kemana, kenapa sangat terburu-buru begitu?" tanya Yu Zhong.

__ADS_1


"Ho'oh, Evan, apakah kamu menemukan harta yang sangat berharga?" tanya Tang Chen.


"Kurang lebih seperti itu!, yang penting sekarang kalian cepat ikut denganku dan jangan banyak bertanya lagi, nanti aku akan menjelaskannya kepada kalian didalam perjalanan!" perintah Evan yang terburu-buru.


Evan tampak terburu-buru karena takut bahwa jika ia terlambat sedikit saja maka semua harta yang ada didalam Gua bisa saja diketahui oleh orang-orang dari Tiga kelompok itu.


Mendengar itu mereka pun menurut untuk pergi mengikuti Evan, mereka bergerak (berlari) dengan cepat menuju ke arah Gua.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai ke Gua, tampak pertempuran antara tiga kelompok itu melawan Ular Piton bertanduk Tiga masih berlangsung sengit.


"Ternyata ini tempatnya?, waah Ular Piton itu ternyata lebih besar dari apa yang aku pikirkan sebelumnya, pantas saja disebut Hewan Monster Tingkat Enam!" kata Sea Lin melihat ke arah pertarungan.


"Apakah kita akan menyerang sekarang?" tanya Tang Chen.


"Nanti saja, kita tunggu dulu sampai satu diantara kedua pihak kalah baru kita maju untuk menyerang!, dengan begitu pihak yang diuntungkan adalah kita!" jawab Evan.


"Astaga, sepertinya aku sedang mencium bau-bau kelicikan seseorang!" ujar Ray melihat ke arah Evan.


"Ini namanya bukan licik tetapi cerdik dan bijaksana!, Hahaha.." ucap Evan tertawa.


"Terserah kan kamu Jenderalnya!" ujar Ray ikut tersenyum begitu juga dengan yang lainnya.


"Lihat!, sepertinya pemenangnya sudah ditentukan!" ucap Qing Wei menunjuk ke arah pertarungan.


Tampak Ular Piton Bertanduk Tiga yang sudah sangat terluka parah dan telah kehabisan tenaga, tampak tubuhnya juga sudah tidak bisa untuk bertarunh lagi.


"Semuannya Serang! habisi Ular Piton Bertanduk Tiga Itu!" seru Jie Khan memberi perintah.


"Setelah Ular Piton itu mati maka harta yang ada didalam Gua itu akan menjadi milik kita!" seru Tai Cong.


Dengan tubuhnya yang sudah terluka dan lemah kehabisan tenaga, Ular Piton Bertanduk Tiga pasti sudah tidak ada harapan lagu untuk menang melawan orang-orang dari Tiga Kelompok itu.


Jadi Ular Piton Bertanduk Tiga pun langsung kabur masuk kembali kedalam Gua nya.


"Hahaha Ular Piton itu langsung kabur, cepat kejar dan bunuh Dia!" perintah Lan Feng.


Disisi Lain akhirnya Evan dan kelompoknya pun siap bertindak dan mengambil kesempatan.


"Sudah saatnya untuk kita bergerak!, Maju!" perintah Evan pada teman-temannya.


Dengan cepat Evan dan kelompoknya pun menghentikan tiga kelompok tersebut yang mengejar Ular Piton Bertanduk Tiga kedalam Gua.


"Siapa Kalian!?" tanya Lan Feng yang terkejut dengan marah.


"Dia Jenderal Muda Li dan kelompoknya!" saut Tai Cong.


Orang-orang dari tiga kelompok itu pun terkejut dengan kedatangan Evan dengan kelompoknya yang tiba-tiba menghentikan mereka untuk masuk kedalam Gua.

__ADS_1


"Ray-Tang Chen kalian berdua ikut aku masuk kedalan Gua, dan sisanya bereskan orang-orang yang ada disini!" ujar Evan memberi perintah.


"Siap!" ucap Sea Lin dan enam orang pasukan Gagak Malam.


Evan pun pergi meninggalkan Sea Lin dan enam orang pasukan Gagak Malam dan pergi masuk kedalam Gua.


Orang-orang dari tiga kelompok itu sangat kesal kepada kelompok teman-teman Evan yang menghalangi mereka untuk masuk kedalam Gua.


"Kalian jangan menghalangi kami jika kalian masih menginginkan nyawa kalian!" kata Jie Khan mengancam teman-teman Evan.


"Sudah jangan banyak bicara lagi, ayo langsung kita bunuh saja mereka semua sekaligus!" kata Lan Feng maju menyerang ke arah teman-teman Evan.


Namun Sea Lin dengan sangat mudahnya mengayunkan tombaknya memotong Lan Feng menjadi Dua bagian.


Melihat itu seketika orang-orang dari tiga kelompok langsung tercengang kaget.


"Kenapa kalian begitu kasar, tetapi karena kalian tadi sudah berniat ingin membunuh kami maka tidak ada salahnya kan jika kami membunuh kalian!" ucap Sea Lin tersenyum dengan kejam.


Seketika Sea Lin dan enam orang pasukan Gagak Malam mengeluarkan aura hitam dari tubuh mereka dan tampak bahwa mereka telah mencapai tingkat Jenderal Level dua (di alam fantasi Tujuh bintang.)


Melihatnya orang-orang dari tiga kelompok itu pun terkejut.


"Sial, kenapa orang-orang ini semuannya berada ditingkat Jenderal Level Dua!?" batin Tai Cong terkejut.


"Untuk apa takut jumlah mereka hanya sembilan orang saja dan jumlah kita lebih banyak dari mereka, serang bunuh mereka semua!" ujar Chen Feng pada kelompoknya.


"Benar, serang dan bunuh mereka!" ucap Jie Khan ikut memberi perintah pada kelompoknya.


"Dasar orang-orang bodoh ini!" batin Tai Cong melihat kelompok lainnya yang terburu-buru menyerang dengan gegabah.


"Sialan aku jadi terpaksa ikut menyerang bersama mereka, Semuannya Serang!" ucap Tai Cong dengan terpaksa memberi perintah.


Melihat itu Sea Lin dan kelompoknya pun tidak merasa takut dan malah menjadi bersemangat.


"Hahahaha ayo serang kita bunuh mereka semua!" seru Sea Lin maju menyerang.


Sea Lin dan pasukan Gagak Malam pun maju menyerang melawan semua orang dari tiga kelompok itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2