
Dua hari kemudian, Evan mengajak Gu Mei pergi ke Kota Yinzhou. tanpa memberitahukan alasan ajakannya kepada Gu Mei.
Dikarenakan Gu Mei yang masih belum bisa mengeluarkan Sayap Aura untuk terbang, maka Evan sengaja membawa Gu Mei ke kota Yinzhou dengan menggunakan kereta kuda.
Di dalam perjalanan menuju kota Yinzhou, tampak Evan dan Gu Mei yang berada didalam satu kereta kuda yang sama dan duduk saling berhadap-hadapan.
Hingga pada saat ditengah perjalanan mereka, Gu Mei yang merasa heran dengan Evan yang tiba-tiba mengajaknya pergi berdua ke kota Yinzhou, kemudian mencoba untuk bertanya.
"Evan, mengapa kamu mengajak aku pergi ke Kota Yinzhou? Jika hanya untuk menemani kamu saja, mengapa kamu tidak mengajak Ririn atau Para Istri kamu yang lainnya? Dan mengapa harus aku yang menemani kamu pergi?" tanya Gu Mei merasa penasaran.
"Karena aku ingin yang menemaniku ke kota Yinzhou hanya kamu!" kata Evan menjawab Gu Mei dengan singkat.
Mendengar jawaban Evan membuat Gu Mei semakin merasa bingung namun tidak dapat berkata-kata.
Setelah perbincangan singkat mereka, dalam sekejab suasana pun menjadi hening dan sepi. Hingga sesaat kemudian Evan mencoba mewarnai suasana, dengan mulai bertanya tentang kehidupan Gu Mei saat mereka berpisah beberapa waktu lalu.
"Gu Mei, bagaimana kehidupan kamu di Istana Kerajaan saat aku pergi ke Nanzhou?" tanya Evan dengan penuh perhatian.
"Semenjak kamu pergi meninggalkan Ibukota Kerajaan, aku hanya melakukan kehidupan sehari-hari didalam Istana seperti orang biasa, dan sama sekali tidak ada yang spesial!" jawab Gu Mei.
"Oohh.., seperti itu kah? apakah tidak ada pemuda tampan yang datang untuk melamarmu?" tanya Evan merasa penasaran.
"Tentu saja ada, namun semuannya aku tolak!" jawab Gu Mei.
"Mengapa ditolak? apakah tidak ada laki-laki yang cocok denganmu?" tanya Evan yang mana pertanyaannya membuat Gu Mei merasa aneh dan heran.
"Mengapa kamu bertanya seperti itu? Apakah kamu masih belum mengerti alasan aku menolak mereka?" ujar Gu Mei dengan kesal menyela Evan.
Namun disamping Gu Mei yang sedang kesal, tampak Evan yang merasa senang mendengar perkataan Gu Mei tersebut.
Kemudian Evan tanpa meminta ijin, tiba-tiba langsung berpindah tempat dan berbaring dengan kepala berbantalan diatas pangkuan Gu Mei.
__ADS_1
Melihat tindakan Evan yang tiba-tiba, seketika membuat Gu Mei sontak terkejut dan bingung dengan tindakan Evan yang tiba-tiba berbaring di atas pangkuannya.
"Evan!? Apa yang kamu lakukan?" tanya Gu Mei mencoba menegur Evan yang bertindak tanpa meminta ijin terlebih dahalu tersebut.
Namun Evan sama sekali tidak peduli dengan teguran dari Gu Mei, dan Evan tetap dengan santai berbaring di atas pangkuan Gu Mei.
"Aku pinjam pahamu sebentar, aku sangat lelah dan mengantuk. Aku mohon ijinkan aku meminjam Pahamu untuk tidur!" kata Evan beralasan agar diijnkan untuk tidur dipangkuan Gu Mei.
Mendengar alasan Evan dan melihat tingkah laku Evan yang manja sedang bermanja kepadanya, membuat Gu Mei merasa tidak berdaya dan akhirnya dengan senang hati mengijinkan Evan untuk tidur dipangkuannya.
"Hmmm..., baiklah, jika kamu lelah dan mengantuk maka tidurlah!" kata Gu Mei mengijinkan Evan untuk tidur dipangkuannya.
"Terima kasih! Nanti setelah sampai di kota Yinzhou mohon kamu bangunkan aku!" pinta Evan pada Gu Mei.
Mendengar permintaan Evan, Gu Mei hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
...****************...
Kemudian Evan dan Gu Mei turun dari kereta kuda mereka. Gu Mei merasa terkejut saat melihat kondisi kota Yinzhou yang jauh lebih baik dari pada Kota Yanzhou, yaitu Kota Perbatasan atau rawan bahaya peperangan.
"Inikah Kota Yinzhou? Kota ini jauh lebih ramai dari pada kota Yunzhou!" kata Gu Mei dengan senyum gembira sambil melihat banyak masyarakat yang sedang lalu lalang.
"Benar, ini adalah kota Yinzhou, kota pusat provinsi Nanzhou!" kata Evan yang ikut merasa senang melihat Gu Mei merasa senang.
"Ayo!, aku akan mengajak kamu berkeliling Kota Yinzhou. Akan aku perlihatkan padamu beberapa tempat dengan pandangan Indah di Kota Yinzhou!" kata Evan mengajak sambil menarik tangan Gu Mei dengan sangat bersemangat.
Kemudian didalam perjalanan mereka mengelilingi kota Yinzhou, Evan banyak membeli berbagai macam pakaian dan perhiasan yang cukup mahal dan berharga untuk Gu Mei.
Selain berbelanja, Evan juga mengajak Gu Mei pergi berkeling berbagai tempat dengan pemandangan indah di kota Yinzhou.
Dalam perjalanan mereka, tampak Evan yang sangat bersemangat dan sangat berinisiatif. Akan tetapi disisi lain tampak Gu Mei merasa heran dengan tindakan Evan, yang mana tindakan Evan tersebut membuat mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat romantis.
__ADS_1
Hingga Pada sore hari menjelang malam, tampak Gu Mei yang sedang berdiri sendirian diatas jembatan yang berada diatas sungai mengalir yang sangat indah.
Sungat tersebut terlihat sangat indah karena diatasnya terdapat banyak bunga teratai yang sangat cantik, serta pantulan-pantulan cahaya lampu dari bangunan-bangunan yang ada disekitar sungai tersebut.
"Indah sekali! aku tidak menyangka kalau kota miskin ini sekarang sudah menjadi kota yang sangat indah!" kata Gu Mei sambil menikmati pemandangan indah tersebut.
Namun sesaat kemudian, Gu Mei kembali tersadar dan menyadari sikap dan tindakan Evan pada hari ini sangat aneh dan tidak seperti biasanya.
"Sebenarnya apa yang ingin Evan lakukan? Mengapa hari ini dia bersikap sangat aneh? Dan apa tujuannya datang ke Kota Yinzhou?" batin Gu Mei merasa heran dan bingung sambil menunggu Evan yang sedang pergi entah kemana.
Namun sesaat kemudian Gu Mei merasa terkejut saat melihat air sungai yang ada dihadapannya. tiba-tiba bergerak seperti sedang dikendalikan oleh seseorang.
Air sungai yang sangat jernih dengan sangat berirama mulai bergerak dan membentuk berbagai macam hewan dan bentuk yang sangat indah.
Melihat keindahan pemandangan yang sangat indah tersebut, membuat Gu Mei dan Orang-orang yang berada disekitar sungai merasa sangat takjub dan kagum.
Dan kemudian dua ekor kupu-kupu cantik yang terbentuk dari air sungai terbang menghampiri Gu Mei yang berada di atas jembatan.
Pada saat dua kupu-kupu tersebut sampai kepada Gu Mei, kemudian salah satu kupu-kupu tersebut berhenti terbang dan bertengger disalah satu jari tangan Gu Mei.
Hingga pada saat-saat terakhir, kemudian air sungai mulai bergerak lagi dan menciptakan banyak sekali bentuk hati disepanjang aliran sungai.
Melihat air sungai yang membuat banyak sekali bentuk hati disepanjangan aliran sungai, seketika membuat kagum Gu Mei dan semua orang yang melihatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
......................
__ADS_1
......................